Anda di halaman 1dari 14

Pembagian Mikroorganisme

Mikroorganisme terbagi atas :


1. Bakteri
Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak
memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran
sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi. Beberapa
kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok
lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel
bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti
mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan
sel eukariot yang lebih kompleks (Anonim, 2012).
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis
dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.
Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 m, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter
hingga 700 m, yaitu Thiomargarita. Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel
tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa
jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel
(Nurwantoro, 1997).

2. Fungi (termasuk khamir & Actinomycetes)


Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang
mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi
memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai
jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar
yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak
disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda
(ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan
aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk
zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara
membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut
sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah
Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat
terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi
disebut mikologi (dari akar kata Yunani , "lendir", dan , "pengetahuan", "lambang")
(Anonim, 2012).

3. Virus (termasuk bacteriophage)


Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus
bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam
material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah
kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi
semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi
ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat
bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.Istilah virus biasanya
merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan
banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage atau fage digunakan untuk
jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti
sel) (Dwijoseputro, 2005).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat
menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena
karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia
(misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya
virus mosaik tembakau/TMV).

Gambar 2.3 Contoh Virus

4. Protozoa (termasuk Algae)


Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa Yunani,
yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah hewan pertama.
Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang antara algae dan
protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah
mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Sebagai contoh
algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi
dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies
Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan
memasukkannya ke dalam filum protozoa. Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas
yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini
merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa.
Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik.
Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat

bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat
membentuk badan buah (Dwijoseputro, 2005).
Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya hidup bebas
dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Beberapa spesies bersifat parasitik,
hidup pada organisme inang. Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme
sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia. Beberapa spesies
dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan. Semua protozoa
memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun. Beberapa jenis protozoa laut
merupakan bagian dari zooplankton. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Spesies yang
hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air. Ada pula protozoa
yang tidak bersifat parasit yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan
ruminansia. Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyebabkan
penyakit serius. Protozoa yang lain membantu karena mereka memakan bakteri berbahaya dan
menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya. Protozoa hidup secara soliter atau bentuk
koloni.

Didalam

ekosistem

air

protozoa

merupakan

zooplankton.

Permukan

tubuh

Protozoadibayangi oleh membransel yang tipis, elastis, permeable, yang tersusun dari bahan
lipoprotein, sehingga bentuknya mudah berubah-ubah. Beberapa jenis protozoa memiliki rangka
luar ( cangkok) dari zat kersik dan kapur. Apabila kondisi lingkungan tempat tinggal tiba-tiba
menjadi jelek, Protozoa membentuk kista. Dan menjadi aktif lagi. Organel yang terdapat di
dalam sel antara lain nucleus, badan golgi, mikrokondria, plastida, dan vakluola. Nutrisi protozoa
bermacam-macam. Ada yang holozoik (heterotrof), yaitu makanannya berupa organisme
lainnya,. Ada pula yang holofilik (autotrof), yaitu dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat
organic dengan bantuan klorofit dan cahaya. Selain itu ada yang bersifat saprofitik, yaitu
menggunakan sisa bahan organic dari organisme yang telah mati adapula yang bersifat parasitik.
Apabila protozoa dibandingkan dengan tumbuhan unisel, terdapat banyak perbedaan tetapi ada
persamaannya. Hal ini mungkin protozoa meriupakan bentuk peralihan dari bentuk sel tumbuhan
ke bentuk sel hewan dalam perjalanan evolusinya (Volk, 1990).
1. Anthony Van Leeuwenhoek (1632-1723)
Menciptakan mikroskop sederhana yang terdiri dari satu lensa yang dapat mencapai
pembesaran 200 kali
..
2. Louis Pasteur (1822-1895)

Seorang ahli kimia dari Perancis yang menemukan prinsip-prinsip dasar yang berkaitan
dengan sifat hidup mikroba antara lain masalah fermentasi. Proses fermentasi adalah proses
biologis/ bukan proses kimiawi dimana mikroba yang berperan adalah ragi.
3. Robert Koch (1843-1910)
Seorang dokter dari Jerman yang menemukan dan menerangkan dengan jelas kaitan dan
peranan mikroba sebagai penyebab penyakit. Salah satu postulat yang telah ia susun saat itu
dikenal dengan Postulat Koch. Ia menemukan metoda isolasi, pemisahan, pembuatan preparat
dan identifikasi biakan mikroba secara murni (1881). Salah satu asisten Koch menemukan cawan
petri.
4. Fransisco Redi (1626-1697)
Seorang dokter dari Italia yang membanah teori abiogenesis.
5. Spallanzani (1729-1799)
Tahun 1768 membantah pendapat Aristoteles dan Needham. Rebusan daging yang
dimasukkan ke dalam botol yang ditutup rapat, dimana tidak memungkinkan masuknya udara
tidak akan terjadi kehidupan mikroorganisme. Teori ini kemudian disempurnakan oleh Schultze
(1836) danSchwann(1837).ppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp
6. Fracastorius (1478-1553)
Menyebutkan tentang dasar-dasar perpindahan dan penyebaran jasad penyebab penyakit.
7. Kircher (1602-1680)
Tentang perpindahan dan penyebaran jasad penyebab penyakit.
8. Panum (1820-1885)
Merupakan penemu penyakit campak.
9. Budd (1811-1880)
Mengenai epidemi kolera di Asia.
10. Gram (1844)
Menemukan sistem pewarnaan bakteri sehingga bakteri terbagi menjadi dua kelompok besar,
gram positif dan gram negatif.
11. Chamberland (1877)
Menemukan sterilisasi sistem saringan.
12. Iwanowski (1892)
Penemu TMV (Tobacco Mosaic Virus)

13. Buist (1887), Negri (1903), Ricketts (1906), Woodruff dan Goodpasture (1930), Stanley
(1937).
Peneliti-peneliti lain di bidang pengembangan virus

14. Domogk (1934)


Penemuan obat-obat sulfa untuk infeksi bakteri.
15. Fleming, Florey, Chain (1945)
Penemuan antibiotika penisilin,
16. Walesman (1952)
Penemuan antibiotika streptomisin,
17. Stanley (1946)
Penemuan protein virus secara murni,
18. Enders, Weller, dan Beadle (1954)
Penemuan virus poliomyetilitis yang berguna dalam pembuatan vaksin polio.
19. Aristoteles (300 SM)
Berpendapat bahwa makhluk makhluk kecil itu terjadi dari benda yang mati.PP
20. Needham (1745 sampai 1750).
Pendeta bangsa Irlandia, menganut pendapat yang sama dengan Aristoteles. Dia mengadakan
percobaan percobaan dengan berbagai rebusan padi padian, daging dan sebagainya.
Meskipun air rebusan itu ditutup rapat dalam botol misalnya, dapat menumbuhkan
mikroorganismeLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL
Pendapat ini menimbulkan teori baru: abiogenesis (a= tidak, bios= hidup, genesis= kejadian)
atau disebut juga dengan kata lain teori : generatio spontanea(makhluk makhluk baru terjadi
begitu saja). Kesimpulan: kehidupan baru dapat timbul dari barang yang mati.
21. Paul Ehrlich (1854 1915)
Menemukan kekebalan dan menganjurkan pengobatan terhadap jasad jasad renik dengan
memakai zat kimia, misalnya dengan salvarsan, terhadap kuman Spirochaeta.
22. Loeffler
Menemukan kuman penyebab penyakit difteria (1884)
23. Neisser
Menemukan kuman penyebab kencing nanah,
24. Kitasato
Menemukan kuman penyebab penyakit tetanus, dan kuman penyebab penyakit pest (sampar).
25. Shiga
Menemukan kuman yang menyebabkan penyakit disentri.
Contoh Bakteri yang Merugikan
1. Penyebab Penyakit pada Manusia

Nama bakteri dan penyakit yang ditimbulkan sebagai berikut.


a) Vibrio cholerae dapat menyebabkan penyakit kolera
b) Mycobacterium tubercolusis dapat menyebabkan penyakit TBC
c) Mycobacterium leprae dapat menyebabkan penyakit lepra.
d) Shigella dysentriae dapat menyebabkan penyakit disentri.
e) Salmonella typhi dapat menyebabkan penyakit tifus
f) Pasteurella pestis dapat menyebabkan penyakit pes.
g) Clostridium tetani dapat menyebabkan penyakit tetanus.
h) Treponema pallidum dapat menyebabkan penyakit sifilis.
i) Neisseria gonorhoeae dapat menyebabkan penyakit gonorhoe.
j) Bordetella pertusis dapat menyebabkan penyakit batuk rejan.
h) Leptospira sp. Dapat menyebabkan leptospirosis.

Bakteri memiliki beberapa bentuk dasar sehingga dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk
dasar, yaitu bacillus (batang), coccus (bulat), dan spirillum (spiral). Berikut keterangan yang
lebih lengkap mengenai bentuk-bentuk bakteri.

1. Bacillus
a. Monobacillus (bentuk batang tunggal)
Contoh bakteri: Escherichia coli, Lactobacillus, dan Salmonella typhi
Contoh gambar:

b. Streptobacillus (bentuk batang berkoloni membentuk rantai)


Contoh bakteri: Azotobacter, Bacillus anthracis,dan Streptobacillus moniliformis
Contoh gambar:

2. Coccus
a. Monococcus (bentuk bola tunggal)
Contoh bakteri:Neisseria gonorrhoe
Contoh gambar:

b. Diplococcus: (bentuk bola berkoloni dua-dua)


Contoh bakteri: Diplococcus pneumoniae
Contoh gambar:

c. Streptococcus (bentuk bola berkoloni membentuk rantai )

Contoh bakteri: Streptococcus pyogenes, Streptococcus thermophillus, dan


Streptococcus lactis
Contoh gambar:

d. Staphylococcus (bentuk bola berkoloni membentuk buah anggur )


Contoh bakteri: Staphylococcus aureus
Contoh gambar:

e. Sarcina (bentuk bola berkoloni membentuk kubus)


Contoh bakteri: Sarcina sp.
Contoh gambar:

3. Spiral
e. Spirillum (Berupa lengkung lebih dari setengah lingkaran)
Contoh bakteri: Spirillum minor
Contoh gambar:

e. Spirochaeta (bentuk lengkung seperti kumparan)


Contoh bakteri: Treponema pallidum (penyebab penyakit sipilis)

Contoh gambar:

e. Comma (bentuk lengkung setengah lingkaran, koma)


Contoh bakteri: Vibrio comma atau Vibrio cholerae
Contoh gambar:

Pathogen
Penyakit

Persamaan

Perbedaan

(1) Sebagai pathogen penyakit


sama dengan virus dan bakteri

Jamur

Virus

(1) Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur


pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang
contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen da
(2) Peranannya menguntungkan membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusu
dan merugikan. Menguntungkan, buah
jamur merang, jamur kuping, dll.
Merugikan menyebabkan penyakit (2) Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda den
pada tanaman
memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh mak
dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyi
(3) Susunan tubuh Renik (terdiri Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantun
karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya.
dari benang-benang hifa)

(1) Mampu menjaga


kelangsungan hidup spesiesnya
agar tidak punah dengan cara
menginfeksi satu inang ke inang
yang lain dan seterusnya
(transmisi)

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual


menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan uku
adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur
memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dap
mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah
(1) Virus tidak dapat berkembang biak sendiri sebab tidak mem
bermetabolisme. Untuk berkembang biak, virus memerlukan ba
perkembangbiakan virus yaitu melalui daur litik (lytic cycle) da

(2) Saat ini virus adalah mahluk yang berukuran paling kecil. V
mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter

(3) Virus itu adalah berasal dari bahasa Latin yang artinya racu
(2) Mampu melakukan perlekatan hidup dan bkn cell. Karena virus tidak punya nukleus nukleus, c
dengan sel tubuh inang yang akan virus itu harnya terdiri dari DNA atau RNA.
diinfeksinya
(3) Setelah perlekatannya dengan
sel inang tersebut, dia harus
mampu masuk ke dalam sel inang
dengan cara yang khas sesuai
dengan pembagian jenis bakteri
tersebut
(4) Di dalam sel tubuh inang
yang diinfeksinya bakteri itu akan
mengeluarkan sifat toksigenitasnya
(sifat yang mempunyai pengaruh
buruk pada inangnya)
(5) Kemampuannya untuk
menghindar dari perlawanan tubuh
inangnya juga menjadi ciri khas
dari bakteri karena kebutuhannya
untuk mempertahankan spesiesnya
(6) Renik, jauh lebih kecil
daripada bakteri, yakni berkisar
antara 20 milimikron-300
milimikron (1 mikron = 1000
milimikron

(1) Mampu menjaga


kelangsungan hidup spesiesnya
agar tidak punah dengan cara
menginfeksi satu inang ke inang
yang lain dan seterusnya
(transmisi)
(2) Mampu melakukan perlekatan
dengan sel tubuh inang yang akan
diinfeksinya

Bakteri

(3) Setelah perlekatannya dengan


sel inang tersebut, dia harus
mampu masuk ke dalam sel inang
dengan cara yang khas sesuai
dengan pembagian jenis bakteri
tersebut
(4) Di dalam sel tubuh inang
yang diinfeksinya bakteri itu akan
mengeluarkan sifat toksigenitasnya
(sifat yang mempunyai pengaruh
buruk pada inangnya)
(5) Kemampuannya untuk
menghindar dari perlawanan tubuh
inangnya juga menjadi ciri khas
dari bakteri karena kebutuhannya
untuk mempertahankan spesiesnya
(6) Renik, Antara 0,12 sampai
dengan ratusan micron, umumnya
ukuran rata-ratanya 1-5 mikron