Anda di halaman 1dari 3

Indeks Pont

Dasar metoda ini adalah dalam lengkung gigi dengan susunan gigi teratur terdapat hubungan antara
jumlah lebar mesiodistal ke empat insisivi RA dengan lebar lengkung inter P1 dan inter M1. Lebar
lengkung inter P1 disebut LLM dan lebar lengkung inter M1 disebut LLB
Tujuan penggunaan metoda ini adalah untuk mengetahui apakah suatu lengkung gigi dalam keadaan
normal, kontraksi atau distraksi. Bila keadaannya kontraksi, berarti lengkung gigi mendekati bidang
sagittal dan bila distraksi berarti lengkung gigi menjauhi bidang sagital

Pont menyarankan bahwa rasio gabungan insisif terhadap lebar lengkung gigi melintang yang
diukur dari pusat permukaan oklusal gigi, idealnya adalah 0,8 pada fosa sentral premolar
pertama dan 0,64 pada fosa sentral molar pertama. Pont juga menyarankan bahwa lengkung
rahang atas dapat diekspansi sebanyak 1-2 mm lebih besar dari idealnya untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya relaps.

Gambar . Pengukuran lebar lengkung gigi pada analisis Pont. Patokan yang digunakan adalah sentral fosa
premolar pertama permanen dan molar pertama permanen.

Analisis Indeks Pont sesuai kasus


Lebar mesiodistal 12 11 21 22

= 31 mm

Jarak distal pit 14 24 (pasien) = 35 mm


Jarak sentral fossa 16 26 (pasien)

= 44 mm

Indeks Pont 14 24 = jml MD 12 11 21 22 x 100


80
=

31

x 100
80

= 38.75

Indeks Pont 16 26 = jml MD 12 11 21 22 x 100


64
=

31

x 100
64

= 48.4375

pasien

Pont

Selisih

14 - 24

35

38.75

-3.75

16 - 26

44

48.4375

-4.4375

Kesimpulan :

Hasil -3.75 pada pengukuran lebar lengkung gigi anterior menunjukkan terjadinya kontraksi
pada lengkung gigi anterior

Hasil -4.4375 pada pengukuran lebar lengkung gigi posterior menunjukkan terjadinya konstraksi
pada lengkung gigi posterior

Kesimpulannya dilakukan ekspansi pada lengkung gigi anterior dan posterior

Anda mungkin juga menyukai