Anda di halaman 1dari 2

Menurut penelitian Dany Noor Isnaeni (Universitas Gunadarma) menunjukkan alat

perekam denyut jantung dengan berbasis komputer menggunakan sensor elektroda


yang mampu menangkap sinyal denyut jantung. Dengan menggunakan
pengantarmukaan parallel pada komunikasinya, ADC mengubah masukan analog
menjadi keluaran digital yang akan diteruskan ke komputer dan perangkat lunak.
Bahasa pemograman Delphi, digunakan untuk menampilkan grafik dari denyut jantung
yang nantinya dapat dihitung besarnya frekuensi dari denyutan jantung tersebut.
Gagasan untuk menggunakan komputer dalam mendeteksi detak jantung didasarkan
pada hal dimana kegiatan ini membutuhkan rutinitas dan tingkat ketelitian yang sangat
tinggi serta waktu antisipasi yang cepat. Alat tersebut dapat merekam sinyal detak
jantung dalam waktu tertentu dan memberikan informasi berapa detak jantung yang
terjadi dalam satu menit dan tinggi rendahnya sinyal detak jantung tersebut. Alat yang
digunakan mempunyai 4 masukan, berarti terdapat 4 buah sensor analog yang dapat
direkam dan pengambilan data tidak akan terbuang dan dapat diatasi dengan
menghitung besarnya frekuensi denyut jantung dikalibrasikan dengan pengambilan data
pada pengubahnya.

Menurut penelitian Ratih Dwi Wulansari (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
yang memiliki gagasan untuk membuat sistem pemantau kesehatan manusia berbasis
jaringan sensor nirkabel dengan pengolahan sinyal analog yang dihasilkan oleh
elektrokardiogram merupakan sinyal yang diinterferensi oleh sinyal lain yang ada di
dalam tubuh. Untuk itu perlu pemisahan sinyal manjadi dua bagian yaitu pertama
Penguat sinyal alat (Amplifier Instrumentasi Sinyal) dan filter (Low Pass Filter beserta
Band Reject Filter). Dari hasil olah sinyal tersebut akan diambil
sinyal detak jantungnya saja. Sinyal yang masih lemah ini kemudian di kuatkan dengan
amplifier instrumentasi dan akan ditentukan scaling-nya. Setelah sinyal 4 diproses di
pengolahan sinyal dan dibuat level scaling maka data dimasukkan ke ADC (Analog to
Digital Convertion), dapat juga dengan memanfaatkan ADC Internal dalam
mikrokontroller ATMega 8535.

Menurut penelitian Jan Setiawan (2003) alat yang dibuat untuk memantau detak
jantung yang menggunakan metode optic dimana jaringan tubuh berperan sebagai filter
sinar yang dipancarkan LED(Light Emitting Diode) ultra inframerah yang memiliki daya
pancaran lebih kuat daripada LED inframerah biasa. Sinar inframerah yang dipancarkan
dari sumber cahaya LED dilewatkan melalui jari tangan dan dibaliknya terdapat
photodiode yang akan menangkap cahaya yang diteruskan melalui jari tangan. Sinyal
yang ditangkap disaring dan dikuatkan menggunakan HPF(High Pass Filter) dan
penguatan yang diperbolehkan 100 sampai 200 kali. Sinyal hasil penguatan akan
dikomparasikan pada level tegangan tertentu sehingga akan diperoleh sinyal digital
berupa frekuensi dari detak jantung.

Menurut penelitian Machriz Erlianto(2008) monitoring denyut jantung dapat dilakukan
menggunakan teknik langsung (direct) ataupun tidak langsung (indirect). Secara
langsung dilakukan dengan mensensor pada jantung itu sendiri. Sedangkan secara
tidak langsung dengan memanfaatkan pembuluh darah, yaitu dengan melakukan
sadapan atau sensor pada aliran darah tersebut. Frekuensi atau irama kerja jantung
dibagi dalam 3 kondisi, yaitu:
Takikardia : berarti denyut jantung yang cepat lebih dari 100 kali/menit.
Bradikardia : berarti denyut jantung yang lambat kurang dari 60 kali/menit.
Normal : berarti denyut jantung diantara 60 100 kali/menit.
Pada jari tangan manusia terdapat pembuluh darah, yang mana frekuensi atau irama
aliran darah yang mengalir merupakan representasi dari frekuensi denyut jantung itu
sendiri, dengan catatan bahwa jantung tersebut tidak dalam kondisi kritis. Jadi
monitoring ini bersifat tidak langsung (indirect). Cara kerja secara singkat alat tersebut
adalah salah satu jari tangan dimasukkan ke blok heartbeat tranducer, nantinya cahaya
LED yang menembus jari tangan akan diterima oleh LDR yang mana frekuensi aliran
darah tersebut yang akan dideteksi. Data tersebut akan diolah pada mikrokontroler dan
hasilnya ditampilkan pada LCD yang berupa grafik dan juga menunjukkan berapa
banyaknya denyut jantung setiap menitnya.