Anda di halaman 1dari 38

Penatalaksanaan

GOUT
Kelompok 2
Desri Ofriani (1021015011)
Fitri Ledia (1021015019)
Honesti Maulani (1021015022)
Kiki Fitri (1021015025)
Sri Yulianti Putri (1021015052)
Tuan AU, 43 tahun Selasa pagi-pagi datang ke klinik
dekat rumahnya dan mengeluhkan nyeri di pangkal
jempol kaki kiri sehingga tidak bisa mengenakan
sepatu dan jalan terpicang-pincang.
Berdasarkan hasil
pemeriksaan diketahui :
Berat badan
86 kg
Tinggi badan
156 cm
Tekanan darah
145/85 mmHg
KASUS
Nadi
80x/menit
Sebelumnya : hari Senin, tuan AU puasa dan
berbuka dengan makan goreng burung puyuh
dengan minum jus alpukat dan coklat.
Hasil pemeriksaan
laboratorium
dijumpai :
Asam urat
6,8 %
Total cholesterol
246 mg%
LDL 176 mg%
Apa yang terjadi pada Tn AU?
MORE INFO
Diagnosis dokter:
gouty acute arthritis
Obat yang diberikan:
allopurinol 1x300 mg,
celecoxib 2x200 mg,
piroxam 2x20 mg,
asam mefenamat 2x500 mg
dexamethason 2x1 tablet
keesokan harinya tuan AU kembali
ke dokter dengan mengeluhkan
tidak enak dan perih di ulu hati.
Pada pemeriksaan dijumpai tekanan
darah 195/100 mmHg.
Mengapa hal ini terjadi
pada AU (peninggian
tekanan darah
dan nyeri uluhati)
?
Katabolisme Asam Urat
GOUT ARTHRITIS
Definisi
Gout arthritis merupakan kelompok
penyakit heterogen sebagai akibat
deposisi kristal monosodium urat pada
jaringan atau akibat supersaturasi asam
urat di dalam cairan ekstraseluler.
GOUT
PRIMER
GOUT
SEKUNDER
Akibat langsung pembentukan as. Urat
tubuh yang berlebihan atau akibat
penurunan ekskresi as.urat
Disebabkan karena pembentukan as.urat
yang berlebihan atau ekskresi as.urat yang
berkurang akibat proses penyakit lain atau
pemakaian obat obat tertentu.

Gangguan metabolisme yang
mendasari

Hiperurisemia dimana terjadi
peninggian kadar urat lebih
dari 7mg/dl pada pria atau
6mg/dl pada wanita.
EPIDEMIOLOGI
Lebih banyak terjadi pada laki laki dibandingkan perempuan.
Pada perempuan sering terjadi pada masa pramenopause.
Terjadi di seluruh dunia tanpa memandang ras.
Terjadi secara genetik

ETIOLOGI
Etiologi yang sebenar masih belum diketahui
Terdapat efek pada proses metabolisme yang menghasilkan produksi
asam urat yang berlebihan
Juga dapat disebabkan oleh kegagalan atau efek pada ginjal untuk
mengeliminasi asam urat
Ini menyebabkan asam urat terkumpul pada cairan synovial dan menjadi
kristal
Patologi gout
Histopatologis dari tofus menunjukkan granuloma
dikelilingi oleh butir kristal monosodium urat (MSU). Reaksi
inflamasi disekeliling kristal terutama terdiri dari sel
mononuklir dan sel giant.
Erosi kartilago dan korteks tulang terjadi di sekitar tofus.
Kristal dalam tofus berbentuk jarum dan sering membentuk
kelompok kecil secara radaier. Komponen penting lain
dalam tofi adalah lipid glikosaminoglikan dan plasma
protein.
Pada arthritis gout akut cairan sendi juga mengandung
monosodium urat monohidrat pada 95% kasus.
Pada cairan aspirasi dari sendi yang diambil segera
pada saat inflamasi akut akan ditemukan banyak kristal
di dalam lekosit
Patologi gout
Komponen penting lain dalam tofi adalah lipid
glikosaminoglikan dan plasma protein.
Pada arthritis gout akut cairan sendi juga mengandung
monosodium urat monohidrat pada 95% kasus.
Pada cairan aspirasi dari sendi yang diambil segera pada saat
inflamasi akut akan ditemukan banyak kristal di dalam lekosita
MANIFESTASI KLINIS GOUT
STADIUM ARTHRITIS GOUT AKUT
Radang sendi pada stadium ini sangat akut dan yang
timbul sangat cepat dalam waktu singkat.
Biasanya bersifat monoartikular dengan keluhan
utama berupa nyeri, bengkak, terasa hangat, merah
dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil dan
merasa lelah.
Lokasi paling sering adalah metatarsophalang I.
Serangan akut dapat sembuh beberapa hari sampai
beberapa minggu.
Faktor pencetus serangan akut yaitu trauma lokal, diet
tinggi purin, kelelahan fisik, stres, tindakan operasi,
pemakaian obat diuretik dan peningkatan atau
penurunan asam urat.
STADIUM INTERKRITIKAL
Merupakan kelanjutan dari stadium akut dimana
terjadi periode interkritik asimptomatik. Walau secara
klinik tidak didapat tanda tanda akut, namun pada
aspirasi sendi ditemukan kristal urat.
Ini menunjukkan proses peradangan terus berlanjut
walau tanpa keluhan. Keadaan ini dapat terjadi satu
atau beberapa kali pertahun dan dapat sampai 10
tahun tanpa serangan akut.
Manajemen yang tidak baik, maka keadaan interkritik
akan berlanjut menjadi stadium menahun dengan
pembentukan tofi

STADIUM ARTHRITIS GOUT MENAHUN
Biasanya disertai tofi yang banyak dan terdapat
poliartikular. Tofi ini sering pecah dan sulit sembuh
dengan obat, kadang kadang dapat timbul infeksi
sekunder.
Pada tofus yang besar dapat dilakukan ekstispasi,
namun hasilnya kurang memuaskan.
Lokasi tofi yang paling sering pada cuping telinga,
metatarsophalang I, olekranon dan jari tangan.
Pada stadium ini kadang disertai batu saluran kemih
sampai penyakit ginjal menahun.

DIAGNOSIS
Dengan menemukan kristal urat dal tofi merupakan diagnosis spesifik
untuk gout. Tetapi tidak semua pasien memilikitofi, sehingga tes
diagnostik ini kurang spesifik.
Oleh karena itu kombinasi dari penemuan penemuan ini dapat dipakai
untuk menegakkan diagnosa :
*riwayat inflamasi klasik arthritis monoartikuler khusus pada sendi
metatasophalang I
*diikuti oleh stadium interkritik dimana bebas simptom
*resolusi sinovitis yang cepat dengan pengobatan kolkisin
*hiperurisemia

PATOGENESISGOUT ARTHRITIS
AKUT
Hiperurisemia

Penumpukan kristal
urat

Fagositosis kristal
leukosit

Cedera jaringan
Dan
Peradangan
PEMBENTUKAN KRISTAL
Suhu
Semakin rendah suhu,
solubilitas semakin berkurang membentuk Kristal
pH
-semakin tinggi pH, semakin kurang solubilitas

REAKSI INFLAMASI
FAKTOR FAKTOR YANG
BERPERANAN MEMICU GOUT

Diet tinggi purin
Minuman
beralkohol
DM
Obese
Obat obat yang
menghambat
ekskresi as. Urat di
ginjal
Pemeriksaan
Laboratorium
Pemeriksaan Darah
lengkap
Laju endap darah
Kelainan metabolik
Pemeriksaan asam
urat
Faal ginjal
Urine 24 jam &
kreatinin urine
Radiografi
X-RAY
Sendi akan mengalami
penyempitan dan
destruksi pada permukaan
sendi, TOPHI
terlihat seperti
pembengkakkan jaringan
lunak, dan terjadi erosi
pada tepi tulang
MRI
Tulang mengalami edema
dan pembengkakkan
Aspirasi cairan sendi
Merupakan gold standard untuk diagnosa gout
Jarum di insersi ke dalam sendi untuk mengambil sampel atau jaringan
Cairan ini diperiksa untuk menemukan adanya kristal MSU
Kriteria Diagnosa Gout
1. Kristal urat pada cairan sendi atau adanya tofus
2. Terdapat 12 kriteria
a. Peradangan maksimum terjadi dalam 1 hari
b. Lebih dari satu serangan akut arthritis
c. Serangan terjadi secara monoartritis
d. Kemerahan pada sendi
e. Nyeri/Pembengkakan pada sendi metatarsofalangeal I
f. Serangan unilateral pada metatarsofalangeal I
g. Serangan unilateral pada sendi tarsal
h. Adanya tofus
i. Hiperurisemia
j. Pembengkakan asimetris pada sendi
k. Adanya kista subcortical tanpa erosi
l. Kultur bakteri negatif pada cairan sendi

Diagnosa banding
Septic arthritis
Rheumatoid arthritis
Acute pseudogout
Psoriatic arthritis
Selulitis
KOMPLIKASI
Periode asimtomatik akan memendek apabila penyakit menjadi
progresif. Semakin muda usia pasien pada saat mulainya penyakit maka
semakin besar kemungkinan menjadi progresif.
Arthritis tofi kronik terjadi setelah serangan akut berulang tanpa terapi
yang adekuat, pada pasien gout ditemukan peningkatan insidens
hipertensi, penyakit ginjal, dan DM penyebabnya belum diketahui.
1. Deformitas pada persendian yang terserang
2. Urolitiasis akibat deposit kristal urat pada saluran
kemih
3. Nephrophaty akibat deposit kristal urat dalam
interstisial ginjal Prognosis Tanpa terapi yang
adekuat, serangan dapat berlangsung berhari-hari,
bahkan beberapa minggu.
PENATALAKSANAAN ARTHRITIS
GOUT

Edukasi
Pengaturan
diet
Istirahat
sendi
Pengobatan
Pada stadium akut
tidak boleh diberikan
alopurinol atau obat
urikosurik.
Penatalaksanaan Farmakologi
a. Hiperurisemia Asimptomatis
Biasanya tidak membutuhkan pengobatan secara farmakologi. Hal yang
perlu dilakukan adalah cara untuk mencegah terjadinya serangan akut.
b. Arthritis Gout Akut
Pengobatan arthritis Gout Akut bertujuan menghilangkan keluhan nyeri
sendi dan peradangan.
Istirahat dan terapi dengan pemberian NSAID merupakan line pertama
dalam menangani serangan akut Gout asalkan tidak ada kontraindikasi
terhadap NSAID.
Sebagai alternatif (terapi line kedua) adalah dengan pemberian kolkisin
(colchicine). Keputusan memilih NSAID atau kolkisin tergantung pada
keadaan pasien. Kortikosterotid diberikan apabila Colchicine dan NSAID
tidak efektif atau kontraindikasi.

NSAID
NSAID merupakan terapi lini pertama yang efektif untuk pasien yang
mengalami serangan gout akut. NSAID harus diberikan dengan dosis
sepenuhnya (full dose) pada 24-48 jam pertama atau sampai rasa nyeri
hilang. NSAID biasanya memerlukan waktu 24-48 jam untuk bekerja,
walaupun untuk menghilangkan secara sempurna gejala gout biasanya
diperlukan 5 hari terapi .

a. Indometasin
Banyak diresepkan untuk serangan akut arthritis gout,
dengan dosis awal 75-100 mg/hari
Dosis diturunkan setelah 5 hari bersamaan dengan
meredanya gejala serangan akut
Merupakan derivate indol asam asetat. Indometasin memiliki efek
anti-inflamasi, analgesic, dan antipiretik. Obat ini mneghambat enzim
sikolooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2
terganggu.
Efek samping : nyeri abdomen, diare, pendarahan
lambung, pancreatitis, sakit kepala, depresi,
halusinasi, psikosis, dsb. Tapi efek ini akan sembuh
saat dosis obat diturunkan. Karena toksisitasnya,
indometasin tidak dianjurkan pada anak, wanita
hamil, pasien dengan gannguan psikiatrik dan
pasien penyakit lambung.

Dosis awal 750 mg, kemudian 250 mg 3 kali/hari

b. Azapropazon
Obat ini menurunkan kadar urat serum,
mekanisme pastinya belum diketahui dengan
jelas. Komite Keamanan Obat (CMS)
membatasi penggunaan obat ini hanya untuk
gout akut saja jika NSAID lain sudah dicoba
tapi tidak berhasil.
Kontraindikasi pada pasien
dengan riwayat ulkus peptic,
gangguan fungsi ginjal
menengah sampai berat dan
pada pasien lanjut usia dengan
gangguan fungsi ginjal ringan.
c. Naproxen
Dosis awal 100 mg, kemudian 50 mg 3 kali/hari selama 48 jam,
kemudian 50 mg 2 kali/hari selama 8 hari.

d. Piroxicam
merupakan derivate asam enolat
Indikasinya untuk inflamasi pada sendi
Efek samping yang paling sering adalah tukak lambung
Dosis awal 40 mg, kemudian 10-20 mg/hari
e. Diclofenac
Etoricoxib
Merupakan satu-satunya COX-2 inhibitor yang dilisensikan untuk mengatasi
serangan akut gout. Obat penghambat COX-2 ini diberikan untuk pengobatan
inflamasi dan nyeri yang kurang menyebabkan toksisitas saluran cerna. Obat
ini efektif tapi cukup mahal, dan bermanfaat terutama untuk pasien yang tidak
tahan terhadap efek GI NSAID non- selektif.
Efek samping pada GI bagian atas yang lebih rendah dibanding NSAID non-
selektif lain. CSM menganjurkan untuk tidak meresepkan obat ini pada pasien
dengan penyakit iskemik, serebrovaskular, atau gagal jantung menengah dan
berat.
Obat Etoricoxib sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang hipertensinya
belum terkontrol

f. Cox-2 Selective Inhibitor
Colchicine
Obat ini bersifat antiradang yang spesifik untuk penyakit arthritis.
Dibanding NSAID, obat ini kurang popular karena mula kerjanya (onset)
lebih lambat dan efek samping lebih sering dijumpai.
Obat ini berikatan dengan protein mikrotubular dan menyebabkan
depolimerisasi dan menghilangkan mikrotubul fibrilar granulosit dan sel
bergerak lainnya. Hal ini menyebabkan penghambatan migrasi granulosit
ke tempat radang sehingga pelepasan mediator inflamasi juga dihambat
dan respon inflamasi ditekan. Selain itu, obat ini juga mencegah pelepasan
glikoprotein dari leukosit yang pada Gout penyebab nyeri dan radang.

C. Gout Interkritikal
Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi kadar asam urat untuk
mencegah penimbulan Kristal urat pada jaringan (persendian) sehingga
tidak berlanjut ke tahap yang lebih berat.
D. Arthritis Gout Kronik
Terapi ini bertujuan untuk menurunkan asam urat yang dimulai jika pasien
mengalami serangan lebih dari 2 kali dalam setahun.
1. Alopurinol
Selain mengontrol gejala, obat ini juga melindungi fungsi ginjal. Alopurinol
menurunkan produksi asam urat dengan cara menghambat enzim xantin
oksidase (enzim yang mengubah hipoxantin menjadi xantin dan akhirnya
menjadi asam urat).
Melalui mekanisme umpan balik, obat ini juga bisa menghambat sintesis
purin yang merupakan prekusor xantin. Pengobatan jangka panjang
mengurangi frekuensi serangan, menghambat pembentukan tofi,
memobilisasi asam urat dan mengurangi besarnya tofi
2. Urikosurik
Indikasi : pada pasien yang tidak tahan atau alergi alopurinol dan pada
pasien dengan fungsi ginjal normal tetapi ekskresinya rendah.
Obat ini dapat meningkatkan ekskresi asam urat dengan menghambat
reabsorpsi tubulus ginjal. Supaya agen- agen urikosurik dapat bekerja
dengan efektif dibutuhkan fungsi ginjal yang memadai.
Kretinin klirens perlu diperiksa untuk menentukan fungsi ginjal (normal
adalah 115 sampai 120 ml/menit).
Perlu diingat semua produk aspirin harus dihindari karena dapat
menghambat ekskresi asam urat oleh ginjal. Urokosurik seperti
Probenesid dan Sulfinpirazon (2 kali 100-200 mg sehari, ditingkatkan
sampai 400-800 mg lalu dikurangi sampai dodis efektif minimal)
merupakan alternative untuk pasien yang tidak tahan dengan alopurinol.
Colchicine dianjurkan diberikan pada awal terapi.

Famako-etika
Farmako-etika berperan penting dalam pengambilan keputusan yang
berkaitan dengan penggunaan zat kimia / obat , yang memenuhi kaidah
etik.
Farmako-etika tidak hanya mempertimbangkan aspek etik dalam
penggunaan obat saja, tetapi juga dari aspek keilmuan / legislasi
pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian zat kimia / obat
Memenuhi prinsip umum etik : Menghargai hak azasi / otonomi seseorang

Memberikan obat / zat kimia kepada pasien tanpa disertai penjelasan tentang
tujuan, keuntungan dan kerugian yang dapat terjadi akibat penggunaan obat
Penggunaan obat / zat kimia yang menyebabkan ketidaknyamanan & tanpa
kerelaan pasien
Penggunaan obat / zat kimia yang tidak tepat indikasi(drug-abuse & drug-
misuse)
Menggunakan obat / zat kimia yang harganya mahal, sementara ada obat yang
setara efektivitasnya dengan harga yang lebih murah
Penggunaan obat / zat kimia yang tidak terjamin mutunya, yang disimpan &
ditransport dengan prosedur yang tidak standard
Penggunaan obat / zat kimia dengan alasan diluar kepentingan pasien(sponsor
atau badan lain yang terkait)
Penggunaan obat / zat kimia yang tidak diperbolehkan oleh keyakinan /
agama, kondisi sosial budaya di tempat tertentu
Penggunaan obat / zat kimia yang tidak mempunyai legalitas dalam produksi,
distribusi dan penggunaannya


Beberapa kondisi yang tidak sesuai dengan
kaidah Farmako-etika
Hak pasien dalam penggunaan
obat

Pasien berhak mengetahui rahasia kedokteran yang berkaitan dengan
pengobatan dirinya
Pasien berhak menyetujui dan menolak pengobatan yang akan dilakukan
ke atas dirinya
Pasien berhak mengetahui rahasia kedokteran yang berkaitan dengan
pengobatan dirinya
Pasien berhak mendapat ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang
dilakukan oleh
tenaga kesehatan

KESIMPULAN
AU menderita gout arthritis akut.
Terjadi peninggian tekanan darah
dan nyeri ulu hati karena pemilihan
kombinasi obat yang salah.

Reseptor sitokin

SEKIAN