Anda di halaman 1dari 15

TOKOH-TOKOH FISIKAWAN

(Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Fisika)

Oleh:
Qurrotul Aini

(120210102061)

Ayu Fajarotul Maghfiroh

(120210102063)

Ratna Hapsari Eka Putri

(120210102103)

Kelas A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

1. Archimedes (287-212 SM)

adalah salah seorang insinyur dan penemu terbesar pada zaman Yunani kuno. Ia orang
pertama yang melakukan kajian ilmiah mengenai mesin sederhana dan menggunakan
pengetahuannya untuk membuat berbagai mesin.
Beliau ini adalah penemu Hukum Archimedes yang menjelaskan, mengapa
ada benda yang mengapung dan ada yang tenggelam jika dimasukkan ke dalam air
atau cairan.
Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah
mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes memikirkan masalah ini
dengan sungguh-sungguh. Hingga ia merasa sangat letih dan menceburkan dirinya
dalam bak mandi umum penuh dengan air. Lalu, ia memperhatikan ada air yang
tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia bangkit berdiri,
dan berlari sepanjang jalan ke rumah dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia
berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah
kutemukan!" Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia membuktikan
bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Tukang yang membuatnya dihukum
mati.

Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang
didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu
rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planetplanet, dan kemungkinan rasi bintang di langit.
Di bidang matematika, penemuannya terhadap nilai pi lebih mendekati dari
ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes adalah orang yang
mendasarkan penemuannya dengan eksperimen sehingga ia dijuluki Bapak IPA
Eksperimental.

2. Galileo Galilei (1564-1642)

adalah ilmuwan Italia yang dikenal sebagai salah satu ilmuwan modern pertama.
Deskripsi Matematikanya mengenai benda jatuh masih berlaku hingga
sekarang. Ia juga membuat banyak temuan mengenai perbintangan.Sumbangannya
dalam

keilmuan

antara

lain

adalah

penyempurnaan teleskop,

berbagai

pengamatan astronomi, dan hukum gerak pertama dan kedua (dinamika). Selain itu,
Galileo juga dikenal sebagai seorang pendukung Copernicus mengenai peredaran
bumi mengelilingi matahari.

Beliau adalah orang yang pertama melihat kawah-kawah di bulan dengan


menggunakan teleskop. Penemuan-penemuannya bertentangan dengan ajaran-ajaran
gereja Roma pada waktu itu. Akibatnya, ia dihukum oleh pengadilan agama dan
meninggal ketika sedang menjalani hukuman.

3. Johannes Kepler (1571-1819)

adalah seorang pakar Matematika dan perbintangan dari Jerman yang berhasil
menemukan hukum-hukum gerak planet (Hukum I, II dan III Kepler) dalam kajiannya
mengenai orbit Mars.

Hukum Kepler pertama menempatkan Matahari di satu titik fokus edaran elips.

Illustrasi hukum Kepler kedua. Bahwa Planet bergerak lebih cepat di dekat Matahari
dan lambat di jarak yang jauh. Sehingga, jumlah area adalah sama pada jangka
waktu tertentu.
Ia mengemukakan bahwa planet-planet bergerak mengikuti garis orbit yang
lonjong agak memanjang (elips), bukan berrbentuk linfkaran seperti yang diduga
Coppernicus. Ia juga menemukan bahwa ada hubungan antara kecepatan gerak planet
dan jarak planet itu dari Matahari. Setiap planet bergerak paling cepat ketika berada pada
jarak paling dekat dengan Matahari.
4. Sir Issac Newton (1643-1727)

adalah salah seorang ilmuwan terbesar sepanjang masa. Sewaktu muda ia kuliah di
Universitas Cambridge (Inggris) dan setelah lulus ia mengajar di Universitas tersebut.
Pada tahun 1669, ia diangkat menjadi professor Matematika. Ia meneliti
berbagai bidang ilmu, seperti gaya, gerak dan optik. Ia berhasil mengemukakan tiga
hukum tentang gerak. Ia juga menulis beberapa buku yang terkenal, antara lain
Principia dan Optics.
1 N = 1 kg.m.s-2

Namanya digunakan untuk menamai satuan gaya, yaitu Newton.

5. James Watt (1736-1819)

adalah seorang insinyur besar dari Inggris (Britania Raya). Ia berhasil menciptakan
mesin uap pertama yang efisien.

Mesin uap ini ternyata merupakan salah satu kekuatan yang mendorong terjadinya
Revolusi Industri, khususnya di Inggris dan di Eropa pada umumnya.

Untuk

mebnghargai jasanya, nama belakangnya, yaitu Watt kemudian digunakan sebagai


nama satuan daya, yaitu daya mesin dan daya listrik.

6. Michael Faraday (1791-1867)

Adalah seorang penemu yang mendapat julukan Bapak Listrik. Ia mempelajari


berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk efek magnetism yang kuat pada cahaya.
Fenomena ini menuntunnya menemukan ide-ide yang menjadi dasar teori medan
magnet. Ia banyak member ceramah untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan pada
masyarakat umum. Pendekatan rasionalnta dalam mengembangkan teori dan
menganalisis hasilnya, sangatlah mengagumkan.

7. Thomas Alva Edison (1847-1931)


Ia memulai perjalanan kariernya sebagai pengirim (operator) telegraf di jalur
kereta api Amerika Utara. Kemudian ia menjadi penemu dan pengembang bendabenda kebutuhan manusia yang dapat dipatenkan dan dijual. Pada tahun 1870an, ia
dapat menjual alat hasil ciptannya yaitu, telegraf bursa.

Penemuannya yang terkenal fenomenal dan sangat berpengaruh pada bidang


kelistrikan adalah bohlam (lampu) listrik.

8. Albert Einstein (1879-1955)

dianggap agak boddoh ketika masih muda.

Pada salah satu buku raport sekolahnya tertulis, Ia tidak akan menjadi apa-apa.
Namun, ternyata kemuadian ia menjadi seorang ilmuwan jenius. Pendapatpendapatnya mengenai gaya dan gerak begitu revolusioner, sampai-sampai para
anggota masyarakat ilmiah tidak dapat menerimanya.

Pada tahun 1916, ia menerbitkan Teori Umum Relativitas yang merupakan


pengembangan dari pendapat-pendapatnya.

E=

Ia menerima hadiah Nobel bidang Fisika pada tahun 1921.


9. Johannes Stark (15 April 1874 21 Juni 1957)

Johannes Stark (lahir 15 April 1874 meninggal 21 Juni 1957 pada umur 83 tahun)
adalah seorang fisikawan Jerman yang pada 1913 menunjukkan bahwa sebuah medan
listrik yang kuat akan menyebabkan garis spectrum tunggal terpecah ke dalam
komponen-komponen yang berbeda. Efek Stark analog dengan pemisahan di sebuah
medan magnet, yang dikenal sebagai efek Zeeman. Untuk menjelaskan efek Stark,
maka perlu mengadakan dugaan baru atas mekanika kuantum. Stark menerima
Penghargaan Nobel dalam Fisika 1919 untuk penemuan efek ini.

Efek Stark adalah pergeseran atau pemisahan garis spektrum atom menjadi beberapa
komponen disebabkan oleh adanya medan listrik eksternal. Efek ini analog dengan
efek Zeeman, yaitu pemisahan sebuah garis spektral menjadi beberapa komponen
karena adanya medan magnet.
10. Wilhelm Conrad Rntgen (27 Maret 1845 10 Februari 1923)

Ialah fisikawan Jerman yang merupakan penerima pertama Penghargaan Nobel dalam
Fisika, pada tahun 1901, untuk penemuannya pada sinar-X, yang menandai
dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik.

Pada 1895, saat mengadakan percobaan dengan aliran arus listrik dan tabung gelas
yang dikosongkan sebagian (tabung sinar katode), Rontgen mengamati bahwa
potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar saat tabung itu
dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa saat sinar katode (elektron) menembus
dinding gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi
ruangan, menembus bahan kimia, dan menyebabkan fluoresensi. Pengamatan lebih
lanjut mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan aluminum, di antara bahan lain,
transparan pada bentuk baru radiasi ini. Ia menemukan bahwa itu memengaruhi plat
fotografi, dan, sejak tidak secara nyata menunjukkan beberapa sifat cahaya, seperti
refleksi atau refraksi, secara salah ia berpikir bahwa sinar itu tak berhubungan pada
cahaya. Dalam pandangan pada sifat tak pasti itu, ia menyebut fenomena radiasi X,
walau juga dikenal sebagai radiasi Rontgen. Ia mengambil fotografi sinar-X pertama,
dari bagian dalam obyek logam dan tulang tangan istrinya.
\

11. James Chadwick (20 Oktober 1891 24 Juli 1974)

Ialah seorang fisikawan asal Inggris yang dididik di Universitas Manchester, dan
bekerja sama mengenai pemancaran sinar gamma dibimbing Ernest Rutherford. Saat
Perang Dunia I pecah, ia sedang meneliti peluruhan sinar beta di Jerman. Chadwick
ditahan pemerintah Jerman, karena dianggap sebagai musuh. Setelah perang, ia
bergabung dengan Ernest Rutherford di Cambridge. Ia memakai hamburan partikel
sinar alfa untuk membuktikan bahwa nomor atom suatu unsur kimia sama dengan
muatan nuklir. Ia dan Rutherford mengajukan usul yang menyatakan bahwa dalam
inti terdapat partikel tak bermuatan, namun mereka belum bisa mendeteksi partikel itu
secara eksperimental sampai 1932. Pada tahun tersebut, Chadwick berhasil
memperlihatkan keberadaan neutron.

Ia menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika pada 1935. Selama Perang Dunia II,
Chadwick memimpin kelompok ilmuwan Inggris mengembangkan bom atom.

12. Victor Franz Hess (24 Juni 1883 - 17 Desember 1964)

Adalah fisikawan Austria-Amerika Serikat yang menerbangkan balon yang membawa


elektroskop untuk mencari sumber radiasi latar yang menyebabkan ionisasi di
atmosfer. Hess percaya radiasi itu akan melemah di udara, namun kenyataannya
malah membesar hingga 8 kali. Ia menyimpulkan bahwa radiasi itu berasal dari
angkasa luar.Robert Millikan menamainya "sinar kosmos."

Hess menerima Penghargaan Nobel dalam Fisika 1936 dengan Carl D. Anderson.Pada
1938 ia mengungsi ke Amerika Serikat untuk menyelamatkan diri dari Nazi karena
istrinya seorang Yahudi. Lalu ia diangkat sebagai profesor di Universitas Fordham.
13. Hideki Yukawa (23 Januari 1907 08 September 1981)

ialah fisikawan asal Jepang dan merupakan orang Jepang pertama yang menerima
Hadiah Nobel atas perkiraannya pada keberadaan meson pada dasar pekerjaan teoritis
tenaga nuklir

Pada awal 1930 Yukawa menangani masalah yang menyebabkan inti atom tetap utuh
meski ada gaya tolak-menolak proton yang membangun inti itu. Interaksinya harus
cukup kuat namun jangkauannya terbatas, dan Yukawa mendapatkan bahwa hal itu
dapat dijelaskan menurut pertukaran partikel (meson) antara nukleon, dengan massa
partikel sekitar 200 kali massa elektron.

Meson dengan spin 0 membentuk nonet

Pada 1936, tahun setelah ia mengajukan gagasannya, partikel dengan massa madya
seperti itu didapatkan dalam sinar kosmik oleh Carl D. Anderson yang juga pernah
menemukan positron. Namun, partikel ini-yang saat itu dinamai muon-berinteraksi
lemah dengan inti seperti yang diharapkan. Misteri ini tak terungkap sampai 1947,
saat fisikawan Inggris C.F. Powell menemukan pion yang bersifat seperti yang pernah
diramalkan Yukawa, namun partikel ini meluruh cepat sekali menjadi muon yang
memiliki umur lebih panjang (sehingga lebih mudah dideteksi).

Yukawa menerima Hadiah Nobel Fisika pada 1949. Pada tahun-tahun berikutnya ia
menandatangani manifesto yang isinya menolak pengembangan senjata nuklir.