Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Cleft lip / palate atau biasa disebut bibir sumbing / langit-langit sumbing
merupakan cacat bawaan yang sering terjadi pada masyarakat dengan status ekonomi
rendah. Cacat bawaan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain status gizi,
usia kehamilan ibu, mutasi gen maupun faktor lingkungan. Beberapa faktor tersebut
dapat mencetus terjadinya cacat bibir sumbing / langit-langit sumbing jika terjadi pada
trimester awal dimana embrio sedang berkembang dan mulai membentuk organ terutama
organ pada wajah.
Insiden celft lip / palate di Indonesia diperkirakan 1 dari 500 kelahiran anak. Cleft
lip / palate lebih sering terjadi di Asia yaitu sekitar 1 dari 400 kelahiran sedangkan di
Amerika lebih sedikit yaitu 1 dari 750 kelahiran. Kelainan celft lip / palate itu sendiri
diakibatkan oleh gagalnya penyatuan jaringan sehingga struktur anatomi normalnya
gagal terbentuk (Sodiyono, 2009).
Celft lip / palate tidak mengancam kehidupan penderita, namun dari berbagai
penelitian terdapat beberapa gangguan fisik dan psikis pada penderita diantaranya
kesulitan dalam berbicara, makan, anomali pada gigi, gangguan pendengaran bahkan
kurangnya kepercayaan diri. Oleh karena itu pendekatan tim medis sangat diperlukan
untuk mengurangi dari berbagai gangguan diatas. Tenaga medis tersebut diantaranya
yaitu dokter spesialis bedah mulut dan dokter spesialis orthodonti yang bertujuan untuk
operasi rekonstruksi serta mengembalikan kondisi normal sesuai ilmu estetika wajah.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan cleft lip / palate?
2. Bagaimanakah proses pembentukan wajah pada embrio?
3. Bagaimanakah etiologi pada cleft lip / palate?
4. Bagaimanakah patofisiologi pada celft lip / palate?
5. Bagaimanakah klasifikasi cleft lip / palate ?
6. Apa saja gangguan yang ditimbulkan dari cleft lip / palate?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui gambaran umum cleft lip / palate

2. Untuk mengetahui proses pembentukan wajah pada embrio


3. Untuk mengetahui etiologi pada cleft lip / palate
4. Untuk mengetahui patofisiologi pada cleft lip / plate
5. Untuk mengetahui klasifikasi cleft lip / plate
6. Untuk mengetahui gangguan yang ditimbulkan dari cleft lip / palate

D. Manfaat
1. Untuk mengetahui gambaran umum cleft lip / palate
2. Untuk mengetahui proses pembentukan wajah pada embrio
3. Untuk mengetahui etiologi pada cleft lip / palate
4. Untuk mengetahui patofisiologi pada cleft lip / plate
5. Untuk mengetahui klasifikasi cleft lip / plate
6. Untuk mengetahui gangguan yang ditimbulkan dari cleft lip / palate