Anda di halaman 1dari 17

PAJAK DAN EFEKNYA TERHADAP

AKTIVITAS OPERASI II

Dewi Mahmuda
Dyahnita
Yulisnawati Abbas

IURAN JAMSOSTEK SEBAGAI
BIAYA KARYAWAN
Keuntungan mempekerjakan karyawan
nonemployee relationship (nontax advantage):
Tidak ada keharusan memberikan employee-type-
benefits
Fleksibilitas
Keuntungan dari perspektif pajak:
Terletak pada kewajiban untuk membayar iuran
jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek atau
employment tax).
IMBALAN
Untuk imbalan berupa uang, Undang-undang Pajak Penghasilan
memperlakukannya sebagai:
1.Biaya fiskal atau pengurang penghasilan bagi perusahaan, dan
2.Penghasilan obyek pajak bagi karyawan.
Imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan lainnya, menurut
Undang-undang Pajak Penghasilan tidak dapat diperlakukan
sebagai:
1.Biaya fiskal atau pengurang penghasilan bagi perusahaan, dan
2.Penghasilan obyek pajak bagi karyawan.

IMBALAN BERUPA UANG
Suatu perusahaan wajib pajak-badan dalam
negeri dalam tahun pajak 2009
mempekerjakan sejumlah karyawan yang
terdiri dari 4 kategori/kelompok penghasilan
kena pajak per tahun (setelah
memperhitungkan biaya jabatan, iuran terkait
dengan gaji/upah, dan PTKP masing-masing
karyawan) sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan perpajakan sebagai
berikut:

No Tingkat PKP-Karyawan TMP-
Karyawan
1 Jumlah sampai dengan Rp50,00 juta 5%
2 Jumlah lebih dari Rp50,00 juta sampai dengan
Rp250,00 juta
15%
3 Jumlah lebih dari Rp250,00 juta sampai dengan
Rp500,00 juta
25%
4 Jumlah lebih dari Rp500,00 juta 30%
IMBALAN BERUPA UANG
IMBALAN BERUPA NATURA
Imbalan Karyawan Berupa Natura, TM
K
< TM
P

Imbalan Karyawan Berupa Natura, T
MK
= T
MP
Imbalan Karyawan Berupa Natura, TM
K
> TM
P

Contoh TMK < TMP
Mengacu pada contoh 3, jika tahun 2010
manajemen memperhitungkan 20% dari jumlah
PKP untuk kategori I akan dibelanjakan untuk
kehidupa sehari-hari dengan bekerja sama
dengan Carefour.
Dengan kata lain Rp10 juta diberikan dalam
bentuk natura, sedangkan sisanya Rp40 juta
diberikan dalam bentuk uang.
Hasilnya
1. Jika imbalan berupa uang seluruhnya Rp 50
juta maka Ph neto karyawan adalah sbb:
= (1-5%) x 50.000.000
= 47.500.000
Maka jika belanja sendiri senilai 10 juta sisanya
sebesar 37.500.000

2. Jika 10 juta diberikan dalam bentuk natura
maka uang yang diterima karyawan adalah
sebesar 40 juta. Maka:
a. Penghematan pajak perusahaan menjadi
berkurang dari yang awalnya:
25% x 50.000.000 = 12.500.000
menjadi:
25% x 40.000.000 = 10.000.000
Efeknya terhadap penghasilan neto yaitu:
(1-25%) x 10.000.000 = 7.500.000

b. Beban pajak karyawan akan berkurang
sebesar:
5% x 10.000.000 = 500.000
Dengan kata lain berkurang dari 2,5 juta menjadi 2
juta
Sehingga penghasilan neto yag diterima karyaan yang
tadinya 47.500.000 menjadi 48.000.000 (uang dan
natura)
Secara ringkas

No

Deskripsi
Imbalan Kepada Karyawam Manfaat
Pajak 100% berupa
uang
20% berupa
natura
A Penghasilan Neto Sebelum Dikurangi
Biaya Karyawan
Rp540.000,00 Rp540.000,00 Rp0,00
B Biaya Karyawan (50.000,00) (40.000,00) 10.000,00
C Penghasilan Kena Pajak 490.000,00 500.000,00 10.000,00
D Pajak Penghasilan (25%) (122.500,00) (125.000,00) (2.500,00)
E Penghasilan atau laba sesudah pajak Rp367.500,00 Rp375.000,00 Rp7.500,00


No

Deskripsi
Imbalan Kepada Karyawan Manfaat
Pajak 100% berupa
uang
20% berupa
natura
a Penghasilan Kena Pajak Rp50.000,00 Rp40.000,00 Rp10.000,00
b Penghasilan bukan obyek
pajak
0,00 10.000,00 (10.000,00)
c Pajak Penghasilan (Pasal-21,
5%)
(2.500,00) (2.000,00) (500,00)
d Penghasilan Neto Sesudah
Pajak
Rp 47.500,00 Rp48.000,00 Rp500,00

Contoh Natura TMK = TMP
Suatu perusahaan wajib pajak-badan dalam
negeri memperoleh penghasilan kena pajak
(sebelum dikurangi biaya karyawan) sebesar
Rp 1,5 Milyar dalam tahun pajak 2011.
Perusahaan mempekerjakan sejumlah
karyawan dengan jumlah imbalan (penghasilan
kena pajak) sebesar rata-rata Rp400,00 juta
per tahun (TM
K
= 25%), dan sebesar 25% atau
Rp100,00 juta di antaranya diberikan dalam
bentuk natura.

Imbalan Natura TMK = TMP
Pihak terkait Kalkulasi Total Manfaat Pajak
Manfaat Pajak Bagi Perusahaan (1 0,25)(Rp100,00 juta) Rp 75.000,000,00
Manfaat Pajak Bagi Karyawan (0,25)(Rp100,00 juta) 25.000.000,00
Manfaat Pajak Bagi Pemerintah (0,25 0,25)(Rp100,00
juta)
0,00
Jumlah Manfaat Pajak (= Imbalan Berupa Natura) Rp100.000.000,00
Manfaat Pajak Bagi Perusahaan-
Perpektif Arus Kas dari Operasi
No Deskripsi Imbalan Kepada Karyawan
A Kasus/contoh-4: 100% berupa
uang
20% berupa
natura
1 Penghasilan sebelum dikurangi biaya
karyawan
Rp540.000,00 Rp540.000,00
2 (-): Biaya karyawan dapat dikurangkan (50.000,00) (40.000,00)
Biaya karyawan tidak dapat
dikurangkan (IN)
- (10.000,00)
Pajak penghasilan (25%) (122.500,00) (125.000,00)
3 Arus kas dari aktivitas operasi-neto
sesudah pajak
Rp367.500,00 Rp365.000,00
B Kasus/contoh-5: 100% berupa
uang
25% berupa
natura
1 Penghasilan sebelum dikurangi biaya
karyawan
Rp1.500.000,00 Rp1.500.000,00
2 Krg: Biaya karyawan dapat dikurangkan (400.000,00) (300.000,00)
Biaya karyawan tidak dapat
dikurangkan ((IN)
- (100.000,00)
Pajak penghasilan (25%) (275.000,00) (300.000,00)
3 Arus kas dari aktivitas operasi-neto
sesudah pajak
Rp825.000,00 Rp800.000,00
C Kasus/contoh-6: 100% berupa
uang
20% berupa
natura
1 Penghasilan sebelum dikurangi biaya
karyawan
Rp2.500.000,00 Rp2.500.000,00
2 Krg: Biaya karyawan dapat dikurangkan (750.000,00) (600.000,00)
Biaya karyawan tidak dapat
dikurangkan (IN)
- (150.000,00)
Pajak penghasilan (25%) (437.500,00) (475.000,00)
3 Arus kas dari aktivitas operasi-neto
sesudah pajak
Rp1.312.500,00 Rp1.275.000,00

Manfaat Pajak Bagi Perusahaan-
Perpektif Arus Kas dari Operasi
Memberikan sebagian imbalan berupa natura berakibat
beban pajak penghasilan perusahaan mengalami
kenaikan, sehingga sebagai akibatnya akan mengurangi
laba tunai atau arus kas dari operasinya.
Imbalan berupa natura meskipun berdampak positif
terhadap laba akuntansi (laba fiskal), namun
berdampak negatif terhadap arus kas operasi atau laba
tunai.

Imbalan Kepada Karyawan
Berupa Kenikmatan Lainnya
Efek bagi karyawan: lebih menguntungkan karena
memungkinkan untuk menyisakan penghasilan yang
diterima
Efek bagi perusahaan:
1. Efek terhadap penghasilan atau laba akuntansi-sesudah pajak
2. Efek terhadap arus kas dari operasi-sesudah pajak