Anda di halaman 1dari 7

a.

Dapat Membuat Analisis Vertikal dan Horizontal


Analisis laporan keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan
agar dapat dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan
perkembangan suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan data keuangan serta
kecenderungannya terdapat dalam suatu laporan keuangan, sehingga analisis laporan
keuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak
yang berkepentingan dan juga dalam melakukan analisisnya tidak akan lepas dari peranan
rasio-rasio laporan keuangan, dengan melakukan analisis terhadap rasio-rasio keuangan
akan dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil
Menurut Kasmir (2011:68), tujuan dari analisis laporan keuangan adalah:

Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik aset,
kewajiban, ekuitas, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan


perusahaan.

Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.

Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke


depan berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan apakah perlu penyegaran


atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.

Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil
yang mereka capai.
Analisis Vertikal yakni membandingkan masing-masing pos dalam periode berjalan

dengan jumlah total pada laporan yang sama dapat bermanfaat untuk menyoroti hubungan
yang signifikan dalam laporan keuangan.
Analisis vertikal (vertical analisys) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
perbandingan semacam itu. Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing-masing pos
aktiva dinyatakan sebagai persen dari total aktiva. Masing-masing pos kewajiban dan
ekuitas pemilik dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik.
Dalam analisis vertikal terhadap laporan laba-rugi, masing-masing pos dinyatakan
sebagai persen dari total pendapatan atau penghasilan.

Analisis vertikal juga bisa

diterapkan untuk beberapa periode guna menyoroti perubahan hubungan sepanjang


waktu.

Analisis Horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan


keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui
perkembangannya. Dalam melakukan analisis horisontal, sutau akun laporan keuangan
tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya. Kenaikan
atau penurunan jumlah pos tersebut dihitung sebagai persentase kenaikan atau penurunan.
Dalam membandingkan laporan dari dua periode yang berbeda, laporan keuangan yang
lebih awal selalu dijadikan dasar perhitungan untuk analisis horizontal.

Perbedaan Analisis horizontal dan Vertikal


Pertama, analisis vertikal membandingkan pos yang satu dengan yang lain dalam satu

periode sedangkan pada analisis horizontal membandingkan dengan pos yang sama pada
periode yang berbeda. kedua, total angka pos-pos yang dibandingkan pada analisis
vertikal bila dikumulatifkan sbesar 100%, sedangkan pada analisis horozontal, periode
pembanding ditetapkan sebesar 100% sehingga angka pada periode yang dibandingkan
bisa diatas atau dibawah 100%. ketiga, dari sisi tujuannya analisis vertikal diaplikasikan
untuk mengetahui kontribusi masing-masing pos terhadap angla total, sedangkan pada
analisis horizontal digunakan dengan tujuan untuk mengetahui perubahan dan
perkembangan masing-masing pos. oleh karena itu analisisi horizontal sering juga disebut
sebagai analisis tren (trend analysis)

b. Analisis Rasio
Seorang manajer perusahaan jasa pelayanan (hospitality industry) seperti hotel, secara
rutin sangat membutuhkan informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja
dan kondisi bisnis yang sedang dijalankan. Informasi mengenai perkembangan keuangan
perusahaan dapat diperoleh dari Laporan keuangan (Financial Statement).
Melakukan interpretasi terhadap neraca dan laporan laba rugi akan sangat bermanfaat
untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan. Interpretasi tersebut dapat
disusun berdasarkan ukuran yang berupa rasio rasio yang dapat digunakan untuk
memprediksi usaha dan pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.
Rasio Likuiditas dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
melunasi hutang hutang jangka pendeknya. Rasio Solvabilitas mengukur seberapa
besar hutang jika dibandingkan dengan harta yang dimilikinya. Rasio Solvabilitas juga
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang hutangnya terhadap
kreditor , baik jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio Aktivitas menunjukkan
efisiensi aktivitas penggunaan harta perusahaan dalam kegiatan usahanya. Sedangkan
1

Profitabilitas, merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam


menghasilkan keuntungan.

c. Analisis Informasi Keuangan Berdasarkan USALI


Uniform System of Accounts for Lodging Industries merupakan penetapan format
standar dan klasifikasi perkiraan yang mengarah pada kepemilikan individu dalam
penyiapan dan penyajian laporan keuangan pada bidang perhotelan.
Standarisasi tersebut membantu pemakai laporan keuangan internal dan eksternal
untuk membandingkan posisi keuangan dan kinerja operasi pada jenis kepemilikan yang
sama dalam industri hotel.
Ada beberapa konsep penting dari Uniform System of Accounts for Lodging
Industries, yaitu :
1. Membagi departemen fungsional menjadi 3 jenis yaitu :

Departemen operasi, merupakan departemen yang memberikan kontribusi


pendapatan
seperti room, F & B, telephone, laundry dan lain-lain.

Departemen overhead, merupakan departemen pendukung, seperti administration


&
general, marketing.

Departemen alokasi, merupakan departemen yang berfungsi mengalokasikan


beban
pada masing-masing departemen, seperti departemen personalia mengalokasikan
beban gaji karyawan.

2. Setiap

departemen

dalam

organisasi

akan

dibebani

oleh

gaji

karyawan

dan pengeluaran departemennya.


3. Memberikan keseragaman dalam departemen dan dalam klasifikasi aktiva,
hutang, penghasilan dan biaya.
4. Memberi kemampuan untuk membandingkan hasil operasi.
5. Memberikan kemampuan untuk melatih pengendalian anggaran yang kuat
dimana pengendalian

anggaran

merupakan

alat

untuk

mengendalikan

hasil

departemen.
Uniform System of Accounts for the Lodging Industry berisi lima bagian yang terbagi
lagi dalam 15 seksi. Adapun yang dibahas meliputi penyusunan laporan keuangan industri

perhotelan, analisa keuangan, format laporan keuangan, petunjuk dalam mengalokasikan


biaya -biaya operasional, penyusunan dan pengendalian anggaran operasional.Contohnya
penyusunan bagan arus, contoh pencatatan sederhana pada industri perhotelan, dan kamus
pengeluaran/biaya, serta contoh laporan yang dihasilkan dari penerapan Uniform System
of Accounts.
Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan dalam pengelolaan keuangan usaha
perhotelan yaitu perlunya analisis terhadap laporan keuangan dan operasional.Analisis
keuangan yang terkait dengan operasional bertujuan untuk menyajikan informasi secara
terstruktur mengenai keadaan keuangan perusahaan. Analisis terhadap laporan keuangan
perusahaan pada dasarnya untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan ) dan
tingkat risiko aatau tingkat kesehatan perusahaan. Analisis keuangan mencakup analisis
rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan bidang financial dan operssional,yang
sangat membantu dalam menilai kinerja manajemen masa lalu dan prospeknya dimasa
datang.Analisis antara lain menyajikan informasi mengenai: tingkat pencapaian target
operasional yang telah direncanakan, tingkat pencapaian laba, efisiensi biaya, efektifitas
pengolaan kas dan piutang, efektifitas pengelolaan persediaan dan sebagainya.
Dalam analisis laporan keuangan, terdapat suatu kebutuhan untuk membandingkan
informasi. Perbandingan-perbandingan dapat dibuat menurut dasar yang berbeda-beda:
1. Dasar intra perusahaan
Membandingkan suatu pos atau hubungan finansial perusahaan pada tahun
sekarang dengan pos atau hubungan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
2. Rata-rata industri (Industry Averages)
Membandingkan suatu pos atau hubungan finansial sebuah perusahaan dengan
rata-rata (norma-norma) industri yang diterbitkan pleh lembaga pemeringkat
keuangan.
3. Dasar antar perusahaan (intercompany basis)
Membandingkan suatu pos atau hubungan finansial perusahaan pada tahun
sekarang dengan pos atau hubungan yang sama dalam satu atau lebih perusahaanperusahaan pesaing lainnya.

Alat Analisis
Analisis keuangan yang terkait dengan operasional dapat dilakukan dengan
menggunakan alat analisis berupa Laporan Keuangan dan Laporan Operasional
Harian.
1. Laporan Keuangan
3

Laporan Keuangan Hotel terdiri dari 2 (dua) laporan utama yaitu: Neraca dan
Laporan Laba Rugi.

Laporan keuangan menyajikan informasi keuangan

perusahaan pada waktu yang lalu sehingga menggambarkan apa yang telah
terjadi. Angka- angka yang disajikan dalam laporan keuangan hanya akan
merupakan data bagi manajemen untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan
antara lain: jumlah kas, jumlah piutang, jumlah hutang , tingkat laba. Tanpa
analisis

keuangan

lebih

lanjut,

angka

angka

tersebut

tidak

dapat

menggambarkan apakah kondisi tersebut menguntungkan ataukah merugikan bagi


kesehatan keuangan perusahaan. Analisis memberikan tolok ukur dan diskripsi
mengenai kondisi tersebut bagi manajemen untuk pengambilan keputusan usaha.
2. Laporan Operasional Harian
Selain Laporan Keuangan, dalam operasional hotel disusun pula laporan
operasional harian, yang menyajikan tingkat pencapaian operasional setiap
harinya. Laporan ini khususnya menyajikan mengenai tingkat penjualan dan
statistik dari dua departemen mayor yaitu: Room dan Food and Beverage.
Karena disajikan setiap hari, maka manajemen dapat segera mengetahui tingkat
pencapaian rencana dan target usaha setiap harinya. Analisis menyajikan
informasi mengenai tingkat pencapaian anggaran operasional, pencapaian tingkat
penjualan , kebijakan harga dan discount serta produktivitas usaha.

Prosedur Analisis
Analisis yang dilakukan dari waktu ke waktu sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, antara lain: ekonomi, pasar, persaingan, kondisi umum dan sebagainya.
Sehingga, hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis.
1. Memahami Latar Belakang Data Keuangan
Analisis dilakukan perlu memahami terlebih dahulu pedoman dalam penyusunan
laporan keuangan.

Kebijakan Akuntansi yang digunakan misalnya: FIFO untuk

pengelolaan persediaan bahan makanan, Metode Garis Lurus dalam penghitungan


Penyusutan Aktiva Tetap, Metode Rata-rata untuk penghitungan harga
perasediaan, Metode Prosentase Cost untuk penghitungan Harga Jual, dan
sebagainya. Sistem dan Format Laporan Keuangan, perlu memahami format yang
digunkan dalam menyusun Laporan keuangan, misalnya dalam laporan keuangan
hotel, perlu disusun laporan keuangan tiap-tiap departemen dan perhitungan laba
rugi tiap-tiap departemen. Pada umumnya laporan keuangan hotel disusun

berdasarkan Uniform System of Account for Hotel yang distandarisasi oleh


AHMA (American Hotel Motel Association).
2. Kondisi Yang Mempengaruhi Usaha Hotel
Dalam melakukan analisis, perlu mempertimbangkan kondisi-kondisi yang
mempengaruhi usaha suatu hotel.
Pariwisata,

Transportasi,

Kondisi tersebut misalnya : Ekonomi,

Keamanan

Negara,

Politik,

Kondisi

Alam,

Persaingan/pasar dan sebagainya. Kondisi-kondisi tersebut dapat mempengaruhi


kondisi keuangan perusahaan diluar batas pengendalian manajemen. Misalnya,
bencana alam disuatu kota akan mempengaruhi tingkat penjualan kamar hotel
(turun), hal tersebut tentunya diluar batas kemampuan manajemen dalam
memasarkan hotel. Kejadian kejadian tersebut perlu dipertimbangkan dalam
menganalisis.
3. Mereview Penyusunan Laporan Keuangan
Sebelum melakukan analisis terhadap laporan keuangan, perlu mereview kembali
penyusunan laporan keuangan dari tahun ke tahun. Langkah ini sangat penting
untuk memastikan apakah metode-metode akuntansi di gunakan secara konsisten
dari tahun- ketahun. Perubahan metode penyusutan aktiva tetap (misalnya: dari
metode Beban Menurun ke metode garis lurus) akan mempengaruhi perhitungan
Laba yang diperoleh. Kalau hal ini terjadi, maka kenaikan laba yang diperoleh
bukan berasal dari kegiatan usaha, melainkan hanya dari perubahan metode
akuntansi saja.
4. Menganalisa Laporan Keuangan
Langkah terakhir yaitu melakukan analisis terhadap laporan keuangan. Analisis
laporan keuangan perlu dilakukan karena laporan keuangan yang disusun
perusahaan masih bersifat umum dan ditujukan bukan hanya untuk melakukan
interpretasi dan analisis.Dalam melakukan analisis terdapat beberapa tehnik yang
dapat digunakan, salah satunya adalah dengan teknik analisis Ratio Financial
Statement.

Daftar Pustaka

Widanaputra,A.A G.P, Suprasto, Herkulanus Bambang, Aryanyo, Dodik, Sari, MM.


Ratna.2009. AKUNTANSI PERHOTELAN (Pendekatan Sistem Informasi). Denpasar :
Graha Mulia.

http://budiampta2.blogspot.com/2013/02/analisis-rasio-seorang-manajer.html