Anda di halaman 1dari 31

KEGIATAN II

TEORI ABERASI
Aberasi termasuk optik geometris. Pada optik geometris menyediakan
aturan mengenai penyebaran sinar yang melalui sistem optik dimana
menunjukkan bagaimana sebenarnya muka gelombang akan menyebar dan optik
geometris digunakan untuk menjelaskan aspek geometris dari penggambaran
cahaya.
Contoh bentuk aberasi antara lain :
a. Aberasi Cahaya : yakni suatu peristiwa dimana telah terjadi
pergeseran garis pandang ke suatu bintang dari arah yang
sebenarnya. Bila seseorang melihat bintang, ia tidak melihatnya
dalam arah garis lurus yang langsung menghubungkan matanya
dengan posisi bintang itu dalam keadaan yang sebenarnya.
Sedangkan orang itu melihat bintang tersebut dalam posisinya yang
semu sedangkan garis yang menghubungkan mata pengamat dengan
posisi semu bintang tersebut membentuk suatu sudut kecil dengan
garis pandang yang sebenarnya. Posisi semu tersebut bisa terjadi
karena kombinasi gerakan bumi terhadap matahari atau bintang
dengan kecepatan cahaya.
b. Aberasi Optik atau disebut sesatan gambar merupakan suatu
peristiwa dalam mana gambar dibentuk oleh sebuah cermin atau
lensa yang menyimpang dari harapan yang ditentukan berdasarkan
perhitungan teori pertama. Sesatan gambar yang utama misalnya:

aberasi sferik, koma, distorsi atau salah gambar, astigmatisma serta


aberasi kromatik.
c. Aberasi sferik aberasi ini timbul sebagai akibat dari kegagalan lensa
dalam membentuk gambar dari sinar pusat dan sinar-sinar yang
melalui daerah yang lebih ke pinggir lensa pada satu titik.
Perbedaannya terletak dalam hal dimana pada aberasi sferik, benda
gambarnya akan berbentuk lingkaran, sedangkan dalam koma
gambarnya berbentuk seperti bintang berekor/komet.
Astigmatisma itu sama dengan koma dalam hal bahwa koma itu
terbentuk akibat penyebaran gambar dari suatu titik pada suatu
bidang yang tegak lurus pada sumbu lensa sedangkan asigmatisma
terbentuk sebagai penyebaran gambar dalam suatu arah sepanjang
sumbu lensa. Dalam ketiga hal tersebut, gambarnya akan menjadi
kabur. Adapun distorsi timbul akibat dari pembesaran yang berbeda
dalam arah yang menjauhi sumbu lensa sehingga suatu benda yang
tadinya berbentuk garis lurus akan berubah bentuknya menjadi
melengkung.
d. Aberasi kromatik timbul akibat perbedaan indeks bias lensa untuk
panjang gelombang cahaya yang berbeda cahaya yang terdiri dari
berbagai panjang gelombang akan

mengalami

distorsi atau

penguraian warna bila melalui lensa tersebut, dan fokus pun akan
berbeda-beda menurut warna dan panjang gelombang tersebut
sehingga terbentuklah gambar sesuai dengan masing-masing panjang
gelombang itu.
Kita dapat mengetahui bahwa aberasi adalah kelainan bentuk bayangan
yang dihasilkan oleh lensa ataupan cermin. Dimana aberasi itu peristiwa
bayangan yang dibentuk oleh system optik tidak tepat srupa dengan bentuk
bayangan, dengan kata lain aberasi itu penyimpangan bentuk bayangan dari

bentuk bendanya. Kegunaan utama dari lensa dan cermin adalah untuk
membentuk bayangan dari sebuah benda.
Pemburaman bayangan dari sebuah obyek tunggal hal itu disebabkan
kesalahan dalam sistem optik sehingga bayangan yang terjadi tidak sama dengan
bendanya. Hal yang terjadi pada lensa atau cermin kadang kadang terbentuk
bayangan yang tidak dikehendaki, misalnya timbulnya jumbai jumbai berwarna
disekitar bayangan.
Jika semua sinar dari sebuah obyek titik tidak di fokuskan pada sebuah
titik bayangan tunggal, bayangan buram yang dihasilkannya disebut aberasi.
Menunjukkan sinar-sinar dari sebuah sumber titik pada sumbu utama yang
melintasi sebuah lensa tipis dengan permukaan-permukaan melengkung. Sinarsinar yang mengenai lensa jauh dari sumbu utama dibelokkan lebih dari sinarsinar yang dekat dengan sumbu utama, dengan hasilnya tidak semua sinar
difokuskan pada sebuah titik tunggal. Sebaliknya bayangan tersebut kelihatan
sebagai sebuah cakram melingkar.

Ada dua macam aberasi, yaitu aberasi kromatik dan aberasi


sferis :
Pengertian Aberasi Kromatik
Aberasi kromatik merupakan aberasi optik yang dilihat dari sudut
pandang dengan penekanan pada sifat optik fisis cahaya. Walaupun pada sebuah
kanta

dengan

bidang

speris

yang

sempurna,

setiap

bahan

kanta

mempunyai indeks bias yang berbeda-beda bergantung pada panjang gelombang


sinar cahaya yang merambat melaluinya dan menyebabkan sinar cahaya
polikromatik

tersebut

terdispersi

dan

menyebabkan purple

fringe/color

fringe pada citra proyeksinya.

Aberasi kromatik yang seperti ini dapat diminimalkan dengan kanta


komposit doublet akromatik dengan bahan low dispersion glass untuk mengatasi
aberasi longitudinal (panjang gelombang yang berbeda diproyeksikan ke titik api
yang berbeda-beda pada sumbu optis) dan aberasi transversal/lateral (panjang
gelombang yang berbeda diproyeksikan ke titik api yang berbeda pada bidang
fokal).
Aberasi kromatik, terjadi ketika suatu rentang panjang gelombang
terdapat di dalam cahaya (misalnya di dalam cahaya putih) dan terjadi karena
suatu lensa tunggal menyebabkan cahaya terdeviasi dalam jumlah tertentu
tergantung pada panjang gelombangnya. Maka, suatu lensa akan memiliki titik
api yang berbeda untuk panjang gelombang berbeda. Sebagai contoh ekstrim,
fokus merah dan fokus biru akan dibentuk dari cahaya putih.
Jenis aberasi kromatik yang lain adalah tampaknya aura berwarna putih
kebiruan disekeliling citra obyek. Jika aberasi kromatik di atas terjadi karena
dispersi yang disebabkan perbedaan indeks bias, aberasi ini terjadi
karena dispersi yang disebabkan karena perbedaan fase pada interferensi antara
sinar backlight dan sinar difusinya yang terpantul dari antarmuka obyek.
Jika sinar putih atau polikromatik diarahkan tegak lurus pada lensa akan
mengalami pembiasan sekaligus disperse. Hal itu dikarenakan sinar putih terdiri
atas berbagai macam warna dengan indeks bias yang berbeda, berkas sinar
tersebut akan menyebar dengan sederetan jarak fokus yang berlainan.
Sinar dengan indeks bias terbesar akan mempunyai jarak pada fokus
terjauh akan mengakibatkan bayangan yang terbentuk pada lensa akan lebih
tajam. Cacat bayangan pada lensa itu akan berpengaruh terhadap indeks bias.

Aberasi kromatik, yang terjadi pada lensa bukan pada cermin, adalah hasil
dari variasi indeks bias dengan panjang gelombang. Aberasi kromatik dan aberasi
lainnya dapat diperbaiki sebagian dengan menggunakan kombinasi beberapa
lensa sebagai ganti sebuah lensa tunggal. Sebagai contoh, sebuah lensa positif
dan sebuah lensa negative dengan panjang fokus lebih besar dapat digunakan
bersama-sama untuk menghasilkan sebuah sistem lensa pengumpul yang
mempunyai aberasi kromatik jauh lebih sedikit dibandingkan sebuah lensa
tunggal dengan panjang fokus yang sama. Lensa-lensa kamera yang bagus
biasanya berisi elemen-elemen untuk memperbaiki berbagai aberasi yang
muncul. . Jarak fokus lensa adalah

, berarti jika berkas cahaya putih

(polikromatis) jatuh pada lensa maka setelah pembiasan pada sumbu maka akan
terjadi susunan warna atau spektrum sehingga terjadi dispersi oleh lensa.
Aberasi kromatik disebabkan oleh variasi variasi pada indeks bias lensa
dengan pangjang gelombang, dapat kita lihat bahwa panjang fokus sebuah lensa
bergantung pada indeks biasnya sehinggan berbeda untuk panjang gelombang
yang berbeda. Aberasi kromatik tidak terjadi pada cermin , maka banyak
teleskop besar menggunakan cermin daripada menggunakan lensa.
Aberasi kromatik terjadi berdasarkan kenyataan bahwa indeks bias
cahaya tergantung pada warna cahaya. Warna biru akan lebih dibiaskan daripada
warna merah. Dengan demikian maka jarak fokus untuk masing masing warna
dalam pembentukan bayangan. Pada warna biru mempunyai jarak fokus yang
lebih pendek daripada warna merah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Aberasi_optik

Kromatik prinsip terjadinya aberasi kromatik dikarenakan fokus lensa


yang berbeda beda untuk tiap warna, akibatnya bayangan yang terbentuk akan
tampak berbagai jarak dari lensa. Cara menghilangkan aberasi kromatik adalah
dengan gabungan lensa.
Ada dua macam aberasi kromatik, yaitu :
-

Aberasi kromatik longitudinal

Aberasi kromatik transversal

Aberasi longitudinal adalah perbedaan jarak bayangan sinar merah


violet

dan

Aberasi transversal adalah perbedaan tinggi bayangan sinar merah dan violet

Aberasi longitudinal ditentukan oleh:

Cara menghilangkan aberasi kromatis adalah dengan membuat suatu


susunan gabungan lensa yang mempunyai sifat aberasi lensa I ditiadakan oleh
aberasi lensa II sehingga titik-titik fokus

akan berimpitan.

Indeks I lensa I, indeks 2 untuk lensa II.

Sesudah disederhanakan :

Jadi,

Dari persamaan (5-38) dan (5-39) didapat:

atau

Maka
Apabila

disebut daya dispersi.

Jadi daya dispersi lensa I dan lensa II berlawanan tanda. Persamaan (5-40)
merupakan syarat yamh harus dipenuhi untuk susunan lensa dublet yang
akromatik.

Untuk memperoleh persamaan (5-40)dapat diturunkan denagn cara lain:

Maka

Oleh karena
Maka

, artinya kedua lensa berlawanan jenis (lensa positif dan

negatif)

Aberasi Monokromatik

Aberasi monokromatik sering juga disebut aberasi tingkat ketiga adalah


aberasi yang terjadi walaupun sistem optik mempunyai kanta dengan bidang
speris yang telah sempurna dan tidak terjadi dispersi cahaya. Aberasi
monokromatik muncul muncul karena adanya perbedaan panjang lintasan dari
sinar-sinar berbeda dari suatu titik objek menuju titik gambar bayangan.

Aberasi Defokus

Aberasi defokus adalah aberasi yang disebabkan karena titik api tidak
terletak pada titik fokus paraksial sperisnya, disebut juga titik santir Gauss.
Defokus, disebut juga wavefront aberration, dimodelkan dengan kesalahan
longitudinal gelombang cahaya yang terjadi karena pergeseran titik api ideal
pada bidang fokal menuju titik api pengamatan pada sumbu optis, berikut
beserta sperisnya masing-masing yang bersinggungan pada pusat optik kanta.
Sinar yang tidak terfokus pada titik api ideal akan merambat menuju bidang fokal
secara transversal dan membentuk lingkaran gamang yang kita kenal dengan
istilah blur. Aberasi defokus dapat dikurangi dengan membuat sinar insiden
terkolimasi dan jarak hiperfokal.

Aberasi kurva medan

Aberasi kurva medan adalah sebuah aberasi pada sistem optik yang
mempunyai bidang fokal menyerupai lingkaran atau kurva. Letak titik pusat
lingkaran yang terbentuk dari peristiwa astigmatisma terletak pada satu bidang
lengkung.

Pengertian Aberasi Sferis

Aberasi Sferis adalah aberasi optik yang dapat dilihat dari sudut pandang
dengan titik berat geometri sistem optik. Aberasi semacam ini menghasilkan
bayangan yang tidak memenuhi hukum hukum pemantulan atau pembiasan.
Aberasi sferis yaitu gejala kesalahan terbentuknya gejala bayangan yang
diakibatkan pengaruh lengkungan pada lensa atau cermin.
Aberasi sferis merupakan hasil dari kenyataan bahwa permukaan
melengkung hanya memfokuskan sinar-sinar paraksial (sinar-sinar yang berjalan
dekat sumbu utama) pada sebuah titik tunggal. Sinar-sinar non paraksial pada
titik dekat yang bergantung pada sudut yang dibuat dengan sumbu utamanya.
Beberapa aberasi dapat dihilangkan atau di perbaiki

sebagian dengan

menggunakan permukaan - permukaan non sferis untuk cermin dan lensa,


namun permukaan-permukaan non sferis biasanya lebih sulit dan lebih mahal
dibandingkan dengan permukaan sferis.
Aberasi sferis dapat terjadi baik pada cermin atau lensa bila satu benda
titik pada sumbu utama tidak membentuk bayangan yang berupa titik, sehingga
berkas sejajar tidak dikumpulkan pada suatu titik. Aberasi sferik aberasi ini
timbul sebagai akibat dari kegagalan lensa dalam membentuk gambar dari sinar
pusat dan sinar-sinar yang melalui daerah yang lebih ke pinggir lensa pada satu
titik.
a. Aberasi Sferis pada Cermin.

adiwarsito.files.wordpress.com/2009/10/optika-fisis.do

10

Sinar-sinar pantul saling berpotongan membentuk bidang lengkung yang


meruncing dengan titik puncaknya di titik api f cermin, bidang lengkung ini
disebut bidang kaustik.
b. Aberasi Sferis pada Lensa

adiwarsito.files.wordpress.com/2009/10/optika-fisis.do

Sinar-sinar paraksial membentuk bayangan dari P (terletak pada sumbu


utama) sedang sinar-sinar yang dekat tepi lensa membentuk bayangan di P0.
Sinar-sinar yang ditengah lensa akan membentuk bayangan antara P9 dan P0.
Jika sebuah layar ditempatkan tegak lurus sumbu utama, akan terlihat bayangan
yang berbentuk lingkaran pada layar itu. Lingkaran terkecil bila layar pada c c
(Circle of least confusion) dan pada tempat inilah diperoleh bayangan terbaik.
Aberasi sferis disebabkan oleh kecembungan lensa. Sinar sinar paraksial
atau sinar sinar dari pinggir lensa membentuk bayangan. Aberasi ini dapat
dihilangkan dengan menggunakan diafragma yang diletakkan di depan lensa atau
dengan lensa gabungan yang terdiri dari dua lensa yang kacanya berlainan.
Aberasi sferis pada cermin dihilangkan dengan menggunakan cermin
lengkung sferis. Pada umumnya, mengurangi abersi sferis dengan menggunakan
sinar-sinar yang paraksial, pada koma, bayangan yang dibentuk oleh lensa akan
berada pada bidang tegak lurus sumbu utama. Aberasi lain yang serupa dengan

11

koma adalah astigmatisma dan curvature of field (medan kelengkungan),


tetapi bayangan sebuah titik yang tidak berada pada sumbu utama.
Macam-macam aberasi pada lensa. Aberasi sferis , dibagi 2 yaitu aberasi
sferis aksial dan aberasi sferis lateral.

Aberasi sferis aksial menimbulkan ketidakpastian letak bayangan


sepanjang arah sumbu optik.

Aberasi lateral menyebabkan kekaburan bayangan titik sumber


sinar berupa bundaran kekaburan pada arah tegak lurus sumbu
optik.

Satu contoh dari sebuah permukaan memantul yang non sferis adalah
cermin parabolik yang dipantulkan dari sumbu utama. Permukaan-permukaan
memantul parabolik biasanya digunakan pada teleskop astronomis yang besar,
yang membutuhkan permukaan memantul yang besar untuk mengumpulkan
sebanyak mungkin cahaya yang membuat bayangannya sejelas mungkin. Sebuah
permukaan parabolik dapat juga digunakan pada sebuah lampu sorot untuk
menghasilkan berkas cahaya sejajar dari sumber kecil yang diletakkan pada titik
fokus permukaannya

Aberasi koma (comet-shaped image)

http://id.wikipedia.org/wiki/Aberasi_optik

12

Koma adalah aberasi yang terjadi saat citra suatu obyek terproyeksi
keluar dari sumbu optis kanta. Cahaya yang merambat menuju kanta dari sudut
insiden , dari diameter insiden yang mendekati diameter kanta, akan
terproyeksi

ke

titik

api

yang

berbeda

dan

membentuk

citra

yang

disebut lingkaran komatik , yang menjauhi sumbu optis kanta disebut koma
positif dan yang mendekati sumbu optik disebut koma negatif.

Lingkaran komatik terbentuk karena perbedaan rasio pembesaran kanta


terhadap panjang gelombang sinar yang merambat melaluinya. Aberasi ini terjadi
akibat tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di tengah
tengah dan sinar tepi. Berbeda dengan aberasi sferis pada aberasi koma sebuah
titik benda akan terbentuk bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini
dapat diperbaiki dengan diafragma.

Astigmatisma

http://id.wikipedia.org/wiki/Aberasi_optik

13

Astigmatisma adalah aberasi speris yang menyebabkan sinar cahaya yang


merambat melalui kanta ( lensa ) membentuk lebih dari satu titik api pada sumbu
optic dan astigmatism yang terjadi saat obyek obyek berada di luar sumbu
utama. Astigmatism merupakan kondisi dimana sinar cahaya tidak direfraksikan
dengan sama pada semua meridian. Jika astigmatisma melihat gambaran palang,
garis vertikal dan horizontalnya akan tampak terfokus tajam pada dua jarak
pandang yang berbeda. Astigmatism bisa dianggap berbentuk seperti bola sepak
yang tidak memfokuskan sinar pada satu titik tapi banyak titik. Gejala di mana
bayangan benda titik tidak berupa titik tetapi berupa elips atau lingkaran.
Astigmatisma itu sama dengan koma dalam hal bahwa koma itu
terbentuk akibat penyebaran gambar dari suatu titik pada suatu bidang yang
tegak lurus pada sumbu lensa sedangkan asigmatisma terbentuk sebagai
penyebaran gambar dalam suatu arah sepanjang sumbu lensa.

Distorsi

Distorsi adalah aberasi optik yang terjadi pada pemetaan rektilinear


antara bidang fokus dan bidang fokal. Distorsi adalah aberasi karena terjadi
pembesaran

yang

berbeda-beda.

Pada

distorsi

pandang atau sudut liput sepanjang sumbu optis.

terjadi

variasi

sudut

Gejala di mana bayangan

benda yang berbentuk bujur sangkar tidak berbentak bujur sangkar lagi dapat
dihindari dengan lensa ganda dan diagfragma di tengahnya
Distorsi terbagi menjadi dua bagian yaitu distorsi barrel dan distorsi
pincushion:

Aberasi ini justru terjadi pada lensa tunggal berdiafragma. Ada


dua macam distorsi :

a. Distorsi bantal jarum (Pinchusion), dengan pembesaran seperti gambar


dibawah ini.

14

adiwarsito.files.wordpress.com/2009/10/optika-fisis.do

Distorsi ini terjadi bila diaphragma terletak di belakang lensa.


b. Distorsi tong Anggur (barrel), dengan kelainan perbesaran bayangan
seperti gambar dibawah ini.

adiwarsito.files.wordpress.com/2009/10/optika-fisis.do

Distorsi ini terjadi bila bayangan diletakkan di depan lensa. Distorsi ini
dihilangkan dengan meletakkan diaphragma ditengah-tengah di antara dua lensa
tersebut.
Adapun distorsi timbul akibat dari pembesaran yang berbeda dalam arah
yang menjauhi sumbu lensa,sehingga suatu benda yang tadinya berbentuk garis
lurus akan berubah bentuknya menjadi melengkung.
Contoh soal

15

1. Suatu prisma gelas flint dengan sudut puncak

, disusun dengan prisma gelas

crown dengan sudut puncak P yang merupakan susunan yang akromatik.


Tentukan P dan deviasi rata rata yang dihasilkan oleh susunan prisma
tersebut. Gunakan tabel 5 2.
C

Flint

1,6224

1,6272

1,6385

Crown

1,5146

1,5171

1,5233

Jawab :
Syarat susunan prisma akromatik : (
= ( n 1 ) P, maka (
( 1,6385 1,6224 )

=(

)= (
-

= ( 1,6385 1,6224 ) P

Jadi, P =
= deviasi rata rata,
=

=(n1)P

= (1,6272 1 )

(1,5171 1)

= 0,6272 . 5 0,1571 . 9,25


= 3,1360 1,4532 =

16

RANGKUMAN
KEGIATAN II
1. Aberasi termasuk optik geometris. Pada optik geometris menyediakan
aturan mengenai penyebaran sinar yang melalui sistem optik dimana
menunjukkan bagaimana sebenarnya muka gelombang akan menyebar.
2. Bentuk aberasi :

Aberasi Cahaya

Aberasi Optik :
-

Distorsi

Aberasi sferik :

Aberasi kromatik

3. Aberasi kromatik merupakan aberasi optik yang dilihat dari sudut


pandang dengan penekanan pada sifat optik fisis cahaya.
4. Aberasi kromatik disebabkan oleh variasi variasi pada indeks bias lensa
dengan panjang gelombang.
5. Ada dua macam aberasi kromatik, yaitu :
-

Aberasi kromatik longitudinal

Aberasi kromatik transversal

Aberasi longitudinal adalah perbedaan jarak bayangan sinar merah


dan violet

Aberasi transversal adalah perbedaan tinggi bayangan sinar merah dan


violet
(

17

Aberasi longitudinal ditentukan oleh:

6. Aberasi monokromatik adalah aberasi yang terjadi walaupun sistem optik


mempunyai kanta dengan bidang speris yang telah sempurna dan tidak
terjadi dispersi cahaya.
7. Aberasi defokus adalah aberasi yang disebabkan karena titik api tidak
terletak pada titik fokus paraksial sperisnya, disebut juga titik santir
Gauss.
8. Aberasi kurva medan adalah sebuah aberasi pada sistem optik yang
mempunyai bidang fokal menyerupai lingkaran atau kurva. Letak titik
pusat lingkaran yang terbentuk dari peristiwa astigmatisma terletak pada
satu bidang lengkung.
9. Aberasi sferis pada lensa disebabkan oleh kecembungan lensa. Sinar
sinar paraksial atau sinar sinar dari pinggir lensa membentuk bayangan.
10. Macam-macam aberasi pada lensa. Aberasi sferis , dibagi 2 yaitu aberasi
sferis aksial dan aberasi sferis lateral.

Aberasi sferis aksial menimbulkan ketidakpastian letak bayangan


sepanjang arah sumbu optik.

Aberasi lateral menyebabkan kekaburan bayangan titik sumber


sinar berupa bundaran kekaburan pada arah tegak lurus sumbu
optik.

11. Aberasi koma (comet-shaped image)

terjadi saat citra suatu obyek

terproyeksi keluar dari sumbu optis kanta.


12. Astigmatism merupakan kondisi dimana sinar cahaya tidak direfraksikan
dengan sama pada semua meridian.

18

13. Distorsi terbagi menjadi dua bagian yaitu distorsi barrel dan distorsi
pincushion:

Distorsi bantal jarum (Pinchusion), terjadi bila diaphragma terletak


di belakang lensa.

Distorsi tong Anggur (barrel), terjadi bila bayangan diletakkan di


depan lensa.

19

GLOSARIUM

Aberasi Cahaya

: Suatu peristiwa dimana telah terjadi pergeseran


garis pandang ke suatu bintang dari arah yang
sebenarnya.

Aberasi defokus

: Aberasi yang disebabkan karena titik api tidak


terletak pada titik fokus paraksial sperisnya, disebut
juga titik santir Gauss.

Aberasi koma

: Aberasi yang terjadi saat citra suatu obyek


terproyeksi keluar dari sumbu optis kanta.

Aberasi kromatik

: Aberasi yang timbul akibat perbedaan indeks bias


lensa untuk panjang gelombang cahaya yang berbeda

Aberasi longitudinal

: Perbedaan jarak bayangan sinar merah


violet

Aberasi monokromatik

dan

: Aberasi yang terjadi walaupun sistem optik


mempunyai kanta dengan bidang speris yang telah
sempurna dan tidak terjadi dispersi cahaya.

Aberasi Optik

: Suatu peristiwa dalam mana gambar dibentuk oleh


sebuah cermin atau lensa yang menyimpang dari
harapan yang ditentukan berdasarkan perhitungan
teori pertama.

Aberasi sferik

: Aberasi yang timbul sebagai akibat dari kegagalan


lensa dalam membentuk gambar dari sinar pusat dan
sinar-sinar yang melalui daerah yang lebih ke pinggir
lensa pada satu titik.

20

Aberasi transversal

: Perbedaan tinggi bayangan sinar merah dan violet

Area koherensi

: Proyeksi volume ke permukaan.

Astigmatisma

: Aberasi speris yang menyebabkan sinar cahaya yang


merambat melalui kanta ( lensa ) membentuk lebih
dari satu titik api pada sumbu optic dan astigmatism
yang terjadi saat obyek obyek berada di luar sumbu
utama. Astigmatism merupakan kondisi dimana sinar
cahaya tidak direfraksikan dengan sama pada semua
meridian.

Distorsi

: Aberasi yang disebabkan karena terjadi pembesaran


yang berbeda-beda.

Koherensi

Salah

satu

menunjukkan

sifat

gelombang

interferensi

yang

dimana

dapat

gelombang

tersebut selalu sama baik fase maupun arah


penjalarannya.
Koherensi waktu

: Sifat yang dimiliki dua gelombang yang berasal dari


sumber yang sama, yang setelah menempuh lintasan
yang berbeda tiba di titik yang sama dengan beda
fase yang tetap.

koherensi ruang

: Kolerasi silang yang terletak antara dua titik dalam


gelombang untuk setiap saat.

Teori koherensi klasik

: Model matematika yang dapat menggambarkan efek


dari gelombang yang belum diketahui dalam
pengukuran intensitas waktu rata rata.

21

Volume koherensi

: Gelombang tergantung waktu dari untuk setiap


bidang cahaya kurang lebih sama pada setiap titik
dalam volume cukup kecil dari ruang

Sumber Internet
Alamat website, html, video youtube, mp3 dsb, yang terkait dengan materi ini.
http://ciledugbased15152.blogspot.com/2009/02/aberasi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Aberasi_optik
http://110.138.206.53/bahan-ajar/modul_online/fisika/MO_89/aberasi.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Spherical_aberration
http://www.youtube.com/watch?v=SrInetyfwm4
http://www.youtube.com/watch?v=EXmaY2txEBo
http://www.youtube.com/watch?v=yOR4WHgRfvI
http://www.youtube.com/watch?v=E85FZ7WLvao
http://www.youtube.com/watch?v=jGbnOanZT-g
http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&v=hmg0obUyZWA&NR=1

22

Tes Formatif
Soal pilihan ganda
1. yang mana diantara pasangan sumber cahaya berikut yang koheren? (a)
dua lilin (b) satu sumber titik dan bayangannya pada cermin datar.(c) dua
lubang halus diterangi oleh sumber titik yang sama.
a. tidak koheren, koheren, koheren

c.

Tidak

koheren,

tidak

koheren, koheren
b.koheren, tidak koheren, koheren

d.Koheren, koheren, tidak

koheren
2. Dua sumber mikro gelombang koheren yang menghasilkan gelombang
dengan panjang gelombang 1,5 cm di bidang xy, satu pada sumbu y di y =
15 cm, dan yang lain di x=3 cm, y=14. Jika sumber sefase, carilah
perbedaan fase antara kedua gelombang dari sumber-sumber ini dari
titik asal.
a. 1200

c. 1390

b. 1150

d. 1640

3. Suatu cahaya merah (

) timbul dari filter dan mempunyai

deretan gelombang sebanyak 50

pada panjangnya. Berapa bar garis,

yang melalui filter?


a. 15 nm

c. 12 nm

b. 13 nm

d. 11 nm

4. Sebuah filter optis mempunyai pita tersusun hanya sebesar 1,5 nm


terpusat pada 500. Dengan cahaya putih. Hitung panjang koherensi dari
sinar yang timbul dan bilangan panjang gelombang dalam deretan
gelombang.
a. 1,02x10-5 m dan 316,2

c.2,02x10-6 m dan 366,7

b. 2,02x10-4 m dan 366,7

d.2,02x10-4 m dan 326,7

23

5. Pada tahun 1963 jaseija, javan dan townes mendapatkan stabilitas


frekuensi berharga pendek kira-kira sebesar 8 bagian tiap
laser, gas He dan Ne pada

dengan

Hitung waktu koherensi dan

panjang koherensinya.
a. 4,8 x 10-2det dan 14,4 x 106 m

c. 4,8 x 10-2det dan 1,2 x 108 m

b. 2,4 x 10-2det dan 14,4 x 106 m

d. 18,6 x 10-6 det dan 12,3 x 106 m

6. Sebuah intrforemeter mechelson di sinari dengan cahaya 643,847nm


dan lebar garis 0,0013nm.harga harag diatas adalah untuk inisial nol
SPJO yaitu d= 0, kemudian satu cermin di gerakan dengan perlahan lahan
sampai kisinya menghilang.berapa besar perubahan nya?
a. 37 cm

c. 40 cm

b. 29 cm

d. 31,89 cm

7. Dua gelombang cahaya koheren berinterferensi. Di tempat-tempat


terjadinya sinar yang terang, beda fase kedua gelombang tadi sama
dengan (m=0,1,2,3,.).
a.

c.

b.

d.

8. Sebuah lensa positif mempunyai jarak titik api 25 cm untuk sinar merah.
Berapakah jarak titik apinya untuk sinar violet. Nm = 1,60 nv = 1,64
a. 23,44 cm

c. 22,0 cm

b. 54,6 cm

d. 46,88 cm

9. Sebuah lensa plankonveks mempunyai jarak titik api 20 cm untuk sinar


merah. Berapa jarak antara titik api sinar merah dan titik api sinar
lembayung bila nm = 1,74 dan nl = 1,81 ?
a. 1,50

c. 1,3

b. 1,02

d. 1,73

10. Sebuah lensa positif mempunyai jarak titik api untuk sinar merah. nm =
1,60 nl = 1,64. Berapakah jarak antara titik api merah dan titik api
lembayung ?

24

a. 0,3

c. 1,00

b. 0,625.

d. 1,5

11. Sebuah benda berada 16 cm didepan lensa positif. Jarak titik api untuk
sinar merah 12 cm. Bila nm = 1,74 dan nu = 1,81. Berapakah jarak antara
bayangan merah dan bayangan ungu yang terbentuk ?
a. 10,00 cm

c. 21,3 cm

b. 13,176 cm.

d. 25 cm

12. Sebuah benda berada di sumbu utama, 2 dm dimuka lensa negatif yang
mempunyai jarak titik api 3 dm untuk sinar merah. Berapakah jarak
antara bayangan merah dan bayangan violet benda itu ? nm = 1,74 nv =
1,81
a. 4 mm.

c. 5

b. 2 mm

d. 3

13. Sebuah lensa akromatik terdiri dari sebuah lensa bi-konveks setangkup
dari kaca kerona yang dilekatkan pada lensa cekung dari kaca flinta. Jarijari kelengkungan yang bersamaan 4 dm. Berapakah jari-jari
kelengkungan yang lain ?
Berapakah jarak titik api susunan lensa itu ?
Kaca kerona nm = 1,51 nv = 1,53
Kaca flinta nm = 1,60 nv = 1,64
a. (2 ; 7,5)

c. (tak berhingga ; 9,25 dm).

b. (tak terhingga; 10,00)

d. (1 ; 9,25)

14. Sebuah lensa akromatik terdiri dari sebuah lensa bikonveks yang
setangkup dari kaca kerona (nm = 1,51 nv = 1.53) yang dilekatkan pada
lensa negatif dari kaca flinta (nm = 1,74 nv = 1,81). Bila jari-jari
kelengkungan yang bersamaan 2 dm, maka jari-jari kelengkungan yang
lain ? (4,7 dm).dan Jarak titik api susunan lensa tersebut adalah? (3,35
dm).
a. 4,9 dm dan 3,00 dm

c. 4,7 dm dan 2,5 dm

25

b. 3,75 dm dan 3,35 dm

d. 4,7 dm dan 3,35 dm

15. Sebuah lensa cembung ganda dengan jari-jari r1=+10 cm dan r2=-10 cm
terbuat dari kaca dengan indeks bias 1,53 untuk cahaya biru dan 1,47
untuk cahaya merah. Tentukan panjang fokus lensa ini untuk (a) cahaya
merah dan (b) cahaya biru
a. 8 cm dan 10 cm

c. 10,6 cm dan 9,43 cm

b. 10 cm dan 9 cm

d. 11 cm dan 10 cm

Soal-soal Esay
1. Jika diameter matahari membuat sudut pada permukaan bumi. Hitung
daerah koherensi, yaitu daerah lingkaran dimana terdapat aperatur dan
didapatkan kisi yang jelas. Anggap panjang gelombang rata-rata adalah
550 nm.

2. Sebuah sumber s yang hampir monokhromatis

berasal

dari lampu. Discharge yang terletak di sebuah lubang lingkaran yang


berdiameter 0,1 nm pada layar penyinaran percobaan young. Bila jarak
antara s daan bidang celah ganda adalah 2 m, berapa jarak pisah a 0 dari
apertur supaya kisinya hilang ?

3. Sebuah

lampu

isotop

dengan

) mempunyai lebar pita

tekanan

rendah

Hg198(

. Hitung panjang

koherensi dan waktu koherensi cahaya dan stabilitas frekuensinya.


4. Turunan persamaan panjang koharensi dari gelombang denagan
memekai besaran lebar garis

yang sesuai dengan lebar

26

5. Buatlah susunan lensa yang akromatik ( hitung

), yang terdiri

dari lensa crown datar cembung (+), flint cekung cekung (-) dengan
jarak fokus 50 cm.

Kunci Jawaban Tes Formatif


Pilihan ganda
1. A

8. C

2. D

9. A

3. B

10. D

4. B

11. B

5. A

12. B

6. D

13. A

7. C

14. C

15. D

Kunci jawaban essay


1. penyelesaian :
Daerah dengan koherensi baik Ac ditunjukkan oleh persamaan :
(

Dalam radian =0,0087 jadi


[

2. penyelesaian :

27

Visibilitas sumber sirkular akan nol jika

dimana

adalah sudut

pemancaran sumber sudut ini hampir sama dengan perbandingan diameter


sumbu terhadap jaraknya dari

, jadi

Maka

Ingat bahwa bila

digerakkan menjauh dari S dan R makin besar,

akan

berkurang. Ini berarti bahwa walaupun sumber sangat besar (misalnya binatang)
dan jaraknya Cukup jauh,

tetep bisa di ukur.

3. Penyelesaian
Jawab :
Waktu frekuensi :

Panjang koherensi :
Panjang gelombang rata-rata, karena

Jadi stabilitas frekuensinya :

4. Penyelesain
Jawab:
Kecepatan gelombang dalam vakum

28

Jadi

, dan di deperensiasinya ;

/C

Tanda minus hanyalah menunjukan bahwa perubahan


berlawanan dengan
perubahan
menghilangkan tanda tersebut dan karena
/C
2

Atau karena

/C
2

maka

/;

5. Penyelesaian
Jawab :
=

=?

( lensa gabungan)

=(n1)K
Syarat lensa akromatik adalah
atau
+
(

=
-1)

(Lensa gabungan)
+
+(

-1)
(

=(
-

-1)

+(

-1)

=
Untuk warna di tengah-tengah, yaitu D :

29

Jadi

Jadi,
Misal untuk lensa crown
Untuk lensa flint

30

Daftar Pustaka

Aby S, Ganijati.2011. Gelombang dan Optika. Jakarta : Salemba Teknik


Giancoli, Douglas C.1999.Fisika, Jilid 2, Edisi ke-5. Jakarta: Erlangga

Halliday, D. dan Resnick, R. 1988 . Fisika, Jilid 2, Edisi ke-3 (terjemahan). Jakarta:
Erlangga

Jewett, Serway .2010. Fisika untuk sains dan teknik buku 3, Edisi 6.Jakarta :
Salemba Teknik

Laut,B.B.1988.Laser optik non linier. Jakarta : penerbit Universitas Indonesia

Tipler, Paul A.1996.Fisika untuk Sains dan Teknik, Jilid 2, Edisi ke-3.Jakarta :
Erlangga

Zemansky, Sears. 1987. Fisika untuk Universitas-III-Optik-Fisika Modern. Jakarta :


Binacipta

31