Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 5 MINGGU KE-1

UROGENITAL

KELOMPOK B-12
Drs. Almurdi, MS

Ketua

: Hengky Fandri

0910313208

Sekretaris 1 : Ami Tri Nursasmi

0910312126

Sekretaris 2 : Metha Arsilita H

0910313245

Anggota:
1. Mareza Dwithania

0910311012

2. Amylia Febrianti

0910312041

3. Alania Rosari

0910312070

4. Faraznasia Benny

0910312098

5. Anggy Afriani

0910313232

6. Rohani

0910313262

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2010

Modul I

Skenario : GINJAL YANG GAGAL BERMIGRASI

Tn. Rinaldi seorang karyawan BUMN menjalani medical check up. Pada pemeriksaan fisik,
dokter tidak menemukan kelainan. Hasil pemeriksaan laboratorium rutin dalam batas normal.
Hasil USG Doppler abdomen, menunjukkan gambaran ginjal tidak terletak pada tempat
semestinya di rongga abdomen, tetapi berada dalam pelvis dan arteri renalis tidak berasal dari
aorta abdominalis. Dia mendiagnosisnya sebagai pelvic kidney (ginjal panggul).
Bagaimanakan anda menerangkan tentang pasien ini jika dihubungkan dengan perkembangan,
anatomi, dan histology dari sistem urinarius?

I. TERMINOLOGI
1. Pelvic kidney : suatu keadaan dimana ginjal tetap berada di dalam panggul di dekat arteri
iliaka komunis dan tidak kembali ke tempat normalnya.
2. USG DOPPLER

: USG yang menggunakan pergeseran frekuensi antara gelombang

ultrasonik yang dikeluarkan dan gema yang digunakan untuk mengukur kecepatan objek
yang sedang bergerak berdasarkan efek doppler.
3. Pemeriksaan fisik : suatu pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk menegakkan
diagnosa, mencakup inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi.
4. Ginjal : suatu organ yang berbentuk seperti kacang dan berwarna kemerahan dan ginjal
berada di daerah lumbal yang berfungsi menyaring darah, mensekresi hasil akhir
metabolisme tubuh dalam bentuk urin, dan mengatur kadar ion hydrogen, natrium,
kalium, fosfat, dan ion-ion di dalam cairan ekstraseluler.
5. Arteri renalis : cabang dari aorta abdominalis yang memperdarahi ginjal, kelenjar
suprarenal, dan ureter dan masuk ke hillus melalui cabang anterior dan posterior
6. Aorta abdominalis : berada pada area sekitar diafragma dan berakhir pada area sekitar
vertebra lumbal ke-4, 1 cm di bawah dan di sebelah kiri umbilicus dan menjadi bagian
distal dari pars descendens aortae, yang dari kelanjutan dari pars thoracica aortae serta
merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah yang berasal dari jantung,
memperdarahi organ-organ pada rongga abdomen dan sekitarnya.
7. Medical check up : kegiatan rutin untuk pemeriksaan tubuh seperti pemeriksaan fisik.
8. Pelvis : bagian inferior tubuh yang dibatasi di sebelah anterior dan lateral oleh 2 tulang
pinggul dan posterior oleh os. Sacrum dan koksigis.
9. Laboratorium rutin : pemeriksaan laboratorium yang tanpa indikasi seperti pemeriksaan
protein urin, sedimen urin, dan glukosa pada urin.

II. IDENTIFIKASI MASALAH


1. Apa saja jenis pemeriksaan laboratorium dari Tn. Rinaldi?
2. Apa penyebab ginjal tidak terlihat ditempat yang semestinya?
3. Bagaimana proses terbentuknya ginjal?
4. Mengapa kelainan ini tidak terdiagnosis pada pemeriksaan fisik?
5. Apa efek dari pelvic kidney ini?
6. Bagaimana cara penanggulangan dari kelainan pelvic kidney?
7. Dimanakah letak ginjal secara normal?
8. Darimana asal arteri renalis?
9. Apa saja bagian-bagian dari ginjal?
10. Apa fungsi ginjal secara umum?
11. Apa saja organ yang dilalui oleh hasil ekskresi urin?

III. ANALISIS MASALAH


1. Apa saja jenis pemeriksaan laboratorium dari Tn. Rinaldi?
Dengan pemeriksaan laboratorium yang tanpa indikasi seperti pemeriksaan protein urin, sedimen
urin, dan glukosa pada urin.
2. Apa penyebab ginjal tidak terlihat ditempat yang semestinya?
Terjadi kesalahan pada masa embriologi ginjal yaitu ketika masa embrional saat fase
mesonefros.
Ginjal pada awalnya terletak di regio panggul, kemudian bergeser ke posisi lebih cranial di
abdomen. Naiknya ginjal ini disebabkan oleh berkurangnya kelengkungan tubuh dan
pertumbuhan tubuh di region lumbal dan sacral.
Di panggul, metanefron menerima pasokan arterinyadari cabang pelvis aorta. Salama proses
naiknya ke rongga abdomen, ginjal didarahi oleh arteridari aorta yang letaknya semakin tinggi.
Pembuluh-pembuluh di bagian bawah biasanya mengalami degenerasi, tetapi sebagian mungkin
menetap. Pada pelvic kidney, ginjal yang seharusnya naik, gagal pada proses tersebut sehingga
menetap di rongga pelvis.
3. Bagaimana proses terbentuknya ginjal?
Minggu 4 : mesoderm intermediet (di servikal) sistem segmental menghilang (tidak ada
hubungan lagi dengan rongga selom, sisa : tub. sekretorius) tidak mengalami segmentasi
korda jaringan nefrogenik (ginjal dan rigi-rigi urogenital).
4. Mengapa kelainan ini tidak terdiagnosis pada pemeriksaan fisik?
Karena ginjal tuan Rinaldi hanya mengalami kelainan ektopik, posisinya yang salah, namun
fisiologi dari sistem urinariusnya masih berjalan normal sehingga pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan labor dari tuan Rinaldi berada dalam kondisi normal.
5. Apa efek dari pelvic kidney ini?
Umumnya tidak ada karena pada pelvic kidney yang mengalami kelainan hanya posisi ginjal,
sedang fisiologinya masih normal.

6. Bagaimana cara penanggulangan dari kelainan pelvic kidney?


Karena tidak ada dampak, maka penderita pelvic kidney tidak memerlukan terapi, tetapi biasanya
orang-orang dengan penyakit seperti ini menggunakan kalung khusus sebagai petunjuk pada ahli
medis bahwa orang ini mempunyai pelvic kidney, sehingga ahli medis tidak terkejut lagi bila
melakukan operasi atau pemeriksaan pada pasien ini.
7. Dimanakah letak ginjal secara normal?
ginjal terletak di depan diafragma diafragma dan musculus quadrates ; umborum. Di atas kedua
ginjal terdapat glandula suprarenalis (kelenjar anak ginjal).
Di atas ginjal/kel anak ginjal kanan hepar
Di atas ginjal/kel anak ginjal kiri diafragma.
Ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan. Di depan ginjal terdapat ala tang berada dalam rongga
perut, yaitu gaster di sepan ginjal kiri dan duodenum di depan ginjal kiri.
Ginjal dibungkus oleh jaringan fibrus tipis dan mengkilat yang disebut kapsula fibrosa ginjal. Di
luar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal dan dibungkus oleh fasia Gerota. Fasia ini
berfungsi sebagai barier yang menghambat meluasnya perdarahan dari parenkim ginjal serta
menghambat penyebaran infeksi. Di luar fasia Gerota terdapat jaringan lemak pararenal.
8. Darimana asal arteri renalis?
Arteri renalis pada pelvic kidney berasal dari pelvic aorta, karena ginjal gagal naik ke atas.
9. Apa saja bagian-bagian dari ginjal?
- hilus : tingkat kecekungan pada tepi bagian medial ginjal.
- pelvis ginjal: perluasan sebagian proksimal ureter.
- sinus ginjal: bagian yang membuka pada hilus.
-parenkim ginjal: korteks: terdiri atas massa triangularpiramid ginjal.
- Medulla: berisi tubulus dan pembuluh darah.
10. Apa fungsi ginjal secara umum?
1) Mengeluarkan sisa metabolisme berupa produksi urin.

2) Mengatur tekanan darah


3) Mengatur keseimbangan asam basa darah.
4) Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
11. Apa saja organ yang dilalui oleh hasil ekskresi urin?
Dari ginjal menuju pelvis renalis, menuju ureter, menuju kandung kemih, menuju uretra sampai
ke ostiumurethra eksternum (pada wanita), atau pada pria di bagian glans penis.

IV. SISTEMATIKA

EMBRIOLOGI

HISTOLOGI

PELVIC KIDNEY

NEURO ANATOMI

ANATOMI

VASKULARISASI

V. LO :
Mahasiswa mampu menjelaskan :
1. Embriologi sistem urinarius
2. Anatomi sistem urinarius
3. Histologi sistem urinarius
4. Vaskularisasi dan persarafan sistem urinarius
5. Kelainan congenital sistem urinarius

VI. BELAJAR MANDIRI


VII. BERBAGI INFORMASI
1. Embriologi Sistem Urinarius
Minggu 4 : mesoderm intermedia (di servikal) sistem segmental menghilang (tidak ada
hubungan lagi dengan rongga selom, sisa : tub. sekretorius) tidak mengalami segmentasi
korda jaringan nefrogenik (ginjal dan rigi-rigi urogenital).

Sistem Ginjal
1. Pronefros rudimenter
7-10 sel di servikal nefrotom vestigium menghilang (minggu 4)

2. Mesonefros berfungsi pada masa janin awal


Mesoderm intermedia (dada atas s/d L3) regresi (minggu 3) saluran memanjang
(bentuk S) : glomerulus + simpai bowman korpuskulus mesonefrikus (muara : duktus
wolff/mesonefros) ditengah mesonefros : bulat telur rigi urogenital (pertengahan
bulan 2) menghilang akhir bulan 2 (kecuali pada pria menetap : saluran kaudal dan
mesonefros)
3. Metanefros Ginjal tetap

a. Satuan eksresi
Minggu 5 : mesoderm metanefros satuan eksresi
Ujung saluran-saluran ditutupi topi jaringan metanefrik vesikel renalis+glomerulus
nefron
Proksimal : simpai bowman

Distal : tubulus dengan saluran pengumpul, pemanjangan : tubulus kontortus proksimal,


ansa henle, tubulus kontortus distal mulai berfungsi pada trimester I ginjal
berlobulasi (saat lahir) lobus menghilang (masa anak-anak).

b. Sistem pengumpul
Tunas ureter (tonjol saluran mesonefros) menembus metanefros pelvis renalis
primitive : bagian krranial dan kaudal kalises mayors membelah hingga 12
generasi saluran kalises minor (pada generasi 3 & 4) akhir bulan 5 piramida
ginjal (generasi 5).

Posisi Ginjal
Posisi awal : panggul naik (diperdarahi pembuluh nadi aorta yang semakin meninggi)
cranial rongga perut (naik karena kurangnya kelengkungan di lumbal dan sacral).
Pembuluh darah dibawah : degenerasi
Fungsi Ginjal
Mulai berfungsi : akhir trimester I
Air kemih rongga amnion (bercampur dengan cairan amnion) ditelan saluran
pencernaan (kedarah, sekresi kedalam amnion)

Pada janin, ginjal belum berfungsi, dalam sistem eksresi digunakan plasenta.

Kandung Kemih
Minggu 4-7 kloaka septum anorektal :
1. saluran anorektal
2. sinus urogenitalis

atas : kandung kemih

mula-mula : ada hubungan dengan allantois setelah rongga allantpis menutup sisanya : korda
fibroa tebal (urakus) > hubungan puncak kandung kemih dengan umbilicus (ligamentum
umbilicus medial).

Bagian panggul : saluran agak sempit (pria uretra pars prostatika dan pars
membranosa)

Sinus urogenitalis bagian penis


Pipih kesamping, terpisah dari dunia luar oleh membrana urogenitalis.
Selama perkembangan kloaka kaudal duktus mesonefros masuk ke kandung kemih
Ketika ginjal naik, duktus mesonefros saling mendekat uretra pars prostatika (pria :
duktus ejakulatorius)

Selaput kloaka anterior : membrana urogenitalis, posterior : membrana analis


Mesoderm duktus mesonefros
Mesoderm trigonum (selaput lendir kandung kemih) kemudian mesoderm digantikan
endoderm epitel kandung kemih
Uretra
Endoderm epitel
Mesoderm splanknik jaringan penyambung & jaringan otot polos

Bulan 3 : epitel uretra pars prostatika proliferasi menembus mesenkim :


a. Pria : kelenjar prostat
b. Wanita : kelenjar uretra dan kelenjar parauretra

2. Anatomi sistem urinarius

1. Ren (ginjal).

berwarna coklat kemerahan.

Terletak di belakang peritoneum, dinding posterior abdomen di samping kanan dan


kiri columna vertebralis, tertutup oleh arcus costalis.

Ren dextra lebih rendah dari ren sinistra karena ada lobus hepatis dexter yang besar.

Pada kedua margo medialis ren yang cekung terdapat celah vertikal yang dibatasi
oleh pinggir-pinggir substansi ren yang tebal dan disebut hilum renale.

Hilum renale meluas ke suatu ruangan yang besar disebut sinus renalis.

Selubung:
-

Capsula fibrosa: meliputi dan melekat erat pada permukaan luar ren.

Capsula adiposa: meliputi capsula fibrosa.

Fascia renalis: kondensasi jaringan ikat terletak di luar capsula adiposa, meliputi ren
dan glandula suprarenalis, di lateral, fascia ini melanjutkan diri sebagai fascia
transversalis.

Corpus adiposum pararenal: diluar fascia renalis: membentuk sebagian lemak


peritoneum.

Struktur ren:
-

Masing-masing punya korteks renalis di bagian luar yang berwarna coklat gelap.

Medulla renalis di bagian dalam berwarna coklat lebih terang daripada korteks.

Medulla renalis terdiri dari 12 piramid renales yang masing-masing punya basis
yang menghadap ke korteks renalis. Apex yaitu papilla renalis yang menonjol ke
medial.

Bagian corteks yang menonjol ke medulla di antara piramid yang berdekatan disebut
columnae renalis.

Bagian bergaris-garis yang membentang dari basis piramid renale-corteks disebut


radii medullares.

Pelebaran ke atas ureter dari dalam hilum renale ke pelvis renale bercabang menjadi 2
atau 3 calix major dan masing-masing bercabang lagi menjadi calix minor. Setiap
calix minor diinvaginasi oleh apex piramid renalis yang disebut papilla renalis.

2. Ureter.

Saluran muskular yang terbentang dari ren ke facies posterior vesika urinaria.

Urine didorong oleh kontraksi peristaltik tunika muskularis dan tekanan filtrasi ginjal.

Tiap ureter panjangnya 10 inch = 25 cm.

Mempunyai 3 penyempitan:
o Di tempat pelvis renalis berhubungan dengan ureter.
o Di tempat ureter melengkung pada waktu menyilang apertura pelvis superior.
o Di tempat ureter menembus dinding vesika urinaria.

3. Vesika urinaria.

Terdapat di belakang pubis di dalam cavitas pelvis.

Menyimpan urin.

Kapasitas maksimal 500 ml.

Punya dinding otot yang kuat.

Bentuk dan batas bervariasi sesuai dengan jumlah urin di dalamnya.

Pada orang dewasa:


o Kosong, vesika urinaria berada di pelvis.
o Penuh, dinding atasnya sampai hipogastricum.

Pada anak-anak:
o Kosong, menonjol di atas apertura pelvis superior.
o Penuh, pelvis seperti vesika urinaria dalam keadaan kosong pada orang
dewasa.

Pada pria, vesika urinaria kosong, piramid yang mempunyai:


o Apex vesica mengarah ke depan terletak di belakang pinggir atas simpisis
pubis.
o Basis (facies posterior) vesicae menghadap posterior dan berbentuk segitiga.
o Facies superior vesicae diliputi peritoneum dan berbatasan dengan lengkung
ileum atau kolon sigmoideum. Bila terisi akan lonjong ke atas.
o Facies inferolateralis.
o Colum vesicae di inferior pada facies superior prostatae.

Pada wanita:
o Karena tidak ada prostata, vesika urinaria pada perempuan lebih rendah.
o Apex vesicae dibelakang simpisis pubis.
o Basis atau permukaan posterior dipisahkan dari rektum oleh vagina.
o Facies superior berbatasan dengan excavatio rectouterina corpus uteri.
o Facies inferolateralis berbatasan dengan bantalan lemak retropubika dan os.
Pubis.
o Collum vesicae terletak pada facies superior diafragma urogenital.

Tunika mukosa terlipat-lipat saat vesika urinaria kosong.

Tunika mukosa di permukaan dalam basis vesika urinaria trigonum vesicae


liutaudi, selalu licin walau dalam keadaan kosong karena melekat erat pada lapisan
otot yang ada di bawahnya.

4. Uretra.
Pada laki-laki:

Panjang 8 inch = 20 cm.

Terbentang dari collum vesicae urinaria sampai ostium urethra externum pada gland
penis. Terdiri dari:
o Uretra pars prostatika.
Panjang 1 inch = 3 cm.
Berjalan melalui prostat dari basis-apex merupakan bagian yang paling
lebar dari uretra.
o Uretra pars membranosa.
Panjang inch = 1,25 cm.
Di dalam diafragma urogenitale, dikelilingi sfingter urethrae tidak bisa
dilebarkan.
o Uretra pars spongiosa.
Panjang 6 inch = 15,75 cm.
Dibungkus dalam bulbus dan corpus spongiosum penis tersempit dari
seluruh uretra.

Bagian uretra yang melebar terletak di dalam gland penis membentuk fossa
navicularis fossa terminalis.

Pada wanita:

Panjang 1 inch = 3,8 cm.

Terbentang dari collum vesicae urinaria sampai ostium urethrae externum dan
bermuara ke dalam vestibulum sekitar 1 inch (2,5 cm) distal dari klitoris.

Terletak tepat di depan vagina.

Uretra dapat dilebarkan dengan mudah.

3. Histologi sistem urinarius


1. GINJAL
Setiap ginjal memiliki sisi medial cekung, yaitu hilus. Pelvis renalis, yakni ujung atas
ureter yang melebar, terbagi menjadi dua atau tiga kaliks mayor. Cabang yang lebih kecil
muncul dari kaliks mayor yang dinamakan kaliks minor. Ginjal dapat dibagi menjadi
korteks di luar dan medula di dalam. Medula ginjal terdiri dari 10-18 struktur piramid
medula. Setiap ginjal terdiri dari 1-4 juta nefron yang terdiri atas korpuskel renalis,
tubulus kontortus proksimal, segmen tipis dan tebal ansa Henle, tubulus kontortus
distal, serta tubulus dan duktus koligentes.

Korteks Renalis

Medula Renalis

Korpuskel Renalis
Setiap korpuskel renalis berdiameter sekitar 200m dan terdiri atas seberkas kapiler,
yaitu glomerulus, yang dikelilingi oleh kapsul epitel berdinding ganda yang disebut kapsula
Bowman. Kapsula Bowman terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan viseral yang
menyelubungi kapiler glomerulus dan lapisan parietal yang membentuk batas luar
korpuskel renalis. Di antara kedua lapis kapsula Bowman terdapat ruang urinarius, yang
menampung cairan yang disaring melalui dinding kapiler dan lapisan viseral. Setiap
korpuskel ginjal memiliki kutub vaskular, tempat masuknya arteriol aferen dan keluarnya
arteriol eferen serta memiliki kutub urinarius, tempat tubulus kontortus proksimal berasal.
Lapisan parietal kapsula Bowman terdiri atas epitel selapis gepeng yang ditunjang lamina
basalis dan selapis tipis serat retikulin. Pada kutub urinarius, epitelnya berubah menjadi epitel
selapis kuboid atau silindris rendah yang menjadi cirri tubulus proksimal. Lapisan viseral
kapsula Bowman sangat termodifikasi. Sel-sel lapisan ini, yaitu podosit, memiliki badan sel
yang menjulurkan beberapa cabang atau prosesus primer. Setiap cabang primer
menjulurkan banyak prosesus sekunder, yang disebut pedikel, yang memeluk kapiler
glomerulus. Prosesus sekunder podosit berselang-seling, yang membentuk celah-celah
memanjang selebar lebih kurang 25 nm, yaitu celah filtrasi. Podosit memiliki berkas

mikrofilamen aktin di dalam sitoplasmanya, yang memberikan kemampuan kontraktil pada


podosit.

Korpuskel Renalis

Tubulus Kontortus Proksimal


Epitel tubulus kontortus proksimal berbentuk epitel selapis kuboid atau silindris rendah.
Sel-sel epitel kuboid ini memiliki sitoplasma asidofilik yang disebabkan oleh adanya
mitokondria panjang dalam jumlah besar. Apeks sel memiliki banyak mikrovili dengan
panjang kira-kira 1 m, yang membentuk suatu brush border. Selnya berukuram besar dan
mengandung tiga sampai lima inti bulat. Tubulus kontortus proksimal memiliki lumen lebar
dan dikelilingi oleh kapiler peritubular.

Tubulus Kontortus Proksimal

Ansa Henle
Ansa Henle adalah struktur berbentuk U yang terdiri atas segmen tebal desendens,
segmen tipis desendens, segmen tipis asendens, dan segmen tebal asendens. Segmen
tebal memiliki struktur yang sangat mirip dengan tubulus kontortus distal. Lumennya lebih
lebar karena dindingnya terdiri atas sel epitel gepeng dengan inti yang hanya sedikit
menonjol ke dalam lumen.
Kira-kira sepertujuh dari semua nefron terletak dekat perbatasan korteks-medula dan
disebut nefron jukstamedula. Nefron lainnya disebut nefron kortikal. Nefron jukstamedula
memiliki lengkung Henle yang sangat panjang, yang masuk jauh ke dalam medula.
Lengkung ini terdiri atas segmen tebal desendens yang pendek, segmen tipis desendens dan
asendens yang panjang, dan segmen tebal asendens. Sebaliknya, nefron kortikal memiliki
segmen tipis desendens yang sangat pendek, tanpa segmen tipis asendens.

Ansa Henle

Tubulus Kontortus Distal


Tubulus ini dilapisi oleh epitel selapis kuboid, tidak memiliki brush border, tidak adanya
kanalikuli apical, dan ukuran sel yang lebih kecil. Sel-sel tubulus kontortus distal memiliki

banyak invaginasi membran basal dan mitokondria terkait yang menunjukkan fungsi
transpor-ionnya. Tubulus kontortus distal mengadakan kontak dengan kutub vaskular di
korpuskel ginjal yang berasal dari induk nefronnya. Di daerah jukstaglomerular ini, sel-sel
tubulus kontortus distal biasanya menjadi silindris dan intinya berhimpitan. Kebanyakan
selnya memiliki kompleks Golgi di bagian basal. Dinding segmen tubulus distal yang
termodifikasi ini disebut makula densa.

Tubulus dan Duktus Koligentes


Tubulus koligentes yang lebih kecil dilapisi oleh epitel kuboid dan bergaris tengah lebih
kurang 40 m. sewaktu tubulus memasuki medula lebih dalam, sel-selnya meninggi sampai
berbentuk silindris.

Tubulus dan Duktus Koligentes

2. KANDUNG KEMIH DAN SALURAN KEMIH


Kaliks, pelvis renalis, ureter, dan kandung kemih memiliki struktur histologi dasar yang
serupa, dengan dinding ureter yang semakin menebal sewaktu mendekati kandung kemih.
Mukosa organ-organ ini terdiri atas epitel transisional dan lamina propria di jaringan ikat
yang padat sampai longgar. Suatu selubung anyaman otot polos padat mengelilingi lamina
propria organ-organ tersebut.
Epitel transisional kandung kemih dalam keadaan tidak teregang memiliki tebal lima atau
enam sel; sel superficial membulat dan menonjol ke dalam lumen. Sel-sel ini seringkali
berbentuk poliploid atau binukleus. Dalam keadaan kandung kemih penuh terisi urin, epitel
transisional hanya setebal tiga atau empat sel; sel superficial menjadi gepeng.

Vesika Urinaria

Ureter
3. URETRA
URETRA PRIA
Uretra pria terdiri atas 4 bagian:

Pars Prostatika. Pada bagian distal dan dorsal terdapat bagian yang meninggi, yaitu
verumontanum, yang menonjol ke bagian dalam uretra tersebut. Uretra pars prostatika
dilapisi epitel transisional.

Pars Membranosa. Dilapisi epitel berlapis atau bertingkat silindris. Di sekelilingnya


terdapat sfingter otot rangka, yakni sfingter uretra eksterna.

Pars Bulbosa dan Pendulosa. Berlokasi di korpus spongiosum penis. Lumen uretra
melebar ke arah distal yang membentuk fossa navikulare. Epitelnya kebanyakan berupa
epitel bertingkat dan silindris dan daerah epitel gepeng dan berlapis.

Uretra Maskulina

URETRA WANITA
Dilapisi dengan epitel gepeng berlapis dan memiliki area dengan epitel silindris
bertingkat. Bagian tengah uretra dikelilingi sfingter lurik volunter eksterna.

Uretra Femina
4. Vaskularisasi dan persarafan sistem urinarius
Ginjal
Ginjal menerima aliran darah secara langsung dari aorta melalui arteri renalis, biasanya hanya
tunggal, tetapi dapat juga yang muncul lebih dari satu dari sisi lateral aorta tepat di kaudal arteri
mesentrika superior. Sifat dari arteri renalis adalah end arteri, sehingga makin proksimal arteri
ini mengalami oklusi maka makin besar jaringan ginjal yang rusak. Arteri terletak posterior dari
vena renalis dan anterior dari pelvis renalis.
Sebelum memasuki hillum renalis, arteri ini bercabang menjadi:
1. Anterior yang bercabang lagi menjadi 4 segmen, yaitu:
arteri segmental apical
arteri segmental upper
arteri segmental middle
arteri segmental lower anterior

2. Posterior tidak ada cabang yang memasuki ginjal dan sampai mensuplai segmen posterior
ginjal
Didalam ginjal, aretri segmentalis berjalan sepanjang sinus renalis dan bercabang menjadi:
Ateri lobaris, yang kemudian bercabang lagi dan masuk kedalam parenkim ginjal sebagai arteri
interlobaris. Arteri interlobaris berjalan radial kearah luar sepanjang hubungan antara piramida
renalis dan kolumna dari bertin. Arteri interlobaris kemudian bercabang menjadi arteri arkuata.
Arteri arkuata berjalan sesuai kontur ginjal sepanjang hubungan kortiko medular. Arteri

interlobaris

merupakan

arteriole

afferent

ke

glomerulus.

Pada ginjal peredaran darah vena nya terjadi setelah proses penyaringan pertama dari kapiler
darah pada glomerulus yang meningalkan simpai bowmen yang menuju vena renalis yang
selanjutnya menuju vena kava inferior.

Persarafan ginjal berasal dari plexus aortikus yang bercabang membentuk plexus renalis yang
berjalan bersama arteri renalis. Plexus renalis berisi serabut aferen, serabut simpatis dan serabut
parasimpatis. Serabut aferen membawa nyeri visceral dari ginjal menuju ke medulla spinalis.

Ureter
Vaskularisasi ureter berasal dari arteri iliaka komunis yang bercabangan menjadi arteri iliaka
interna (arteria hypogastrica) yang merupakan cabang utama dan ateri iliaka eksterna.
Persarafan ureter berasal dari plexus hypogastricus inferior T11-L2 melalui neuron-neuron
simpatis.

Vesika urinaria
Vaskularisasi vesika urinaria berasal dari arteri vesikalis superior yang berpangkal dari
umbilikalis bagian distal. Vena vesikalis membentuk anyaman dibawah kandung kemih.
Vesica urinaria dipersarafi oleh cabang-cabang plexus hypogastricus inferior yaitu:

Serabut-serabut

post

ganglioner

simpatis

glandula

para

vertebralis

L1-2.

Serabut-serabut preganglioner parasimpatis N. S2,3,4 melalui N. splancnicus & plexus


hypogastricus inferior mencapai dinding vesica urinaria. Disini terjadi sinapsis dengan serabutserabut

post

Serabut-serabut

sensoris

visceral

afferent:

ganglioner.
N.

splancnicus

menuju

SSP

Serabut-serabut afferen mengikuti serabut simpatis pada plexus hypogastricus menuju medulla
spinalis L1-2.

5. Kelainan congenital sistem urinarius


1. Tumor dan cacat ginjal
-

Tumor Willm kanker ginjal, biasanya mengenai anak berusia 5 tahun meskipu n
dapat juga mengenai janin.

Disebabkan oleh mutasi di gen WT1 di 11p13, dan t6umor ini mungkin berkaitan
dengan kelainan dan sindrom lain.
Contoh : sindrom WAGR, ditandai oleh aniridia, hemihipertrofi, dan tumor Wilms.
Sindrom Denys Drash, terdiri dari gagal ginjal, pseudohermafroditisme,
dan tumor Wilms.

Displasia dan Agenesis Ginjal.

Malformasi berat, merupakan penyakit primer yang memerlukan dialysis dan


transplantasi ginjal pada tahun pertama kehidupan.
Contoh : Ginjal displastik multikistik.
Ditandai dengan adanya duktus-duktus dikelilingi oleh sel yang tidak berdiferensiasi.
Nefron tidak berkembang dan tunas ureter tidak bercabang sehingga duktus
koligentes tidak pernah terbentuk.
Selain itu, dapat juga terjadi jika interaksi antara mesoderm metanefros dan tunas
ureter tidak terjadi.

Ginjal polikistik congenital

Terbentuk banyak kista. Diwariskan sebagai penyakit resesif otosom dan dominan
otosom atau dapat disebabkan oleh factor lain.
Penyakit ginjal polikistik resesif otosom kista-kista yang terbentuk dari duktus
koligentes, ginjal menjadi sangat besar, dan gagal ginjal terjadi masa bayi atau anak.
Penyakit ginjal polikistik dominan otosom kista terbentuk dari semua segmen
nefron dan biasanya tidak menyebabkan gagal ginjal sampai masa dewasa.

Duplikasi ureter

Pemisahan dini tunas ureter. Dapat bersifat parsial atau sempurna.


Jaringan metanefros dapat terbagi dua bagian, masing-masing dengan pelvis renalis
dan ureternya sendiri-sendiri.

2. Kelainan lokasi ginjal


-

Ginjal panggul

Ginjal terletak di rongga panggul karena kegagalan naik pada proses embriologi.
Ginjal masih dapat berfungsi secara normal, hanya saja arteri renalis tidak berasal
dari aorta abdominalis.

Ginjal tapal kuda

Kedua ginjal terdorong mendekat satu sama lain sewaktu berjalan melewati garpu
arteri sehingga kutub bawah keduanya menyatu.
Ginjal biasanya terletak pada setinggi vertebral lumbal bawah, karena proses naiknya
terhambat oleh pangkal arteri mesenterika inferior.

3. Cacat kandung kemih


-

Fistula urakus

Jika lumen bagian inraembrional alantois menetap, akan terbentuk fistula urakus yang
menyebabkan urin keluar dari umbilicus.

Kista Urakus

Jika hanya sebagian dari alantois yang menetap, aktivita sekretorik lapisan dalam nya
menyebabkan dilatasi kistik.

Sinus urakus

Jika lumen di bagian atas menetap, terbentuk sinus urakus. Sinus ini biasanya
berhubungan dengan kandung kemih.

Ekstrofi kandung kemih

Cacat dinding tubuh ventral yang menyebabkan mukosa kandung kemih menjadi
terpajan. Cacat ini disebabkan oleh tidak terjadinya migrasi mesoderm ke region
antara umbilicus dan tuberkulum genitale, diikuti oleh pecahnya lapisan tipis
ectoderm.

Ekstrofi kloaka

Cacat dinding tubuh ventral yang lebih parah yang disebabkan oleh migrasi
mesoderm ke garis tengah terhambat dan lipatan ekor (kauda) gagal berkembang.
Akibatnya, lapisan tipis ectoderm yang meluas pecah. Cacat ini mencakup ekstrofi
kandung kemih, cacat spinal dengan atau tanpa meningomielokel.
Penyebab bekum diketahui, walaupun cacat ini dilaporkan berkaitan dengan ketuban
pecah dini.

DAFTAR PUSTAKA

Anatomi fisiologi untuk siswa perawat (cetakan pertama tahun 1992. EGC: Jakarta)
www.bedahugm.net
Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar. Jakarta: EGC.
Sadler, T. W.. 2009. Embriologi Kedokteran Langman. Jakarta: EGC.
Snell, Richard S.. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC
http://bertousman.blogspot.com/2009/02/traktus-urinarius.html

Beri Nilai