Anda di halaman 1dari 28

PEMBIMBING: DR. ALI SAMHUR, SP.

OG
BAGUS BURHAN
J5000 900 67
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
2014

PENDAHULUAN
Abortus berakhirnya suatu kehamilan pada atau sebelum
kehamilan 20 minggu atau buah kehamilan belum mampu hidup di
luar kandungan
Sebagai batasannya kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat
janin kurang dari 500 gram (Prawirohardjo, 2009).
Penyebab abortus bisa disebabkan karena
1. Kelainan kromosom
2. Kelainan anatomi
3. Gangguan endokrin
4. Gangguan imunologi
5. Gangguan pembekuan darah
6. Faktor lingkungan
7. Beberapa kasus penyebabnya tidak diketahui (Kiwi, 2014).

JENIS JENIS ABORTUS

Abortus Imminens

Abortus Insipiens
Abortus Spontan
Abortus Inklomplit
Abortus Infeksi
Abortus Komplit
MissedAbortion

Unsafe Abortion

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN PADA PERDARAHAN


KEHAMILAN MUDA
Perdarahan

Serviks

Uterus

Gejala/tanda

Sesuai dengan

Kram perut bawah

usia gestasi

Uterus lunak

Tertutup

Diagnosis

Tindakan

Observasi perdarahan
Abortus Imminens

Istirahat Hindarkan
coitus

Limbung atau pingsan


Sedikit

Nyeri perut bawah

Bercak hingga

membesardari

Nyeri goyang portio

sedang

normal

Massa adnexa

Kehamilan ektopik
yang terganggu

Laparatomi dan partial


salpingektomi atau
salpingostomi

Cairan bebas intraabdomen

Sedikit/tanpa nyeri perut


Tertutup/

Lebih kecil dari

bawah

terbuka

usia gestasi

Riwayat ekspulsi hasil


konsepsi

Tidak perlu terapi


Abortus komplit

spesifik kecuali
perdarahan berlanjut atau
terjadi infeksi

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN PADA PERDARAHAN


KEHAMILAN MUDA
Perdarahan

Serviks

Uterus

Gejala/tanda

Kram atau nyeri perut bawah


Belum terjadi ekspulsi hasil
konsepsi
Terbuka

Diagnosis

Abortus
Insipiens

Tindakan

Evakuasi

Sesuai usia
kehamilan
Kram atau nyeri perut bawah
Ekspulsi sebagian hasil

Sedang

Abortus inkomplit

Evakuasi

Abortus

Evakuasi

mola

Tatalaksana mola

konsepsi

hingga
masif/banyak
Mual/muntah

Terbuka

Lunak dan lebih

Kram perut bawah

besar dari usia

Sindroma mirip preeklampsia

gestasi

Tak ada janin keluar jaringan


seperti anggur

PENATALAKSANAAN
Penilaian Awal

Penanganan Spesifik

Keadaan umum pasien

Abortus Imminens

Tanda - tanda syok

Abortus Insipiens

Tanda - tanda infeksi atau sepsis

Abortus Inklomplit

Bila disertai massa lunak adneksa, nyeri perut


bawah, cairan bebas kavum pelvis : KET

Abortus Komplit

Tentukan : penanganan pada fasilitas kesehatan


setempat atau dirujuk.

Abortus Infeksi
Missed Abortion

ABORTUS IMMINENS

PENATALAKSANAAN

Tirah baring total

Perdarahan terus : nilai kondisi


janin (USG). Lakukan konfirmasi
kemungkinan adanya penyebab
lain (KET, Mola)

Bila perdarahan :
Perdarahan berhenti : lakukan
asuhan antenatal terjadwal dan
penilaian ulang bila perdarahan
lagi.

ABORTUS INSIPIENS
1. Evakuasi hasil konsepsi
Usia gestasi < 16 minggu, evakuasi Aspirasi Vakum Manual
(AVM)
Usia gestasi 16 minggu, evakuasi Dilatasi dan Kuretase (D&K)
2. Evakuasi tidak dapat segera dilakukan/usia gestasi > 16 minggu
tindakan pendahuluan:
Infus oksitosin 20 unit dalam 500 cc NS atau RL mulai 8 tetes/menit
dinaikkan hingga 40 tetes/menit
Ergometrin 0,2 mg IM yang diulang 15 menit kemudian
Misoprostol 400 mg peroral dan apabila masih diperlukan, dapat
diulangi dengan dosis yang sama setelah 4 jam dari dosis awal.

ABORTUS INKOMPLIT
1. Tentukan taksiran usia gestasi
2. Kenali dan atasi setiap
komplikasi

3. Evaluasi
Perdarahan terus berlangsung, evakuasi AVM/D&K
Perdarahan berhenti Ergometrin 0,2 mg
IM/Misoprostol 400 mg peroral
Anemi Sulfas ferosus 600 mg per hari selama 2
minggu (anemia sedang)/transfusi darah (anemia berat)
Infeksi : ampisilin 1 gr & metronidazol 500 mg/8 jam
Tak ada tanda-tanda infeksi Antibiotika profilaksis
(Ampisilin 500 mg oral atau doksisiklin 100 mg)

ABORTUS KOMPLIT
KU pasien baik Cukup beri ergometrin 3x1 untuk 3 hari.

Anemia sedang Sulfas ferosus 600 mg per hari selama 2


minggu + anjuran mengkonsumsi makanan bergizi (susu,
sayuran segar, ikan, daging, telur)
Anemia berat Transfusi darah

Tidak ada tanda - tanda infeksi tidak perlu diberi


antibiotik/apabila khawatir infeksi dapat diberi antibiotik
profilaksis

ABORTUS INFEKSIOSUS

Apabila fasilitas kesehatan setempat tidak mempunyai fasilitas yang


memadai, rujuk pasien ke rumah sakit

Sebelum merujuk Restorasi cairan yang hilang dengan NS atau RL &


beri antibiotik (Ampisilin 1 gr & Metronidazol 500 mg)

KU pasien memadai, dapat dilakukan pengosongan uterus sesegera


mungkin (lakukan secara hati hati kerena tingginya kejadian perforasi
pada kondisi ini)

MISSED ABORTION
Missed abortion seharusnya ditangani di
rumah sakit atas pertimbangan :

1. Plasenta dapat melekat sangat erat di


dinding rahim
2. Pada umumnya kanalis servisis
dalam keadaan tertutup
3. Tingginya kejadian komplikasi
hipofibrinogenemi

ABORTUS BERULANG

ABORTUS BERULANG

Definisi

Abortus spontan berulang didefinisikan sebagai


abortus yang terjadi tiga kali atau lebih secara
berurutan.Umumnya abortus terjadi saat usia
kehamilan 12 minggu.

ETIOLOGI
Abnormalitas Kromosom Ditemukan pada 50% pasien dengan
abortus spontan berulang. Umumnya abortus terjadi pada semester
pertama.
Trisomi

Memiliki satu tambahan kromosom atau sebagian


kromosom. Menyumbang 52% dari semua abortus
akibat kelainan kromosom

Monosomi

Memiliki satu kromosom dari sepasang diploid.


Menyumbang 18% dari abortus karena kelainan
kromosom

Triploidi

Memiliki tiga haploid set kromosom lengkap.


Menyumbang 17% dari abortus akibat kelainan
kromosom

Mosaicism

Lebih dari satu pola kromosom dalam satu orang

Translokasi

Menyumbang 6% - 7% kasus abortus berulang, salah satu


atau kedua orang tuanya pembawa kromosom translokasi

Abnormalitas Uterus 10% - 15% wanita hamil mengalami abortus


berulang dikarenakan abnormalitas uterus seperti, septum parsial atau
komplit.
Kelainan
kongenital
mullerian

Prevalensi anomali kongenital mullerian diperkirakan


2% dari perempuan

Paparan
dietilstilbestrol
(DES)

DES menyebabkan anomali pada segmen bawah uterus

Sindrom
Asherman

Dari 200 pasien dengan perlengketan, 43% steril dan


14% memiliki riwayat abortus berulang

Uterine
leiomyomata

Leiomyomata submukosa atau fibroid dapat


mendistorsi kavum uteri dan menghambat
implantasi

Inkompetensi
Servik

Inkompetensi serviks menyebabkan abortus pada


trimester kedua

Penyebab Hormonal
Defek Fase Luteal
Prevalensi defek fase luteal yang dilaporkan pada pasien dengan
abortus berulang dari 23% - 60%.
Apakah dan bagaimana defek fase luteal menyebabkan abortus masih
belum jelas.
Hormon tiroid
Lebih banyak perempuan dengan abortus berulang memiliki antibodi
antitiroid, namun bukti bahwa antibodi ini benar benar
menyebabkan abortus masih kurang
Diabetes mellitus pregestational
Wanita dengan diabetes yang kurang terkontrol memiliki risiko
abortus spontan lebih tinggi dan anak anak mereka memiliki risiko
mengalami anomali kongenital
Penyakit ovarium polikistik
Dari 20% sampai 40% pasien dengan abortus berulang memiliki
penyakit ovarium polikistik

Faktor Imunologi
Kekurangan
Blocking
factor

Salah satu teori abortus berulang adalah bahwa sistem


kekebalan tubuh ibu merespon terhadap janin

Antibodi
antifosfolipi
d

Abortus berulang dan kematian janin dapat terjadi


karena infark plasenta atau gangguan fungsi trofoblas

Lupus
eritematosus
sistemik

Tampaknya terkait dengan vasculopathy dari desidua

Trombofilia
Yang paling umum adalah mutasi faktor V Leiden dan mutasi
protrombin G20210A Trombosis dari arteriol spiral Mengganggu
perfusi plasenta dan menyebabkan gangguan sirkulasi normal utero
plasenta, abortus janin, intra uterin growth retardation dan solusio
plasenta
Infeksi
Tidak ada bukti yang menunjukkan infeksi sebagai penyebab abortus
berulang, walaupun infeksi dengan Listeria monocytogenes,
sitomegalovirus dan Toxoplasma gondii mungkin menjadi penyebab
banyaknya abortus
Faktor Lingkungan
Kebanyakan abortus berhubungan dengan faktor anastesi, merokok,
alkohol dan kaffein.

EVALUASI KLINIS
Evaluasi pasien dengan abortus berulang harus mencakup medis,
bedah, keluarga, genetik dan riwayat menstruasi
Pasien harus ditanya tentang penggunaan obat obatan, tembakau,
alkohol dan kafein dan apakah mereka melakukan aktivitas fisik
yang berat

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan fisik
Evaluasi pembesaran tiroid
Evaluasi payudara
Evaluasi serviks
Evaluasi uterus

UJI LABORATORIUM
Tes darah darah lengkap
Jumlah sel, antibodi antinuklear, antikardiolipin antibodi, lupus
antikoagulan, tingkat prolaktin dan tingkat thyrotropin
Kromosom
Kromosom kedua orang tua harus dievaluasi
Evaluasi untuk trombofilia
Pengujian protein C, aktivasi protein C, Faktor V Leiden dan mutasi
protrombin, protein S, antitrombin dan tingkat puasa homocysteine
Biopsi endometrium
Mengkonfirmasi ovulasi atau mengevaluasi defek fase luteal.

TES PENCITRAAN
Hysterosalpingography, tiga dimensi USG dan MRI Membantu
mendeteksi kelainan uterus

ULASAN PATOLOGI
Jika memungkinkan, patologi slide dari abortus harus ditinjau oleh
plasenta patologi

PENGUJIAN TAMBAHAN
Natural killer cell, antibodi antipaternal, blocking antibodi, antibodi
sitotoksik dan tipe HLA antibodi

PENATALAKSANAAN

Genetika

Kongenital
mullerian

Inkompetensi
Servik

Fertilisasi in vitro. Jika ibu


memiliki oosit sedikit Donasi
oosit dari wanita muda.

Transcervical uteroplasty

Cerclage, paling lambat pada


akhir trisemester pertama

PENATALAKSANAAN

Defek fase
luteal

Penyakit
ovarium
polikistik

Suplemen progesteron Vagina supositoria


progesteron 50 mg 2x1/1 hari sekali dengan
progesteron gel (Crinone 8 %) Dapat
menyebabkan defek kelahiran bayi dengan
hipospadia berat
Clomiphene citrate 50 mg pada hari ke 5 sampai 9
dari siklus menstruasi

Metformin 1.000 sampai 1.500 mg/hari


Pengobatan harus dilanjutkan sampai 12 sampai 20
minggu gestasi

PENATALAKSANAAN

Kekurangan
Blockingfactor

Trombofilia

Imunoglobulin intravena
Masih kontroversial dan harus dipertimbangkan
sebagai experimental

Low-molecular-weight heparin dianjurkan


untuk pasien dengan abortus berulang atau
kematian awal janin terkait dengan trombofilia.

PENATALAKSANAAN
Antibodi antifosfolipid syndrome dan SLE

Aspirin 80 mg per hari dapat digunakan untuk pasien dengan


tingkat antibodi antifosfolipid yang rendah, lupus antikoagulan atau
antikardiolipin antibodi,
Low-molecular-weight heparin Injeksi subkutan enoxaparin
(Lovenox) 1mg/kg atau natrium dalteparin (Fragmin) 5.000 unit setiap
hari. Kombinasi aspirin dan heparin direkomendasikan untuk
mengelola abortus berulang pada pasien dengan SLE atau antibodi
antifosfolipid.2
Prednison. Aspirin ditambah heparin tampaknya menjadi
pendekatan lebih baik untuk manajemen abortus berulang.

PROGNOSIS

Berbagai faktor risiko mempengaruhi abortus berulang


Meningkat dari 14% menjadi 21% setelah satu abortus,
24% sampai 29% setelah dua abortus
31% sampai 33% setelah tiga abortus
Risiko abortus menurun setelah kehamilan berhasil dalam kelahiran
hidup.
Sikap positif ketika mengelola pasangan dengan abortus berulang
adalah penting
Kesempatan memiliki kehamilan yang sukses adalah sekitar 70%
terlepas dari temuan - temuan evaluasi dan terapi

KESIMPULAN
1.
2.

3.
4.
5.

6.

Abortus spontan berulang didefinisikan sebagai abortus yang


terjadi tiga kali atau lebih secara berurutan.
Kelainan kromosom terjadi lebih dari 50% abortus spontan.
Beberapa pasangan bisa menangani masalah ini dengan fertilisasi
in vitro.
Beberapa kelainan anatomi uterus seperti septum uterus, bisa
ditatalaksana dengan pembedahan.
Cerclage bisa dilakukan pada inkompetensi serviks paling lambat
pada akhir trisemester pertama.
Defek fase luteal umumnya diatasi dengan progesteron, walaupun
keuntungan dari terapi ini belum pasti dan ini mungkin
menyebabkan hipospadia pada bayi.
Jika abortus diperantai oleh antibodi antifosfolipid atau sistemik
lupus eritomatosus, pada beberapa kehamilan bisa diterapi
dengan prednison pada trisemester pertama, bisa juga dengan
aspirin dan bisa juga dengan heparin.

TERIMA KASIH