Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

AYUNAN DAN PERCEPATAN GRAFITASI


(M.5)




Nama : I Putu Adi Surya Mahardika
NIM : 1208105002
Dosen : Drs. Ida Bagus Alit Paramarta, M.Si
I Ketut Sukarasa, S.Si, M.Si
Asisten Dosen : Putu Erika Winasri
Ni Nyoman Putri Windari





JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2012


I. TUJUAN
A. Mempelajari sifat ayunan
B. Menentukan kecepatan gravitasi

II. DASAR TEORI
Gerak osilasi yang sering dijumpai adalah gerak ayunan. Jika simpangan osilasi tidak
terlalu besar, maka gerak yang terjadi dalam gerak harmonik sederhana. Ayunan sederhana
adalah suatu sistem yang terdiri dari sebuah massa dan tak dapat mulur. Jika ayunan ditarik
kesamping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepasskan, maka massa akan berayun dalam
bidang vertikal kebawah pengaruh gravitasi. Gerak ini adalah gerak osilasi dan periodik. Pada
dasarnya percobaan ini tidak terlepas dari getaran, dimana pengertian getaran itu sendiri adalah
gerak bolak-balik secara periode melalui titik kesetimbangan. Satu getaran adalah gerakan dari
titik mula-mula dan kembali ke titik tersebut. Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat bersifat
kompleks. Getaran yang dibahas pada percobaan ini adalah getaran harmonis.

A. Getaran Harmonis
Didalam getaran harmonis terdapat gerak harmonis sederhana. Gerak harmonis sederhana
adalah gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). Gerak harmonis
sederhana mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusiodal dan digunakan untuk
menganalisis suatu gerak periodik tertentu.
Gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:
1. Gerak Harmoni Sederhana Linier
Yang termasuk ke dalam Gerak Harmoni Sederhana Linier: penghisap dalam silinder gas,
gerak osilasi air raksa/air dalam pipa U, dan gerak horisontal/vertikal dari pegas.
2. Gerak Harmoni Sederhana Anguler
Gerak bandul termasuk ke dalam salah satu jenis gerak harmonis sederhana, yaitu Gerak
Harmoni Sederhana Anguler. Contoh lainnya, misalnya: osilasi ayunan.

B. Hukum-Hukum Ayunan
Hukum-hukum (ayunan) menurut Galileo tahun 1596, yaitu:
1. Tempo ayunan tidak bergantung dari besarnya amplitude (jarak ayunan), asalkan amplitude
tersebut tidak terlalu besar.
2. Tempo ayunan tidak bergantung dari beratnya bandulan ayunan
3. Tempo ayunan adalah sebanding laras dengan akar dari panjangnya bandulan (L)
4. Tempo ayunan adalah sebanding-balik dengan akar dari percepatan yang disebabkan oleh
gaya berat.

C. Periode
Periode yang mengalami gerak selaras sederhana, termasuk bandul, tidak bergantung pada
amplitudo. Galileo dikatakan sebagai yang pertama mencatat kenyataan ini, sementara ia melihat
ayunan lampu dalam katedalan di pissa. Penemuan ini mengarah pada bandul jam yang pertama
mirip dengan lonceng. Periode dari bandul matematis dapat ditentukan dengan rumus :



Dimana :
T = periode ayunan (detik)
= 22/7 atau 3,14
L = panjang tali (m)
g = percepatan gravitasis bumi (m/s
2
)

Periode bandul atau ayunan adalah waktu yang dibutuhkan untuk 1 kali getaran. Satu
kali getaran yang dimaksudkan adalah pergerakan dari titik A-B-C-B-A, jadi, getaran yang
dilakukan dimulai dari titik A hingga ke titik A lagi (kembali ke titik awal). Bila bandul ditarik
kesamping dari posisi seimbangnya kemudian dilepas, maka bandul akan berayun karena
pengaruh gravitasi atau bandul bergetar dengan ragam getaran selaras.
Gaya pemulih yang bekerja pada m: F = -mg sin . karena gaya pemulihnya sebanding dengan
sin bukan dengan simpangannya. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan
dinamakan gaya pemulih yaitu mg sin dan panjang busur adalah s = l. Kesetimbangan
gayanya adalah :
g
L
T 2


Dan gaya-gaya yang bekerja pada bandul sederhana atau bandul matematis adalah seperti berikut
ini :


Bandul juga berguna dalam bidang geologi dan sering kali diperlukan untuk mengukur
percepatan gravitasi pada lapis tertentu dengan sangat teliti.
Bandul fisis merupakan sembarang benda tegar yang digantung yang dapat
berayun/bergetar/berisolasi dalam bidang vertical terhadap sumbu tertentu. Bandul fisis
sebenarnya memiliki bentuk yang lebih kompleks, yaitu sebagai benda tegar.
Periode dari bandul fisis dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut





Dimana :
T = perioda ayunan (detik)
k = radius girasi terhadap pusat massa (cm)
a = jarak titik gantung terhadap pusat massa (m)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s
2
)

Berikut adalah contoh sistem gaya yang bekerja pada suatu ayunan fisis:


Keterangan gambar:
m= massa benda (kg)
g= percepatan gravitasi (m/s
2
)
= sudut simpangan

D. Frekuensi
Selain periode, terdapat juga frekuensi alias banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda
selama satu detik. Yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan
frekuensi adalah 1/sekon atau s
-1
. 1/sekon atau s
-1
disebut juga hertz, menghargai seorang
fisikawan. Hertz adalah nama seorang fisikawan tempo doeloe. Silahkan baca biografinya untuk
mengenal almahrum eyang Hertz lebih dekat.

E. Hubungan Antara Periode Dengan Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selama satu detik atau sekon. Dengan
demikian selang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah


f =



Dimana : T = periode (s) dan f = frekuensi (Hz)
Jika beban bermassa m ditarik ke samping dengan gaya F kemudian dilepas maka beban
akan mengalami gerak harmonik. Besar periode dan frekuensi dihitung dengan rumus :






Dimana :
T = periode (s)
= 22/7 atau 3,14
f = frekuensi ayunan (Hz)
g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s
2
atau 10
m/s
2

L = panjang tali (m)

F. Percepatan Gravitasi
Hukum Newton tentang gravitasi bumi dapat diungkapkan sebagai berikut: Setiap partikel
materi di jagat raya melakukan tarikan terhadap setiap partikel lainnya dengan suatu gaya yang
berbanding langsung dengan hasil kali massa partikel-partikel itu dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak yang memisahkan. Gaya-gaya gravitasi yang bekerja pada partikel itu membentuk
sepasang aksi-reaksi. Walaupun massa partikel-partikel itu berbeda, gaya yang sama besarnya
bekerja pada masing-masing partikel itu dan garis kerja keduanya terletak di sepanjang garis
yang menghubungkan partikel-partikel itu. Hukum Gravitasi Newton ialah hukum untuk dua
partikel. Faktanya bahwa gaya gravitasi yang dilakukan pada atau oleh suatu bola homogeny
sama seperi seandainya seluruh massa bola itu terkonsentrasi pada titik pusatnya.

III. ALAT DAN BAHAN
A. Ayunan sederhana
B. Ayunan fisis
C. Stopwatch
D. Mistar


L
g
f
2
1

g
L
T 2
IV. PROSEDUR PERCOBAAN

A. Ayunan Sederhana









1. Diambil panjang tali tertentu dan pada panjang tersebut diukur 5 kali.
2. Waktu yang diperlukan untuk mencapai 20 kali ayunan dengan panjang tali tersebut
dihitung sebanyak 5 kali.
3. Percobaan ini diulang hingga mendapat 3 panjang tali yang berbeda.

B. Ayunan Fisis




1.
2.
3.


1. Pemberat diletakkan di tengah-tengah batang.
2. Ayunan diukur dengan cara seperti A untuk 5 sumbu ayun berturut-turut pada sisi
setangkup dengan titik sumbu 2.
3. Percobaan B1 diulang untuk 5 sumbu pada sisi B (bali ayunan fisis) yang setangkup
dengan titik sumbu 2.
4. Letak beban (pemberat) satu atau 2 lubang kesebelah digeser dan percobaan B2 dan B3
diulangi. Masing-masing 5 sumbu diambil, tidak perlu setangkup.

V. HASIL PENGAMATAN
A. Ayunan Sederhana
= 6
0
Percobaan I
No Panjang (L)
(cm)
n Waktu (t)
(sekon)
1. 52,0 20 28,78
2. 52,1 20 28,66
3. 52,0 20 30,00
4. 52,0 20 30,21
5. 52,2 20 30,30

Percobaan II
No Panjang (L)
(cm)
n Waktu (t)
(sekon)
1. 43,4 20 28,18
2. 43,5 20 28,15
3. 43,4 20 27,96
4. 43,3 20 26,84
5. 43,4 20 28,05

Percobaan III
No Panjang (L)
(cm)
n Waktu (t)
(sekon)
1. 34,7 20 25,08
2. 34,8 20 25,41
3. 34,8 20 25,45
4. 34,9 20 25,47
5. 34,6 20 25,48

B. Ayunan Fisis
= 8
0

Percobaan I

No Jarak sumbu ke
pusat berat (a)
(cm)
n Waktu (t)
(sekon)
1. 50,03 20 34,50
2. 50,04 20 34,39
3. 50,3 20 34,50
4. 50,5 20 34,62
5. 50,3 20 34,16


Percobaan II

No Jarak sumbu ke
pusat berat (a)
(cm)
n Waktu (t)
(sekon)
1. 100,2 20 40,10
2. 100,4 20 40,20
3. 100,2 20 40,05
4. 100,2 20 39,49
5. 100,5 20 39,25

Percobaan III

No Jarak sumbu ke
pusat berat (a)
(cm)
n Waktu (t)
(sekon)
1. 75,3 20 36,78
2. 75,4 20 37,09
3. 75,4 20 36,66
4. 75,2 20 36,92
5. 75,4 20 36,04


VI. Analisa / pengolahan data
A. Ralat
1. Ayunan sederhana
a. Ralat panjang tali pada percobaan 1



52 52,06 -0,06 0,0036
52,1 52,06 0,04 0,0016
52 52,06 -0,06 0,0036
52 52,06 -0,06 0,0036
52,2 52,06 0,14 0,0196

= 0,032
l =

= 0,04
Nisbi =

100%
=

100% = 0,077%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,077% = 99,92%

b. Ralat panjang tali pada percobaan 2


43,4 43,4 0 0
43,5 43,4 0,1 0,01
43,4 43,4 0 0
43,3 43,4 -0,1 0,01
43,4 43,4 0 0

=0,02

l =

= 0,03
Nisbi =

100%
=

100% = 0,45%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,45% = 99,55%
c. Ralat panjang tali pada percobaan 3


34,7 34,76 -0,06 0,0036
34,8 34,76 0,04 0,0016
34,8 34,76 0,04 0,0016
34,9 34,76 0,14 0,0196
34,6 34,76 -0,16 0,0256

=0,052

l =

= 0,051
Nisbi =

100%
=

100% = 0,15%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,15% = 99,85%
d. Ralat waktu pada percobaan 1





t =

= 0,35
Nisbi =

100%
=

100% = 1,18%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 1,18% = 98,82%
e. Ralat waktu pada percobaan 2





t =

= 0,25
Nisbi =

100%


28,78 29,59 -0,81 0,6561
28,66 29,59 -0,93 0,8649
30 29,59 0,41 0,1681
30,21 29,59 0,62 0,3844
30,3 29,59 0,71 0,5041

=2,5776


28,18 27,836 0,344 0,118336
28,15 27,836 0,314 0,098596
27,96 27,836 0,124 0,015376
26,84 27,836 -0,996 0,992016
28,05 27,836 0,214 0,045796

=1,27012
=

100% = 0,89%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,89% = 99,11 %
f. Ralat waktu pada percobaan 3


26,08 25,578 0,502 0,252004
25,41 25,578 -0,168 0,028224
25,45 25,578 -0,128 0,016384
25,47 25,578 -0,108 0,011664
25,48 25,578 -0,098 0,009604

=0,31788

t =

= 0,126
Nisbi =

100%
=

100% = 0,49%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,49% = 99,51 %
g. Ralat grafitasi pada ayunan sederhana


9,41
8,88 0,53 0,2809
8,77
8,88 -0,11 0,0121
8,46
8,88 -0,42 0,1764

=0,4694

t =

= 0,279
Nisbi =

100%
=

100% = 0,031%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,031% = 99,969 %
2. Ayunan Fisis

a. Ralat jarak sumbu ke pusat berat pada percobaan 1


50,3 50,36 -0,06 0,0036
50,4 50,36 0,04 0,0016
50,3 50,36 -0,06 0,0036
50,5 50,36 0,14 0,0196
50,3 50,36 -0,06 0,0036

=0,032
a =

= 0,04
Nisbi =

100%
=

100% = 0,077%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,077% = 99,92%
b. Ralat jarak sumbu ke pusat berat pada percobaan 2









100,2 100,3 -0,1 0,01
100,4 100,3 0,1 0,01
100,2 100,3 -0,1 0,01
100,2 100,3 -0,1 0,01
100,5 100,3 0,2 0,04

=0,08
a =

= 0,06
Nisbi =

100%
=

100% = 0,06%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,06% = 99,94%
c. Ralat jarak sumbu ke pusat berat pada percobaan 3


75,3 75,34 -0,04 0,0016
75,4 75,34 0,06 0,0036
75,4 75,34 0,06 0,0036
75,2 75,34 -0,14 0,0196
75,4 75,34 0,06 0,0036

=0,032

a =

= 0,04
Nisbi =

100%
=

100% = 0,077%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,077% = 99,92%
d. Ralat waktu pada percobaan 1


34,5 34,434 0,066 0,004356
34,39 34,434 -0,044 0,001936
34,5 34,434 0,066 0,004356
34,62 34,434 0,186 0,034596
34,16 34,434 -0,274 0,075076

=0,12032

t =

= 0,077
Nisbi =

100%
=

100% = 0,49%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,49% = 99,51 %
e. Ralat waktu pada percobaan 2


40,1 39,818 0,282 0,079524
40,2 39,818 0,382 0,145924
40,05 39,818 0,232 0,053824
39,49 39,818 -0,328 0,107584
39,25 39,818 -0,568 0,322624

= 0,70948

t =

= 0,19
Nisbi =

100%
=

100% = 0,47%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,47% = 99,53 %
f. Ralat waktu pada percobaan 3


36,78 37,298 -0,518 0,268324
37,09 36,8625 0,2275 0,05175625






t =

= 0,51
Nisbi =

100%
=

100% = 1,38%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 1,38% = 98,62 %
a. Ralat grafitasi pada ayunan fisis


6,66
8,44 -1,78 3,156
9,89
8,44 1,45 2,112
8,76
8,44 0,32 0,104

=5,373

t =

= 0,946
Nisbi =

100%
=

100% = 0,112%
Kebenaran : 100% - nisbi = 100% - 0,112% = 99,888 %

36,66 36,8625 -0,2025 0,04100625
36,92 36,8625 0,0575 0,00330625
39,04 36,8625 2,1775 4,74150625



=5,105899
B. Perhitungan
1. Ayunan Sederhana
a. Percobaan 1
Untuk

= 52,06 cm
Diketahui :

= 52,06 cm = 0,5206 m

2
= 9,8

= 29,59 s
T =

= 1,48 s
T
2
= 2,19 s
Ditanya : g = ?
Jawab :
T = 2


T
2
= 4
2


2,19 = 4 . 9,8 .


g =


= 9,41




Dengan cara yang sama, hasil perhitungan adalah sebagai berikut:
Perhitungan

(m)

(s) T (s) g (


)
1 0,5206 29,59 1,48 9,41
2 0,4340 27,84 1,39 8,77
3 0,3476 25,38 1,27 8,46
Rata rata : 8,88





2. Ayunan Fisis
a. Percobaan 1
Untuk = 50,36 cm
Diketahui :
= 100 cm = 0,5036 m

2
= 9,8

= 34,43 s
T =

= 1,72 s
T
2
= 2,96 s
Ditanya : g = ?
Jawab :
T = 2



Penentuan percepatan gravitasi (g) dengan melenyapkan K maka K kita abaikan
dalam penggunaan rumus.
T = 2



T
2
= 4
2



g =


g =


g =

= 7,09




Dengan cara yang sama, hasil perhitungan adalah sebagai berikut:
Perhitungan (m)

(s) T (s) g (


)
1 0,536 34,43 1,72 6,66
2 1 39,82 1,99 9,89
3 0,7534 36,70 1,83 8,76
Rata- rata 8,44




C. Grafik
1. Ayunan Sederhana

2. Ayunan Fisis

0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
0.52 m 0.43 m 0.35 m
k
u
a
d
r
a
t

w
a
k
t
u

(
s
)

panjang tali
grafik panjang tali - kuadrat waktu
0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
34.434 39.818 36.698
j
a
r
a
k

s
u
m
b
u

d
a
r
i

p
u
s
a
t

m
a
s
s
a

waktu ayun (s)
grafik waktu ayun - jarak sumbu dari pusat
massa
VII. PEMBAHASAN
Pada percobaan ayunan dan percepatan gravitasi ini yang dihitung adalah percepatan
gravitasi pada ayunan. Ayunan yang digunakan pada percobaan ini adalah ayunan sederhana dan
ayunan fisis. Pada ayunan sederhana dan ayunan fisis yang dihitung adalah waktunya. Pada
ayunan sederhana yang diubah-ubah adalah panjang talinya sedangkan pada ayunan fisis yang
diubah-ubah adalah beban yang ada pada ayunan fisis yang digunakan untuk mengukur jarak
sumbu ke pusat berat. Pengukuran waktu untuk mencapai ayunan pada percobaan ini dilakukan
sebanyak lima kali pada panjang yang sama dan panjangnya diubah sebanyak tiga kali
Dari hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan pada ayunan sederhana dengan
sudut 6
0
, percobaan I dengan panjang tali rata-rata 52.06 cm didapatkan waktu pada perhitungan
pertama sebesar 28.78 sekon, pada perhitungan waktu kedua sebesar 28.66 sekon, pada
perhitungan waktu ketiga sebesar 30.00 sekon, pada perhitungan waktu keempat sebesar 30.21
sekon, dan pada perhitungan waktu kelima di percobaan I didapatkan waktu sebesar 30.30 sekon.
Pada percobaan II dengan panjang tali rata-rata 43.40 cm didapatkan waktu perhitungan pertama
sebesar 28.18 sekon, perhitungan kedua sebesar 28.15 sekon, perhitungan ketiga sebesar 27.96
sekon, perhitungan keempat sebesar 26.84 sekon, dan perhitungan kelima di percobaan II
didapatkan waktu sebesar 28.05 sekon. Pada percobaan III dengan panjang tali rata-rata 34.76
cm didapatkan waktu perhitungan pertama sebesar 25.08 sekon, perhitungan kedua sebesar 25.41
sekon, perhitungan ketiga sebesar 25.45 sekon, perhitungan keempat sebesar 25.47 sekon, dan
perhitungan kelima di percobaan III didapatkan waktu sebesar 25.48 sekon. Dari hasil tersebut
bisa dilihat semakin pendek panjang tali semakin cepat waktu ayunan dan semakin panjang tali
semakin lambat waktu ayunan.
Selanjutanya hasil pengamatan ayunan fisis, pada ayunan fisis sudut yang digunakan sama
dengan sudut ayunan sederhana yaitu sudutnya sebesar 8
0
. Perbedaan ayunan sederhana dengan
ayunan fisis adalah ayunan sederhana menggunakan tali dan yang diukur panjang talinya
sedangkan ayunan fisis menggunakan ayunan yang terbuat dari batang besi yang ditengah-
tengahnya diberi beban sebesar 1400 gram dan yang diukur adalah jarak sumbu ke pusat berat.
Pada ayunan fisis percobaan I dengan jarak rata-rata sumbu ke pusat berat sebesar 50.36 cm,
pada pengukuran pertama didapatkan waktu sebesar 34.50 sekon dan pada pengukuran waktu
kedua sampai dengan kelima secara berurutan didapatkan pengukuran sebesar 34.39 sekon,
34.50 sekon, 34.62 sekon, dan 34.16 sekon. Percobaan II ayunan fisis dengan jarak rata-rata
sumbu ke pusat berat sebesar 100.30 cm, pengukuran pertama didapatkan waktu sebesar 40.10
sekon, waktu yang didapatkan dipengukuran kedua sebesar 40.20 sekon, pada pengukuran ketiga
sebesar 40.05 sekon, pengukuran keempat sebesar 39.49 sekon, dan pengukuran kelima sebesar
39.25 sekon. Percobaan III ayunan fisis dengan jarak rata-rata sumbu ke pusat berat sebesar
75.34 cm, pengukuran pertama didapatkan waktu sebesar 36.78 sekon, waktu yang didapatkan
dipengukuran kedua sebesar 37.09 sekon, pada pengukuran ketiga sebesar 36.66 sekon,
pengukuran keempat sebesar 36.92 sekon, dan pengukuran kelima sebesar 36.04 sekon. Dari
hasil tersebut sama halnya dengan ayunan sederhana semakin pendek jarak sumbu ke pusat berat
semakin cepat waktu ayunan.
Dari hasil perhitungan, pada ayunan sederhana dihitung adalah percepatan gravitasi dengan
rumus
g
L
T 2 . Sebelum menghitung percepatan gravitasi dihitung terlebih dahulu periode
selama 20 kali ayunan dengan rumus T =

. Pada percobaan I didapatkan periode sebesar 1,48


sekon dan percepatan gravitasi sebesar 9,41 m/s
2
. Pada percobaan II didapatkan periode sebesar
1,39 sekon dan percepatan gravitasi sebesar 8,77 m/s
2
. Pada percobaan III didapatkan periode
sebesar 1,27 sekon dan percepatan gravitasi sebesar 8,46 m/s
2
. Dari hasil perhitungan ayunan
sederhana tersebut dapat dinyatakan semakin cepat waktu semakin besar periode tetapi semakin
kecil percepatan gravitasi. hal ini dikarenakan waktu berbanding lurus dengan periode dan
periode berbanding terbalik dengan percepatan gravitasi.
Pada ayunan fisis dihitung adalah percepatan gravitasi dengan rumus T = 2

.
Sebelum menghitung percepatan gravitasi dihitung terlebih dahulu periode selama 20 kali
ayunan dengan rumus T =

. Selain menghitung periode sebelum menghitung percepatan


gravitasi hitung terlebih dahulu harga K, harga K pada ayunan fisis sama semua karena
panjangnya sama. Pada percobaan ini didapatkan harga K sebesar 0,082. Pada percobaan I
ayunan fisis didapatkan periode sebesar 1,72 sekon dan percepatan gravitasi sebesar 6,66 m/s
2
.
Pada percobaan II ayunan fisis didapatkan periode sebesar 1,99 sekon dan percepatan gravitasi
sebesar 9,89 m/s
2
. Percobaan III ayunan fisis, didapatkan periode sebesar 1,83 sekon dan
percepatan gravitasi sebesar 8,76 m/s
2
. Sama halnya dengan ayunan sederhana, pada ayunan fisis
semakin cepat waktu semakin besar periode tetapi semakin kecil percepatan gravitasi. hal ini
dikarenakan waktu berbanding lurus dengan periode dan periode berbanding terbalik dengan
percepatan gravitasi.
Pada grafik ayunan sederhana adalah grafik panjang tali dengan periode kuadrat dimana
pada grafik tersebut semakin panjang tali semakin besar periode kuadratnya, hal ini disebabkan
karena panjang tali berbanding lurus dengan periode. Pada grafik ayunan fisis semakin besar
jarak sumbu ke pusat berat semakin besat periode kuadratnya, hal ini juga disebabkan karena
periode berbanding lurus jarak sumbu ke pusat berat. Pada grafik tersebut terlihat bahwa dengan
berkurangnya panjang tali, periode akan semakin kecil, sehingga percepatan gravitasi dari
ayunan tersebut akan semakin besar. Sehingga besarnya percepatan gravitasi pada ayunan
bergantung pada besarnya periode getaran apabila periode getarannya besar maka percepatan
gravitasinya mengecil dan begitu sebaliknya jika periode getarannya mengecil maka percepatan
gravitasinya besar.
Dalam setiap perhitungan dan pengukuran tidak ada yang pasti. Untuk memperbaiki hasil
pengambilan data maupun perhitungan data itu, maka data-data tersebut perlu diralat dengan
metode ralat keraguan. Keraguan ini dapat terjadi karena ketidaktelitian praktikan dalam
melakukan praktikum. Apabila terjadi sedikit saja kesalahan pengukuran, maka secara otomatis
akan terjadi kesalahan pula saat kita mengerjakan perhitungan data. Selain ketidaktelitian
penguasaan materi yang kurang baik, fasilitas praktikum yang kurang memadai dan Kerusakan
pada alat yang digunakan pada saat praktikum juga dapat mempengaruhi data percobaan.

VIII. KESIMPULAN
Dari data-data diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak terlepas dari getaran, dimana
pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik secara periode melalui titik
kesetimbangan.
2. Getaran harmonik sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja
pada titik sembarangan selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan
gaya sebanding dengan jarak titik sembarang ketitik kesetimbangan tersebut.
3. Dalam teori fisika percepatan gravitasi sebesar 9,8 m/s
2
.
4. Cepat lambatnya bandul melakukan satu getaran, sangat dipengaruhi oleh panjang
tali dan sudut.
5. Percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan periode, semakin besar periode
maka semakin kecil percepatan gravitasinya.





























DAFTAR PUSTAKA

Alit Paramarta, Ida Bagus. 2012. Penuntun Praktikum Fisika Dasar II. Bukit Jimbaran: Jurusan
Fisika FMIPA Universitas Udayana.
Giancoli, Douglas C . 2001 . FISIKA . Erlangga . Jakarta.
Sears, F.W. dan Zemanski. 1986. University Physics. New York: Addison Wesley
Young, H.D. 1992. University Physics. New York: Addison Wesley