Anda di halaman 1dari 4

Pola Makan Bagi Penderita Diabetes

A. Pengertian Diabetes
Diabetes melitus adalah sindroma yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang
tinggi (hiperglisemia) menahun karena gangguan produksi, sekresi insulin maupun
resistensi insulin. Saat ini diduga secara global jumlah penderita DM adalah 200 juta
orang. Di Amerika Serika, kurang lebih 650.000 kasus diabetes mellitus baru didiagnosis
setiap tahunnya (Healthy People 2000, 1990). Setengah dari jumlah kasus Diabetes
Mellitus (DM) tidak terdiagnosa karena pada umumnya diabetes mellitus tidak disertai
gejala sampai terjadinya komplikasi. Prevalensi penyakit diabetes mellitus meningkat
karena terjadi perubahan gaya hidup, kenaikan jumlah kalori yang dimakan, kurangnya
aktifitas fisik dan meningkatnya jumlah populasi manusia usia lanjut.

B. Pola Makan Untuk Penderita Diabetes


Pola makan pada penderita diabetes harus benar-benar diperhatikan. Baik jadwal,
jumlah, maupun jenis makanan yang dikonsumsi. Mengingat, penderita diabetes
biasanya memiliki kecenderungan kandungan gula darah yang tidak terkontrol. Kadar
gula darah akan meningkat drastis setelah mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Oleh
sebab itu, pola makan dan jenis makanan penyakit diabetes ini harus diatur sedemikian
rupa.
Kebutuhan makanan bagi penderita penyakit diabetes tidak hanya sekedar
mengisi lambung. Tetapi, makanan tersebut harus mampu menjaga kadar gula darah dan
memberikan terapi bagi penderita diabetes itu sendiri. Oleh sebab itu, jadwal, jumlah dan
jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh penderita harus benar-benar diatur
sedemikian rupa sehingga mampu memberikan terapi bagi kesembuhan penyakit gula
tersebut.
1. Jadwal Makan
Jadwal makan yang dianjurkan bagi penderita DIABETES adalah enam kali
makan dalam sehari. Dengan ketentuan tiga kali makan besar dan tiga kali makan
ringan. Hal tersebut dimaksudkan agar lambung tidak kosong dan asupan gula dalam

tubuh tetap stabil, tidak melonjak drastis dan juga tidak turun sangat rendah.
Perbandingan komposisi Prinsip Gizi Seimbang bagi penderita DM adalah
Karbohidrat 60%, Protein 10-15%, dan Lemak 20-25%
Adapun jadwal makan yang dianjurkan untuk penderita DIABETES adalah
setiap tiga jam sekali :
- Makan besar I (Sarapan pagi) : pukul 07.00
- Makan ringan I (Snack) : pukul 10.00
- Makan besar II (Makan siang) : pukul 13.00
- Makan ringan II (Snack) : pukul 16.00
- Makan besar III (Makan malam) : pukul 19.00
- Makan ringan III (Snack) : pukul 22.00
Jadwal makan ini harus benar-benar dipatuhi oleh penderita diabetes.
Usahakan makan tepat waktu. Mengingat jika terjadi keterlambatan atau makan tidak
teratur maka dikhawatirkan terjadi hipoglikemia (penurunan kadar gula darah). Gejala
hipoglikemia ini ditandai oleh timbulnya pusing, mual dan pingsan pada penderita
diabetes. Jika gejala ini terjadi maka sebaiknya penderita diberi minum air gula untuk
mengembalikan keseimbangan gula dalam darah.

2. Porsi Makanan
Tidak hanya jadwal makan, porsi makanan bagi penderita DIABETES juga
harus diperhatikan. Prinsip yang harus dipegang dalam mengatur porsi makanan ini
adalah porsi makanan yang dikonsumsi tidak perlu banyak, namun harus sering. Oleh
sebab itu, jadwal makan diatur sedemikian rupa hingga enam kali dalam sehari.
Berikut ini adalah anjuran porsi makanan yang harus diberikan pada penderita
DIABETES:
Makan pagi : 20% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari
Makan ringan I : 10% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

Makan siang : 25% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari
Makan ringan II : 10% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari
Makan malam : 25% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari
Makan ringan III : 10% dari total kebutuhan kalori dalam satu hari

3. Jenis makanan
Pemilihan jenis makanan bagi penderita penyakit diabetes ini berkaitan dengan
naik turunnya kadar gula darah. Karena asupan gula ke dalam tubuh berasal dari
makanan yang dikonsumsi. Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan
kecepatan makanan dalam meningkatkan/menaikkan kadar gula dalam darah.
Semakin tinggi indeks glikemik maka kenaikan gula darah setelah mengkonsumsi
makanan semakin cepat.
Bahan makanan untuk penderita diabetes paling baik adalah dari sumber
karbohidrat kompleks, diantaranya padi-padian (beras merah, jagung, gandum), umbiumbian (singkong, ubi jalar, kentang), dan sagu. Proses pencernaan dan penyerapan
karbohidrat kompleks didalam tubuh berlangsung lebih lama dari pada proses
pencernaan dan penyerapan karbohidrat sederhana, sehingga dengan mengkonsumsi
karbohidrat kompleks orang tidak segera lapar.
Selain mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks, penderita
diabetes juga harus membatasi konsumsi lemak. Di daerah pedesaaan, konsumsi
lemak atau minyak masih sangat rendah sehingga perlu ditingkatkan. Sementara
konsumsi lemak pada penduduk perkotaan perlu diwaspadai karena cenderung
berlebihan. Mengurangi asupan lemak, terutama lemak jenuh dapat menurunkan
resiko diabetes. Contohnya makanan yang digoreng, dan mentega atau santan kental.
Berikut ini adalah contoh makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita
diabetes, yaitu :
1. Mie dan Pasta
Pada kebanyakan mie dan pasta memiliki indeks glikemik yang tinggi.
Artinya pasta dan mie dibuat dengan olahan karbohidrat sederhana seperti gandum
atau tepung beras. Konsumsi karbohidrat tinggi bisa meningkatkan kadar gula
dalam darah.

2. Nasi
Kurangi konsumsi nasi putih karena kandungan karbohidratnya sangat
tinggi. Anda bisa menggantinya, dengan nasi yang berasal dari beras merah
maupun beras coklat.
3. Kafein
Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan kafein memiliki dampak
negatif pada penderita DIABETES. Untuk itu, akan lebih jika Anda mengurangi
minuman yang mengandung kafein.
4. Roti putih
Kurangi konsumsi roti yang terbuat dari tepung putih. Lebih baik pilih roti
yang terbuat dari tepung gandum. Selain memiliki banyak serat juga baik untuk
jantung Anda.
Bahan makanan yang dianjurkan dikonsumsi oleh penderita Diabetes
Melitus sebagai berikut :
1. Sumber Karbohidrat

= Padi, beras merah, kentang, ubi jalar

2. Sumber Protein Rendah Lemak = Ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe
3. Buah

= Jeruk, melon, semangka, apel, pepaya, pisang

4. Sayuran
- Sayuran Golongan A = Lobak, timun, tomat, kangkung, terung, kembang kol
- Sayuran Golongan B (100 gram/hari) = Daun pepaya, daun singkong, kacang
panjang, jantung pisang.