Anda di halaman 1dari 36

Trauma urogenitalia

Trauma ginjal: 85%


Trauma ureter: 1%
Traum buli-buli: 2%
Trauma uretra
Trauma penis
Trauma ginjal
Derajat Jenis kerusakan
Grade 1




Grade 2




Grade 3





Kontusio ginjal / hematom parenkim.
Sering terjadi hematuria mikroskopik,
gross hematuria jarang.


Laserasi parenkin ginjal ke kortex
ginjal. Kedalaman laserasi < 1cm dan
tanpa ekstravasasi urinary. Terdapat
hematom perirenal (biasanya kecil).

Laserasi parenkim ginjal meluas
melewati kortex dan medulla ginjal.
Kedalaman laserasi < 1cm dan tanpa
ekstravasasi urinary. Pendarahan
dapat signifikan dengan adanya
hematom retroperitoneal yang besar.
Derajat Jenis kerusakan
Grade 4








Grade 5
Laserasi parenkim ginjal meluas ke
sistem collecting renal, juga terdapat
trombosis artery renalis utama, vena
ginjal segmental, atau kedua-
duanya, atau injury arteri dengan
adanya pendarahan.

Multiple laserasi parenkim grade 4,
avulsi pedikel ginjal, atau ginjal
terbelah

Symptom
Tampak dari trauma abdomen.
Nyeri
Pendarahan retroperitoneal dapat menyebabkan
distensi abdominal, ileus, serta mual dan muntah.
Sign
Cari adanya tanda syok atau kehilangan banyak
darah.
Ecchymosis / jejas pada panggul atau perut quadran
atas.
Fraktur tulang iga bawah
Pada palpasi ditemukan diffuse abdominal
tenderness.
Distensi abdomen dan suara usus tidak ada.

Temuan Laboratorium
Hematuria mikroskopik atau gross hematuria.
Hematokrit bisa normal, bisa juga turun.
Hematom retroperitoneal yang besar dan dapat
berubah menjadi pendarahan retroperitoneal yang
persistent
Diagnosis
PIV (dengan menyuntikkan bahan kontras dosis tinggi 2
ml/kg BB) guna menilai tingkat kerusakan ginjal dan
melihat keadaan ginjal kontralateral.
Pembuatan PIV dikerjakan jika diduga ada luka tusuk
atau tembak yang mengenai ginjal, cedera tumpul ginjal
yang memberikan tanda-tanda hematuria makroskopik,
dan cedera tumpul ginjal yang memberikan tanda-tanda
hematuria mikroskopik disertai syok.
Jika PIV belum dapat menerangkan keadaan ginjal prlu
dilakukan CT-scan atau arteriografi. PIV pada kontusio
renis sering menunjukkan gambaran sistem pelivikalises
normal.
Pada derajat IV tampak ekstravasasi kontras karena
robeknya sistem pelvikalises ginjal. Ekstravasasi ini akan
makin meluas pada ginjal yang terbelah padaderajat V.

Terapi
Konservatif
Ditujukan pada trauma minor. Dilakukan
observasi tanda-tanda vital, kemungkinan adanya
penambahan massa di pinggang, adanya
pembesaran lingkaran perut, penurunan kadar
Hb darah, dan perubahan warna urine pada
pemeriksaan urine serial. Jika selama observasi
didapatkan adanya tanda-tanda perdarahan
atau kebocoran urine yang menimbulkan
infeksi harus segera operasi.


Operasi
Ditujukan pada trauma ginjal major dengan
tujuan untuk segera menghentikan pendarahan.
Selanjutnya mungkin perlu dilakukan
debridement, reparasi ginjal atau tidak jarang
harus nefrektomi parsial bahkan total karena
kerusakan ginjal yang sangat berat.

Trauma ureter
Trauma ureter

Etiologi

Prosedur pembedahan pelvis yang rumit
Trauma tajam : luka tikaman, luka tembak
Tumor atau kanker pelvis
Kanker colon yang meluas ke ureter
Patogenesis dan Patologi
Selama pembedahan pelvis, ureter dapat
terpotong atau terlilit. Sehingga dapat
menyebabkan sepsis dan kerusakan renal yang
berat yang timbul pascaoperasi. Bila
terpotongnya ureter tersebut tidak diketahui saat
operasi, ekstravasasi urin dan subsekuen
urinoma dapat muncul, yang biasanya
menyebabkan pembentukan fistula
ureterovaginal atau ureterokutaneus.
Ekstravasasi urin pada intraperitoneal dapat
menyebabkan ileus dan peritonitis.
Temuan Klinis
Pada pembedahan, bila terjadi ureter terikat total
atau sebagian, maka pasca bedah bisa ditemukan
gejala-gajala febris 38,3
0
-38,8
0
C (101
0
F-102
0
F), nyeri
pinggang dan nyeri quadran bawah yang sering
bersama-sama gejala ileus paralitik seperti mual,
muntah.


Temuan laboratorium

Hematuria mikroskopis (90% kasus)
Peningkatan kadar ureum dan kreatinin darah pada
cedera ureter bilateral


Trauma vesika urinaria
Trauma vesika urinaria

Etiologi
Frakur pelvis
Fragmen tulang pelvis merobek dindingnya
Diagnosis
Nyeri di daerah sprasimfisis, hematuria, pasien
tidak dapat miksi
Di dapatkan fraktur pelvis, syok, hematom
perivesika, atau tampak tanda sepsis dari suatu
peritonitis atau abses perivesika.

Terapi

Cukup dengan pemasangan kateter dengan
tujuan untuk memberikan buli-buli istirahat.
Dengan cara ini buli-buli sembuh seelah 7-10
hari.

Trauma Uretra



Etiologi

Pemasangan kateter
Trauma tumpul pada selangkangan

Klasifikasi

Cedera uretra posterior: Adanya fraktur pada
tulang pelvis, (terlebih lagi fraktur yang mengenai
ramus atau simfisis pubis yang menimbulkan
kerusakan cincin pelvis) menyebabkan robekan
uretra pars prostato-membranasea dan selain itu
adanya robekan pada pembuluh darah yang
berada pada kacum pelvis juga dapat
menyebabkan hematoma yng luas pada kavum
retzius sehingga jika ligamentum
puboprostatikum kut terobek, prostat beserta buli-
buli akan terangkat ke cranial

RUPTURA URETAR ANTERIOR
Kasus yang tersering adalah karena adanya cedera
yang menyebabkan kerusakan uretra terjepit diantara
tulang pelvis dan benda tumpul.
Dan jenis kerusakan yang uretra yang terjadi berupa:
kontsuio dinding uretra, rupture parsial
atau rupture total dinding uretra
Adanya kecurigaan terhadap perdarahan per-uretram:
yakni darah yang keluar dari meatusuretra eksternum
setelah mengalami trauma
Pada trauma uretra berat; sering kali pasien
mengalami retensi urine (tidak diperkenankan
melakukan pemasangan kateter)

RUPTURA URETAR POSTERIOR

Gambaran Khas, berupa:

Perdarahan per-uretram
Retensi urine
Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan adanya
floating prostate (prostat melayang) dalam hematom
Pada pemeriksaan uretrografi retrgrad mungkn
terdapat elongasi uretra atau ekstravasasi kontras
pada pars prostate-membranasea
Seringkali datang dalam keadaan syok karena fraktur
pelvis/organ lain yang menimbulkan banyak
perdarahan

RUPTURA URETAR ANTERIOR
Pasien mengeluh adanya perdarahan per-
uretram atau hematuria
Jika terdapat robekan pada korpus spongiosum,
terlihat adanya hematom pada penis atau
hematoma kupu-kupu (pada keadaan ini, sering
kali pasien tidak dapat miksi) & nyeri tekan
Pemeriksaan uretrografi retrograde pada kontusio
uretra tidak menunjukkan adanya ekstravasasi
kontras, sedangkan pada rupture uretra
menunjukkan adanya ekstravasasi kontras pada
pars bulbosa

Tatalaksana

Keadaan akut: melakukan sistostomi untuk
diversi urin
Primary endoscopic religment: pemasangan
uretra sebagai splint.
Trauma penis


Etiologi

Trauma umpul
Trauma tajam >
Terkena mesin pabrik
Ruptur tunika albugenia
Strangulasi penis
Diagnosis
Ditanyakan riwayat kekerasan, pemakain kateter
kondom, balutan pada penis yang terlalu ketat,
pemakaian cincin logam atau riwayat kecelakaan
kerja atau industri, dan aktivitas seksual.
Pada starangulasi: tampak bekas jepitan pada
penis akibat kateter kondom atau balutan yang
ketat.

Tatalaksana

Pada luka tembak: mengontrol perdarahan dan
rekonstruksi penis.
Cedera benda tajam: replantasi dengan bedah
mikro.
Strangulasi: benda penyebab harus dilepaskan
segera.
Striktur uretra



Definisi
Penyempitan lumen uretra karena fibrosis pada
dindingnya.
Striktura uretra

Etiologi
Infeksi: genokokus, Radang karena gonore
merupakan penyebab penting
trauma uretra: trauma tumpul pada selangkangan
(straddle injury), fraktur pelvic, dan instrumentasi atau
tindakan transuretra yang kurang hati-hati contohnya
pada rekonstruksi hipospadia, epispadia, kordae, dan
bedah urologi
kelainan congenital
Tumor pada hipertrofi prostat benigna
Letak Striktur Uretra dan
Penyebabnya
Letak uretra Penyebabnya
Pars membranasea

Pars bulbosa

Meatus
Trauma panggul, kateterisasi
salah Jalan.
Trauma/ cedera kangkang,
uretritis.
Balanitis, instrumentasi kasar.
Klasifikasi striktura uretra
berdasarkan
derajat penyempitannya

Ringan
Jika oklusi yang terjadi kurang dari 1/3 diameter
lumen uretra.
Sedang
Jika terdapat oklusi 1/3 sampai dengan
diameter lumen uretra.
Berat
Jika terdapat oklusi lebih besar dari diameter
lumen uretra.

Terapi


Sistostomi: jika terjadi retensi urin
Insisi dan pemberian antibiotik: jika ada abses
periuretra