Anda di halaman 1dari 25

SUARA SERAK

ROCHELLA KRISMURNING C
UPN VETERAN JAKARTA
RS TK.II MOH. RIDWAN MEURAKSA

Pendahuluan
Setiap keadaan yang menimbulkan gangguan dalam
getaran, ketegangan serta gangguan dalam pendekatan
kedua pita suara kiri dan kanan akan menimbulkan
suara parau.
Di Amerika Serikat, suara parau atau serak mengenai
hampir 20 juta orang. Suara serak dapat mengenai semua
jenis umur. Prevalensi wanita lebih tinggi 50% dari pria.
Anak-anak dengan puncak usia 8 14 tahun, usia lanjut
dan pengguna suara secara profesional misalnya penyanyi,
guru.4

ANATOMI
Laring adalah bagian terbawah dari saluran nafas atas dan
organ pembentuk suara yang kompleks yang terdiri dari
beberapa tulang rawan serta jaringan otot yang dapat
menggerakan pita suara

Bangunan kerangka laring tersusun dari satu


tulang, yaitu tulang hioid, dan beberapa buah
tulang rawan :
Cartilago epiglotis
Cartilago tiroid
Cartilago krikoid
Cartilago aritenoid
Cartilago kornikulata
Cartilago kuneiformis

Cartilago tritisea

Gerakan laring dilaksanakan oleh kelompok otot


ekstrinsik dan intrinsik.

Otot-otot ekstrinsik laring bekerja pada laring secara


keseluruhan
Suprahioid menarik laring ke bawah

M. digastrikus

M. milohioid

M. stilohioid

M. genohioid

Infrahioid. menarik laring ke atas

M. sternohioid

M. omohioid

M. sternohioid

Otot-otot intrinsik laring menyebabkan gerakan yang


berhubungan dengan pita suara

Bagian lateral laring

M. krikoaritenoid lateral

M. Tiroepglotika

M. vokalis

M. tiroaritenoid

M. ariepiglotika

M. krikotiroid

Bagian posterior laring.

M. aritenoid transversum

M. aritenoid transversum

M. aritenoid oblik

M. krikoaritenoid posterior

Laring dipersarafi oleh cabang-cabang nervus vagus :


n. laringis superior
n. laringis inferior.

Pendarahan laring terdiri dari 2 cabang :

a.laringis superior

a. laringis inferior

TINJAUAN PUSTAKA
FISIOLOGI
Laring berfungsi untuk :
Proteksi dengan mencegah makanan dan benda asing
masuk kedalam trakea, dengan jalan menutup aditus laring
dan rima glottis secara bersamaan.
Fonasi, dengan membuat suara serta menentukan tinggi
rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada diatur oleh
peregangan plika vokalis.
Selain itu laring juga berfungsi dalam respirasi, sirkulasi,
menelan dan emosi

SERAK
Definisi:
Suatu keadaan atau gejala dimana terdapat
kesulitan dalam memproduksi suara ketika
mencoba berbicara, atau perubahan suara pada
nada dan kualitasnya.

Etiologi Suara Serak:


Kongenital : laringomalasi, laryngeal web, stenosis subglotik
Laringitis Akut : Kelanjutan dari ISPA
Laringitis Kronis: Paparan iritan dalam jangka waktu lama
Lesi jinak pita suara: karena penyalah gunaan suara ( vocal
abuse) yang macamnya bisa nodul, kista dan polip pita suara
Lesi ganas: Keratosis laring dan karsinoma laring
Paralisis otot laring
Degeneratif (penuaan) presbylaringis
GERD

DIAGNOSIS:
Anamnesa
Pemeriksaan Fisik
Penunjang Medik

Anamnesa
Lama keluhan
Progesivitas
Riwayat merokok dan minum alkohol, dimana dapat
mengiritasi mukosa mulut dan laring dan beresiko kanker
kepala leher.
Riwayat pekerjaan, pola/ tipe pemakaian suara seperti
menyanyi berteriak.
Riwayat penyalahgunaan suara (voice abuse)
Keluhan yang berhubungan meliputi nyeri, disfagia, batuk,
susah bernapas

Keluhan refluks gastroesofageal seperti merasakan asam


di mulut pada pagi hari
Penyakit sinonasal (rhinitis alergi atau sinusitis kronik)
Kelainan neurologis
Riwayat trauma atau pembedahan

Riwayat pemakaian obat-obatan seperti ACE inhibitor

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan kepala dan leher secara keseluruhan,
meliputi penilaian pendengaran, mukosa saluran napas
atas, mobilitas lidah dan fungsi saraf kranial.

Pemeriksaan laringoskopi

Pemeriksaan Penunjang
Laringoskopi fibreoptik
Stroboskopi (videolaryngostroboscopy)

Pemeriksaan untuk mengukur produksi suara seperti


amplitudo, range, pitch dan efisiensi aerodinamik.
Pemeriksaan darah

Kultur hidung dan sputum

Penatalaksanaan
Medis
Pemberian obat antibiotika, antiinflamasi, anti
TB pada laring TB dan antasida pada penyakit
reflux gastro-esofagitis (GERD).

Bedah (Phonosurgery)
Rehabilitasi : Speech Theraphy

Pencegahan
Menghindari dan menghentikan merokok ataupun
merokok pasif
Pasien disarankan juga untuk minum yang banyak untuk
mengencerkan mucus.
Menghindari agen/bahan yang menimbulkan dehidrasi
seperti alkohol, kopi

Mengontrol refluks gastroesofagus


Menggunakan suara dengan tepat, tidak bersuara terlalu
kuat.

Menggunakan mikrofon jika diperlukan


Menghindari bersuara atau bernyanyi ketika suara parau

TERIMA KASIH