Anda di halaman 1dari 4

Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut.

Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Panjang garis pantai ini diukur
mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara.
Indonesia merupakan negara berpantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Panjang garis
pantai Indonesia tercatat sebesar 81.000 km.
Kawasan pantai adalah kawasan transisi dari lahan daratan dan perairan laut. Proses
pembentukan kawasan pantai sangat dipengaruhi oleh gaya-gaya dinamis yang berada di
sekitarnya. Gaya-gaya dinamis utama dan dominan yang mempengaruhi kawasan pantai adalah
gaya gelombang. Menurut Bambang Triatmodjo (1999), pantai selalu menyesuaikan bentuk
profilnya sedemikian rupa sehingga mampu menghancurkan energi gelombang yang datang.
Penyesuaian bentuk tersebut merupakan tanggapan dinamis alami pantai terhadap laut.
Gelombang dan arus di sekitar kawasan pantai
Seperti kita ketahui, gelombang laut yang sehari-hari mempengaruhi kawasan pantai adalah
gelombang yang diakibatkan oleh energi angin. Sesuai dengan faktor pembangkit terjadinya
gelombang tersebut, maka ada dua jenis gelombang angin yaitu gelombang normal dan
gelombang badai (storm wave).
Pembangkitan gelombang laut oleh angin atau badai
Karena itulah, ada dua tipe tanggapan pantai dinamis terhadap gelombang, yaitu tanggapan
terhadap kondisi gelombang normal dan gelombang badai. Bambang Triatmodjo (1999)
menjelaskan bahwa kondisi gelombang normal terjadi dalam waktu yang lama dan energi
gelombang mudah dipatahkan oleh mekanisme pertahanan alami pantai. Sedangkan akibat
gelombang badai yang mempunyai energi lebih besar, sering mengakibatkan pertahanan alami
pantai tak mampu menahannya. Sehingga pantai dengan mudah dapat tererosi.
Adakalanya profil pantai lambat laun akan kembali ke bentuk semula, setelah gelombang badai
mereda. Namun ada kalanya pantai yang tererosi tersebut tak kembali ke bentuk semula karena
material pembentuk pantai telah terbawa arus ke tempat lain dan tak kembali ke lokasi semula

Konstruksi Pelindung Pantai


Penanggulangan Masalah Pantai; Salah satu dari masalah yang ada di daerah pantai adalah erosi
pantai. Erosi pantai dapat menimbulkan kerugian sangat besar dengan rusaknya kawasan
pemukiman dan fasilitas-fasilitas yang ada didaerah tersebut.

Untuk menanggulangi erosi pantai, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari
penyebab terjadinya erosi. Dengan mengetahui penyebabnya, selanjutnyadapat ditentukan cara
penanggulangannya, yang biasanya adalah dengan membuat bangunan pelindung pantai atau
menambah suplai sedimen.

Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan
gelombang dan arus.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pantai, yaitu

1. Memperkuat/melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang.


2. Mengubah laju pengiriman sedimen sepanjang pantai.
3. Mengurangi energi gelombang yang sampai ke pantai.
4. Reklamasi dengan menambah Suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain.

Jenis Bangunan Pantai. Sesuai dengan fungsinya seperti tersebut di atas bangunan pantai dapat
diklasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu :

1. Kontruksi yang dibangun di pantai dan sejajar dengan garis pantai.


2. Kontruksi yang dibangun kira-kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai.
3. Kontruksi yang dibangun di lepas pantai dan kira-kira sejajar dengan garis pantai.

Breakwater Bentuk Kubus


Untuk melindungi daerah pantai dari serangan gelom-bang, suatu pantai memer-lukan bangunan
peredam ge-lombang. Peredam gelombang adalah suatu bangunan yang bertujuan untuk
mereduksi atau menghancurkan energi gelombang.
Gelombang yang menjalar mengenai suatu bangunan peredam gelombang sebagian energinya
akan dipantulkan (refleksi), sebagian diteruskan (transmisi) dan sebagian dihancurkan (dissipasi)
mela-lui pecahnya gelombang, ke-kentalan fluida, gesekan dasar dan lain-lainnya. Pembagian
besamya energi gelombang yang dipantulkan, dihancur-kan dan diteruskan ter-gantung
karakteristik gelom-bang datang (periode, tinggi, kedalaman air), tipe bangunan peredam
gelombang (permu-kaan halus dan kasar,
Peredam gelombang ben-tuk kubus adalah merupakan peredam gelombang yang mempunyai
permukaan lebih kecil/sempit dikarenakan cara pernasangannya disesuaikan dengan sifat dan
arah datang-nya gelombang, sehingga menyebabkan gelombang akan kehilangan energi lebih
besar karena gesekan dengan permukaan peredam gelombang datar (kubus).
Breakwater berbentuk kubus sangat efektif untuk meredam energi gelombang, dengan cara
pemasangan sudut menghadap arah da-tangnya gelombang. Gelombang akan dipecah oleh sudut
kubus sehingga energi yang dibawa oleh gelombang berkurang, seterusnya energi yang sudah
tereduksi diterima kembali oleh kubus dibelakangnya, demikian seterusnya sampai gelombang
laut benar-benar berkurang energinya.
Cara pemasangan break-water berdasarkan survey yang dilakukan untuk mengetahui sifat dari
gelombang antara lain yang harus diperhatikan adalah arah datangnya gelombang, tinggi
gelombang dan contour tanah sebagai fondasi untuk pemasangan kubus. Setelah mengetahui sifat
dan gelombang maka dapat ditentukan dimensi kubus, demikian juga setelah mengetahui contour
tanah maka diketahui bagaimana cara membuat leveling sebagai fondasi kubus.
Pada tahap pemasangan yang harus diperhitungkan adalah jadwal pasang surut laut, hal ini akan
mempe-ngaruhi kerja pemasangan ku-bus yang memerlukan keteli-tian agar kubus dapat terpasang saling mengait dan dapat duduk tepat pada posisinya, Apabila pemasangan selesai maka

akan tertihat keindahan dan kerapihan, bahkan apabila telah terjadi sedimen yang cukup maka
kubus-kubus tersebut dapat dipindahkan ketempat lain yang memerlukan.
Ada beberapa keuntungan penggunaan breakwater model kubus,
1. Pembuatannya sangat mudah,
2. Waktu pembuatannya cepat,
3. Bila penggunaan dianggap cukup, kubus dapat dipindah ketempat lain,
4. Punya nilai estetika yang baik.
Dengan demikian penggunaan breakwater model kubus sangat tepat pada pantai yang mengalami
abrasi karena kerusakan antara lain hutan bakau ditebang untuk penggunaan lain, karang
digunakan sebagai bahan bangunan, kerusakan kawasan pantai karena polusi berupa tumpahan
minyak serta limbah lainnya yang dihasilkan ulah manusia