Anda di halaman 1dari 2

Dasar Teori

Biogegrafi adalah kajian mengenai persebaran masa lalu dan masa kini
dari spesies individual dan keseluruhan komunitas. Bidang biogeografi
memberikan suatu pendekatan yang berbeda untuk memahami ciri komunitas
dengan cara menganalisis fenomena global maupun lokal, yang sebagian besar
berasal dari cara pandang historis (Campbell, dkk, 2004). Fitogeografi dan
zoogeografi adalah bagian dari ilmu pengetahuan biogeografi yang mempelajari
studi dan deskripsi perbedaan fenomena distribusi vegetasi di bumi termasuk
semua faktor yang mengubah permukaan bumi oleh faktor fisik, iklim atau oleh
interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya
kawasan konservasi di Indonesia. Kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional
karena memiliki potensi kekayaan alam yang tidak saja besar namun juga unik.
Kekayaan alam tersebut berupa fenomena Kaldera Tengger dengan lautan pasir
yang luas, pemandangan alam dan atraksi geologis Gunung Bromo dan Gunung
Semeru, keragaman flora langka dan endemik serta potensi hidrologis yang tinggi
termasuk keberadaan 6 buah danau alami yang indah dan menjadi daerah tujuan
wisata (DEPHUT, tanpa tahun). Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
(TNBTS) ditetapkan menjadi kawasan taman nasional sejak Oktober 1982
berdasarkan Surat Pernyataan Menteri Pertanian Nomor 736/Mentan/X/1982
(Hidayat dan Risna, 2007).
Secara geografis, kawasan TNBTS terletak antara 7054 8013 LS dan
112051 113004 BT yang dibagi menjadi 5 zonasi yaitu zona inti, zona rimba,
zona pemanfaatan intensif, zona pemanfaatan tradisional dan zona rehabilitasi.
Dilihat dari ekosistemnya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tiga
tipe ekosistem, yaitu ekosistem submontana, montana dan sub-alpine, dengan
rentang ketinggian antara 750 3676 m di atas permukaan laut. Rentang
ketinggian yang begitu lebar ini memungkinkan kawasan konservasi tersebut
memiliki keragaman hayati yang cukup tinggi dengan karakter vegetasi yang
khasdataran tinggi basah seperti edelweiss (Anaphalis javanica), cemara
(Casuarina sp.) dan adas (Foeniculum vulgare) (Hidayat dan Risna, 2007).

Cemara laut adalah salah satu jenis cemara dari golongan Casuarina.
Tumbuhan ini juga memiliki sebutan lain yaitu Australian pine dan beach sheoak. Tumbuhan ini masih berkerabat dekat dengan cemara sumatera dan cemara
gunung (Plantamor, tanpa tahun).
Klasifikasi Cemara Laut (Plantamor, tanpa tahun):
Kingdom

: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom

: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

: Hamamelidae

Ordo

: Casuarinales

Famili

: Casuarinaceae

Genus

: Casuarina

Spesies

: Casuarina equisetifolia L.

Daftar Rujukan
Campbell, Neil A., Jane B. Reece, Lawrence G. Mitchell. 2004. Biologi Edisi
Kelima Jilid 3 alih bahasa Wasmen Manalu. Jakarta: Airlangga.
DEPHUT.

Tanpa

tahun.

Taman

Nasional

Tengger

Bromo.(online)

(http://www.dephut.go.id/uploads/INFORMASI/TN%20INDOENGLISH/tn_bromo.htm), diakses tanggal 19 September. 2014.


Hidayat, Syamsul, dan, Risna, Rosniati A. 2007. Kajian Ekologi Tumbuhan Obat
Langka di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Vol.8 (3). (online)
(http://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/D0803/D080301.pdf),

diakses

tanggal 19 September 2014.


Plantamor.

Tanpa

tahun.

Cemara

Laut.

(online)

(http://www.plantamor.com/index.php?plant=297), diakses tanggal 19


September 2014.