Anda di halaman 1dari 30

SISTEM ANALIS

DI PERUSAHAAN KONSULTAN







MAKALAH TOPIK-TOPIK LANJUTAN
SISTEM INFORMASI



Oleh



Wilson Chandra 1501172310
Hendy Citra 1501172323
Khansa Dinar Adibah 1501199880
Felicia Utama Widjaya 1501203083
Audria Gupitarini 1501203846

06 PKM / Kelompok 01













Universitas Bina Nusantara
Jakarta
2014/2015

Universitas Bina Nusantara

Jurusan Sistem Informasi
School of Information Systems
Makalah Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester Genap 2014/2015

SISTEM ANALIS
DI PERUSAHAAN KONSULTAN

Wilson Chandra 1501172310
Hendy Citra 1501172323
Khansa Dinar Adibah 1501199880
Felicia Utama Widjaya 1501203083
Audria Gupitarini 1501203846

Kelas / Kelompok : 06 PKM / 01
Abstrak
TUJUAN PENULISAN, ialah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Topik-Topik
Lanjutan Sistem Informasi serta untuk memahami pekerjaan sistem analis.
METODOLOGI PENELITIAN menggunakan metode studi pustaka, yaitu suatu metode
pengumpulan data dengan cara melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber yang autentik
seperti membaca buku, serta literature dari internet yang berhubungan dengan permasalahan,
sehingga diperoleh data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan paper tentang Sistem Analis di
Perusahaan Konsultan ini.
HASIL YANG DICAPAI adalah mengetahui berbagai langkah atau kemampuan sistem analis di
suatu perusahaan.
SIMPULAN dari pembuatan makalah tentang Sistem Analis di Perusahaan Konsultan ini
adalah System analyst adalah penjembatan Antara programmer dan bagian eksekutif. System
analyst dapat menjelaskan masalah yang ada dalam proses bisnis dengan diagram- diagram yang
diketahui oleh para programmer. Sedangkan untuk bagian ekstekutif, system analyst dapat
menyampaikan keinginan para eksekutif dalam perbaikan aplikasi atau sistem tersebut.
Singkatnya, system analyst harus mempunyai beberapa skill, yaitu Analytical Skill, Management
Skill, Technical Skill, Interpersonal Skill.
Kata Kunci
Sistem, Analis, Skill, Analisa
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui, di zaman ini perkembangan teknologi informasi terus
meningkat. Pola kehidupan masyarakat juga terus berubah dan semakin kompleksnya kebutuhan
aplikasi. Teknologi informasi dan komunikasi menjanjikan efisiensi, kecepatan penyampaian
informasi, jangkauan yang global dan transparansi. Perkembangan ini tentu saja memiliki potensi
yang tinggi dari segi keuntungan, kesempatan dan manfaat-manfaat lainnya untuk individu
maupun perusahaan.
Setiap perusahaan memiliki proses bisnisnya masing-masing. Ada masanya ketika
permasalahan dalam proses bisnis tersebut cukup kompleks dan sulit untuk diterapkan pada
aplikasi. Bagian eksekutif dan manajer biasanya hanya memahami proses bisnis mereka secara
detail, bukan memahami secara teknis dan yang biasanya memahami teknis adalah seorang
programmer, yang melakukan coding. Programmer biasanya sulit untuk memahami proses bisnis
karena terlalu sering menghadapi hal-hal teknis saja.
Permasalahn yang terjadi dalam perusahaan membutuhkan penyelesaian. Penyelesaian
masalah berarti melihat permasalahan bisnis secara detail, sangat memahami masalah, dan
memilih solusi terbaik. Untuk menjembatani eksekutif dan programmer, diperlukan seseorang
yang disebut system analyst. System Analyst adalah orang yang menganalisis sistem
(mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai
sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan suatu masalah. System Analyst harus memiliki
pengetahuan tentang teknologi komputer, Memahami permasalahan bisnis, OOAD (Object
Oriented Analyst and Design) dan menciptakan sebuah Sistem Informasi untuk menyelesaikan
masalah baik dalam bisnis maupun lain nya.
Seorang system analyst mempelajari masalah, menentukan keperluan, mengembangkan
solusi, menentukan solusi terbaik kemudian mereka juga yang akan mengimplementasikan.
Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan, maka system
analyst harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis
sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi
akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, sistem pengendalian manajemen,
pemasaran, produksi, manajemen personalia, keuangan dan aspek-aspek bisnis lainnya.
Seorang system analyst memiliki akses terhadap informasi-informasi rahasia yang
berhubungan dengan proyek seperti, gaji, proyek yang direncanakan organisasi, sistem
keamanan, dan lain-lain. System Analyst harus menjaga kerahasiaan informasi-informasi
tersebut. System Analyst harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik
secara lisan maupun secara tertulis. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara, presentasi,
rapat dan pembuatan laporan-laporan. Hasil dari pengumpulan informasi akan didokumentasikan
dan akan dibawa ke tahap yang lebih lanjut untuk pemecahan masalah.
1.2 Ruang Lingkup

Dalam penulisan makalah ini, maka akan dibahas mengenai pengertian, tujuan dan fungsi
system analyst. Serta akan membahas salah satu contoh pekerjaan system analyst dan bagaimana
langkah-langkah system analyst mencari solusi atas sebuah permasalahan pada proses bisnis.

1.3 Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah:
a. Sebagai pemenuhan tugas dari mata kuliah Topik-Topik Lanjutan
b. Untuk memahami pekerjaan system analyst

1.3.2 Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah:
a. Menambah pengetahuan mengenai system analyst di dunia kerja
b. Topik yang diberikan dapat menjadi referensi penulisan skripsi nantinya

1.4 Metodologi Penelitian

Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode studi pustaka, yaitu suatu metode
pengumpulan data dengan cara melakukan pengkajian terhadap sumber-sumber yang autentik
seperti membaca buku, serta literature dari internet yang berhubungan dengan permasalahan,
sehingga diperoleh data-data yang dibutuhkan dalam pembuatan paper tentang Sistem Analis di
Perusahaan Konsultan















BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Sistem
Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p.6) sistem adalah : sistem adalah
sekumpulan komponen yang saling berhubungan yang berfungsi bersama untuk
mencapai beberapa hasil.
Menurut OBrien (2005, p.29), sistem adalah sekelompok komponen yang saling
berhubungan, bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta
menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.

2.1.2 Pengertian Informasi
Menurut McLeod (2001, p.15), informasi adalah data yang telah diproses
atau data yang memiliki arti.
Menurut OBrien (2005, p.13), informasi adalah data yang telah diproses
dan diletakkan pada konteks yang memberikannya nilai untuk pengguna akhir
tertentu.

2.1.3 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd (2005, p.6), sistem informasi adalah
sekumpulan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan,
memproses, menyimpan, dan menyediakan output yang dibutuhkan informasi
untuk melakukan tugas-tugas dari bisnis.
Menurut OBrien (2005, p.5), sistem informasi dapat berupa kombinasi
teratur dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi dan
sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi
dalam sebuah organisasi.
Menurut McLeod (2001, p.13, p.28), sistem informasi adalah sekumpulan
data yang telah diproses dan memiliki arti, yang terintegrasi dengan maksud dan
tujuan yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Dengan adanya definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem
informasi adalah kombinasi teratur dari manusia, perangkat keras, perangkat
lunak, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan,
memproses, menyimpan, dan menyediakan output yang dibutuhkan informasi
untuk melakukan tugas-tugas dari bisnis, di mana data tersebut telah diproses dan
memiliki arti .



2.2 Pengertian Sistem Analis
Sistem Analis adalah seseorang yang menggunakan pengetahuan aplikasi
komputer yg dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk
manajer sistem.
Sistem Analis adalah seseorang yg bertanggung jawab menterjemahkan
kebutuhan-kebutuhan si pemakai sistem (user) ke dalam spesifikasi teknik yg diperlukan
oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.
Sehingga kesimpulan dari pengertian sistem analis adalah seseorang yang
menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya untuk menterjemahkan
kebutuhan-kebutuhan user ke dalam spesifikasi teknik yang diperlukan oleh programmer
dan diawasi oleh manajemen.

2.2.1 Fungsi Sistem Analis
Adapun fungsi dari sistem analis adalah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi masalah-masalah dari pemakai / user
b. Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi
kebutuhan user
c. Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
d. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan
user
2.2.2 Tugas-tugas Umum dari Sistem Analis
Tugas-tugas umum dari sistem analis adalah sebagai berikut :
a. Mengumpulkan dan menganalisis formulir, dokumen , file yg berkaitan
dengan sistem yang berjalan.
b. Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yg
berjalan kepada user.
c. Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi -aplikasi
untuk penerapannya pada komputer.
d. Menganalisis & menyusun biaya-biaya & keuntungan dari sistem yg baru
e. Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yg baru.

2.2.3 Tugas-tugas Teknik dari Sistem Analis
Tugas-tugas teknik dari sistem analis adalah sebagai berikut :
a. Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.
b. Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.
c. Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design
Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara
detail.
d. Merancang pola pengawasan terhadap data yg bersifat sangat penting
e. Menyusun file-file utk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat
berjalan efektif.
f. Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user
g. Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yg dilakukan oleh sistem analis
dlm merancang sistem yg baru.
2.2.4 Pribadi Sistem Analis
Seorang sistem analis harus memiliki kepribadian sebagai berikut :
a. Mampu bekerja sama
b. Mampu berkomunikasi dengan baik
c. Mempunyai sopan santun
d. Mempunyai pendirian yang tegas
e. Mampu bersikap dewasa
f. Mampu bersikap tegas
g. Dapat bertindak secara metodik
h. Dapat memiliki perhitungan yang akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya
i. Mempunyai sifat yang kreatif

2.2.5 Langkah Kerja Sistem Analis
Langkah-langkah kerja dari sistem analis adalah sebagai berikut :
a. Tahap mengidentifikasi masalah kebutuhan user
b. Tahap Melaksanakan studi kelayakan
c. Tahap Analisis dan rancang sistem
d. Tahap Penerapan sistem
e. Tahap Evaluasi dan pemeliharaan

2.3 Pengertian Analisa Sistem
Analisa sistem dapat didefinisikan sebagai Penguraian dari suatu sistem informasi
yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-
kesempatan, hambatan-hambatannyang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan. Atau secara lebih mudahnya,
analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan
untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. Tahap analisis sistem ini merupakan
tahap yang sangat kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan
menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.

2.3.1 Langkah-langkah Dalam Analisa Sistem
Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan
langkah-langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem
yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya
pada analisis sistem ruang lingkup tugasnya lebih terinci. Didalam tahap analisis
sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh Analis
Sistem yaitu sebagai berikut :
a. Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
Mengidentifikasikan penyebab masalah. Seringkali organisasi
menyadari masalah yang tejadi setelah sesuatu berjalan dengan tidak
benar. Permasalahan tidak akan muncul dengan sendirinya dan
mestinya ada sesuatu penyebab yang menimbulkannya.
Mengidentifikasikan titik keputusan Setelah penyebab terjadinya
masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya juga harus diidentifikasi titik
keputusan penyebab masalah tersebut. Maka selanjutnya perlu
diidentifikasi lebih lanjut titik keputusan yang menyebabkan suatu
proses menjadi tidak sempurna. Titik keputusan menunjukkan suatu
kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi. Sebagai dasar identifikasi
titik-titik keputusan ini, dapat digunakan dokumen sistem bagan alir
formulir (paperwork flowchart atau form flowchart) bila dokumentasi
ini dimiliki oleh perusahaan.
Mengidentifikasikan personil-personil kunci Setelah titik-titik
keputusan penyebab masalah dapat diidentifikasi beserta lokasi
terjadinya, maka selanjutnya yang perlu diidentifikasi adalah personil-
personil kunci baik yang langsung maupun yang tidak langsung
dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-
personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir
dokumen yang ada di perusahaan serta dokumen deskripsi jabatan (job
description)
b. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada. Langkah ini dapat
dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada
beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang
dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Bila di tahap perencanaan
sistem juga pernah dilakukan penelitian untuk memperoleh data, penelitian ini
sifatnya adalah penelitian pendahuluan (preliminary survey). Sedang pada
tahap analisis sistem, penelitian yang dilakukan adalah penelitian terinci
(detailed survey). Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana operasi
dari sistem yang ada sebelum mencoba untukmenganalisis permasalahan-
permasalahan, kelemahan-kelemahan dan kebutuhan-kebutuhan pemakai
sistem untuk dapat memberikan rekomendasi pemecahannya. Sejumlah data
perlu dikumpulkan menggunakan teknikpengumpulan data yang ada, yaitu
wawancara, questionares, observasi, procedure analis, document survey.
Tanya jawab/wawancara (Interviews)
1. Bagaimana metode itu digunakan.
Pemilihan potential interviewees
Membuat perjanjian terhadap potential interviewees.
Menyiapkan struktur pertanyaan yang lengkap dan jelas.
Memilih person yang diinterview secara pribadi dan
merekamnya.
2. Keuntungan metode interview
Pewawancara dapat mengukur respon melalui pertanyaan
dan menyesuaikannya sesuai situasi yang terjadi.
Baik untuk permasalahan yang tidak terstruktur, seperti
mengapa anda berpikir hal ini dapat terjadi ?.
Menunjukkan kesan interviewer secara pribadi.
Memunculkan respons yang tinggi sejak penyusunan
pertemuan.
3. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Mendapatkan penjelasan atau pandangan dari personel
kunci.
Test kredibilitas dari interviewees.
Mencari interview yang unsureness atau contradictions.
Memantapkan kredibilitas team.
Beberapa faktor penting dalam interview yang baik, yaitu
objectives, audience, format, weighting dan
Combining responses, and documentation.
Kuisioner (Questionnaires)
1. Bagaimana metode itu digunakan.
Mendesain dengan menggunakan standar kuesioner.
Kuesioner dikirimkan ke lingkungan kerja end-users.
Struktur respon diringkas dalam statistik distribusi.
2. Target dari metode questionnaires.
Semua end user dengan wawasannya akan dilibatkan dalam
proses solusi pemecahan sistem.
End user dihubungkan dengan proses pemakaian simbol-
simbol dalam DFD.

3. Keuntungan metode questionnaires. Murah dan cepat dari pada
interviews.
Tidak membutuhkan investigator yang terlatih (hanya satu
ahli yang dibutuhkan untuk mendesain kuesioner untuk
end-user yang terpilih).
Mudah untuk mensintesis hasil sejak pembuatan kuesioner.
Dengan mudah dapat meminimalkan biaya untuk semua
end-user.
4. Kerugian metode questionnaires.
Tidak dapat membuat pertanyaan yang spesifik bagi end-
user.
Analis kurang melibatkan kesan sehingga tidak dapat
menampakkan pribadi end-user.
Tanggapan yang rendah karena tidak adanya dorongan
yang kuat untuk mengembalikan questioner.
Tidak dapat menyesuaikan pertanyaan ke end-user secara
spesifik.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Pertanyaannya sederhana dan tidak memiliki arti
mendua
Membutuhkan wawasan yang luas dari end-user.
Bila memiliki sedikit waktu dan biaya.
Observasi(Observation)
1. Bagaimana metode itu digunakan.
Secara pribadi seorang analis mengunjungi lokasi pengamatan.
Analis merekam kejadian dalam lokasi pengamatan, termasuk
volumen dan pengolahan lembar kerja.
2. Target dari metode.
Lokasi proses secara geografis ditunjukkan dalam DFD (Data Flow
Diagram)
3. Keuntungan metode.
Mendapatkan fakta records daripada pendapat (opinion).
Tidak membutuhkan konstruksi pertanyaan.
Tidak menganggu atau menyembunyikan sesuatu (end-users tidak
mengetahui bahwa mereka sedang diamati).
Analis tidak bergantung pada penjelasan lisan dari end-users.

4. Kerugian metode.
Jika terlihat, analis mungkin mengubah operasi (end-user merasa
diamati).
Dalam jangka panjang, fakta yang diperoleh dalam satu observasi
mungkin tidak tepat (representative) dalam kondisi harian atau
mingguan.
Membutuhkan pengalaman dan kehlian khusus dari analis.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Membutuhkan gambaran kuantitatif seperti waktu, volume dan
sebagainya.
Kecurigaan bahwa end-user mengatakan suatu kejadian
yang sebenarnya tidak terjadi (dibuat-buat).
Prosedur Analisis
1. Bagaimana metode itu digunakan.
Dengan prosedur operasi dapat mempelajari dan mengidentifikasikan aliran
dokumen kunci melalui sistem informasi, yaitu dengan data flow diagram
(DFD). Setiap aliran dokumen kunci menjelaskan prosedur operasi
sistem.Melalui observasi, analis mempelajari kenyataan daripada
mendeskripsikan volume distribusi (tinggi, rendah, sedang) dan apa yang
selanjutnya dikerjakan terhadap salinan dari dokumen aslinya.

2. Target dari metode.
Dokumen utama dalam DFD (Data Flow Diagram)
Proses dalam DFD.

3. Keuntungan metode.
Evaluasi prosedur dapat dikerjakan dengan campur tangan
(interferences) yang minimal dan tidak mempengaruhi operasi
pemakai.
Prosedur aliran dapat menjadi sebuah struktur checklist untuk
melakukan observasi.

4. Kerugian metode.
Prosedure mungkin tidak lengkap dan tidak -up to date lagi.
Mempelajari bagan aliran dokumen membutuhkan waktu dan
keahlian analis.

5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Memutuskan apakah masalah kegagalan sistem dapat membantu perancangan yang baik.
Tim analis tidak secara total familiar dengan aliran dokumen.
Mendeskripsikan aliran dokumen yang menganggu kerjanya fungsi.
Pengamatan Dokumen
1. Bagaimana metode itu digunakan.
Mengidentifikasikan dokumen utama dan laporan (physical data flow diagram).
Mengumpulkan salinan dokumen aktual dan laporan.
Setiap dokumen atau laporan, digunakan untuk record data, meliputi field (ukuran
dan tipe),
frekuensi penggunaan dan struktur kodingnya (coding structure).
2. Target dari metode.
Aliran data kunci ditunjukkan dalam data flow diagram (DFD).

3. Keuntungan metode.
Meminimalkan interupsi dari fungsi operasionalnya.
Permulaan elemen kamus data.
Seringkali, dapat mempertimbangkan modifikasi major procedural.
4. Kerugian metode.
Membutuhkan waktu yang cukup (terdapat organisasi bisnis yang mengalami
kebanjiran dokumen dan laporan).
5. Kapan metode tersebut baik digunakan.
Harus dikerjakan jika sebuah sistem akan didesain (selama kegiatan analisis,
dalam memperjelas desain sistem yang baru dan analisis dokumen dapat membantu
untuk menentukan tugas perancangan selanjutnya).
Merencanakan jadual penelitian
Walaupun menganalisis kelemahankelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi
merupakan tugas yang perlu, tetapi tugas ini saja belumlah cukup. Tugas lain dari analis sistem
yang masih diperlukansehubungan dengan sasaran utama sistem informasi, yaitu menyediakan
informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya perlu dianalisis.
Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis. Tujuan :
Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh
analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan Selanjutnya
Akurat berarti valid, yaitu data tersebut benar-benar mengukur dengan sebenarnya apa
yang harus diukur. Misalnya, data tentang jumlah kemiskinan harus dapat
menggambarkan kemiskinan yang ada di daerah tersebut.
Data yang akurat tidak hanya diartikan dari sisi pengadaannya, melainkan juga dari sisi
penyajiannya, yaitu bagaimana data tersebut ditampilkan. Oleh karena itu, perlu ada
format standar.














BAB 3

PEMBAHASAN


3.1 Pengertian System Analyst

System Analyst adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian,
perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan
sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. System
Analyst ini memegan peranan yang sangat penting dalam pengembangan sistem
perusahaan itu sendiri.
Seorang system analyst harus memiliki empat keahlian / skill. Skill - skill tersebut
adalah :
Analytical Skill
Management Skill
Technical Skill
Interpersonal Skill


Gambar 3.1 System Analyst's Skill
Analytical Skill ini dibutuhkan oleh system analyst sangat dibutuhkan oleh system
analyst ini sendiri untuk menganalisa serta memahami hal-hal yang terjadi dalam organisasi dan
memahami fungsi-fungsi organisasi itu sendiri. Dengan memahami hal tersebut, maka solusi
yang terbaik dapat diberikan / dihasilkan oleh anayst ini sendiri.
Sementara itu , keahlian teknikal / teknis membantu system analyst untuk memahami
potensi yang dapat dikembangkan dari keberadaaan teknologi informasi ini sehingga ada bagian
dari bisnis yang dapat dikembangkan dengan keberadaan TI ini. Selain itu, keahlian teknikal ini
juga membuat system analyst mengetahui keterbatasan dari teknologi itu sehingga dapat
merancang system yang benar-benar pas dan dibutuhkan oleh perusahaan. Seorang system
analyst ini harus bisa bekerja dengan berbagai macam bahasa pemrograman , sistem operasi dan
perangkat keras.
Keahlian management juga sangat dibutuhkan oleh seorang system analyst karena dengan
skill ini akan sangat membantu para system analyst dalam pengelolaan sumber daya, proyek,
risiko , dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi di masa depannya. Hal ini sangat penting
bagi perusahaan karena apabila seorang system analyst tidak bisa mengelola sumber daya secara
baik, maka akan terjadi banyak pembuangan sumber daya yang sia-sia sehingga membuat biaya
yang harus dikeluarkan perusahaan menjadi lebih besar.
Terakhir , keahlian interpersonal juga merupakan suatu keharusan bagi system analyst
karena seorang system analyst ini harus berinteraksi dengan user / pengguna dari system tersebut
untuk mengetahui apa yang menjadi keluh kesah / harapan mereka terhadap system yang akan
dihasilkan nantinya. Selain itu keahlian interpersonal juga membantu system analyst dalam
mencari informasi terhadap usernya.
Secara spesifik, keahlian yang dibutuhkan oleh analis sistem adalah :
Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data, tekonologi computer dan
pemrograman computer:
a. Keahlian teknik yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan
teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan
computer.
b. Pengetahun teknik yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras
computer, teknologi komunikasi data, bahasa-bahasa computer, sistem operasi, utilites dan
paket-paket perangkat lunak lainnya.
Pengetahun tentang bisnis secara umum
Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan, maka analis sistem
harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem
dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Pengetahun tentang bisnis ini meliputi akuntansi
keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, sistem pengendalian manajemen,
pemasaran,produksi, manajemen personalia, keuangan, tingkah laku organisasi, kebijakan
perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya.

Pengetahun tentang metode kuantitatif
Dalam membangun model-model aplikasi, analis sistem banyak menggunakan metode-metode
kuantitatif, seperti misalnya pemrograman linier (linier programming), pemrograman dinamik
(dynamic programming), regresi (regression), network, pohon keputusan (decision tree), trend,
simulasi dan lain sebagainya.

Keahlian pemecahan masalah
Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahan-permasalahan
komplek yang dihadapi oleh bisnis, memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-
bagiannya, menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu
sistem yang dapat mengatasi permasalahan-permsalahan tersebut.
Keahlian komunikasi antar personil
Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara tertulis.
Keahlian ini diperlukan di dalam wawacara, presentasi, rapat dan pembuatan lapoaran-laporan.
Keahlian membina hubungan antar personil
Manusia merupakan faktor yang kritis didalam sistem dan watak manusia satu dengan yang
lainnya berbeda. Analis sistem yang kaku dalam membina hubungan kerja dengan personil-
personil lainnya yang terlibat, akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. Apalagi bila
analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem, maka akan tidak
mendapat dukungan dari pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem
akan mempersulitnya.


3.2 System Analyst's Work


System Analyst merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian,
perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan
sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Dari
pengertian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa system analyst merupakan perantara
atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia
bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan
pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung
jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada
pihak manajemen perusahaan.


Gambar 3.2 Posisi System Analyst

Pada dasarnya, system analyst melakukan hal-hal berikut ini :
Berinteraksi dengan pelanggan untuk mengetahui user requirement
Berinteraksi dengan desainer untuk menentukan user interface yang diinginkan
Berinteraksi / memandu programmer dalam proses pengembangan sistem agar
sesuai dengan user requirement
Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel
Mengimplementasikan sistem baru / sistem usulan yang digunakan perusahaan
Menyiapkan report dari sistem yang dihasilkan

Tugas system analyst sendiri dapat dilihat sebagai berikut :
Membangun / mengembangkan software terutama pada tahap requirement, design
dan sebagian dalam tahap construction / implementation
Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan probis client
Membuat proposal dan mempresentasikannya di hadapan stakeholder / customer /
client
Membuat desain database
Membuat framework yang akan digunakan programmer dalam mengembangkan
software.

Gambar 3. 3 Hubungan System Analyst dengan Project


3.3 Fungsi System Analyst
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, system analyst adalah orang yang menganalisis
sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menetukan kebutuhan-kebutuhan
pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan. Sebutan lain untuk
analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst), analis bisnis (business analyst),
perancang sistem (system designer), konsultan sistem (system consultant) dan ahli teknik sistem
(system engineer).
System analyst ini berbeda dengan programmer. Programmer adalahorang yang menulis
code program untuk aplikasi berdasarkan hasil analisis dari system analyst. Tetapi ada beberapa
kondisi dimana seorang system analyst mengerjakan tugas programmer dan analystnya secara
bersamaan. Hal ini disebut juga dengan analyst/ programmer.



Tugas dari system analyst dan programmer pada dasarnya berbeda. Berikut adalah tabel
yang menunjukkan perbedaan dari kedua pekerjaan ini.

Programmer Analyst
1.Tanggung jawab hanya terbatas pada
pembuatan program
1. Tanggung jawab analis sistem tidak hanya
pada pembuatan program komputer saja, tetapi
pada sistem secara keseluruhan
2. Pengetahuan pemograman cukup terbatas
pada terknologi komputer, sistem komputer,
utilities dan bahasa-bahasa pemograman yang
diperlukan
2. Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak
hanya pada teknologi computer, tetapi juga
pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
3. Pekerjaan pemograman sifatnya teknis dan
harus tepat dalam pembuatan instruksi-
instruksi program.
3. Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan
program terbatas pada pemecahan masalah
secara garis besar.
4. Pekerjaan pemogram tidak menyangkut
hubungan dengan banyak orang, terbatas pada
sesama pemogram dan analis sistem yang
mempersiapkan spesifikasi programnya.
4. .Pekerjaan analis sistem melibatkan
hubungan banyak orang, tidak terbatas pada
sesame analis sistem,pemrogram, tetapi juga
pemakai sistem dan manajer.

Adapun fungsi dari sistem analis adalah sebagai berikut :
Mengidentifikasi masalah-masalah dari pemakai / user
Menyatakan secara spesifik sasaran yg harus dicapai untuk memenuhi
kebutuhan user
Memilih alternatif - alternatif metode pemecahan masalah
Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dgn permintaan
user


3.4 Tahap Pengembangan System
Dalam mengembangkan system, system analyst dapat menggunakan berbagai metode-
metode yang membantu mereka. Salah satunya adalah SDLC (System Development Life Cycle).
Apa itu SDLC ? SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan
programmer dalam membangun sistem informasi.
Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

Gambar 3.4 Tahapan SDLC
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem
melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak
digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid,
prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada
sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda. Dalam sebuah
siklus SDLC, terdapat enam langkah. Langkah tersebut adalah
1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan
dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman
yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program
yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah
dibuat

3.4.1 Perbedaan Waterfall Model dan Spiral Model
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, SDLC mempunyai beberapa pendekatan /
model. Beberapa diantaranya adalah Waterfall Model dan Spiral Model. Letak perbedaan yang
paling mencolok adalah tahap dalam pembuatan sebuah perangkat lunak. Pada Waterfall model,
tahapan pembuatan sistem mengalir ke bawah dimana dimulai dari tahapan mendefinisikan
requirement hingga pada operasi dan pemeliharaan terhadap sistem itu sendiri. Tahapan itu dapat
dilihat pada gambar berikut :

Gambar3.5 Waterfall Model
Sementara itu, pada Spiral model mempunyai tahap-tahap yang berbeda dengan Waterfall model
ini. Pada Spiral Model, dimulai dengan penentuan tujuan, tahapan penelitian terhadap risiko
hingga tahap implementasi dan perencanaan pembuatan sistem berikutnya. Hal ini tampak pada
gambar di bawah ini :

Gambar 3.6 Spiral Model

























BAB 4


KESIMPULAN DAN SARAN



4.1 Kesimpulan

Setiap perusahaan pasti mempunyai proses bisnis masing- masing dan berbeda- beda.
Dalam suatu masa, perusahaan akan mengalami permasalahan pada proses bisnisnya, dan yang
dapat menganalisa masalah dan kebutuhan- kebutuhan perusahaan dalam detail dari sebuah
proses bisnis adalah seorang system analyst . Definisi dari system analyst adalah orang yang
menganalisis sistem (mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-
kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan suatu masalah. Sebutan lain
untuk analis sistem ini adalah analis informasi (information analyst), analis bisnis (business
analyst), perancang sistem (system designer), konsultan sistem (system consultant) dan ahli
teknik sistem (system engineer).
Terdapat keahlian- keahlian yang dibutuhkan oleh system analyst yaitu pengetahuan dan
keahlian tentang teknik pengolahan data, teknologi computer dan pemrograman computer,
pengetahuan bisnis secara umum, pengetahuan tentang metode kuantitatif, keahlian pemecahan
masalah, keahlian komunikasi antar personil, keahlian dalam membina hubungan antar personil.
System analyst adalah penjembatan Antara programmer dan bagian eksekutif. System
analyst dapat menjelaskan masalah yang ada dalam proses bisnis dengan diagram- diagram yang
diketahui oleh para programmer. Sedangkan untuk bagian ekstekutif, system analyst dapat
menyampaikan keinginan para eksekutif dalam perbaikan aplikasi atau sistem tersebut.
Singkatnya, system analyst harus mempunyai beberapa skill, yaitu Analytical Skill, Management
Skill, Technical Skill, Interpersonal Skill.
Dalam pengembangan sistem dalam perusahaan, terdapat metode untuk membantu
system analyst dalam mengembangkan sistem tersebut, contohnya yaitu metode SDLC (System
Development Life Cycle). Dan dalam metode SDLC terdapat beberapa pendekatan, yaitu
Waterfall model dan Spiral model yang mempunyai tahap- tahap tersendiri dalam pembuatan
atau pengembangan sistem.





4.2 Saran
Sebagai penjembatan antara programmer dan bagian ekstekutif, seorang system analyst,
harus lebih peka terhadap masalah yang dihadapi dan bagaimana memecahkan atau
menyelesaikan masalah tesebut. Dan juga system analyst harus mampu untuk menyampaikan
desain pengembangan sistem yang berupa diagram- diagram kepada programmer dengan alur
baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan disetujui oleh bagian eksekutif. Dan juga
sebaliknya, system analyst juga harus dapat menerjemahkan apa yang sudah dikerjakan oleh
programmer kepada bagian eksekutif.
System analyst harus dapat menyesuaikan permasalahan dengan penentuan metode dalam
analisa sistem, mengetahui apa keuntungan dan kerugian dari metode tersebut bagi perusahaan
dan permasalahan yang sedang dihadapi dan juga tahapan- tahapan yang harus system analyst
lakukan dalam menganalisa permasalahan dan kebutuhan dari sistem tersebut.

















DAFTAR PUSTAKA

Sistem Analis. Diperoleh 8 Mei 2014, dari
http://edwardaditya.blogspot.com/2010/05/pengertian-analisa-dan-analis-system.html
Sistem Analis. Diperoleh 8 Mei 2014, dari http://lsoumeru.mhs.uksw.edu/2012/11/pengertian-
sistem-analis-sistemanalis.html
Sistem Analis. Diperoleh 9 Mei 2014, dari
http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/bab15_analisissistem.pdf


















DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Wilson Chandra
Tempat, Tanggal Lahir : Binjai, 22 Juni 1993
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Jl. U No. 9A
Nomor Telepon : 085265647567
Riwayat Pendidikan dan kursus :
Tahun 1999- 2005 : SD Santa Maria - Pekanbaru
Tahun 2005- 2008 : SMP Santa Maria - Pekanbaru
Tahun 2008- 2011 : SMA Santa Maria - Pekanbaru
Tahun 2011- sekarang : Universitas Bina Nusantara - Jakarta
Tahun 2008-2009 : Kursus Bahasa Inggris, English First
Pengalaman Kerja :
Tahun 2012 sekarang : Mentor Duta Binusian





DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Hendy Citra
Tempat, Tanggal Lahir : Pekanbaru, 22 Maret 1994
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Jl. U No. 9A
Nomor Telepon : 08992188976
Riwayat Pendidikan dan kursus :
Tahun 1999- 2005 : SD Santa Maria - Pekanbaru
Tahun 2005- 2008 : SMP Santa Maria - Pekanbaru
Tahun 2008- 2011 : SMA Santa Maria - Pekanbaru
Tahun 2011- sekarang : Universitas Bina Nusantara - Jakarta
Tahun 2005-2008 : Kursus Bahasa Inggris, LBPP LIA








DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Khansa Dinar Adibah
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 19 Juni 1994
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Binus Square Hall of Residence Jl Budhi Raya No 21
Nomor Telepon : 081290926902
Riwayat Pendidikan dan kursus :
Tahun 1999- 2005 : SD Labschool -Surabaya
Tahun 2005- 2008 : SMP Al-Falah - Sidoarjo
Tahun 2008- 2011 : SMA The English Modern School, Doha, Qatar
Tahun 2011- sekarang : Universitas Bina Nusantara - Jakarta
Tahun 2000 - 2005 : Kursus Piano Yamaha
Tahun 2005 2006 : Kursus Biola Privat
Tahun 2005 2006 : Kursus Bahasa Inggris I-Tutor
Pengalaman Kerja :
Tahun 2012 sekarang : Mentor Duta Binusian



DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Felicia Utama Widjaya
Tempat, tanggal lahir : Balikpapan, 19 Februari 1993
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Jalan Budi Raya No. 21 Kebon Jeruk, Jakarta
Barat (Binus Square)
No. telepon : 085251822128
Riwayat pendidikan dan kursus :
Tahun 1999 2005 : SD Katolik Santa Theresia Balikpapan
Tahun 2005 2008 : SMP Katolik Santo Mikail Balikpapan
Tahun 2008 2011 : SMA Negeri 1 Balikpapan
Tahun 2011 sekarang : Bina Nusantara University, Jakarta
Tahun 2006 2008 : Kursus Private Gitar Klasik
Juli September 2013 : Kursus Speaking Bahasa Inggris, NYC Express,
Balikpapan
Oktober 2013 : Training Taking Notes Skill, SAC, Binus
University
November 2013 : Training Effective Communication, SAC, Binus
University
Oktober November 2013 : Training LKMM, SCDC, Binus University
Pengalaman Kerja :
September 2013 sekarang : Mentor Duta Binusian
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Audria Gupitarini
Tempat, Tanggal Lahir : Yogyakarta, 26 Desember 1993
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Komp. BBD Blok B IV No.159, Mekarsari, Cimanggis,
Depok
Nomor Telepon : 087880149553
Riwayat Pendidikan dan kursus :
Tahun 1999- 2005 : SDI PB Sudirman - Jakarta
Tahun 2005- 2008 : SMPN 103 - Jakarta
Tahun 2008- 2011 : SMAN 39 - Jakarta
Tahun 2011- sekarang : Universitas Bina Nusantara - Jakarta
Tahun 2006-2009 : Kursus Bahasa Inggris, International Language
Program
Tahun 2012-2013 : Kursus dasar Bahasa Mandarin, Binus Square
Language Class