Anda di halaman 1dari 8

BIOKIMIA PERIKANAN

ENZIM
Disusun oleh :
Perikanan B Kelompok 1
Dea Hari Utari

230110130116

Mediana Rahma Putri

230110130123

Rika Mustikawati

230110130125

M. Zais Syahri

230110130138

Riza Sulaiman

230110130115

Cleovanya Michelly

230110130095

Candra Hermawan

230110130077

Angga Nugraha

230110130088

Fakhri Fathurrahman

230110130090

Satria Nugraha

230110130112

Esti Mutia

230110135001

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS PADJADJARAN
2014
1. Pengertian, Struktur, dan Fungsi Enzim

a. Pengertian Enzim
Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk reaksi-reaksi kimia
di dalam sistem biologi. Katalisator mempercepat reaksi kimia. Walaupun katalisator
ikut serta dalam reaksi, ia kembali ke keadaan semula bila reaksi telah selesai. Enzim
adalah katalisator protein untuk reaksi-reaksi kimia pada sistem biologi. Sebagian
besar reaksi tersebut tidak dikatalis oleh enzim.

b. Struktur Enzim
Enzim umumnya merupakan protein globular dan ukurannya berkisar dari hanya
62 asam amino pada monomer 4-oksalokrotonat tautomerase, sampai dengan lebih
dari 2.500 residu pada asam lemak sintase. Terdapat pula sejumlah kecil katalis RNA,
dengan yang paling umum merupakan ribosom; Jenis enzim ini dirujuk sebagai
RNA-enzim ataupun ribozim. Aktivitas enzim ditentukan oleh struktur tiga
dimensinya (struktur kuaterner). Walaupun struktur enzim menentukan fungsinya,
prediksi aktivitas enzim baru yang hanya dilihat dari strukturnya adalah hal yang
sangat sulit.
Kebanyakan enzim berukuran lebih besar daripada substratnya, tetapi hanya
sebagian kecil asam amino enzim (sekitar 34 asam amino) yang secara langsung
terlibat dalam katalisis. Daerah yang mengandung residu katalitik yang akan

mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai tapak aktif.
Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikat kofaktor yang diperlukan untuk
katalisis. Beberapa enzim juga memiliki tapak ikat untuk molekul kecil, yang sering
kali merupakan produk langsung ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi.
Pengikatan ini dapat meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. Dengan
demikian ia berfungsi sebagai regulasi umpan balik.
Sama seperti protein-protein lainnya, enzim merupakan rantai asam amino yang
melipat. Tiap-tiap urutan asam amino menghasilkan struktur pelipatan dan sifat-sifat
kimiawi yang khas. Rantai protein tunggal kadang-kadang dapat berkumpul bersama
dan membentuk kompleks protein. Kebanyakan enzim dapat mengalami denaturasi
(yakni terbuka dari lipatannya dan menjadi tidak aktif) oleh pemanasan ataupun
denaturan kimiawi. Tergantung pada jenis-jenis enzim, denaturasi dapat bersifat
reversibel maupun ireversibel.
c. Fungsi Enzim
Enzim mempunyai berbagai fungsi bioligis dalam tubuh organisme hidup. Enzim
berperan dalam transduksi signal dan regulasi sel, seringkali melalui enzim kinase
dan fosfatase. Enzim juga berperan dalam menghasilkan pergerakan tubuh, dengan
miosin menghidrolisis ATP untuk menghasilkan kontraksi otot. ATPase lainnya dalam
membran sel umumnya adalah pompa ion yang terlibat dalam transpor aktif. Enzim
juga terlibat dalam fungs-fungsi yang khas, seperti lusiferase yang menghasilkan
cahaya pada kunang-kunang. Virus juga mengandung enzim yang dapat menyerang
sel, misalnya HIV integrase dan transkriptase balik.
Salah satu fungsi penting enzim adalah pada sistem pencernaan hewan. Enzim
seperti amilase dan protease memecah molekul yang besar (seperti pati dan protein)
menjadi molekul yang kecil, sehingga dapat diserap oleh usus. Molekul pati, sebagai
contohnya, terlalu besar untuk diserap oleh usus, namun enzim akan menghidrolisis
rantai pati menjadi molekul kecil seperti maltosa, yang akan dihidrolisis lebih jauh

menjadi glukosa, sehingga dapat diserap. Enzim-enzim yang berbeda, mencerna zatzat makanan yang berbeda pula. Pada hewan pemamah biak, mikroorganisme dalam
perut hewan tersebut menghasilkan enzim selulase yang dapat mengurai sel dinding
selulosa tanaman.
Beberapa enzim dapat bekerja bersama dalam urutan tertentu, dan menghasilan
lintasan metabolisme. Dalam lintasan metabolisme, satu enzim akan membawa
produk enzim lainnya sebagai substrat. Setelah reaksi katalitik terjadi, produk
kemudian dihantarkan ke enzim lainnya. Kadang-kadang lebih dari satu enzim dapat
mengatalisasi reaksi yang sama secara bersamaan.
Enzim menentukan langkah-langkah apa saja yang terjadi dalam lintasan
metabolisme ini. Tanpa enzim, metabolisme tidak akan berjalan melalui langkah yang
teratur ataupun tidak akan berjalan dengan cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan
sel. Dan sebenarnya, lintasan metabolisme seperti glikolisis tidak akan dapat terjadi
tanpa enzim. Glukosa, contohnya, dapat bereaksi secara langsung dengan ATP, dan
menjadi terfosforliasi pada karbon-karbonnya secara acak. Tanpa keberadaan enzim,
proses ini berjalan dengan sangat lambat. Namun, jika heksokinase ditambahkan,
reaksi ini tetap berjalan, namun fosforilasi pada karbon 6 akan terjadi dengan sangat
cepat, sedemikiannya produk glukosa-6-fosfat ditemukan sebagai produk utama. Oleh
karena itu, jaringan lintasan metabolisme dalam tiap-tiap sel bergantung pada
kumpulan enzim fungsional yang terdapat dalam sel tersebut.
2. Enzim Pada Ikan Air Tawar dan Ikan Air Laut
Fungsi
No.

Nama Enzim

Letak

Penghasil
Mengubah

Menjadi

1.

Ptialin / Amilase

Mulut

Amilum

Maltosa

Kelenjar Ludah

2.

Pepsin

Lambung

Protein

Pepton

Lambung

3.

Renin

Lambung

Mengendapkan kasein susu

4.

Amilase

Usus 12 Jari

Maltosa

Glukosa

Pankreas

5.

Tripsin

Usus 12 Jari

Pepton

Asam Amino

Pankreas

6.

Lipase

Usus 12 Jari

Lemak

7.

Erepsin

Usus Halus

Pepton

8.

Maltase

Usus Halus

Maltosa

9.

Sukrase

Usus Halus

Sukrosa

10.

Laktase

Usus Halus

Laktosa

Asam Lemak &


Gliserol
Asam Amino
Glukosa +
Glukosa
Glukosa +
Fruktosa
Glukosa +
Galaktosa

Lambung

Pankreas
Usus 12 Jari
Usus Halus
Usus Halus
Usus Halus

Pada ikan air laut kandungan enzim yang lebih banyak adalah enzim yang mampu
menguraikan lemak dan protein, seperti enzim lipase dan pepsin. Sedangkan pada
ikan air tawar enzim yang lebih banyak adalah enzim yang mampu menguraikan
karbohidrat atau amilum seperti enzim amylase.
3. Mekanisme Kerja Enzim
1 Enzim mengkatalis reaksi dengan cara meningkatkan laju reaksi. Enzim
meningkatkan laju reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi (energi yang
diperlukan untuk reaksi) dari EA1 menjadi EA2. Penurunan energi aktivasi
dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat. Setelah produk
dihasilkan, kemudian enzim dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk
kompleks baru dengan substrat yang lain.

Enzim memiliki sisi aktif, yaitu bagian enzim yang berfungsi sebagai katalis.
Pada sisi ini, terdapat gugus prostetik yang diduga berfungsi sebagai zat
elektrofilik sehingga dapat mengkatalis reaksi yang diinginkan. Bentuk sisi aktif
sangat spesifik sehingga diperlukan enzim yang spesifik pula. Hanya molekul
dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Agar dapat

bereaksi, enzim dan substrat harus saling komplementer.


Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan anak
kunci, dan teori kecocokan yang terinduksi.
a. Teori gembok dan anak kunci (Lock and key theory)
Enzim sangatlah spesifik. Pada tahun 1894, Emil Fischer mengajukan bahwa hal
ini dikarenakan baik enzim dan substrat memiliki bentuk geometri yang saling
memenuhi. Hal ini sering dirujuk sebagai model "Kunci dan Gembok". Enzim
dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk
dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi
aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk
serta membebaskan enzim.

b. Teori

kecocokan

yang

terinduksi

(Induced

fit

theory)

Pada tahun 1958, Daniel Koshland mengajukan modifikasi model kunci dan
gembok.Menurut teori kecocokan yang terinduksi, sisi aktif enzim merupakan
bentuk yang fleksibel. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi
aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk
sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas.
Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut.
Akibatnya, substrat tidak berikatan dengan tapak aktif yang kaku. Orientasi
rantai samping asam amino berubah sesuai dengan substrat dan mengijinkan
enzim untuk menjalankan fungsi katalitiknya. Pada beberapa kasus, misalnya
glikosidase, molekul substrat juga berubah sedikit ketika ia memasuki tapak
aktif. Tapak aktif akan terus berubah bentuknya sampai substrat terikat secara
sepenuhnya, yang mana bentuk akhir dan muatan enzim ditentukan

DAFTAR PUSTAKA
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/biologi-pertanian/metabolisme-sel/enzimdan-peranannya
Heru Santoso Wahito Nugroho, 2008. Protein dan Enzim, www.heruswn.teachnology.com
Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW, 2003, Biokimia Harper, Edisi
XXV, Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC
www.id.wikipedia.org/wiki/Enzim
www.raldorasuh.wordpress.com/2013/03/27/enzim-mikroba/
Anonim, 2011. Makalah Enzim, Universitas Padjadjaran, Jatinangor

http://hidupsehati.com/pengertian-macam-macam-enzim-dan-fungsinya.html