Anda di halaman 1dari 12

TERMINAL TELUK LAMONG

2.4.1 Latar Belakang


Pembangunan Termina Multipurpose Teluk Lamong ini
sebagai salah satu solusi jitu dalam upaya mengatasi
stagnansi arus kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Pembanguna infrastruktur di Terminal Multipurpose
Teluk Lamong terdiri dari pembangunan dermaga interasional
dan dosmetik (paket A), proyek pembangunan jalan
penghubung (causeway), dan lapangan penumpukan (paket
B), proyek pembangunan jembatan penghubung (paket C),
serta pembangunan gedung perkantoran Terminal Teluk
Lamong (paket D).
2.4.3 Deskripsi Proyek
2.4.3.1 Data Umum Proyek

1. Nama Proyek : Pembangunan Terminal Multipurpose
Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak
2. Pemilik Proyek : PT. Pelabuhan Indonesia III (persero)
3. Lokasi Proyek : Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur
4. Tanggal Kontrak : 1 Maret 2013
5. Nilai Kontrak : Rp 3.290.000.000.000,00
6. Konsultan : PT. Virama Karya
7. Kontraktor Pelaksana : Paket A, pembangunan dermaga
internasional dan domestik oleh PT. Adhi
Karya
Paket B, proyek pembangunan jalan
penghubung (causeway) dan lapangan
penumpukan oleh PT. Waskita Karya
Paket C, proyek pembangunan jembatan
penghubung oleh PT. Nindya Karya
Paket D, Pembangunan Gedung Perkantoran
Terminal Teluk Lamong oleh PT. Adhi
Karya
9. Waktu Pelaksanaan : Awal pembangunan dimulai sejak tahun
2010, dan direncanakan dapat beroprasi pada
bulan Oktober tahun 2014

2.4.4 Ruang Lingkup Proyek

Pembangunan infrastuktur di Terminal Multipurpose Teluk Lamong terdiri
dari 4 paket pekerjaan, antara lain
1. Pekerjaan Dermaga oleh PT Adhi Karya
2. Pekerjaan Trestle C1 oleh PT Nindya Karya
3. Pekerjaan Trestle C2 oleh PT Nindya Karya
4. Pekerjaan Reklamasi oleh gabungan PT PP dan PT WIKA

2.4.5 Perencanaan Konstruksi

Nilai kontrak dalam proyek terminal multipurpose teluk lamong sebesar
Rp 3.290.000.000.000,00 dibagi menjadi dua paket pekerjaan, yaitu :
1. Paket A, internasional adalah 400 M dan domestik adalah 200 M
2. Reklamasi adalah sebesar 1 T
Reklamasi adalah suatu pekerjaan/usaha memanfaatkan kawasan atau lahan
yang relatif tidak berguna atau masih kosong dan berair menjadi lahan
berguna dengan cara dikeringkan. Misalnya di kawasan pantai, daerah rawa-
rawa, di lepas pantai/di laut, di tengah sungai yang lebar, ataupun di danau.
Pada dasaranya reklamasi merupakan kegiatan merubah wilayah perairan
pantai menjadi daratan. Reklamasi dimaksudkan upaya merubah permukaan
tanah yang rendah (biasanya terpengaruh terhadap genangan air) menjadi lebih
tinggi (biasanya tidak terpengaruh genangan air). (Wisnu Suharto dalam
Maskur, 2008).

1. Paket pengadaan perlengkapan pelabuhan. Crane merupakan perlengkapan
pelabuhan yang didatangkan dari Finlandia tetapi dirakit di China. Untuk
dermaga, crane dikirim dari China langsung jadi sedangkan untuk lapangan
penampung, crane yang dikirim berupa bagian-bagian dan dirakit di teluk
lamong.

2.4.6 Pelaksanaan Konstruksi

Inovasi Teluk Lamong :
1. Merupakan terminal ramah lingkungan. Truk yang digunakan menggunakan
bahan bakar gas dan kontainer menggunakan listrik elektrikal.
2. Seluruh kegiatan di terminal dijalankan melalui ruang kontrol room sehingga
tidak menggunakan RPG seperti pada pelabuhan konvensional agar dapat
meminimalisir kecelakaan kerja.


1. Merupakan program MP3II sehingga murni konsruksi anak bangsa, kecuali
alat merupakan hasil kerjasama dengan KONECRANE.
Panjang dermaga untuk internasional adalah 500x50 dan domestik adalah
450x30. Untuk perkembangan selanjutnya akan diperpanjang hingga 1080 m
untuk internasional & domestik dan 500 m ke arah Gresik untuk terminal curah
kering.
Kendala yang kemungkinan kelak akan terjadi :
1. Perlunya perluasan jalan sebagai prasarana ke teluk lamong. Perluasan
diutamakn di alur barat Surabaya.
2. Pendalaman alur pelayaran karena kapal yang berlabuh adalah kapal-kapal
besar.
3. Rencana pembanguan flyover dari teluk lamong langsung ke jalan tol
sehingga aksesnya gampang.

Struktur dermaga menggunakan tiang pancang baja, pondasi yang kuat 80
cm untuk rel 1000 cm.

Setle dari beton
Metode pembuatan dermaga dan reklamasi sama, dengan memakai lapisan
PE, diatas dan dibawah. Kalau dermaga K420, betonnya memakai zat adiktif.
Kedalaman tiang pancang 60 m ke bawah.


Seaway (Kontainer Yard)
Tempat penumpukan kontainer (internasional & domestik)

Automatic Staking Crane
1. Infrastruktur (lahan, rigid, seating field, rel)
2. Pengadaan peralatan
1 blok terdapat 2 alat;
Erections 5 dulu, tanpa manusia;
Dikontrol oleh operator melalui workshop;
Trailer organda warna putih fungsinya mengambil barang dari luar area ke
area yard;
ATT warna hijau, maju mundur dengan sendirinya.
Seaway dan dermaga area greenspot bebas asap kendaraan menggunakan
BBG (bahan bakar gas)

Green food fokus pada bahan makanan biji-bijian. Sudah disiapkan tiang
pancang yang tidak dipotong-potong utuk konveyor. Disalurkan ke silo-silo
memakai konveyor yang tertutup sehingga makanan tidak terkena kotoran.
Power plant yang akan dibangun menggunkan tenaga gas, dan mengenai
kelistrikan akan paruhan dengan PLN.

Masalah-masalah yang muncul :
1. Adanya singgungan dengan lingkungan karena teluk melewati beberapa
kelurahan atau wilayah nelayan.
Penyelesaian : koordinasi sehingga mencapai kesepakatan yang dpat
diterima kedua belah pihak. Bahkan dari pihak PELINDO mengadakan
program CSR yaitu memberikan bantuan dan sumbangan (obat-obatan,
sembako, alat nelayan) yang memang telah diatur di AMDAL.
2. Perubahan Layout yang tidak sesuai dengan rencana awal.
Penyelesaian : menyesuaikannya denagn fungsi dan kondisi lapangan.