Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Era modern ini, semua aktivitas selalu mempunyai runjukan dan pedoman. Karena hal itu
menunjang kesuksesan dan kekonkritan segala aspek. Oleh karena itu sebuah penelititanpun juga
harus mempunyai rujukan yang jelas dan dapat dijadikan pegangan.
Metode penelitian terbagi menjadi dua, yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode
kuantitatif mempunyai cirri khas angka, atau perhitungan. Berbeda dengan kualitatif, yang
cenderung pada proses penelitian. Lebih jelasnya penjelasan tersebut akan dijabarkan dalam
makalah ini. Dengan judul Konsep dan Karakteristik Metode Penelitian Kualitatif.
2. RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah yang akan dibahas yaitu :
1. Apa Pengertian Penelitian Kulitatif?
2. Apa sajakah kemampuan peneliti Penelitian kualitatif?
3. Bagaimana Karakteristik Penelitian Kualitatif?

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian metode penelitian kualitatif
Metodologi penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum
lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme.
Metode ini disebut disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat
seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih
berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan.
Metodologi penelitian kualitatif juga sering disebut metode penelitian naturalistik karena
penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting); disebut juga sebagai
metode etnoghrapi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian
bidang antropologi budaya; disebut juga sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul
analisisnya lebih bersifat kualitatif.
Filsafat postpositivisme sering juga disebut sebagai paradigma interpretif dan konstruktif, yang
memandang realitas sosialsebagai sesuatu yang holistik/utuh, kompleks, dinamis, penuh makna,
dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal). Penelitian dilakukan pada obyek yang
alamiah. Obyek yang alamiah adalah obyek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi
oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada obyek tersebut.
Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu
sendiri. Untuk dapat menjadi instrumen, maka peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan
yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisis, memotret, dan mengkonstruksi situasi sosial
yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas
dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti, maka teknik pengumpulan data
bersifat trianggulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan
atau simultan. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang
ditemukan dilapangan dan dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori. Metode kualitatif
digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna.
Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data
yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi,
tetapi lebih menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan
transferability.
Objek penelitian kualitatif adalah seluruh bidang/aspek kehidupan manusia, yakni manusia dan
segala sesuatu yang dipengaruhi manusia. Objek itu diungkapkan kondisinya sebagaimana
adanya atau dalam keadaan sewajarnya (natural setting), mungkin berkenaan dengan
aspek/bidang kehidupannya yang disebut ekonomi kebudayaan, hukum, administrasi, agama dan
sebagainya. Data kualitatif tentang objeknya dinyatakan dalam kalimat, yang pengolahannya
dilakukan melalui proses berpikir (logika) yang bersifat kritik, analitik/sintetik dan tuntas.
Dan Penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman tentang kenyataan melalui proses berfikir induktif. Dalam penelitian ini, peneliti
terlibat dalam situasi dan setting fenomenanya yang diteliti. Peneliti diharapkan selalu
memusatkan perhatian pada kenyataan atau kejadian dalam konteks yang diteliti. Setiap kejadian
merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain karena ada perbedaan konteks.
Para peneliti lebih senang menghubungi beberapa informan kunci dari suatu komunitas. Jumlah
informan yang dijadikan responden jumlahnya dapat dikatakan relatif kecil sekali. Sebagai
konsekuensinya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para peneliti relatif mendalam sekali.
Kesediaan informan untuk mau menghabiskan waktunya berjam-jam dalam beberapa hari sering
menjadi pertanda berhasilnya proses wawancara.
Tugas peneliti adalah mengumpulkan data dan menyajikannya sedemikian rupa sehingga para
informan dibiarkan berbicara sendiri. Tujuannya adalah untuk membuat laporan apa adanya
dengan sedikit atau tanpa interpretasi atau campur tangan atas kata-kata lisan informan dan
dengnan sedikit atau tanpa penafsiran atas pengamatan yang dilakukan oleh para peneliti sendiri.
Walau kelompok peneliti ini berpendapat bahwa pandangan informan tentang realitas tidak
mencerminkan kebenaran, namun pendapat subjek dilaporkan secara spontan dan penuh
makna.
Penelitian kualitatif umumnya digunakan dalam dunia ilmu-ilmu sosial dan budaya misalnya
penelitian kebijakan, ilmu politik, administrasi, psikologi komunitas dan sosiologi, organisasi
dan manajemen, bahkan sampai pada perencanaan kota dan perencanaan regional.
Menurut Miles dan Hubermen bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertitik
tolak dari realitas dengan asumsi pokok bahwa tingkah laku manusia mempunyai makna bagi
pelakunya dalam konteks tertentu. Sehingga ada tiga aspek pokok yang harus dipahami:
1. Pada dasarnya manusia selalu bertindak sesuai dengan makna terhadap semua yang
ditemui dan dialami di dunia ini.
2. Makna yang ditemui dan dialami timbul dari interaksi antar individu.
3. Manusia selalu menafsirkan makna yang ditemui dan dialami sebelum ia bertindak,
tindakan yang dijalankan sejalan dengan makna terhadap barang yang digunakan.
Alasan Memilih Penelitian Kualitatif
Strauss dan Corbin menyatakan bahwa seseorang yang melakukan penelitian kualitatif memiliki
beberapa alasan. Pertama, adalah alasan demi kemantapan peneliti berdasarkan pengalaman
penelitiannya. Beberapa peneliti yang memiliki latar belakang bidang pengetahuan seperti
antropologi, atau yang terkait dengan orientasi filsafat seperti fenomenologi, biasanya dianjurkan
untuk menggunakan metode kualitatif. Kedua, adalah alasan untuk tidak terjebak pada angka-
angka hasil pengolahan dengan menggunakan teknik statistik yang cenderung berlaku untuk
populasi. Ketiga, adalah alasan dari sifat masalah yang diteliti. Dalam beberapa bidang studi,
pada dasarnya lebih tepat digunakan jenis penelitian kualitatif. Contoh dari penelitian semacam
ini adalah penelitian untuk mengungkap sifat pengalaman seseorang dengan fenomena seperti
sakit, berganti agama, ketagihan obat, kehidupan pengemis , dan pola partisipasi wanita bekerja
di luar rumah.
Penelitian kualitatif menuntut keteraturan, ketertiban dan kecermatan dalam berpikir, tentang
hubungan datta yang satu dengan data yang lain dan konteksnya dalam masalah yang akan
diungkapkan. Beberapa alasan mengenai maksud dilakukannya penelitian kualitatif:
1. Untuk menanggulangi banyaknya informasi yang hilanng seperti yang dialami oleh
penelitian kuantitatif, sehingga intisari konsep yang ada dalam data dapat diungkap.
2. untuk menanggulangi kecenderungan menggali data empiris dengan tujuan membuktikan
kebenaran hipotesis berdasarkan berpikir deduktif seperti dalam penelitian kuantitatif.
3. untuk menanggulangi kecenderungan pembatasan variabel yang sebelumnya, seperti
dalam penelitian kuantitatif, padahal permasalahan dan variabel dalam masalah sosial
sangat kompleks.
4. untuk menanggulangi adanya indeks-indeks kasar seperti dalam penelitian kuantitatif
yang menggunakan pengukuran enumirasi (perhitungan) empiris, padahal inti sebenarnya
berada pada konsep-konsep yang timbul dari data.
1. Karakteristik umum penelitian kualitatif
Dari hasil penelaahan pustaka yang dilakukan Moleong atas hasil dari mensintesakan
pendapatnya Bogdan dan Biklen (1982:27-30) dengan Lincoln dan Guba (1985:39-44) ada
sebelas ciri penelitian kualitatif, yaitu:
1. Penelitian kualitatif mennggunakan latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan
(enity)
2. Penelitian kualitatif instrumennya adalah manusia, baik peneliti sendiri atau dengan
bantuan orang lain
3. Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif
4. Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif
5. Penelitian kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori subtantif yang
berasal dari data
6. Penelitian kualitatif mengumpulkan data deskriptif (kata-kata, gambar) bukan angka-
angka
7. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil
8. Penelitian kualitatif menghendaki adanya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus
yang timbul sebagai masalah dalam penelitian
9. Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas, realibilitas dan objektivitas dalam versi
lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik
10. Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan
kenyataan lapangan (bersifat sementara)
11. Penelitian kualitatif menghendaki agar pengertian dan hasil interpretasi yang diperoleh
dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sumber data.

1. Ciri-ciri Penelitian Kualitatif

1. Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung
2. Manusia merupakan alat (instrumen) utama pengumpulan data
3. Analisis data dilakukan secara induktif
4. Penelitian bersifat deskriptif analitik (data berupa kata-kata, gambar, perilaku) tidak
dituangkan dalam bentuk bilangan/ angka statistik
5. Tekana penalitian berada pada proses, penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan
segi proses daripada hasil.
6. Pembatasan penelitian berdasarkan fokus
7. Perencanaan bersifat lentur dan terbuka
8. Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama
9. Pembentukan teori berasal dari dasar
10. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif
11. Teknik sampling cenderung bersifat purposive
12. Penelitian bersifat menyeluruh (holistik)
13. Makna sebagai perhatian utama penelitian

Karakteristik penelitian kualitatif:
1) Latar alamiah
1. Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks dari suatu
keutuhan
2. Peneliti memasuki dan melibatkan sebagian waktunya di sekolah, keluarga, tetangga dan
lokasi lainnya untuk meneliti maslaah pendidikan atau sosiologi
2) Manusia sebagai alat (instrumen)
Peneliti/ dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.
3) Metode kualitatif
1. Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan
ganda
2. Menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden
3. Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penyamaan
pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi
4) Analisis data secara induktif
1. Proses induktif lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan ganda sebagian yang
terdapat dalam data
2. Lebih dapatmenguraikan latar secara penuh dan dapat membuat keputusan-keputusan
tentang dapat-tidaknya pengalihan kepada suatu latar lainnya
3. Analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam
hubungan-hubungan
4. Dapat memperhitunngkan nilai-nilai secara eksplisit sehingga bagian dari struktur
analitik
5) Teori dari dasar
6) Deskriptif
7) Lebih mementingkan proses daripada hasil
8) Adanya batas yang ditentukan oleh fokus
9) Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data
10) Desain yang bersifat sementara
Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif memiliki susunan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Memilih masalah
2. Studi pendahuluan
3. Merumuskan masalah
4. Merumuskan hipotesis
5. memilih pendekatan
6. Menentukan variabel dan sumber data
7. Menentukan dan menyusun instrumen
8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Menarik kesimpulan
11. Menulis laporan

1. Teknik Pengumpulan Data
Berbagai cara pengumpulan data untuk penellitian kualitatif terus berkembang, namun demikian
pada dasarnya ada empat cara yang mendasar untuk mengumpulkan informasi yaitu:

1. Observasi
Observasi yaitu tindakan yang merupakan penafsiran dari teori (karl popper). Namun dalam
penelitian, pada waktu memasuki ruang kelas dengan maksud mengobservasi, sebaiknya
meninggalkan teori-teori untuk menjustifikasi sebuah teori atau menyanggah. Observasi
merupakan tindakan atau proses pengambilan informasi melalui media pengamatan. Dan
menurut Nasution (1988) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan.
Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang
diperoleh melalui observasi. Data itu dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang
sangat canggih, sehingga benda-benda yang sangat kecil (proton dan elektron) maupun yang
sangat jauh (benda ruang angkasa) dapat diobservasi dengan jelas.
Observasi yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati
hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, waktu, peristiwa, tujuan dan
perasaan.
Observasi yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan
sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang
digambarkan akan terjadi.
Metode observasi dibedakan menjadi:
1. Observasi biasa
Menurut prof. Parsudi suparlan, dalam observasi biasa si peneliti tidak boleh terlibat dalam
hubungan emosi pelaku yang menjadi sasaran penelitian
1. Observasi terkendali
Menurut prof. Parsudi suparlan, para pelaku yang akan diamati dan dikondisi-kondisi yang ada
dalam tempat kegiatan. Pelaku diamati dan dikendalikan si peneliti
1. Observasi terlibat
Menurut prof. Parsudi suparlan, observasi terlibat merupakan teknik pengumpulan data yang
mengharuskan peneliti melibatkan diri dalam kehidupan dari masyarakat yang di teliti untuk
dapat melihat dan memahami gejala yang ada, sesuai maknanya dengan yang diberikan dipahami
oleh para warga yang ditelitinya. Kegiatan observasi terlibat bukan hanya mengamati gejala yang
ada dalam masyarakat yang diteliti, tetapi juga melakukan wawancara, mendengarkan,
memahamidan dalam batas-batas tertentu mengikuuti kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat
yang diteliti.

Keterlibatan peneliti dapat dibedakan menjadi empatkelompok yaitu:
1. Keterlibatan pasif: peneliti tidak terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh pelaku yang
diamati dan tidak terjadi interaksi sosial dengan pelaku yang diamati
2. Keterlibatan setengah-setengah: peneliti mengambil sesuatu kedudukan yang berada
dalam 2 hubungan struktural yang berbeda, yaitu antara struktur yang menjadi wadah
bagi kegiatan yang diamati dan struktur dimana pelaku sebagai pendukung
3. Keterlibatan aktif: peneliti ikut mengerjakan apa yang dilakukan para pelaku yang
diamati dalam kehidupan sehari-hari
4. Keterlibatan penuh/ lengkap: bila kegiatan peneliti telah menjadi bagian dari kehidupan
pelaku yang diamati.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan observasi:
1. Memperhatikan fokus penelitian, kegiatan apa yang harus diamati apakah yang umum
atau yang khusus.
2. Menentukan kriteria yang diobservasi, dengan terlebih dahulu mendiskusikan ukuran-
ukuran apa yang akan digunakan.

Fase-fase dalam observasi:
1. Pertemuan perencanaan
1. Observasi kelas
2. Diskusi balikan

Ada berbagai keterbatasan observasi, yaitu sebagai berikut:
a) Banyak kejadian yang tidak dapat dicapai dengan observasi langsung, misalnya kehidupan
pribadi seseorang yang sangat rahasia
b) Bila mengetahui bahwa dirinya diteliti, para observer mungkin dengan maksud-maksud
tertentu dengan sengaja berusaha menimbulkan kesan yang menyenangkan atau sebaliknya pada
observer.
c) Timbul kejadian yang tidak selalu dapat diramalkan sehingga observer dapat hadir untuk
mengobservasi kejadian itu. Jika penelitian dilakukan terhadap typical behavior, menunggu
timbulnya behavior yang diharapkan itu secara spontan kerapkali memakan waktu yang panjang
dan sangat membosankan.
d) Tugas observasi menjadi terganggu pada waktu-waktu ada peristiwa yang tidak terduga-
duga, misalnya keadaan cuaca.
e) Terbatasi oleh lamanya kelangsungan suatu kejadian

Kelebihan observasi:
1. Merupakan metode yang dapat langsung digunakan untuk meneliti bermacam-macam
gejala. Banyak aspek tingkah laku manusia yang hanya dapat diteliti melalui observasi
langsung.
2. Untuk subjek yang diteliti, observasi ini lebih sedikit tuntutannya, orang-orang yang
selalu sibukpun mungkin tidak berkeberatan untuk diamat-amati, walau dia mungkin
keberatan menjawab kuesioner.
3. Memungkinkkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya sesuatu gejala.
4. Tidak tergantung kepada self-report
5. Dengan metode observasi, peneliti dapat memperoleh pandangan yang holistik/
menyeluruh terhadap responden yang diteliti
6. Peneliti dapat menggunakan variasi pendekatan termasuk pendekatan inductive discovery
(yaitu pengamatan yang mendasarkan kepada kejadian spesifik mendalam dan realistik
serta merefleksikan keadaan responden)
7. Peneliti dapat melihat hal-hal yang tidak dapat diungkap dengan teknik lain termasuk
perilaku biasa
8. Peneliti dapat mengetahui dan melaporkan apa adanya tentang perilaku responden yang
biasa maupun diluar konteks permasalahan yang hendak diteliti.

Hambatan-hambatan dalam pengamatan berasal dari 2sumber, yaitu:
1. Hambatan dari dalam, termasuk diantaranya:
1. Kurangnya persiapan apa yang dilakukan sebelum berinteraksi dengan responden
2. Perasaan terasing dari peneliti terhadap responden
3. Kurang bisanya peneliti beradaptasi dengan kegiatan, kebiasaan,dan tata cara
hidup responden
4. Tidak dapat memanfaatkan peran informan di lapangan.

1. Hambatan yang berasal dari luar, diantaranya:

1. Peneliti larut dengan responden dan kehilangan arah tentang informasi apa yang perlu
diambil dari interaksi dengan responden
2. Peneliti tidak dapat mengidentifikasi gejala yang diinginkan karena adanya aturan yang
harus ditaati di lapangan
3. Minimnya perlengkapan yang dimiliki peneliti dalam melakukan observasi di lapangan.


1. Manfaat observasi
Menurut patton dalam Nasution (1988), dinyatakan bahwa manfaat observasi adalah sebagai
berikut.
1) Dengan observasi dilapangan peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam
keseluruhan situasi sosial, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh
2) Dengan observasi maka akan memperoleh pengalaman langsung. Sehingga memungkinkan
peneliti menggunakan pendekatan induktif, jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan
sebelumnya. Pendekataan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan atau
Discovery.
3) Dengan observasi, peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak di amati orang
lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap biasa dan
karena itu tidak akan terungkap dalam wawancara.
4) Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akaan
terungkapkan oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif atau ingin ditutupi
karena dapat merugikan nama lembaga.
5) Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar persepsi responden,
sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensip.
6) Melalui pengamatan dilapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan data yang kaya, tetapi
juga memperoleh kesan-kesan pribadi, dan measakan suasana atau situasi sosial yang diteliti
olehnya.

1. Wawancara
Wawancara yaitu pertemuan yang langsung direncanakan antara pewawancara dan yang
diwawancarai untuk memberikan/ menerima informasi tertentu. Menurut Moleong (1988:148)
wawancra adalah kegiatan percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh kedua belah
pihak yaitu pewawancara dan yang diwawancarai.
Wawancara merupakan pertanyaan yang dilakukan secara verbal kepada orang-orang yang
dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu. Ada tiga
teknik wawancara yaitu:
1. Wawancara baku dan terjadwal
2. Wawancara baku dan tidak terjadwal
3. Wawancara tidak baku

Langkah-langkah wawancara

Lincoln and guba dalam sanapiah faisal, mengemukakan bahwa ada tujuh langkah dalam
penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu
1) Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
2) Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
3) Mengawali atau membuka alur wawancara
4) Melangsungkan alur wawancara
5) Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
6) Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar wawancara berlangsung efektik:
a) Bersikaplah sebagai pewawancara yang simpatik, yang berperhatian dan pendengar baik,
tidak berperan terlalu aktif, untuk menunjukkan bahwa anda menghargai pendapat anak
b) Bersikaplah netral dalam relevansinya dengan pelajaran
c) Bersikaplah tenang, tidak terburu-buru atau ragu-ragu dan anak akan menunjukkan sikap
yang sama.
d) Secara khusus perhatikan bahasa yang anda gunakan untuk wawancara

Adapun jenis-jenis pertanyaan dalaam wawancara yaitu sebagai berikut.
1) Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman, contoh : bagaimana pengalaman bapak
selama menjabat lurah disini?
2) Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat, contoh : bagaimana pendapat anda terhadap
pernyataan pak lurah yang menyatakan bahwa masyarakat disini partisipasi dalam pembangunan
cukup tinggi. Bagaimana pendapat anda terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak
(BBM) ?
3) Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan, contoh : sepertinya ada masalah, apa yang
sedang anda rasakan? Bagaimana rasanya menjadi relawan di Aceh ?
4) Pertanyaan tentang pengetahuan, contoh pertanyaan : bagaimana proses terjadinya gempa
tsunami ? berapa orang disini yang terkena bencana tsunami tersebut ? berapa bangunan
penduduk dan pemerintah yang rusak ?
5) Pertanyaan yag berkenaan dengan indera, pertanyaan ini digunakan untuk
mengungkapkan data atau informasi karena yang bersangkutan melihat, mendengarkan, meraba
dan mencium suatu peristiwa. Pada saat anda menengarkan ceramah pak Bupati, bagaimana
tanggapan masyarakat petani? Pada saat anda melihat akibat gempa dipulau Nias, bagaimana
peran pemerintah daerah. Andakan telah mencium minyak wangi itu, bagaimana baunya?
Andakan telah memakan buah itu, bagaimana rasanya?
6) Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi, contoh pertanyaan :
dimana dia dilahirkan, usia, pekerjaan dan lain-lain. Bekerja dimana? Sedang menjabatapa
sekarang? Dan lain-lain.

Ada beberapa bentuk wawancara:
1. Wawancara terstruktur yaitu apabila pewawancara sudah mempersiapkan bahan
wawancara terrlebih dahulu
2. Wawancara tidak terstruktur yaitu apabila prakarsa pemilihan topik bahasan diambil oleh
orang yang di wawancarai
3. Wawancara semi terstruktur yaitu bentuk wawancara yang sudah dipersiapkan, akan
tetapi memberikan keleluasaan kepada responden untuk menerangkan agak panjang
mungkin tidak langsung ke fokus bahasan/ pertanyaan, atau mungkin mengajukan topik
bahasan sendiri selam wawancara berlangsung.
Uma sekaran (1992) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik
pengumpulan data yaitu: prinsip penulisan, pengukuran dan penampilan fisik.

1. Prinsip penulisan Angket
Prinsip ini menyangkut beberapa faktor yaitu sebagai berikut :\
1) Isi dan tujuan pertanyaan
2) Bahasa yang digunakan
3) Tipe dan bentuk pertanyaan
4) Pertanyaan tidak mendua
5) Tidak menanyakan yang sudah lupa
6) Pertanyaan tidak menggiring
7) Panjang pertanyaan
8) Urutan pertanyaan
9) Prinsip pengukuran
10) Penampilan fisik angket

3. Dokumen
Menurut Goetz dan Le compte (1984), dokumen yang menyangkut para partisipan penelitian
akan menyedeikan kerangka bagi data yang mendasar, yang termasuk didalamnya:
1. Koleksi dan analisis buku teks
2. Kurikulum dan pedoman pelaksanaannya
3. Arsip penerimaan murid baru
4. Catatan rapat
5. Catatan tentang siswa
6. Rencana pelajaran dan catatan guru
7. Hasil karya siswa
8. Kumpulan dokumen pemerintah
9. Koleksi arsip guru berupa buku harian, catatan peristiwa penting (logs) dan kenang-
kenangan dari siswa angkatan lama

Macam-macam dokumen menurut Elliot (1991:78):
1. Silabi dan rencana pembelajaran
2. Laporan diskusi-diskusi tentang kurikulum
3. Berbagai macam ujian dan tes
4. Laporan rapat
5. Laporan tugas siswa
6. Bagian-bagian dari buku teks yang digunakan dalam pembelajaran
7. Contoh essay yang ditulis siswa

4. Triangulasi
Merupakan teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada, tujuan dari triangulasi
bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan
pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan.

1. Validitas Dan Reliabilitas
Validitas alat ukur diselidiki dengan (1) logika (2) statistik validitas ada macam-macam yaitu
validitas isi, validitas prediktif dan validitas construct (konstruk)

1. Validitas isi
Dengan validitas isi dimaksud bahwa isi/bahan yang diuji atau dites relevan dengan kemampuan,
pengetahuan, pelaksanaan, pengalaman dan latar belakang orang yang diuji.
Validitas diperoleh dengan menagadakan sampling yang baik, yakni memilih item-item yang
representatif dari keseluruhan bahan yang berkenaan dengan hal yang mengenai bahan pelajaran
mungkin tidka sukar dicapai. Kesulitan dengan validitas isi ialah pilihanitem dilakukan secara
subjektif yakni berdasarkan logika si peneliti.

2. Validitas prediktif
Dengan validitas prediktif di maksudkan adanaya kesesuaian antara ramalan (prediksi) tentang
kelakuan seseorang dengan kelakuannya yang nyata.
3. Validitas konstruk
Digunakan bila kita sangsikan apakah gejala yang dites hanya mengandung satu dimensi, bila
ternyata gejala itu mengandung lebih dari satu dimensi, maka validitas itu dapat diragukan.
Keuntungan validitas konstruk kita mengetahui komponen-komponen sikap/sifat yang diukur
dengan tes itu.
Validitas merupakan derajad ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan
data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Jadi data yang valid adalah data yang tidak berbeda
antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek
penelitian.
Validitas dibedakan menjadi:
1. Validitas internal: berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian dengan hasil yang
dicapai.
2. Validitas eksternal: berkenaan dengan derajat akurasi apakah hasil penelitian dapat
digeneralisasikan atau diterapkan pada objek penelitian.

4. Reliabilitas
Berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Suatu data dikatakan
reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama atau peneliti sama dalam waktu
yanng berbeda akan menghasilkan data yang sama atau sekelompok data apabila dipecah
menjadi dua menjadi data yang tidak berbeda. Suatu data yang reliabel akan cenderung valid,
walaupun belum tentu valid.
Suatu alat pengukur dikatakan reliable bila alat itu dalam mengukru suatu gejala pada waktu
yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama. Jadi alat yanng reliable secara
konsisten memberi hasil ukuran yang sama. Reliabilitas merupakan syarat mutlak untuk
menentukan pengaruh variabel yang satu terhadap variabel yangsatu lagi. Reliabilitas juga
merupakan syarat bagi validitas satu tes, tes yang tidak reliable dengan sendirinya tidak valid.
Pengujian validitas dan reliabilitas
Dalam uji keabsahan data meliputi::
1) Uji kredibilitas
Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian dapat dilakukan dengan;
1. Perpanjangan pengamatan
2. Meningkatkan ketekunan dalam penelitian
3. Triangulasi (pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai
waktu)
4. Analisis kasus negatif
5. Menggunakan bahan referensi
6. Mengadakan member check (proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada
pemberi data). Tujuan dari member check adalah agar informasi yang diperoleh dan
digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau
informan.
7. Diskusi dengan teman sejawat

2) Pengujian transferability
Transferability merupakan validitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. Validitas eksternal
menunjukkan derajad ketepatan atau dapat di terapkannya hasil penelitian ke populasi dimana
sample tersebut di ambil.
3) Pengujian depenability
Dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian.
4) Pengujian konfirmability
1. Uji konfirmability mirip dengan uji depenobility, sehingga pengujian dapat dilakukan
secara bersamaan.
2. Uji konfirmability berarti menguji hasil penelitian dikaitkan dengan proses yang
dilakukan.
3. Komponen dan Sistematika Proposal
Komponen dan sistematika dalam proposal penelitian kualitatif, tidak berbeda dengan kuantitatif.
Seperti telah dikemukakan yang berbeda adalah, bahwa semua komponen dalam proposal
penelitian kuantitatif sudah merupakan hal yang baku, sedangkan dalam proposal penelitian
kualitatif bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti berada dilapangan. Setelah
dilapangan mungkin masalah, fokus, teori, teknik, pengumpulan data, analisis data, bahkan judul
penelitian bisa berubah.
Komponen dalam proposal penelitian tersebut secara garis besarnya terdiri atas, pendahuluan,
landasan teori, metode penelitian, jadwal penelitian, biaya penelitian.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman tentang kenyataan melalui proses berfikir induktif. Dalam penelitian ini, peneliti
terlibat dalam situasi dan setting fenomenanya yang diteliti. Peneliti diharapkan selalu
memusatkan perhatian pada kenyataan atau kejadian dalam konteks yang diteliti. Setiap kejadian
merupakan sesuatu yang unik dan berbeda dengan yang lain karena ada perbedaan konteks

1. Saran
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap
makalah ini tetap memeberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya
membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan makalah dimasa yang akan
datang.






DAFTAR PUSTAKA

Uma sekaran, ResearchMethods for bussines, soutern Illinois University at Carbondale, 1984.
Sugiyono, Model Alternatif Sistem dan Manajemen Pendidikan untuk Menyiapkan Tenaga
Kerja I ndustri Permesinan Modern, Laporan Penelitian, Fakultas Teknik, Universitas Negeri
Yogyakarta, 1992
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

METODE PENELITIAN
DAN
METODE PENGUMPULAN DATA
Definisi
Penelitian (research) merupakan rangkaian kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan suatu
permasalahan. Jadi penelitian merupakan bagian dari usaha pemecahan masalah. Ada beberapa
pengertian penelitian menurut beberapa ahli. Menurut Whitney penelitian adalah pencarian atas
sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa ini dilakukan terhadap masalah-
masalah yang dapat dipecahkan. Menurut John penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut
metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antar fakta dan menghasilkan dalil atau
hukum. Dari definisi-definisi tentang penelitian, maka nyata bahwa penelitian adalah suatu
penyelidikan yang terorganisasi. Penelitian juga dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan
dan pemberi artian yang terus-menerus terhadap sesuatu. Penelitian dengan menggunakan
metode ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah. Dalam penelitian ilmiah ini, selalu
ditemukan dua unsur penting, yaitu unsur observasi (pengamatan) dan unsur nalar (reasoning).

Tujuan Penelitian
Secara umum ada empat tujuan utama dari sebuah penelitian. Berikut ini adalah tujuan dari
sebuah penelitian.
1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang
telah ada
4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)
Peranan Penelitian
Secara umum terdapat 3 peranan dalam sebuah penelitian. Berikut adalah peranan penelitian.
1. Pemecahan Masalah: meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-
fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait mengkait
2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan: meningkatkan
kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah
tersebut
3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru.

Persyaratan Penelitian
Terdapat beberapa persyaratan dalam melakukan penelitian. Berikut adalah persyaratannya.
1. Mengikuti konsep ilmiah
2. Sistematis, pola tertentu
3. Terencana
Dalam melakukan sebuah penelitian perlu diperhatikan cara pengerjaannya. Penelitian dikatakan
baik bila:
a. Purposiveness : Tujuan yang jelas
b. Exactitude : Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti
c. Testability : Dapat diuji atau dikaji
d. Replicability : Dapat diulang oleh peneliti lain
e. Precision and Confidence : Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan
populasi atau sampel
f. Objectivity : Bersifat objektif
g. Generalization : Berlaku umum
h. Parismony : Hemat, tidak berlebihan
i. Consistency : data atau ungkapan yang digunakan harus selalu
sama bagi kata atau ungkapan yang memiliki arti
sama
j. Coherency : Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu
bagian dengan bagian lainnya

Jenis-Jenis Penelitian
Jenis-jenis penelitian dibagi menjadi emapt bagian. Penelitian menurut penggunaannya,
penelitian menurut metodenya, penelitian menurut sifat permasalahannya, dan penelitian
menururt bidang ilmunya.

Penelitian Menurut Penggunaannya
Penelitian menurut penggunaannya terbagi menjadi dua yaitu penelitian dasar dan penelitian
terapan. Berikut adalah penjelasan dari kedua penelitian tersebut.
Penelitan Dasar (Basic Research)
Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karean ada perhatian
dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan
ujung praktis atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umuim dan
pengertian-pengertiantentang alam serta hukum-hukumnya. Pengetahuan umum ini merupakan
alat untuk memecahkan masalah-masalah praktika, walaupun ia tidak memberikan jawaban yang
menyeluruh untuk tiap masalah tersebut. Tugas penelitian terapanlah yang akan menjawab
masalah-masalah praktis tersebut. Penelitian murni tidak dibayang-bayangi oleh pertimbangan
penggunaan dari penemuan tersebut untuk masyarakat. Perhatian utama adalah kesinambungan
dan integritas dari ilmu dan filosofi. Penelitian murni bisa diarahkan ke mana saja, tanpa
memikirkan ada tidaknya hubungan dengan kejadian-kejadian yang diperlukan masyarakat.
Contoh penelitian dasar misalnya penelitian tentang gene, tentang nucleus, dan sebagainya.
Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian terapan (applied research, practical research) adalah penyelidikan yang hati-hati,
sistematik dan terus menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan
dengan segera untuk keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagai satu penemuan baru,
tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada. Peneliti yang mengerjakan
penelitian dasar atau murni tidak mengharapkan hasil penelitiannya digunakan secara praktika.
Peneliti-peneliti terapanlah yang akan memerinci penemuan penelitian dasar untuk keperluan
praktis dalam bidang-bidang tertentu. Tiap ilmuwan yang mengerjakan penelitian terapan
mempunyai keinginan agar dengan segera hasil penelitiannya dapat digunakan masyarakat, baik
untuk keperlua ekonomi, politik, maupun sosial. Penelitian terapan memilih masalah yang ada
hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktik-praktik yang ada.
Penelitian terapan harus dengan segera mengumumkan hasil penelitiannya dalam waktu yang
tepat supaya penemuan tersebut tidak menjadi kadaluwarsa.
Penelitian Menurut Metodenya
Penelitian menurut metodenya dibagi menjadi 4 yaitu penelitian historis, penelitian filosofis,
penelitian observasional, dan penelitian eksperimental. Berikut adalah penjelasannya.
Penelitian Historis
Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami
peristiwa-peristiwa masa lampau itu. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar
dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling
rendah. Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip
atau dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti ini jika ditujukan kepada kehidupan pribadi
seseorang, maka penelitian disebut penelitian biografis.
Penelitian Eksperimental
Penelitian yang dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali. Penelitian ini
bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi
tertentu. Dalam bentuk yang paling sederhana, pendekatan eksperimental ini berusaha untuk
menjelaskan, mengendalikan dan meramalkan fenomena seteliti mungkin. Dalam penelitian
eksperimental banyak digunakan model kuantitatif.

Penelitian Menurut Sifat Permasalahannya
Penelitian menurut sifat permasalahannya terbagi menjadi 8 bagian yaitu penelitian hisitoris,
penelitian deskriftif, penelitian perkembangan, penelitian kasus dan penelitian lapangan,
penelitian korelasional, penelitian kausal-komparatif, penelitian eksperimental serta penelitian
tindakan. Berikut adalah penjelasannya.
Penelitian Deskriptif
Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan
sifat populasi tertentu. Misalnya: penelitian yang dilakukan mahasiswa untuk menyusun tesis
memperoleh gelar sarjana kependidikan di IKIP, biasanya adalah penelitian deskriptif, seperti
penelitian mengenai kemunduran prestasi belajar siswa, kemunduran rasa tanggung jawab.
Penelitian Perkembangan
Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai
fungsi dari waktu.
Penelitian kasus dan Penelitian lapangan
Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai
latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan. Kekhususannya adalah:
- Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan ( unit ) secara mendalam, sehingga
hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit itu. Kasus bisa terbatas pada satu
orang saja, satu keluarga, satu daerah, satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain.
- Selain penelitian hanya pada suatu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas, dari
ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya, yang terpusat pada spek yang
menjadi kasus. Biasanya penelitian ini dengan cara longitudinal.
Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih.misalnya, apakah
ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka.
Penelitian Kausal-Komparatif
Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang
mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki.
Misalnya : sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan
pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja.
Penelitian Ekspremental
Penelitian dengan melakuakn percobaan terhadap kelompok-kelompok ekspremen. Kepada tiap
kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat
dikontrol. Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok ekspremen diukur secara
kuantitatif kemudian dibandingkan. Misalnya, hendak meneliti keefektifan metode-metode
mengajar. Penerapan tiap metode dicobakan terhadap kelompok-kelompok coba. Pada akhir
percobaan prestasi belajar tiap kelompok dievaluasi.
Penelitian Tindakan
Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan
dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Misalnya, meneliti keterampilan kerja yang sesuai
bagi siswa putus sekolah di suatu daerah. Kekhususannya:
- Dipersiapkan untuk kebutuhan praktis yang berkaitan dengan dunia kerja.
- Penelitian didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku. Menyiapkan
program kerja untuk pemecahan masalah.
- Bersifat fleksibel, dapat diadakan perubahan selama proses penelitian bila dianggap
penting untuk pembaruan ( inovasi).
Penelitian Menurut Bidang Ilmunya
Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah penelitian pendidikan (lebih lanjut lagi
pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesenian), ketekhnikan, ruang angkasa,
pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya.
McMillan dan Schumacher (2001) memberikan pemahaman tentang metode penelitian dengan
mengelompokkannya dalam dua tipe utama yaitu kuantitatif dan kualitatif yang masing-masing
terdiri atas beberapa jenis metode sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut:
No. Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif
1. Kejelasan Unsur :

Tujuan, pendekatan, subjek, sampel,
Sumber data sudah mantap, rinci sejak awal
Subjek sampel, sumber data tidak mantap
Dan rinci, masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan2.Langkah penelitian :
Segala sesuatu direncanakan sampai
Matang ketika persiapan disusun
Baru diketahui denagn mantap dan jelas setelah penelitian selesai3.Hipotesis (Jika memang
perlu)
1. Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian;
2. Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan a priori
Tidak menegmukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung
tentatif
Hasil penelitian terbuka4.Disain :
Dalam disain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan
Disain penelitiannya fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan
sebelumnya;5.Pengumpulan data :
Kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan
Kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.6.Analisis data :
Dilakukan sesudah semua data terkumpul.
Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data
Metode Pengambilan Data
Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang
diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode mengumpulkan data dengan masalah yang ingin
dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi metode pengumpulan data. Secara umum
metode pengumpulan data dapat dibagi atas beberapa kelompok, yaitu metode pengamatan
langsung, metode dengan menggunakan pertanyaan dan metode khusus.
a. Metode Observasi Langsung
Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara
pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk
keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika
pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:
- Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik
- Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan
- Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya.
b. Metode Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterqangan untuk tujuan
penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara
dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide
(panduan wawancara). Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya
jawab dengan tatap muka, wawancara adalah sustu pengumpulan data untuk suatu penelitian.
c. Metode Kuesioner
Alat lain unttuk mengumpulkan data adalah daftar pertanyaan, yang sering disebutkan secara
umum dengan nama kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau
daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap. Walaupun nama yang diberikan kepada
daftar pertanyaan disebut kuesioner atau schedule, tetapi isi dari daftar pertanyaan tersebut sama
saja sifatnya. Kuesioner atau schdule tidak lain adalah sebuah set pertanyaan yang secara logis
berhubungan dengan masalah penelitian, dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang
mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Kuesioner harus mempunyai center perhatian, yaitu
masalah yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang
ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan
itu,maka secara umum isi kuesioner dapat berupa pertanyaan tentang fakta, pertanyaan tentang
pendapat dan pertanyaan tentang persepsi diri.

Langkah-Langkah dalam Penelitian Ilmiah
Labels: teori penelitian
Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah
Kembali membahas tentang teori penelitian, setelah sebelumnya menguraikan tentang metode
ilmiah dan langkah-langkah metode ilmiah, blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan
Model-Model Pembelajaran selanjutnya akan membahas tentang penelitian ilmiah dan
langkah-langkah melakukan penelitian ilmiah. Yuk disimak.
Perbedaan Metode Ilmiah dengan Penelitian Ilmiah
Metode ilmiah dan penelitian ilmiah, dua frase yang terkesan memiliki pengertian sama ini
ternyata memiliki perbedaan satu sama lain. Ada dua (2) hal paling tidak, yang membedakan
antara metode ilmiah dengan penelitian ilmiah. Perlu dimengerti bahwa setiap penelitian ilmiah
harus menerapkan metode ilmiah, akan tetapi setiap metode ilmiah belum tentu penelitian ilmiah.
Maksudnya begini, prinsip-prinsip yang digunakan dalam metode ilmiah digunakan pula dalam
penelitian ilmiah.

Adapun letak kedua perbedaan metode ilmiah dengan penelitian ilmiah, sebagaimana telah
disebut di atas adalah: (1) dalam hal rumusan masalah; dan (2) dalam hal cara kerja pemecahan
masalah. Mari kita uraikan satu persatu.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam metode ilmiah dapat berupa masalah yang sangat sederhana atau
masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika hari hujan, salah satu
sudut lantai kamar di rumah anda menjadi menjadi basah. Untuk menyelesaikan masalah
sederhana ini anda tidak perlu melakukan penelitian ilmiah, cukup berpikirdengan menggunakan
metode ilmiah. Sebaliknya dalam penelitian ilmiah rumusan masalah cukup kompleks sehingga
membutuhkan kegiatan yang kompleks pula untuk menyelesaikan/ memecahkannya. Dalam
penelitian ilmiah anda harus merancang instrumen untuk mengumpulkan data dengan benar,
menganalisis data, dsb. Melakukan penelitian ilmiah memerlukan waktu yang lebih lama, tidak
cukup hanya satu atau dua hari saja sebagaimana anda memecahkan masalah sehari-hari yang
sederhana melalui metode ilmiah.Contoh masalah penelitian ilmiah yang cukup kompleks
misalnya: Apa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan prestasi siswa-siswa kelas
XA SMA SukaMoro? Untuk memecahkan masalah ini tidak dapat dilakukan secara sederhana
melalui metode ilmiah, tetapi haruslah dengan penelitian ilmiah yang dalam pelaksanaannya
tetap menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah.
Cara Kerja Pemecahan Masalah
Secara singkat pada paragraf sebelumnya tentang rumusan masalahpun kita sudah dapat
memahami bahwa cara kerja dalam penelitian ilmiah lebih kompleks dibanding cara kerja pada
metode ilmiah. Selama melaksanakan penelitian ilmiah diperlukan ketekunan, kesabaran,
ketelitian, dan keahlian khusus. Penelitian ilmiah dilakukan secara sadar, cermat dan sistematis
mengenai subjek tertentu sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta, teori-teori, atau aplikasi-
aplikasi. Penelitian ilmiah juga berkaitan dengan memperbaiki sesuatu yang sedang berjalan baik
berupa fakta, teori atau kegiatan, dan tidak hanya mengungkap hal-hal yang bersifat baru.
Penelitian ilmiah (scientific research) bukan hanya upaya yang dilakukan untuk pemuasan rasa
ingin tahun, tetapi juga berkaitan dengan upaya untuk memecahkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan gejala-gejala sosial ataupun kebendaan (alam).
Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah
Proses pelaksanaan penelitian ilmiah terdiri dari langkah-langkah yang juga menerapkan prinsip
metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama melakukan penelitian
ilmiah adalah sebagai berikut:
1. mengidentifikasi dan merumuskan masalah
2. melakukan studi pendahuluan
3. merumuskan hipotesis
4. mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel
5. menentukan rancangan dan desain penelitian
6. menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian
7. menentukan subjek penelitian
8. melaksanakan penelitian
9. melakukan analisis data
10. merumuskan hasil penelitian dan pembahasan
11. menyusun laporan penelitian dan melakukan desiminasi.

Berikut kita bahas setiap langkah-langkah penelitian ilmiah (scientific research) itu, berikut ini.
Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah
Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus berangkat dari
adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan penelitian ilmiah perlu
dilakukan identifikasi masalah. Proses identifikasi masalah penting dilakukan agar rumusan
masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal bahwa dalam penelitian ilmiah tersebut
memang dibutuhkan pemecahan masalah melalui penelitian. Identifikasi masalah dirumuskan
bersesuaian sebagaimana latar belakang masalah, berdasarkan fakta dan data yang ada di
lapangan. Identifikasi masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif,
sementara rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya (berbentuk pertanyaan).
Melakukan Studi Pendahuluan
Di dalam penelitian ilmiah, perlu dilakukan sebuah studi pendahuluan. Peneliti dapat
melakukannya dengan menelusuri dan memahami kajian pustaka untuk bahan penyusun
landasan teori yang dibutuhkan untuk menyusun hipotesis maupun pembahasan hasil penelitian
nantinya. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila didasarkan pada landasan teori yang kukuh
dan relevan. Banyak teori yang bersesuaian dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan.
Oleh karenanya, perlu dilakukan usaha memilah-milah teori yang sesuai. Selain itu studi
pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui pengkajian kepustakaan akan dapat membuat
penelitian lebih fokus pada masalah yang diteliti sehingga dapat memudahkan penentuan data
apa yang nantinya akan dibutuhkan.
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis perlu dirumuskan dalam sebuah penelitian ilmiah, lebih-lebih penelitian kuantitatif.
Dengan menyatakan hipotesis, maka penelitian ilmiah yang dilakukan peneliti akan lebih fokus
terhadap masalah yang diangkat. Selain itu dengan rumusan hipotesis, seorang peneliti tidak
perlu lagi direpotkan dengan data-data yang seharusnya tidak dibutuhkannya, karena data yang
diambilnya melalui instrumen penelitian hanyalah data-data yang berkaitan langsung dengan
hipotesis. Data-data ini sajalah yang nantinya akan dianalisis. Hipotesis erat kaitannya dengan
anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga
ketika seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya.
Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak akan terjadi
sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu ditentukan agar masalah
yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas dan terukur. Dalam tahap
selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, maka peneliti perlu membuat definisi
operasional variabel itu sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Definisi operasional
variabel adalah definisi khusus yang dirumuskan sendiri oleh peneliti. Definisi operasional tidak
sama dengan definisi konseptual yang didasarkan pada teori tertentu.
Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian
Rancangan penelitian sering pula disebut sebagai desain penelitian. Rancangan penelitian
merupakan prosedur atau langkah-langkah aplikatif penelitian yang berguna sebagai pedoman
dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi si peneliti yang bersangkutan. Rancangan penelitian
harus ditetapkan secara terbuka sehingga orang lain dapat mengulang prosedur yang dilakukan
untuk membuktikan kebenaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan peneliti.
Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian
Apakah yang dimaksud dengan instrumen penelitian? Instrumen penelitian merupakan alat yang
digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik
pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang
dilakukan. Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya
masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian,
perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang
dapat dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah
penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data cocok
digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu.
Menentukan Subjek Penelitian
Orang yang terlibat dalam penelitian ilmiah dan berperan sebagai sumber data disebut subjek
penelitian. Seringkali subjek penelitian berkaitan dengan populasi dan sampel penelitian. Apabila
penelitian ilmiah yang dilakukan menggunakan sampel penelitian dalam sebuah populasi
penelitian, maka peneliti harus berhati-hati dalam menentukannya. Hal ini dikarenakan,
penelitian yang menggunakan sampel sebagai subjek penelitian akan menyimpulkan hasil
penelitian yang berlaku umum terhadap seluruh populasi, walaupun data yang diambil hanya
merupakan sampel yang jumlah jauh lebih kecil dari populasi penelitian. Pengambilan sampel
penelitian yang salah akan mengarahkan peneliti kepada kesimpulan yang salah pula.Sampel
yang dipilih harus merepsentasikan populasi penelitian.
Melaksanakan Penelitian
Pelaksanaan penelitian adalah proses pengumpulan data sesuai dengan desain atau rancangan
penelitian yang telah dibuat. Pelaksanaan penelitian harus dilakukan secara cermat dan hati-hati
karena kan berhubungan dengan data yang dikumpulkan, keabsahan dan kebenaran data
penelitian tentu saja akan menentukan kualitas penelitian yang dilakukan.Seringkali peneliti saat
berada di lapangan dalam melaksanakan penelitiannya terkecoh oleh beragam data yang sekilas
semuanya tampak penting dan berharga. Peneliti harus fokus pada pemecahan masalah yang
telah dirumuskannya dengan mengacu pengambilan data berdasarkan instrumen penelitian yang
telah dibuatnya secara ketat. Berdasarkan cara pengambilan data terhadap subjek penelitian, data
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data tidak langsung. Data
langsung adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari sumber data (subjek
penelitian), sementara data tidak langsung adalah data yang diperoleh peneliti tanpa berhubungan
secara langsung dengan subjek penelitian yaitu melalui penggunaan media tertentu misalnya
wawancara menggunakan telepon, dan sebagainya.
Melakukan Analisis Data
Beragam data yang terkumpul saat peneliti melaksanakan penelitian ilmiahnya tidak akan
mempunyai kana apapun sebelum dilakukan analisis. Ada beragam alat yang dapat digunakan
untuk melakukan analisis data, bergantung pada jenis data itu sendiri. Bila penelitian ilmiah yang
dilakukan bersifat kuantitatif, maka jenis data akan bersifat kuantitatif juga. Bila penelitian
bersifat kualitatif, maka data yang diperoleh akan bersifat kualitatif dan selanjutnya perlu diolah
menjadi data kuantitatif. Untuk itu perlu digunakan statistik dalam pengolahan dan analisis data.
Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan
Pada hakekatnya merumuskan hasil penelitian dan melakukan pembahasan adalah kegiatan
menjawab pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, sesuai dengan hasil analisis data yang
telah dilakukan. Pada saat melakukan pembahasan, berarti peneliti melakukan interpretasi dan
diskusi hasil penelitian.Hasil penelitian dan pemabahasannya merupakan inti dari sebuah
penelitian ilmiah.Pada penelitian ilmiah dengan pengajuan hipotesis, maka pada langkah inilah
hipotesis itu dinyatakan diterima atau ditolak dan dibahas mengapa diterima atau ditolak. Bila
hasil penelitian mendukung atau menolak suatu prinsip atau teori, maka dibahas pula mengapa
demikian. Pembahasan penelitian harus dikembalikan kepada teori yang menjadi sandaran
penelitian ilmiah yang telah dilakukan.
Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi
Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan hasil
penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan langkah terakhir
dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Format laporan ilmiah seringkali telah dibakukan
berdasarkan institusi atau pemberi sponsor di mana penelitia itu melakukannya. Desiminasi dapat
dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya dalam jurnal-jurnal penelitian. Ini penting
dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh masyarakat luas (masyarakat ilmiah) dan dapat
dipergunakan bila diperlukan.