Anda di halaman 1dari 4

Tugas Individu

Mata Mitigasi Bencana

Tata Ruang Air Berbasis Mitigasi Bencana

Nama : Zulfahri
NIM : 60800112061
Kelas : B1

JURUSAN TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2014

A. Ruang Untuk Air


Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai
saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi.
Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil) tersedia di Bumi. Air sebagian besar
terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung),
akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan
lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui
penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai,
muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia.
1. Kompoaiai Air Permukaan dan Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah
permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air Selain air sungai dan
air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam
menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga
(domestik) maupun untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan
pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai 70%.
Air tanah berasal dari air hujan, laut, atau magma. Air tanah yang berasal dari air
hujan (air meteorit) disebut air vados atau air tua. Air ini mengandung air berat (H3) atau
tritium. Tritium ialah suatu unsur yang terbentuk pada atmosfer dan terdapat di dalam
tanah karena turunbersama-sama dengan air hujan.
Air tanah yang berasal dari laut juga terdapat di daerah pantai dan kemungkinan
air tanah ini asin. Air tanah yang berasal dari magma disebut air juvenil. Air juvenil
belum mengalami siklus hidrologi. Air ini merupakan air baru yang ditambahkan pada
zone kejenuhan dari kulit bumi yang dalam. Air yang berasal dari magma itu belum tentu
berbentuk air, tetapi dapat berbentuk hidrogen (H) dan oksigen (O2).
2. Pemanfaatan Air Tanah
Air tanah sangat penting bagi semua kehidupan karena air tanah:
a. merupakan bagian yang penting dalam siklus hidrologi,
b. membasahkan tanah dan sekaligus mengikat butir-butir tanah yang satu dengan yang
lain,
c. menyediakan kebutuhan air bagi tumbuh-tumbuhan, dan

d. merupakan persediaan air bersih secara alami.


Bagi manusia, air tanah merupakan persediaan air bersih secara alami yang harganya
relatif lebih murah daripada air bersih buatan.
3. Kerusakan sumber air
Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya
seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling
berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut diatas tentu saja
perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan
sekitarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:
Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan
pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara
memperoleh sumber air. Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang
cenderung boros dalam pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.
Air tanah juga dapat di artikan semua air yang berapa di bawah permukaan tanah
merupakan air tanah.
4. Permasalahan Air Tanah
Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah
urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau
asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara
alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula
oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa
disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan
senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau kandungan
senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut :
a. Air mengandung zat besi
Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning.
Pertama keluar dari kran, air nampak jernih namun setelah beberapa saat air akan
berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari
sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar
dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.

b. Air kuning permanen


Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang
kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi
tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran
sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.
5. Untuk menjaga agar kelestarian air tanah di lingkungan kita tetap terjamin maka
perlu dicegah hal-hal berikut.

a. Penggunaan air tanah yang berlebih-lebihan oleh pengusaha untuk keperluan industri
harus dicegah karena akan mempercepat penurunan volume air tanah.
b. Kepadatan penduduk dan permukiman yang berlebihan juga harus dicegah karena
berkaitan dengan membesarnya konsumsi air tanah.
c. Peraturan yang ditetapkan pemerintah agar ditaati dalam pemanfaatan air tanah
(tawar) di daerah pantai supaya tidak terjadi perluasan.
d. Perusakan hutan dan lahan penghijauan harus dicegah agar tidak menimbulkan
ketimpangan tata air.
e. Konversi atau perubahan penggunaan lahan dalam suatu daerah aliran sungai harus
diperhitungkan dampak dan manfaatnya.
f. Pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diperketat,
khususnya terhadap air tanah, terhadap rencana pembangunan.
g. Pembuangan/kontaminasi limbah terhadap air tanah agar dihindarkan, baik limbah
domestik (dari masyarakat) maupun limbah industri.
h. Membuat sumur resapan khususnya di kota-kota yang padat pemukimannya.