Anda di halaman 1dari 32

Disusun oleh

MURALIDRAN TIARASAN 090100447

Anemia aplastik adalah kelainan hematologik


yang ditandai dengan penurunan komponen
selular pada darah tepi yang diakibatkan oleh
kegagalan produksi di sumsum tulang.
Insidensi anemia aplastik bervariasi di seluruh
dunia, berkisar antara 2 sampai 6 kasus
persejuta penduduk pertahun.

Diagnosa pasti anemia aplastik


adalah berdasarkan pemeriksaan
darah dan pemeriksaan sumsum
tulang.
Penegakkan diagnosa secara dini
sangatlah penting sebab semakin
dini penyakit ini didiagnosis
kemungkinan sembuh secara
spontan atau parsial semakin besar

Klasifikasi menurut kausa2 :


Idiopatik : bila kausanya tidak diketahui; ditemukan
pada kira-kira 50% kasus.
Sekunder : bila kausanya diketahui.
Konstitusional : adanya kelainan DNA yang dapat
diturunkan, misalnya anemia Fanconi

klasifikasi menurut keparahan:


Berat
Sangat berat
Bukan berat

Anemia Aplastik yang Didapat (Acquired


Aplastic Anemia)
Anemia Aplatik yang diturunkan (Inherited
Aplastic Anemia)

Anemia aplastik yang diturunkan (inherited


aplastic anemia), disebabkan oleh
ketidakstabilan DNA.
Beberapa bentuk anemia aplastik yang
didapatkan (acquired aplastic anemia)
disebabkan kerusakan langsung stem sel oleh
agen toksik, misalnya radiasi.
Patogenesis dari kebanyakan anemia aplastik
yang didapatkan melibatkan reaksi autoimun
terhadap stem sel.

keluhan dan gejala yang timbul adalah akibat


dari pansitopenia
Hipoplasia eritropoietik
lemah,
dyspnoe deffort,
palpitasi cordis,
takikardi,
pucat dan lain-lain.

Pengurangan elemen lekopoisis


menyebabkan granulositopenia yang akan
menyebabkan penderita menjadi peka
terhadap infeksi sehingga mengakibatkan
keluhan dan gejala infeksi baik bersifat lokal
maupun bersifat sistemik.
Trombositopenia tentu dapat mengakibatkan
pendarahan di kulit, selaput lendir atau
pendarahan di organ-organ.

Pada stadium awal penyakit, pansitopenia


tidak selalu ditemukan.
Anemia yang terjadi bersifat normokrom
normositer, tidak disertai dengan tandatanda regenerasi.
Adanya eritrosit muda atau leukosit muda
dalam darah tepi menandakan bukan anemia
aplastik.
Kadang-kadang pula dapat ditemukan
makrositosis, anisositosis, dan poikilositosis.

Jumlah granulosit ditemukan rendah.


Pemeriksaan hitung jenis sel darah putih
menunjukkan penurunan jumlah neutrofil
dan monosit.

Limfositosis relatif terdapat pada lebih dari


75% kasus. Jumlah neutrofil kurang dari
500/mm3 dan trombosit kurang dari
20.000/mm3 menandakan anemia aplastik
berat. Jumlah neutrofil kurang dari
200/mm3 menandakan anemia aplastik
sangat berat.

Laju endap darah biasanya meningkat.


Waktu pendarahan biasanya memanjang dan begitu juga
dengan waktu pembekuan akibat adanya
trombositopenia.
Hemoglobin F meningkat pada anemia aplastik anak dan
mungkin ditemukan pada anemia aplastik konstitusional

Plasma darah biasanya mengandung growth factor


hematopoiesis, termasuk erittropoietin, trombopoietin,
dan faktor yang menstimulasi koloni myeloid.
Kadar Fe serum biasanya meningkat dan klirens Fe
memanjang dengan penurunan inkorporasi Fe ke eritrosit
yang bersirkulasi.

Pemeriksaan sumsum tulang:


Aspirasi sumsum tulang biasanya
mengandung sejumlah spikula dengan daerah
yang kosong, dipenuhi lemak dan relatif
sedikit sel hematopoiesis.
Biopsi sumsum tulang dilakukan untuk
penilaian selularitas baik secara kualitatif
maupun kuantitatif.
Semua spesimen anemia aplastik ditemukan
gambaran hiposelular.

Pemeriksaan radiologis umumnya tidak


dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa anemia
aplastik.
Survei skletelal khusunya berguna untuk sindrom
kegagalan sumsum tulang yang diturunkan,
karena banyak diantaranya memperlihatkan
abnormalitas skeletal.
Pada pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance
Imaging) memberikan gambaran yang khas yaitu
ketidakhadiran elemen seluler dan digantikan
oleh jaringan lemak.

Diagnosa pasti ditegakkan berdasarkan


pemeriksaan darah dan dan pemeriksaan
sumsum tulang.
Pada anemia aplastik ditemukan pansitopenia
disertai sumsum tulang yang miskin
selularitas dan kaya akan sel lemak

Menghentikan semua obat-obat atau


penggunaan agen kimia yang diduga menjadi
penyebab anemia aplastik.
Anemia : transfusi PRC bila terdapat anemia
berat sesuai yang dibutuhkan.
Pendarahan hebat akibat trombositopenia :
transfusi trombosit sesuai yang dibutuhkan.
Tindakan pencegahan terhadap infeksi bila
terdapat neutropenia berat.

Infeksi : kultur mikroorganisme, antibiotik


spektrum luas bila organisme spesifik tidak
dapat diidentifikasi
Assessment untuk transplantasi stem sel
allogenik : pemeriksaan histocompatibilitas
pasien, orang tua dan saudara kandung
pasien.

Pengobatan spesifik aplasia sumsum tulang


terdiri dari tiga pilihan :
transplantasi stem sel allogenik,
kombinasi terapi imunosupresif (ATG, siklosporin
dan metilprednisolon) atau
pemberian dosis tinggi siklofosfamid

Prognosis dipengaruhi :
derajat anemia aplastik
usia pasien
ada tidaknya donor dengan HLA yang cocok
untuk transplantasi sumsum tulang allogenik

Nama lengkap :Endang Pasaribu


Tahun Lahir

: 1992

Umur

: 22 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jln Dr. Pratomo Perum Asram

No. Telepon

:-

Pekerjaan

: Mahasiswa

Status

: Belum Menikah

Agama

: Islam

Keluhan Utama : Lebam-lebam diseluruh tubuh


Deskripsi
:
Hal ini dialami OS 3 tahun ini,ia memberat 2
minggu ini. Os
juga mengeluh menstruasi yang
banyak, dengan frekuensi 3-4 kali diganti doek. Os
juga mengalami gusi berdarah 2 minggu
ini,terutama saat menggosok gigi,mimisan (-), muntah
darah (-). Os mengalami demam
2 minggu
ini.Riwayat demam (+). Demam bersifat naik turun dan
demam turun dengan pemberian obat penurun panas.
Mual muntah tidak dijumpai.BAK (+) BAB (+) Normal.os
mengeluh BAB berwarna hitam 1hari ini. Sebelum ini
os pernah dirawat di RS lain dan pernah ditransfusi
darah sebanyak 6 kali.
RPT
RPO

:
:

Tidak Jelas
Tidak Jelas

Kesadaran

Compos mentis

Tekanan darah

110/60 mmHg

HR

Frekuensi: 120 x/i reg

Temperatur

37.8oC

Pernafasan

Frekuensi: 24 x/menit

KULIT : Tidak ada kelainan

KEPALA DAN LEHER : Mata : konjunktiva palpebra pucat (+/+),


ikterus (-/-), pupil : isokor, ukuran 3mm.
Refleks cahaya direk (+/+) / indirek (+/+), kesan : normal
Lain-lain : TVJR-2 cmH20, trakea medial, pembesaran KGB(-)
Kaku kuduk (-), lain-lain : trismus(-)

TELINGA: Tidak ada kelainan

HIDUNG: Tidak ada kelainan

RONGGA MULUT DAN TENGGORAKAN : Tidak ada kelainan

THORAX
Depan

Belakang

Inspeksi

Simetris fusiformis

Simetris fusiformis

Palpasi

SF kiri = kanan kesan


:normal

SF kiri = kanan kesan


:normal

Perkusi

sonor pada kedua lapangan sonor pada kedua lapangan


paru
paru

Auskultasi

SP: Vesikuler
ST : (-)

SP: Vesikuler
ST : (-)

JANTUNG
Batas Jantung Relatif: Atas : ICR III sinistra
Kanan : Linea parasternal dextra
Kiri
: ICR V Linea Mid Clavicularis
Sinistra
Jantung : M1 > M2, P2 >P1, A2 > A1, desah sistolik (-), desah
diastolik (-), lain-lain : -HR : 120 x/i, reguler, intensitas : cukup.

ABDOMEN
Inspeksi : simetris
Palpasi : Soepel, Hepar/ Lien/ Renal tidak teraba
Nyeri tekan epigastrium (-)
Perkusi :Timpani
Auskultasi : peristaltik (+) N
PINGGANG
Tapping pain (-) ballotement (-)
INGUINAL
Pembesaran KGB (-)
EKSTREMITAS
Superior
:hematoma
Inferior
: hematoma
ALAT KELAMIN
Perempuan dlm batas normal
NEUROLOGI
tidak dilakukan pemeriksaan

Darah
Hb : 4,50 g% (N : 11-15,5)
Leukosit
: 1,12 x 103/mm3
(N : 4,5-11)

LED : tidak diperiksa


Eritrosit : 1,53 x106/mm3

(N : 4,20-4,57)
Ht : 12.90 %

Hitung Jenis :
Neutrofil 12,50 % (37-80)
Limfosit 75,00 % (20-40)
Monosit 12,50% (2-8)
Eosinofil 0,00 % (1-6)

Basofil 0,000 % (0-1)

Urine
Warna : putih jernih
Reduksi : +1
Protein : Bilirubin : Urobilinogen : +

Sedimen
Eritrosit :1-3 /lpb
Lekosit : 2-3 /lpb
Silinder : Epitel : 5-7 /lpb

Diagnosa Banding
1) Pansitopenia ec
2) Pansitopenia ec
3) Pansitopenia ec
4) Pansitopenia ec

Anemia Aplastik
MDS
Anemia Peny Kronis
anemia defisiensi besi

Diagnosa Sementara
Pansitopenia ec Anemia Aplastik

Penatalaksanaan

Aktivitas: tirah baring


Diet: Diet MII
Tindakan suportif:
IVFD Nacl 0,9% 20
gtt/I

Medikamentosa:

Inj Transamin 1
ampul/8jam
Inj Omeprazole
45gr/12jam IV
Inj Ceftriaxon
1gr/12 jam IV
Paracetamol
3500mg

Darah lengkap :
Hb
: 4,50 g% (N :11-15,5)
Eritrosit
: 1,53 x 106/mm3 (N :
4,20-4,57)
Leukosit
: 1,12 x 103/mm3 (N:
4,5-11)
Trombosit
: 9 x 103/mm3 (N :150450)
MCV
: 84,30 fL (85-95)
MCH
: 29,40 pg (28-32)
MCHC
: 39,40 g% (33-35)
RDW
: 12,90 % (11,6-14,8)
Hitung jenis :
Neutrofil
: 12,50 % (37-80)
Limfosit
: 75,00 % (20-40)
Monosit
: 12,50% (2-8)
Eosinofil
: 0,00 % (1-6)
Basofil
: 0,000 % (0-1)

Neutrofil Absolut : O,14 10 6 L /


(2,7-6.5)
Limfosit Absolut : 0,84 10 6 L
(1,5-3,5)
Monosit Absolut: 0,14 10 6 L
(0,2-0,5)
Eosinofil Absolut : 0,00. 10 6 L
(0-0.16)
Basofil Absolut
: 0,00 10 6
L (0-1)
Retikulosit
: 0,83% (0,2-2,5)
Ginjal
Ureum
Kreatinin

: 56 mg/dl (<50)
: 0,68 mg/dl (0.71.20)

Tanggal

Vital Sign & PF

Diagnosa

Penatalaksanaan

01-02-14

Lebam-Lebam (+)

Anemia

Tirah baring

Sens: CM ,

Aplastik

O2 1-2L

TD: 110/60mmHg,

Diet MII

HR: 120x/i,

IVFD Nacl 0,9% 20 gtt/I

RR: 24 x/i

Inj Transamin 1ampul/8jam

T : 37.8 C

Inj Omeprazole 45gr/12jam

PD

kepala

mata

IV

anemis (+) ikterik (-)

Inj Ceftriaxon 1gr/12 jam IV

Thorax sp vesikuler

PCT 3 500mg

st (-)

Transfusi PRC

abdomen:soepel H/L/R
ttb

peristaltic

normal
eks sup : hematoma

eks inf : hematoma

(+)

Tanggal

Vital Sign & PF

Diagnosa

Penatalaksanaan

02-02-14

Lebam Lebam (+)

Anemia

Tirah baring

Aplastik

O2 1-2L

TD: 120/80mmHg,

Diet MII

HR: 112x/i,

IVFD Nacl 0,9% 20 gtt/I

RR: 24 x/i

Inj Transamin 1ampul/8jam

T : 38.0 C

Inj Omeprazole 45gr/12jam

Sens: CM ,

PD : kepala mata
anemis (+) ikterik (-)

IV

Thorax sp vesikuler

IV

st (-)
abdomen:soepel

H/L/R ttb peristaltic


(+) normal
eks

sup

hematoma

Inj Ceftriaxone 1gr/12 jam

PCT 3 500mg

Transfusi PRC

Endang Pasaribu, 22 tahun didiagnosis


menderitaAnemia Aplastik.
Pasien dirawat inap di RSUP HAM dari tanggal 01
Februari 2014 sampai tanggal 02 Februari2014
PROGNOSIS