Anda di halaman 1dari 8

TUGAS BIOKIMIA

KARBOHIDRAT

Disusun oleh:
Kelompok 5
Ajri Gusandi
Rizky Purwandi
Wilman Shobara
M.Ali Rahman
Egi Priyadi
Hanana Dzakiyya
Cynthia Mutiara
M.Naufal M.R.
M.Fahmi Arief
Mala Septiani
Puji Apriliantimaya
Gelantara Wira Pertama
Putri Gita M
Junius E.Simanjorang
Dannisa Ixora

230210110017
(230210130030)
(230210130045)
(230210130059)
(230210130061)
(230210130070)
(230210130071)
(230210130073)
(230210130078)
(230210130082)
(230210130086)
(230210130087)
(230210130089)
(230210130090)
(230210130093)

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJAJARAN
2014

ISI

A. Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa karbon yang mengandung sejumlah besar gugus hidroksil.
Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang tergolong makromolekul, senyawa ini tersusun atas
karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat merupakan senyawa organik yang
memiliki rumus senyawa CnH2nOn. Secara sederhana karbohidrat didefinisikan sebagai polimer
gula. Karbohidrat paling sederhana bisa berupa aldehid (disebut polihidroksialdehid atau aldosa)
atau berupa keton (disebut polihidroksiketon atau ketosa).
Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari
gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang
dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Sumber karbohidrat nabati dalam bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan
karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu.
B. Klasifikasi Karbohidrat
Karbohidrat dapat dikelompokkan menurut jumlah unit gula, ukuran dari rantai karbon,
lokasi gugus karbonil (-C=O), serta stereokimia. Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai,
karbohidrat digolongkan menjadi 4 golongan utama yaitu, Monosakarida (terdiri atas 1 unit
gula), Disakarida (terdiri atas 2 unit gula), Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula),
Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula).
Monosakarida
Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri
atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat yang
lain.
Glukosa
Glukosa (C6H12O6) merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi
respirasi. Glukosa merupakan komponen utama gula darah, menyusun 0,065- 0,11%
darah kita. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO).
Galaktosa
Galaktosa merupakan suatu aldoheksosa. Monosakarida ini jarang terdapat bebas di
alam. Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang
terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai rasa yang kurang manis jika
dibandingkan dengan monosakarida glukosa dan galaktosa kurang larut dalam air.
Fruktosa
Fruktosa adalah suatu heksulosa, disebut juga levulosa karena memutar bidang
polarisasi ke kiri. Merupakan satu-satunya heksulosa yang terdapat di alam. Fruktosa
murni rasanya sangat manis, warnanya putih, berbentuk kristal padat, dan sangat

mudah larut dalam air. Fruktosa merupakan gula termanis, terdapat dalam madu dan
buah-buahan bersama glukosa.
Manosa
Manosa adalah gula aldehida yang dihasilkan dari oksidasi manitol dan memiliki
sifat-sifat umum yang serupa dengan glukosa. Manosa, jarang terdapat di dalam
makanan. Di gurun pasir, seperti di Israel terdapat di dalam manna yang mereka olah
untuk membuat roti.
Ribosa
Ribosa adalah gula pentosa yang ditemukan dalam semua sel tumbuhan dan hewan
dalam bentuk furanosa. Ribosa merupakan komponen RNA yang digunakan untuk
transkripsi genetika. Selain itu Ribosa juga berhubungan erat dengan deoksiribosa,
yang merupakan komponen dari DNA. Ribosa juga meupakan komponen dari ATP,
NADH, dan beberapa kimia lainnya yang sangat penting bagi metabolisme.
Xilosa
Xilosa suatu gula pentosa, yaitu monosakarida dengan lima atom karbon dan
memiliki gugus aldehida. Gula ini diperoleh dengan menguraikan jerami atau serat
nabati lainnya dengan cara memasaknya dengan asam sulfat encer
Arabinosa
Arabinosa berupa kristal putih yang larut dalam air dan gliserol namun tidak larut
dalam alkohol dan eter. Arabinosa digunakan dalam obat-obatan dan medium
pembiakan bakteri.

Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari 2 molekul monosakarida, yang
dihubungkan oleh ikatan glikosida. Ikatan glikosida terbentuk antara atom C 1 suatu
monosakarida dengan atom O dari OH monosakarida lain. Hidrolisis 1 mol disakarida akan
menghasilkan 2 mol monosakarida. Berikut ini beberapa disakarida yang banyak terdapat di
alam.
Maltosa
Maltosa atau gula gandum, adalah disakarida yang terbentuk dari dua unit glukosa
bergabung dengan ikatan (1 4), terbentuk dari reaksi kondensasi. Maltosa adalah
disakarida dihasilkan ketika amilase memecah pati. Maltosa dapat dipecah menjadi
dua molekul glukosa dengan hidrolisis.
Sukrosa
Sukrosa merupakan suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang
berupa unit glukosa dan fruktosa, dengan rumus molekul C 12H22O11. Senyawa ini
dikenal sebagai sumber nutrisi serta dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme
lain seperti hewan. Sukrosa terdapat dalam gula tebu dan gula bit.
Laktosa

Laktosa (C12H22O11) adalah bentuk disakarida dari karbohidrat yang dapat dipecah
menjadi bentuk lebih sederhana yaitu galaktosa dan glukosa. Laktosa terdapat di
dalam kandungan susu, baik dalam susu ibu maupun dalam susu sapi.
Polisakarida
Polisakarida adalah polimer dengan beberapa ratus hingga ribu monosakarida yang
dihubungkan dengan ikatan glikosidik. Polisakarida dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
polisakarida simpanan dan polisakarida struktural. Berikut penjelasan kedua polisakarida
tersebut.
Polisakarida Simpanan
Polisakarida simpanan berfungsi sebagai materi cadangan yang ketika dibutuhkan akan
dihidrolisis untuk memenuhi permintaan gula bagi sel
Pati
Pati adalah polisakarida simpanan dalam tumbuhan. Monomer-monomer glukosa
penyusunnya dihubungka dengan ikatan alfa 1-4. Bentuk pati yang paling sederhana
adalah amilosa, yang hanya memiliki rantai lurus.
Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan dalam tubuh hewan. Struktur glikogen mirip
dengan amilopektin, namun memiliki lebih banyak percabangan. Manusia dan
vertebrata lainnya menyimpan glikogen pada sel hati dan sel otot.
Dekstran
Dekstran adalah polisakarida pada bakteri dan khamir yang terdiri atas poli-Dhlukosa rantai alfa 1-6, yang memiliki cabang alfa 1-3 dan beberapa memiliki cabang
alfa 1-2 atau alfa 1-4. Plak di permukaan gigi yang disebabkan oleh bakteri diketahui
kayak akan dekstran.
Polisakarida Struktural
Polisakarida struktural berfungsi sebagai materi penyusun dari suatu sel atau keseluruhan
organisme
Selulosa
Selulosa adalah komponen utama penyusun dinding sel tumbuhan. Ikatan glikosidik
selulosa berbeda dengan pati yaitu monomer selulosa seluruhnya terdapat dalam
konfigurasi beta.
Kitin
Kitin adalah karbohidrat penyusun eksoskeleton artropoda (serangga, laba-laba,
krustase. Kitin terdiri atas monomer glukosa dengan cabang yang mengandung
nitrogen. Kitin murni menyerupai kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan
kalsium karbonat.

C. Metabolisme Karbohidrat
Karbohidrat siap dikatabolisir menjadi energi jika berbentuk monosakarida. Energi yang
dihasilkan berupa Adenosin trifosfat (ATP). Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat
makanan diserap ke dalam aliran darah, serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain
dalam tubuh dapat dibentuk. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi jaringan
mamalia (kecuali hewan pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. Unsur ini diubah
menjadi karbohidrat lain dengan fungsi sangat spesifik, misalnya glikogen untuk simpanan,
ribose dalam bentuk asam nukleat, galaktosa dalam laktosa susu, dalam senyawa lipid kompleks
tertentu dan dalam bentuk gabungan dengan protein, yaitu glikoprotein serta proteoglikan.

Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat baik yang tergolong sebagai


katabolisme maupun anabolisme, yaitu glikolisis, oksidasi piruvat, siklus asam sitrat,
glikogenesis, glikogenolisis serta glukoneogenesis. Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme
karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
1. Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat
jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
2. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam tahap ini dihasilkan
energi berupa ATP.
3. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
4. Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah,
melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Glikogen ini disimpan di
hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. Jika kapasitas penyimpanan glikogen
sudah penuh, maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi
jangka panjang.

5. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka glikogen dipecah
menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis, diikuti dengan oksidasi piruvat
sampai dengan siklus asam sitrat.
6. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka sumber energi
non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jalur ini dinamakan glukoneogenesis
(pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa
baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi.
D. Karbohidrat Pada Tumbuhan
Karbohidrat merupakan pusat metabolisme tanaman hijau dan organisme fotosintetik lain
yang menggunakan energi matahari untuk melakukan pembentukan karbohidrat. Pada tumbuhan
terdapat cadangan glukosa bentuk lain seperti amilosa, amilopektin atau selulosa. Perbedaan
antara polisakarida ini adalah amilosa yaitu polimer glukosa yang tidak bercabang dan terikat
satu dengan yang lain melalui ikatan -1,4. Amilopektin adalah polimer glukosa yang
berhubungan melalui ikatan -1,4 dan mengandung cabang yang lebih sedikit dari glikogen.
Sedangkan selulosa adalah polimer glukosa yang mempunyai ikatan glikosida -1,4. Amilosa
dan amilopektin dapat dicerna oleh manusia. Sedangkan selulosa tidak dapat dicerna oleh
manusia dan sebagian besar binatang lain.
E. Manfaat Karbohidrat
Fungsi primer dari karbohidrat adalah sebagai cadangan energi jangka pendek. Fungsi
sekunder dari karbohidrat adalah sebagai cadangan energi jangka menengah (pati untuk
tumbuhan dan glikogen untuk hewan dan manusia), disamping itu karbohidrat juga bermanfaat
sebagai pemberi rasa manis pada makanan, membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur
peristaltik usus, penghemat protein karena bila karbohidrat makanan terpenuhi, protein terutama
akan digunakan sebagai zat pembangun. Karbohidrat juga berfungsi sebagai pengatur
metabolisme lemak karena karbohidrat mampu mencegah oksidasi lemak yang tidak sempurna.

Pertanyaan:
1. Bagaimanakah tubuh menyesuaikan diri bila kekurangan karbohidrat? Apakah yang akan
digunakan untuk memperoleh energi?
2. Bagaimana metabolisme karbohidrat pada organisme uniseluler?
3. Apa perbedaan gula aldosa dan gula ketosa?
4. Mengapa dapat terbentuk gula aldosa dan ketosa?
5. Adakah perbedaan antara oligosakarida dan polisakarida?

DAFTAR PUSTAKA

http://habibana.staff.ub.ac.id/2014/06/30/pengertian-karbohidrat-klasifikasi-karbohidrat-danmetabolisme-karbohidrat/ diakses tanggal 14 September 2014


https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&sqi=2&ved=0CDEQFjAD&url=
http%3A%2F%2Felgisha.files.wordpress.com%2F2010%2F03%2Fmetabolismekarbohidrat.pdf&ei=YpsQVM2pIIayuASfyIDgCg&usg=AFQjCNFqgHyuilteURc86wce4ZAy4k
HYLA&sig2=JWPHOVHeL-gWq8se9RHNuA&bvm=bv.74649129,d.c2E diakses tanggal 14
September 2014