Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN
1. A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia, namun belum banyak
masyarakat yang mampu mengambil keputusan tentang perawatan kesehatan yang mereka
butuhkan, dan tanggung jawab untuk menjaga kesehatannya secara optimal. Betapa pentingnya
kesehatan, akan tetapi banyak orang yang mengabaikannya. Mereka tidak menyadari bahwa gaya
hidup, pola hidup, dan aktivitas keseharian bisa mempengaruhi kesehatan. Mereka merasa sehat
ketika tidak mengalami batuk, flu, atau penyakit menular lainnya. Padahal, ada bahaya yang
mengancam apabila pola hidup yang sehat tidak diterapkan dalam keseharian.
Saat ini banyak penyakit yang diderita tidak disebabkan oleh kuman, virus, atau bakteri tetapi
lebih disebabkan oleh kebiasaan atau pola hidup tidak sehat.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang definisi tentang kesehatan?
2. Apa pengertian penyakit menular seks?
3. Apa saja jenis jenis penyakit menular seks ?
4. cara penularan sekaligus cara pencegahan penyakit menular seks?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi kesehatan.
2. Untuk mengetahui berbagai macam penyakit pada manusia, khususnya penyakit menular seks




BAB II
PEMBAHASAN
A. Kesehatan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan istilah sehat dalam kehidupan
sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan
benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka
seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat.
Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang
dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang
dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal.
Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah
keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya
keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan
Menurut WHO (1974) yang dikutip oleh Effendi (1995), sehat adalah keadaan yang sempurna
dari fisik, mental, social, jadi tidak hanya bebas dari penyakit dan bebas dari kelemahan. Sehat
juga ditentukan oleh kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan sosial seseorang.
Dalam Undang-undang No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan & Undang-undang No.29 Tahun
2004 Tentang Praktik Kedokteran:
1. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
2. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang
dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
3. Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta
memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang
untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
4. Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
5. Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna
Dalam Kesehatan itu ada tujuannya:
1. Tujuan Kesehatan Dalam Segala Aspek
Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangssa, yang berarti memenuhi
kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja
dan ketenteraman hidup. Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk
hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan
yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dan swastabersama-
sama.
2. Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua, secara umum dan
secara khusus. Tujuan dan ruang lingkup secara umum, antara lain:
1. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan
kesejahteraan hidup manusia.
2. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.
3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat
dan institusi pemerintah sertalembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau
wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau
pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berupa:
1. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan.
2. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh
masyarakat.
3. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara, kebakaran hutan, dan gas
beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab
terjadinya perubahan ekosistem.
4. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah
sakit, dan lain-lain.
5. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara
memutuskan rantai penularan penyakitnya.
6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
7. Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
8. Survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan
Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama
sebagai berikut:
1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
2. Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
3. Peningkatan status gizi masyarakat.
4. Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas).
5. Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma keluarga kecil yang
bahagia dan sejahtera.
Adapun dasar-dasar pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah sebagai berikut:
1. Semua warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal agar dapat bekerja
dan hidup layak sesuai dengan martabat manusia.
2. Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat
kesehatan rakyat.
3. Penyelenggaraan upaya kesehatan diatur oleh pemerintah dan dilakukan
secara serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat.
A. Penyakit
Kesehatan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh manusia. Karena jika kita
sehat maka aktivitaspun akan lancar. Sebaliknya jika badan kita kurang sehat, maka aktivitas
yang kita lakukan kurang maksimal atau bahkan tidak bisa beraktivitas sma sekali. Oleh karena
itu, kita harus tahu tentang kesehatan kita, setidaknya kita tahu tentang diri kita sendiri. Apabila
kita merasa sakit sebaiknya kita langsung memeriksakan ke dokter atau puskesmas terdekat
untuk mencegah agar rasa sakit yang kita rasakan tidak menjadi parah.
Jika seseorang merasa sakit, maka akan memberi tanda bahwa pada dirinnya ada sesuatu yang
tidak seharusnya atau mengganggu dirinya sehingga merasakan tidak enak, tidak nyaman atau
mengganggu. Penyebab seseorang merasa tidak enak, tidak nyaman, dan merasa terganggu maka
di sebut penyakit. Jadi, penyakit merupakan sesuatu yang mengganggu dan menimbulkan
masalah terhadap kesehatan sehingga seseorang yang terserang penyakit akan merasa tidak
nyaman, sakit, menderita atau secara fisiologis atau atau anatomis tubuh orang tersebut
aktivitasnya terganggu sehingga menjadi tidak normal.
Penyakit ada yang menular dan ada juga yang tidak menular. Ada penyakit keturunan yaitu
penyakit yang diwariskan atau diturunkan memang dari keluarganya, ada pula penyakit yang
tidak di turunkan. Penyakit menular maupun penyakit karena keturunan, akan muncul dan
menyerang jika tubuh seseorang cocok untuk berkembangnya penyakit tersebut. Agar penyakit
tidak timbul dan menyerang tubuh kita maka kita perlu menghindarinya atau mencegahnya.
Usaha yang harus dilakukan untuk mencegahnya agar tidak terjangkit penyakit menular adalah
menjadikan tubuh kita menjadi kuat, yaitu dengan selalu memakan makanan sehat dan bergizi
seimbang, mengusahakan tubuh dan lingkungan kita selalu bersih, memberikan vaksinasi pada
balita. Untuk penyakit yang karena keturunan, makanan sehat dengan gizi seimbang, cara hidup
yang teratur, sehat, dan menghindari sters yang berlebih atau yang terlalu berat merupakan cara
untuk mengindari atau mecegahnya.
B. Macam-Macam Penyakit
1. Penyakit Manusia dan Pencegahannya
a. Penyakit Menular
Cara Penularan Penyakit
1) Masuk melalui saluran pernafasan
Bibit penyakit dapat masuk kedalam tubuh seseorang melalui saluran pernafasan. Seorang
penderita mengeluarkan air ludah atau getah hidung, atau udara yang mengandung bibit
penyakit. Apabila titik titik ludah atau getah hidung atau udara yang mengandung bibit
penyakit tersebut terhirup oleh orang lain yang kebetulan karena tubuhnya sedang lemah maka
orang tersebut akan sakit karena tertulari penyakit tersebut.
2) Masuk melalui saluran pencernaan
Bibit penyakit dapat masuk kedalam tubuh seseorang melalui saluran pencernaan. Bibit penyakit
masuk melalui rongga mulut melalui makanan atau minuman yang di konsumsi. Hal ini akan
terjadi apabila seseorang memakan makanan atau minuman yang tidak bersih atau makan
menggunakan peralatan yang tidak bersih atau makan terttulari penyakit yang disebabkan oleh
bibit penyakit yang masuk tubuh melalui rongga mulut saluran pencernaan.
3) Masuk melalui kulit
Penyakit yang dapat masuk melalui kulit mengakibatkan penyakit pada kulit dan penyakit bukan
pada kulit, penyakit pada kulit dapat ditularkan melalui sentuhan langsung antara penderita
dengan orang lain. Dapat pula melalui hubungan tidak langsung, yaitu calon penderita
menggunakan peralatan yang telah digunakan oleh penderita. Sedangkan Penyakit bukan
penyakit kulit yang di tularkan melalui kulit adalah penyakit yang menyerang tubuh melalui
pembuluh darah setelah kulit calon penderita di sengat atau digigit serangga. Cara penularannya
adalah serangga menyengat atau menggigit penderita, kemudian menggigit bukan penderita
maka melalui alat senggat atau alat penggigitnya bibit penyakit akan masuk ke tubuh calon
penderita melalui kulit lalu pembuluh darah.
Penyebab Penyakit Menular
Berikut ini beberapa makhluk hidup penyebab penyakit (Ichsan, Yuliati, Rejeki,1993).
1) Serangga
Selain sebagai perantara untuk penyebaran penyakit, serangga dapat pula menyebabkan
timbulnya suatu penyakit. Contoh serangga sebagai perantara penyebaran penyakit adalah
nyamuk, ( penyakit malaria, demam berdarah), dan lalat ( penyakit pencernaan), selain itu
serangga juga sebagai penyebab penyakit Sarcoptes csab iei ( penyakit kulit scabies).
2) Cacing
Berbagai macam cacing dapat menyebabkan pada manusia. Banyak di temukan di masyarakat
adalah penyakit yang penyebabnya seperti, cacing tambang, cacing gelang, cacing kremi, cacing
pita.
3) Protozoa
Protozoa merupakan salah satu jenis bibit penyakit yang dapat menyerang manusia. Malaria
merupakan salah satu contoh penyakit yang di sebabkan oleh suatu jenis protozoa.
4) Bakteri
Banyak penyakit menular yang di sebabkan oleh bakteri. Kita tentu sudah mengetahui tentang
penyakit TBC, kolera, difteri, dan lainnya. Penyakit tersebut di sebabkan oleh bakteri yang
menginfeksi tubuh.
5) Virus
Virus merupakan salah satu mikroorganisme penyebab penyakit. Tentu kita mengetahui tentang
penyakit polio, campak, demamberdarah hepatitis, dan juga rabies, semua penyakit-penyakit
tersebut disebabkan oleh virus.
6) Jamur
Ada beberapa jenis jamur yang menyerang kulit dan menyebabkan seseorang menderita penyakit
kulit. Penyakit yang di kenal dan banyak diderita orang adalah panu, dan kadas (ringworm).
Berbagai Penyakit Menular yang sering dialami manusia
1) Enterobiasisi (infeksi cacing kremi)
Enterobiasisi atau oksiuriasis adalah penyakit infeksi usus oleh cacing kremi. Enterobus
Vemicularis atau Odeyuris Vermiicularis.
Cacing dewasa hidup ini didaerah sekum dan memakan isi usus serta bahan seluler ( usus )
setempat. Terkadang cacing berpindah tempat ke daerah serapan ( lambung, usus), osefagus atau
hidung. Penularan melalui saluran pencernaan, yaitu telur cacing yang infektif tertelanmelalui
rongga mulut. Umumnya, gejala dan keluhan jarang timbul dengan jelas pada penderita. Gejala
dan keluhan hanya timbul pada malam hari, yaitu jika cacing dewasa melakukan perpindahan
kedaerah anus atau alat kelamin jika akan bertelur. Gejalanya berupa gatal-gatal didaerah anus
sehingga penderita sukar tidur.
Usah-usaha yang dilakukan untuk pencegahan infeksi penyakit ini dilakukan adalah dengan :
a) Memperhatikan kesehatan dan kebersihan individu, seperti memotong kuku, mencuci tangan
sesudah buang air besar, membersihkan daerah sekitar dubur, dan cuci tangan sebelum makan.
b) Memperhatikan kesehatn dan kebersihan lingkungan
c) Memberikan pengobatan kepada penderita dan keluarganya
d) Menjemur, mencuci, dan menyetrika perlengkapan tidur dan pakaian
2) Amebiasis (Disentri Amoeba)
Penyakit disentri amoeba atau amebiasis merupakan penyakit perut yang banyak dialami orang.
Amebiasis adalah penyakit infeksi yang terjadi terutama pada usus besar, dalam keadaan tertentu
infeksi dapat menyebar ke hati, otak, dan paru-paru. Penyebab penyakit ini adalah sejenis
protozoa dari Rhizopoda, yaitu Entamoeba histolytica. Bentuk kista infektif masuk kedalam
mulut bersama dengan makanan atau minuman yang tercemar. Setelah melewati lambung
didding kista akan pecah. Selanjutnya di dalam jaringan submukosa usus besar bentuknya
berkembang menjadi tropozit. Salah satu gejala amebiasis adalah adanya darah dan lender pada
tinja penderita. Penderita merasakan sembelit, dalam keadaan akut akan timbul nyeri di perut
yang sangat hebat. Penderita biasanya buang air besar sebanyak 68 kali dalam sehari. Tinja
penderita berbau menyengat, berwarna merah tua, berlendir dan berdarah.
Usaha-usaha untuk pencegahan penyakit ini dapat dilakukan oleh individu maupun masyarakat.
Pecegahan yang dapat dilakukan oleh individu adalah:
a) Memasak air minum dan makanan secara baik dan benar
b) Mencegah pencemaran makanan atau minuman dari lalat, lipas, atau tikus
c) Menjaga kebersihan diri atau tubuh dan alat-alat makan dan minum.
Pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah:
a) Mengadakan system pembuangan tinja dengan baik
b) Tidak menggunakan tinja suntuk dijadikan pupuk secara langsung tanpa ada proses terlebih
dahulu
c) Menjaga sumber air minum dari pencemaran tinja
d) Mengobati penderita yang terkena penyakit secara tuntas
3) Malaria
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh sejenis protozoa dari genus Plasmodium.
Ada empat spesies Plasmodium yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu
Plasmodium vivax , Plasmodium falciparum, Plasmodium malaria, dan Plasmodium ovale.
Plasmodium vivax menimbulkan malaria vivax, yaitu malaria tertian ringan. Plasmodium
falciparum menimbulkan malaria falciparum yaitu malaria tertian hebat), malaria pernisiosa, dan
blackwater fever; Plasmodium malariae menumbuhkan malaria malariae atau malaria
quartana.Penularan penyakit melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa
sporozoid infektif, penularan lainnya adalah melalui tranfusi darah, plasenta ibu atau jarum
suntik. Penularan yang bukan melalui gigitan nyamuk, protozoa menginfeksi penderita bukan
dalam bentuk sporozoid, tetapi dalam bentuk tropozoid. Setelah sporozoid masuk tubuh calon
penderita, 5 sampai 7 hari kemudian, parasit berkembang biak di dalam sel-sel epitel hati dan
kemudian akan memasuki sel darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit berkembang
menimbulkan kerusakan sel darah merah. Sel darah merah yang tidak terinfeksi akan mengalami
penguraian dan mengakibatkan anemia. Anemia dapat menimbulkan kelainan jaringan dan
kerusakan organ. Adanya demam tinggi dapat menimbulkan gangguan pada aliran darah, otak,
ginjal, dan hati. Pigmen malaria dari hemoglobin menimbulkan pigmenrasi hitam atau cokelat
pada hati, limfa, dan sumsum tulang belakang. Gejala lain pada penyakit ini adalah adanya
pembesaran limfa, terytama jika penderita mengalami demam berulang-ulang.
Usaha pencegahan yang dapt dilakukan adalah:
a) Mengobati penderita dan orang yang didalam tubuhnya mengandung parasit malaria
b) Membrantas sarang nyamuk
c) Membrantas nyamuk
d) Mencegah gigitan nyamuk
4) Hepatitis oleh virus
Hepatitis adalah penyakit sistematik akut yang disebabkan oleh virus. Ada 2 macam virus
hepatitis, yaitu virus hepatitis A dan virus hepatitis B penularan hepatitis A dapat terjadi karena
makan makanan tercemar tinja penderita, yang tidak di masak atau kurang sempurna cara
memasaknya. Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui kontak badan, menggunakan sikat
gigi/alat makan dan minum penderita atau melalui makanan tercemar tinja penderita yang tidak
di masak atau dimasak kurang sempurna. Gejala yang timbul pada masa prodromal tampak mirip
dengan influenza., misalnya capek, sakit kepala, dan ada ingus. Gejala yang timbul pada masa
ikterus adalah tidak ada nafsu makan, nyeri perut kanan atas, konjungtivis, pilek, dan faringitis.
Usaha-usaha pencegahan yang dapat di lakukan adalah:
a) Mencegah kontak dengan penderita
b) Menghindari pencemaran air minum dan makanan oleh bahan-bahan yang menularkan virus
c) Menjaga kebersihan lingkungan
d) Mensterilkan peralatan kedokteran dan peralatan rumah tangga yang tercemar
Keluaran-keluaran drai penderita
e) Memeriksa orang yang akan menjadi donor darah
f) Memberikan gamma globulin atau vaksinasi
5) Campak
Campak adalah sejenis penyakit menular yang disebabkan oeh virus rubela. Sebagian besar
penderita adalah anak-anak. Jika campak menyerang wanita hamil maka dapat mengganggu
kandungannya hingga terjadi keguguran. Penularan dapat melalui cairan yang berasal dari mata,
hidung dan tenggorokan. Penyebaran virus melalui udra pada saat batuk, bersin, dan berbicara.
Gejala penyakit ini adalah :
Demam, sakit kepala, mata memerah, dan barair, batuk, pilek, serak, binik-bintik dan ruam pada
kulit. Ruam kulit mula-mula terjadi didaerah belakang telinga atau muka lalu menyebar
keseluruh badan dan akhirnya kebagian kaki dan tangan. Pencegahan dapat di lakukan dengan
pemberian vakisnasi atau pemberian gamma globulin. Pemberian globulin dapat mencegah atau
memperingan gejala klinis tetapi tidak memberikan imunitas yang efektif.
6) Demam Berdarah Dengue ( DBD)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
{bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan
oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus,
yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan
darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika
termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000
meter di atas permukaan air laut.
Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah:
Masa tunas / inkubasi selama 3 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya
penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :
a) Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 40 derajat Celsius).
b) Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
c) Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis),
Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-
lainnya.
d) Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
e) Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
f) Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 7 terjadi penurunan trombosit dibawah
100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai
normal (Hemokonsentrasi).
g) Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu
makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
h) Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
i) Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
j) Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue adalah:
Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan
mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi
penduduk disekitarnya.
Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue yaitu:
Pencegahan demam berdarah dapat di lakukan dengan 3M antara lain.
Menguras : Menguras tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi dan kolam.
Sebab bisa mengurangi perkembangbiakan dari nyamuk itu sendiri. Atau memasukan beberapa
ikan kecil kedalam bak mandi atau kolam. Sebab ikan akan memakan jentik nyamuk.
Menutup : Menutup tempat-tempat penampungan air. Jika setelah melakukan aktivitas yang
berhubungan dengan tempat air sebaiknya anda menutupnya agar nyamuk tidak bisa meletakan
telurnya kedalam tempat penampungan air. Sebab nyamuk demam berdarah sangat menyukai air
yang bening.
Mengubur. Kuburlah barang barang yang tidak terpakai yang dapat memungkinkan terjadinya
genangan air.
Pengobatan Penyakit Demam Berdarah yaitu:
Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Fokus pengobatan
pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan
syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2
liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu). Tindakan pengobatan yang umum
dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah Penambahan cairan tubuh
melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi
yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya
adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
a) Paracetamol membantu menurunkan demam
b) Garam elektrolit ( oralit ) jika disertai diare
c) Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder
Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa
tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang
umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah
dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan
intravena dan peningkatan nilai trombosit darah. Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih
parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan
elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.
7) TBC
Penyakit tuberculosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Mikrobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dab bersifat tahan asam sehingga
dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert
Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bekteri tersebut diberi
nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch
Pulmonum (KP).
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikrobakterium
tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi
umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di
dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan
tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.
Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru,
otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian
organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Gejala penyakit TBC:
Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai
dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru,
sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnose secara klinis.
Gejala sistemik/khusus:
a) Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari diertai
keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
b) Penuruna nafsu makan dan berat badan.
c) Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah)
d) Perasaan tidak enak, lemah.
Gejala khusus:
a) Tergantung dari organ tubuh mana yang terkenaa, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus
(saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar,
akan menimbulkan suara mengi, suara nafas melemahyang disertai sesak.
b) Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan
sakit dada.
c) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat
dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan
nanah.
d) Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai
meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran
dan kejang-kejang.
e) Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui
adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan
penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan 5
tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan
30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.
Penegakkan diagnosis
Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakuakn
untuk menegakkan diagnosis adalah:
a) Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarga.
b) Pemeriksaan fisik.
c) Pemeriksaan laboretorium (darah, dahak, cairan otak).
d) Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
e) Rontgen dada (thorax photo).
f) Uji tuberculin.
Pencegahan
Pencegahan penyakit TBC kepada teman dan keluarga dari infeksi bakteri:
a) Tinggal di rumah. Jangan pergi kerja atau sekolah atau tidur di kamar dengan orang lain
selama beberapa minggu pertama pengobatan untuk tbc aktif.
b) Ventilasi ruangan. Kuman TBC menyebar lebih mudah dalam ruang tertutup kecil di mana
udara tidak bergerak. Jika ventilasi ruangan masih kurang, membuka jendela dan menggunakan
kipas untuk meniup udara dalam ruangan luar.
c) Tutup mulut menggunakan masker. Gunakan masker untuk menutup mulut kapan saja
ketika di diagnosis tb merupakan langkah pencegahan TBC secara efektif. Jangan lupa untuk
membuangnya secara tepat
d) Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun)
e) Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan
f) Menghindari udara dingin
g) Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur
h) Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
i) Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak
boleh digunakan oleh orang lain
j) Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein
8) Kolera
Kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus. Sifat kolera akut, penyebabnya bakteri
Vibrio cholerae. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman
yang terkontaminasi. Di dalam usus bakteri mengeluarkan enterotoksin (racunnya). Akibatnya
penderita terserang diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat. Akibat lanjut,
penderita kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi yang bisa
mematikan.
Penularan:
Kolera dapat menyebar sebagai penyakit yang endemik, epidemik, atau pandemik. Meskipun
sudah banyak penelitian bersekala besar dilakukan, namun kondisi penyakit ini tetap menjadi
suatu tantangan bagi dunia kedokteran modern. Bakteri Vibrio cholerae berkembang biak dan
menyebar melalui feaces (kotoran) manusia, bila kotoran yang mengandung bakteri ini
mengkontaminasi air sungai dan sebagainya maka orang lain yang terjadi kontak dengan air
tersebut beresiko terkena penyakit kolera itu juga. Misalnya cuci tangan yang tidak bersih lalu
makan, mencuci sayuran atau makanan dengan air yang mengandung bakteri kolera, makan ikan
yang hidup di air terkontaminasi bakteri kolera, Bahkan air tersebut (seperti disungai) dijadikan
air minum oleh orang lain yang bermukim disekitarnya.
Gejala:
Pada orang yang feacesnya ditemukan bakteri kolera mungkin selama 1-2 minggu belum
merasakan keluhan berarti, Tetapi saat terjadinya serangan infeksi maka tiba-tiba terjadi diare
dan muntah dengan kondisi cukup serius sebagai serangan akut yang menyebabkan samarnya
jenis diare yg dialami.
Akan tetapi pada penderita penyakit kolera ada beberapa hal tanda dan gejala yang ditampakkan,
antara lain ialah:
a) Diare yang encer dan berlimpah tanpa didahului oleh rasa mulas atau tenesmus.
b) Feaces atau kotoran (tinja) yang semula berwarna dan berbau berubah menjadi cairan putih
keruh (seperti air cucian beras) tanpa bau busuk ataupun amis, tetapi seperti manis yang
menusuk.
c) Feaces (cairan) yang menyerupai air cucian beras ini bila diendapkan akan mengeluarkan
gumpalan-gumpalan putih.
d) Diare terjadi berkali-kali dan dalam jumlah yang cukup banyak.
e) Terjadinya muntah setelah didahului dengan diare yang terjadi, penderita tidak merasakan
mual sebelumnya.
f) Kejang otot perut bisa juga dirasakan dengan disertai nyeri yang hebat.
g) Banyaknya cairan yang keluar akan menyebabkan terjadinya dehidrasi dengan tanda-
tandanya seperti ; detak jantung cepat, mulut kering, lemah fisik, mata cekung, hypotensi dan
lain-lain yang bila tidak segera mendapatkan penangan pengganti cairan tubuh yang hilang dapat
mengakibatkan kematian.
Pencegahan
Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi
lingkungan, terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang
memenuhi standar lingkungan. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu,
cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik, cuci sayuran dangan air
bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan), hindari memakan ikan dan kerang yang
dimasak setengah matang. Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera, sebaiknya
diisolasi dan secepatnya mendapatkan pengobatan. Benda yang tercemar muntahan atau tinja
penderita harus di sterilisasi, searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas.
Pemberian vaksinasi kolera dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita.
9) Penyakit kulit (jamur kulit)
Ada beberapa macam penyakit kulit, yaitu:
a) Kudis
Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut scabies,
memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di
tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang
di selang jari tangan atau kaki.
Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci sperai tempat tidur, handuk
dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.
b) Kurap
Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungsi. Gejala
kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi
lingkaran merah muda. Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang sempurna,
menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.
Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan
benar dapat menghilangkan infeksi.
c) Panu
Panau atau panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau
ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-
bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita. Panau
paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panu juga bisa ditemukan
pada penderita berumur tua.
Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan
dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-
obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioleh pada kulit
yang terserang Panau.
10) Flu/pilek
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini termasuk
jenis penyakit yang cepat sekali menular. Gejala dari penyakit ini adalah menggigil, demam,
sakit kepala, nyeri otot punggung, tubuh terasa lemas, lelah, berkeringat, kerongkongan terasa
sakit, batuk batuk, hidung berair, serta suhu tubuh meninggi.
Cara mengobati penyakit influenza adalah dengan cara mengkonsumsi air putih sebanyak-
banyaknya dan istirahat yang cukup. Dan minum minuman perda pilek/obat flu.
Gejala Influenza dan Akibatnya
Gejala influenza dimulai secara cepat dalam satu hingga dua hari setelah terinfeksi. Biasanya
gejala pertama adalah bersin atau sensasi rasa kaku, demam juga umum terjadi di awal infeksi,
dengan suhu tubuh berkisar 38-39 C. Banyak orang yang sakit flu lebih memilih bertahan di
tempat tidur untuk beberapa hari. Sakit flu menimbulkan rasa sakit dan nyeri di seluruh tubuh
mereka, yang lebih parah di punggung dan kaki.
Gejala influenza yang mungkin bisa terjadi yaitu:
a) Badan nyeri, terutama sendi dan tenggorokan
b) Kedinginan dan demam yang ekstrim
c) Kelelahan
d) Sakit kepala (Headache)
e) Mata berair
f) Mata, kulit (terutama wajah), mulut, hidung dan tenggorokan memerah
g) Abdominal pain/sakit perut pada anak-anak (dengan influenza B).
Dari gejala yang tercantum di atas, kombinasi demam dengan batuk, sakit tenggorokan dan/atau
keluarnya ingus dapat meningkatkan keakuratan diagnostic.
Sedangkan pada anak-anak, penyakit ini dapat menimbulkan panas yang tinggi hingga
menyerupai sepsis dan 20% dari anak-anak yang dirawat inap mengalami kejang demam.
Pencegahan Influenza
a) Lindungi diri anda dari FLU
Anda dapat mencegah diri anda atau keluarga anda dari flu dengan cara sebagai berikut:
1.1 Hindari kontak yang terlalu dekat dengan orang yang sedang flu
1.2 Biasakan cuci tangan dengan teratur menggunakan air dan sabun atau hand rub terutama
setelah kontak dengan pasien flu atau permukaan benda / lingkungan yang mungkin
terkontaminasi
1.3 Hindari menyentuh mulut atau hidung anda setelah kontak dengan orang
1.4 yang sedang flu
1.5 Upayakan ventilasi yang cukup dalam ruangan atau rumah anda
1.6 Anda tidak perlu menggunakan masker bila anda tidak sedang sakit flu
1.7 Jaga pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, istirahat / tidur yang cukup
dan olah raga
b) Bila anda flu atasi dengan tepat
Anda dapat mengatasi flu dengan baik dan mencegah flu menular ke orang lain dengan cara
sebagai berikut:
1.1 Istirahat di rumah, hindari keramaian, dan cuti sementara dari pekerjaan atau sekolah
1.2 Minum cairan lebih banyak terutama bila demam
1.3 Tutuplah mulut dan hidung anda apabila batuk dan bersin, dan bila anda menggunakan tisu
maka buanglah tisu di tempat sampah. Segera cuci tangan anda dengan air dan sabun atau hand
rub
1.4 Gunakan masker untuk mencegah penularan
1.5 Informasikan ke keluarga atau teman anda bahwa anda sedang sakit flu dan hindari kontak
terlalu dekat dengan orang lain
1.6 Periksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui diagnosis penyakit yang sedang anda alami
dan mendapatkan pengobatan yang tepat terutama apabila anda sedang hamil, penderita diabetes,
asma, penyakit paru, penyakit jantung, atau penyakit imunodefisiensi.
c) Segera ke dokter apabila anda/keluarga anda mengalami: Sesak napas atau sakit dada, bibir
berwarna kebiru-biruan, muntah-muntah dan tidak dapat menerima cairan/minuman, dehidrasi,
kejang, penurunan kesadaran
d) Vaksinasi
Vaksinasi merupakan pencegahan yang efektif terhadap influenza. Namun vaksin influenza A
(H1N1) saat ini belum tersedia. Vaksin influenza yang beredar saat ini merupakan vaksin
terhadap seasonal influenza dan tidak efektif mencegah influenza A (H1N1). WHO sedang
mengembangkan vaksin influenza A (H1N1) yang diperkirakan selesai 5 6 bulan sejak virus
tersebut ditemukan.
e) Imunisasi Influenza Untuk Pencegahan
Imunisasi influenza merupakan tindakan medis yang sering ditemukan dalam rangka
memberikan perlindungan terutama pencegahan influenza musiman. Influenza (flu) adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Ada berbagai jenis virus flu, dimana mereka
sering ditularkan melalui batuk dan bersin.Gejala influenza suhu tinggi (demam), nyeri otot,
batuk, sakit kepala dan kelelahan yang ekstrim. Flu biasanya berlangsung selama antara dua
dan tujuh hari dan biasanya membaik secara spontan. Kebanyakan orang bisa sembuh
sepenuhnya, tetapi komplikasi, seperti infeksi dada atau pneumonia, berkembang di beberapa
kasus.
6.Imunisasi Influenza Melawan Virus Musiman
Imunisasi influenza memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap flu musiman dan
berlangsung selama 1 tahun. Imunisasi influenza ini biasanya siap setiap tahun diharapkan pada
musim hujan atau dingin. Imunisasi Influenza tidak mencegah infeksi virus lainnya yang dapat
menyebabkan batuk, pilek dan penyakit lainnya. Imunisasi hanya melindungi terhadap virus flu
(seperti halnya kinerja vaksin influenza) yang diharapkan pada musim mendatang imunisasi
benar-benar tidak mengandung virus influenza yang hidup. Ini berarti bahwa ia tidak dapat
menyebabkan influenza atau inveksi lainnya.
Strain virus influenza sebenarnya bervariasi dari tahun ke tahun dan imunisasi baru
dikembangkan setiap tahun untuk melindungi terhadap strain yang berlaku. Imunisasi flu akan
melindungi 7-8 dari 10 orang terhadap infeksi dengan influenza. Dibutuhkan sampai 14hari
untuk perliindungan penuh akan dicapai setelah imunisasi. Perlindungan ini berlangsung selama
sekitar satu tahun. Imunisasi influenza juga telah ditunjukkan untuk mengurangi resiko
komplikasi berkembang dari influenza.
Imunisasi terhadap virus influenza musiman biasanya tidak menyebabkan masalah. Seseorang
mungkin memiliki rasa sakit ringan sementara ditempat injeksi. Kadang-kadang hal ini dapat
menyebabkan demam ringan dan sakit otot sedikit untuk satu atau dua hari. Ini segera
mengendap dan tidak menyebabkan masalah flu atau lainnya. Reaksi berat telah dilaporkan
tetapi jarang terjadi. Misalnya,respon alergi yang parah,radang saraf dan radang otak adalah
reaksi yang sangat jarang. Imunisasi influenza dapat diberikan pada waktu yang sama dengan
imunisasi lainnya, sering diberikan pada waktu yang sama seperti imunisasi pneumonia.
11) Cacar air
Cacar air atau Varicella simplex adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen.
Gejala
Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan
lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan
nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan
pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau
punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam
kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting
ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan
terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-
kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam
sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas
luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam.
Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit
menghilang.
Waktu karantina yang disarankan
Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama
masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada
kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya
bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika
mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras.
Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga
mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang
memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung
mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses
penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti
jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.
Pencegahan
Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi
orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan
kekebalan tubuh.
Pengobatan
Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup
kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan
tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan Asiklovir berupa tablet 800 mg per hari
setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang
mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama
6 hari. Larutan PK sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.
Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang
ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah
mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar
seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat
dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang
mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk
menghindari iritasi lebih lanjut.
b. Penyakit Tidak Menular
Penyakit jenis ini tidak dapat ditularkan dari penderita kepada orang lain. Penyakit ini
merupakan penyakit non infeksi yang penyebabnya bukan mikroorganisme. Biasanya penyakit
ini terjadi karena pola hidup yang kurang sehat seperti merokok, cacat fisik, penuaan usia, dan
gangguan kejiwaan.Jenis Penyakit Tidak Menular antara lain :
1) Hipertensi
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic
(bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat
pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat
digital lainnya.
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas
normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan
darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka
pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau
berolahraga.
Penyebab hipertensi:
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon,
termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat
meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab
terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman
yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya
tekanan darah tinggi.
Pencegahan Hipertensi
Menurut US National High BP Education Program tahun 2002 pencegahan utama bagi hipertensi
adalah sebagai berikut:
a) Menjaga berat badan normal (misalnya, indeks massa tubuh 2025 kg/m
2
).
b) Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai <100 mmol/ hari (<6 g
natrium klorida atau <2,4 g natrium per hari).
c) Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat (30 menit per hari,
pada hampir setiap hari dalam seminggu).
d) Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada laki-laki dan tidak lebih dari 2
unit/hari pada perempuan.
e) Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran (misalnya, sedikitnya lima porsi per
hari).
2) Diabetes mellitus
Diabetes mellitus adalah penyakit yang bisa disebut silent killer. Sering kali seorang penderita
tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kencing manis. Jika tidak segera ditangani dengan
cepat, diabetes mellitus akan menimbulkan berbagai komplikasi penyakit yang akan menurunkan
produktivitas kerja si penderita.
Penyebab diabetes
Penyakit ini timbul jika kadar gula darah seseorang terlalu tinggi. Pankreas tidak mampu
menghasilkan hormon insulin yang berguna mengubah glukosa di dalam darah menjadi zat gula
darah.
Glukosa adalah bahan energi yang dibutuhkan oleh seluruh sel di dalam tubuh. Sementara itu,
tugas insulin adalah menstimulasi sel untuk mengabsobsi glukosa dari darah. Pada penderita
diabetes, sel tidak mampu mengabsorbsi glukosa secara normal. Akibatnya glukosa menumpuk
di dalam darah dan menyebabkan diabetes.
Tanda-tanda penyakit diabetes mellitus:
a) Perasaan haus yang terus-menerus
b) Berat badan turun secara drastis
c) Sering buang air kecil dalam volume besar
d) Cepat letih dan penyebabnya tidak jelas
e) Rasa gatal dan peradangan kulit yang menahun
f) Koma, pada kasus tertentu.
Pencegahan diabetes:
a) Berolahraga yang teratur.
b) Tidak merokok
c) Menjaga berat ideal badan agar tidak terjadi obesitas
d) Melakukan pengawasan kadar glukosa dalam darah secara mandiri di rumah
e) Check up kesehatan menyeluruh di rumah sakit
f) Memeriksakan mata secara teratur
g) Mengatur penggunaan gula yang rendah kalori
3) Rematik
Rematik merupakan penyakit anak-anak dan remaja.Biasanya penyakit ini mulai terjadi 1 sampai
3 minggu setelah seseorang menderita pharyngitis. Di Amerika Serikat, telah dikembangkan
antibiotik untuk mengatasi penyakit ini. Akan tetapi dengan menggunakan antibiotik agaknya
masih menemui jalan buntu dikarenakan pengaruhnya terhadap kesehatan organ hati.
Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa demam rematik lebih sering dialami oleh anak gadis
dibandingkan anak lelaki. Namun setelah mencapai dewasa, ukuran tentang jenis kelamin mana
yang lebih sering terkena sudah mulai kabur. Ini sangat tergantung dengan sistem imunitas
seseorang dan lingkungan mereka berada.
Penyebab:
Demam rematik diakibatkan oleh kombinasi infeksi bakteri dan lemahnya sistem imunitas tubuh
seseorang. Penyakit ini bermula dari infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri
Streptococcus.
Setelah bakteri masuk ke dalam tubuh, ia akan berkembang dan menyebabkan demam disertai
flu. Dalam banyak kasus, anak-anak lebih mudah terserang infeksi pada tenggorokan. Flu ini
akan berkembang menjadi demam rematik.
Tanda-tanda rematik:
a) Panas
b) Sakit sendi, terutama pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki, kemudian pada sendi
siku, Sendi-sendi membengkak, dan
c) Seringkali terasa panas serta tampak merah.
d) Garis-garis merah yang melengkung atau benjolan di bawah kulit.
e) Pada kasus yang lebih berat, badan terasa lemah, napas pendek dan mungkin nyeri
jantung(heart pain).
Pengobatan:
a) Jika anda mencurigai demam rematik, temui petugas kesehatan. Pada penyakit ini, terdapat
kemungkinan bahaya kerusakan jantung.
b) Minumkan aspirirn dengan takaran besar. Seorang anak yang berusia 12 tahun dapat
minum sampai 2 atau 3 tablet @ 300 mg, 6 kali sehari. Minumkan aspirin bersama-sama susu
atau sedikit soda bicarbonat, untuk menghindarkan sakit pada lambung. Jika mulai berdering,
kurangi takaran.
c) Berikan penicilin, 400.000 unit per tablet, 1 tablet 4 kali sehari selama 10 hari.
Pencegahan:
a) Untuk mencegah demam rematik, obati pharyngitis segera dengan penicilin selama 10 hari.
b) Untuk mencegah kambuhnya demam rematik dan tambahan kerusakan jantung, anak yang
pernah menderita demam rematik harus mendapatkan penicillin selama 10 hari, begitu ada tanda
pertama sakit leher. Jika tanda-tanda kerusakan jantung telah terlihat, anak tersebut harus
mendapat penicillin secara teratur mendapatkan suntikan benzathin penicillin setiap bulan,
mungkin selama hidupnya. Ikutilah nasehat seoarang dokter atau petugas kesehatan yang
berpengalaman.


4) Penyakit jantung
Nama ini digunakan untuk semua gangguan yang terjadi pada organ jantung, gangguan terebut
tentunya berbeda dan memiliki efek yang berlainan antara satu dengan lainnya.
Salah satu contohnya adalah kardiovaskular, merupakan kondisi dimana terjadi penyempitan
arteri dan penyumbatan pada pembuluh darah. Gangguan ini dapat memicu stroke, angin duduk
dan nyeri dada.
Selain itu ada pula aritmia, suatu kondisi dimana detak jantung terlalu cepat, lambat atau tidak
beraturan. Semua gangguan pada organ tersebut lebih sering dinamakan dengan penyakit
jantung. Penyakit ini dilaporkan menjadi pembunuh nomor satu manusia di dunia dan paling
banyak diderita oleh penduduk bumi.
Cara pencegahan
a) Pola makan sehat,
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol
tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung.
Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya
makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebisa mungkin, produk
makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau
makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki
kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan
dengan cara digoreng.
Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi
seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, karena dalam tubuh,
karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat
membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari
kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih
besar terkena penyakit ini.
b) Berhenti merokok
Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini
agar jantung tetap sehat.
c) Hindari Stres
Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena
kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan
hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine
akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah.
Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.
d) Hipertensi
Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung.
Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran
arteri dan meningkatkan penimbunan plak.
e) Obesitas
Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak.
Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk
menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko
serangan jantung.
f) Olahraga secara teratur
Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging.
Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan
kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
g) Konsumsi antioksidan
Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas
dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang
dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh,
perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh
dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.
c. Penyakit Keturunan/diwariskan
Penyakit yang diwariskan adalah penyakit atau suatu kelainan yang kemunculannya oleh factor
genetis ( keturunan ). Penyakit atau kelainan yang diwariskan ini dapat di bagi menjadi dua
macam, yaitu penyakit/kelainan yang muncul sejak lahi yang semata-mata Karen afaktor genetis
dan penyakit/kelainan yang muncul setelah usia dewasa yang dipengaruhi oleh factor genetis di
dukung oleh factor lingkungan.
Berikut ini beberapa penyakit keturunan / yang diwariskan
1) Kebotakan
Kebotakan adalah suatu kelainan yang dialami oleh seseorang yang ditunjukan dengan adanya
bagian kepala yang tidak ada rambutnya. Kelainan ini umumnya lebih sering dialami oleh kaum
laki-laki. Diduga kelainan ini muncul karena pengaruhh gangguan hormon- hormon tertentu.
2) Albinisme
Kelainan ini ditunjukan dengan tidak adanya pigmen pada kulit sehingga kulit tampak bule.
Kelainan ini diperoleh sejak lahir. Penderita kelainan ini memiliki orang tua yang tampak
normal, tetapi sebenarnya mereka mempunyai potensi tersimpan untuk kelainan tersebut.
3) Hemofilia
Hemofilia adalah sejenis kelainan yang ditunjukan dengan tidak dapatnya darah membeku jika
seseorang mengalami luka atau pendarahan. Laki-laki penderita hemophilia yang menika dengan
perempuan normal akan memepunyai anak perempuan yang mempunyai potensi tersimpan untuk
menderita hemofilia dan anak laki-laki yang normal. Kelainan hemophilia tidak pernah
diwariskan seorang laki-laki kepada anak laki-lakinya. Apabila perempuan yang mempunyai
potensi tersimpan untuk hemofilia menikah dengan laki-laki normal maka nak perempuannya
kemungkinan normal atau mempunyai potensi tersimpan untuk hemophilia dan anak laki-lakinya
kemungkinan normal atau hemophilia.
4) Thalasemia
Thalasemia adalah sejenis penyakit yang diwariskan dari orang tua si penderita. Seseorang akan
memperoleh penyakit ini jika kedua orang tuanya mempunyai potensi tersimpan untuk
thalasemia. Thalasemia ditunjukan dengan adanya gangguan pembentukan sel darah merah. Sel
darah merah penderita mudah rusak, tidak tahan lama sehingga ia selalu kekurangan darah.
Berdasarkan tingkat keparahannya. Ada Thalasemia mayor dan thalasemia minor. Thalasemia
mayor memperhatikan adanya gejala gejala klinis sedangkan thalasemia minor tidak. Gejala
pada penderita thalasemia mayor mulai tampak sejak si penderita berusia 3 bulan atau pada
masa anak-anak awal.
5) Asma
Asma adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan. Asma mengakibatkan saluran
pernafasan menyempit sementara. Umumnya hal ini disebabkan oleh peradangan di saluran
pernafasan yang menyebabkan saluran nafas bereaksi secara berlebihan terhadap suatu
rangsangan, misalnya debu, asap dan pollen.
Penyebab:
Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak
penelitian oleh para ahli. Teori atau hipotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma
belum disepakati oleh para ahli di dunia kesehatan.
Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma, saluran
pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan
(bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat
kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau / aroma menyengat
(misalnya; parfum), dan olahraga.
Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran
pernapasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh
beberapa wanita di masa siklus menstruasi, namun hal ini sangat jarang sekali. Angka
peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang
menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita
penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga
tersebut.
Gejala:
Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
a) Pernapasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan napas
(exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernapasan yang berbunyi, dan tidak semua
orang yang napasnya terdegar (wheezing) adalah penderita asma.
b) Adanya sesak napas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
c) Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
d) Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit.
e) Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena
kesulitannya dalam mengatur napas.
Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal di rongga dada atau leher. Selama
serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaannya.
Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.
Pencegahan:
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-
faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya
memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asma nya. Setelah
terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernapas lega akan tetapi
disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
6) Buta warna
Buta warna adalah suatu keadaan yang tidak normal pada sel mata karena sel kerucut telah rusak
sehingga tidak mampu menangkap warna tertentu. Pada umumnya buta warna adalah disebabkan
oleh faktor genetik, dimana ansestornya memiliki penyakit buta warna. Penderita buta warna
tidak dapat mengenali satu atau beberapa warna sekaligus.
7) Obesitas
Obesitas adalah suatu keadaan dimana berat badan melebihi batas paling tinggi kelebihan berat
badan dan tubuh didominasi mayoritas lemak. Orang yang mengalami obesitas umumnya susah
mengendalikan nafsu makan. Salah satu penyebab obesitas adalah gen atau keturunan. Gen
tersebut menyebabkan fungsi menahan nafsu makan tidak bekerja dengan baik, ditambah dengan
kebiasaan gaya hidup yang tidak baik dengan memakan-makanan yang tinggi lemak dan rendah
nutrisi seperti junk food.
A. Pengertian Penyakit Menular Seks
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan
seks. Penyakit menular seksual (PMS) atau kadang-kadang disebut infeksi menular seksual
(IMS) adalah penyakit yang menyebar melalui hubungan seks. Orang awam lebih sering
menyebutnya penyakit kelamin. PMS ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. Selain melalui
kontak seksual, PMS juga dapat menular lewat penggunaan bersama jarum suntik dan dari ibu
ke anak sebelum, selama atau setelah persalinan.
PMS terutama berisiko pada mereka yang berganti-ganti pasangan. Semakin sering anda
berganti pasangan, semakin besar risiko anda terinfeksi PMS. Risiko PMS dapat dikurangi
dengan perilaku seks yang aman.
PMS memengaruhi baik pria maupun wanita. Namun, masalah kesehatan dan
konsekuensi jangka panjang PMS cenderung lebih parah pada wanita. Beberapa PMS dapat
menyebabkan infeksi radang panggul, abses tuba falopi/ovarium, dan parut organ reproduksi
yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim), infertilitas dan bahkan
kematian.

B. Jenis-jenis penyakit menular seks
Jenis-jenis penyakit menular seks ( PMS ) yang disebabkan karena seks bebas adalah sebagai
berikut :
a. Gonorrhea
Gonorrhea juga dikenal sebagai kencing nanah, dapat terjadi pada wanita maupun pria.
Penyakit ini disebabkan karena Infeksi bakteri Neissiria gonorrhoae. Bakteri ini menyerang
selaput lendir dari alat kelamin ( saluran kencing ), daerah rahim atau leher rahim, saluran tuba
fallopi, anus, kelopak mata, dan tenggorokan. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual.
Tanda dan gejala :
a) Keluar cairan putih kekuning-kuningan dari alat kelamin
b) Terasa panas dan nyeri pasa saat buang air kecil
c) Terjadi pembengkakan pada testis ( pria )
d) Keluhan dan gejala terkadang belum Nampak meskipun sudah menyebar keseluruh tuba fallopi
( wanita )
Pengobatan dengan memberikan antibiotika seperti, Ceftriaxone, Cefixisme, Ciprofloxacin
dan Ofloxacin
b. Syphillis
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya, karena mengganggu otak dan
fungsi organ lainnya, disebabkan oleh Treponema pallidum, Penularannya terjadi lewat
hubungan seksual yang tidak sehat.
Tanda dan gejala :
a) Muncul benjolan di sekitar kelamin
b) kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa
diobati.
c) Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seksual.
d) selama 2-3 tahun pertama, penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun setelah 5-10
panyakit ini menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah, dan jantung.
e) Pada perempuan penyakit ini dapat menular pada bayi yang di kandung.
Pengobatan pada penderita syphilis dengan memberikan penisiln intra muskulus. Pada pasien
hamil, diberikan ertiromisin atau setriakson. Doksiklin atau tetrasiklin diberikan pada pasien
yang alergi penisilin tapi tidak hamil.
c. Herpes
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis (herpes kelaim). Penyebab herpes
ini adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan seks, pakaian.
Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutan dan sakit. Lalu akan muncul bercak
kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri. Lepuhan ini
pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. Herpes timbul antara 3 sampai 10 hari
setelah berhubungan dengan orang yang mempunyai penyakit tersebut. Tetapi antara 5-10 hari,
gejala ini akan hilang dan muncul kembali. Gelaja ini timbul tergantung tergantung daya tahan
tubuhnya.
d. HIV / AIDS
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, suatu penyakit yang
membuat tubuh sulit mencegah terjadinya infeksi penyakit. VirusHuman Immunodeficiency
Virus (HIV), yang menyebabkan terjadinya penurunan kekebalan tubuh pada manusia,
menyebabkan AIDS dengan menginfeksi dan merusak sebagian dari kekebalan tubuh terhadap
penyakit, misalnya sel-sel darah putih yang dikenal dengan nama limfosit (tipe sel darah putih
dalam sistem kekebalan tubuh yang berguna untuk menahan serbuan kuman penyakit).
HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari seseorang
yang telah terinfeksi dengan virus. Kontak tersebut umumnya terjadi karena penggunaan jarum
suntik bersama atau hubungan seks tanpa pelindung dengan seseorang yang telah terinfeksi
virus. Seorang bayi dapat tertular HIV dari ibu yang terinfeksi. Meskipun ada obat untuk
perawatan penderita HIV dan AIDS, tidak ada vaksin atau obat untuk menyembuhkannya.
Tanda dan gejalanya :
Beberapa orang tidak mengalami gejala saat terinfeksi pertama kali. Sementara yang lainnya
mengalami gejala-gejala seperti flu, termasuk demam, kehilangan nafsu makan, berat badan
turun, lemah dan pembengkakan saluran getah bening. Gejala-gejala tersebut biasanya
menghilang dalam seminggu sampai sebulan, dan virus tetap ada dalam kondisi tidak aktif
(dormant) selama beberapa tahun. Namun, virus tersebut secara terus menerus melemahkan
sistem kekebalan, menyebabkan orang yang terinfeksi semakin tidak dapat bertahan terhadap
infeksi-infeksi oportunistik.
Adapun tiga cara utama mencegah HIV/AIDS, yaitu :
1. Pencegahan penularan melalui hubungan seksual dengan berprilaku seksual yang aman
(dikenal dengan singkatan ABC), yaitu :
2. Abstinensia Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.
3. Be faithful setia terhadap pasangan yang sah (suami-istri).
4. Condom Menggunakan kondom (bila tidak dapat melakukan A maupun B tersebut)
termasuk menggunakan kondom sebelum PMS-nya disembuhkan.
5. Sebisa mungkin menghindari tfansfusi darah yang tidak jelas asal-usulnya.
6. Pencegahan penularan dari ibu ke anak dengan melakukan tes dan konseling pada saat
kehamilan serta pemberian obat antiretroviral pada ibu hamil yang mengidap HIV.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Penyakit merupakan sesuatu yang mengganggu dan menimbulkan masalah terhadap kesehatan
sehingga seseorang yang terserang penyakit akan merasa tidak nyaman, sakit, menderita atau
secara fisiologis atau atau anatomis tubuh orang tersebut aktivitasnya terganggu sehingga
menjadi tidak normal.

Pencegahan secara umum:
1. Mempertinggi nilai kesehatan
2. Memberikan vaksinasi/ imunisasi
3. Pemeriksaan Kesehatan Berkala
4. Pola Hidup Sehat
B. Saran
1. Untuk pemerintah lebih meningkatkan infrastruktur dalam bidang kesehatan misal: lebih
meningkatkan kualitas pelanyanannya.
2. Untuk pembaca sebaiknya harus menerapkan pola hidup sehat seperti olagraga, makan yang
bergizi, menjaga lingkungan dan sebagainya.