Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

BLOK SISTEM TUBUH I

SEL,
ORGANEL-ORGANEL SEL DAN PROTOPLASMA

Oleh:
BENNY SANTOSO
111610101076

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2014

A. Sel
Pada tahun 1665, Robert Hooke mengamati sayatan gabus dari batang
Quercus suber menggunakan mikroskop. Ia menemukan adanya ruang-ruang
kosong yang dibatasi dinding tebal. Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong
tersebut dengan istilah cellulae, artinya sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke
merupakan sel-sel gabus yang telah mati.
Ilmuwan Belanda bernama Antonie van Leeuwenhoek merancang sebuah
mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu digunakan untuk mengamati air
rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang bergerak-gerak di dalam air,
yang kemudian disebut bakteri. Antonie van Leeuwenhoek merupakan orang
pertama yang menemukan sel hidup.
Perkembangan penemuan tentang sel mendorong berkembangnya persepsi
tentang sel. Dari sinilah kemudian lahir teori-teori tentang sel. Beberapa teori
tentang sel sebagai berikut.
Sel Merupakan Kesatuan atau Unit Struktural Makhluk Hidup
Teori ini dikemukakan oleh Jacob Schleiden (18041881) dan Theodor
Schwan (18101882). Tahun 1839 Schleiden, ahli botani berkebangsaan
Jerman, mengadakan pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan. Pada
waktu yang bersamaan Theodor Schwan melakukan pengamatan terhadap sel
hewan.
Dari hasil pengamatannya mereka menarik kesimpulan sebagai berikut.
-

Tiap makhluk hidup terdiri dari sel.

Sel merupakan unit struktural terkecil pada makhluk hidup.

Organisme bersel tunggal terdiri dari sebuah sel, organisme lain yang
tersusun lebih dari satu sel disebut organisme bersel banyak.

Sel Sebagai Unit Fungsional Makhluk Hidup


Max Schultze (18251874) menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar
fisik kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel, tetapi juga
merupakan bagian penting sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia
kehidupan. Berdasarkan hal ini muncullah teori sel yang menyatakan bahwa
sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan.

Sel Sebagai Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup


Rudolph Virchow (18211902) berpendapat bahwa omnis cellula ex cellulae
(semua sel berasal dari sel sebelumnya).

Sel Sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup


Ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong penemuan unit-unit penurunan
sifat yang terdapat dalam nukleus, yaitu kromosom. Dalam kromosom terdapat
gen yang merupakan unit pembawa sifat. Melalui penemuan ini muncullah
teori bahwa sel merupakan unit hereditas makhluk hidup.

Penemuan-penemuan yang mendukung perkembangan teori sel sebagai


berikut.
-

Robert Brown (1812), Biolog Skotlandia, menemukan benda kecil


terapung dalam cairan sel yang ia sebut nukleus.

Felix Durjadin (1835), beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah


cairan sel yang sekarang disebut protoplasma.

Johanes Purkinye (17871869), orang pertama yang mengajukan istilah


protoplasma untuk menamai bahan embrional sel telur.

B. Strukur Sel
Berdasarkan keadaan intinya, sel dibedakan dalam dua macam :
1. Sel prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak
dibatasi oleh membran inti. Contoh sel prokariotik ialah bakteri, dan
gangang biru yang termasuk Monera.
2. Sel eukariotik terdapat membran inti, yang memisahkan materi inti
(DNA dan protein histon membentuk kromosom) dari sitoplasma. Sel
eukariotik dijumpai pada Tumbuhan, Hewan, Cendawan, dan Protista.

Sel bakteri dibatasi oleh membran plasma. Di dalamnya terdapat


nukleoid (DNA) tanpa dibatasi oleh membran inti, dan ribosom. Di sebelah
luar dari membran plasma terdapat dinding sel yang disusun oleh
peptidoglikan (kompleks gula dan protein). Pada sebagian bakteri sel tersebut
dibungkus oleh kapsul (disusun oleh gula). Bakteri mempunyai alat gerak
berupa flagel.
Pada permukaan sel bakteri terdapat pili yang dapat digunakan untuk
menempel pada substratnya. Pada bakteri fotosintetik dan ganggang hijau biru
terdapat klorofil yang tersebar dalam sitoplasma, tanpa membran yang
membatasinya dengan bagian sel lainnya. Jadi, sel prokariotik ada yang
mempunyai klorofil tetapi tidak dalam kloroplas (plastid yang berwarna hijau).
Sel prokariotik mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil (kurang lebih
sepersepuluhnya) dari sel eukariotik.

Pada sel tumbuhan, sel hewan, dan sel eukariotik lainnya, selain
membran plasma yang membatasi sel dengan lingkungan luarnya, juga
terdapat sistem membran dalam (internal) yang membatasi organel- organel di
bagian dalam sel dengan sitoplasma. Nukleus (inti) dibatasi oleh membran inti
sehingga bahan-bahan yang ada di dalamnya terpisah dari sitoplasma. Vakuola
terpisah dari sitoplasma karena dibatasi oleh membran (tonoplas).

Secara ringkas, perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik dapat


dilihat pada tabel berikut:

Bagian sel ada yang bersifat hidup dan ada yang mati. Bagian sel yang
hidup dikenal sebagai protoplasma, terdiri atas inti dan sitoplasma. Bagian
mati berupa dinding sel dan isi vakuola. Sel-sel pada tubuh hewan dan
tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik, sedangkan pada
mikroorganisme ada yang eukariotik misalnya protozoa, protista, dan fungi.
Ada pula yang bersifat prokariotik misalnya pada bakteri dan ganggang biru.

C. Organel Sel
1. Dinding Sel
Dinding sel bersifat permeabel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi
bentuk tubuh. Sel-sel yang mempunyai dinding sel antara lain: bakteri,
cendawan, ganggang (protista), dan tumbuhan. Kelompok makhluk hidup
tersebut mempunyai sel dengan bentuk yang jelas dan kaku (rigid). Pada
protozoa (protista) dan hewan tidak mempunyai dinding sel, sehingga bentuk
selnya kurang jelas dan fleksibel, tidak kaku. Dinding sel terdiri dari Selulosa
(sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat
dari Ca dan Mg. Pada bagian tertentu dari dinding sel tidak ikut mengalami
penebalan dan memiliki plasmodesmata disebut noktah (titik).

2. Membran Sel
Membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan
berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen,
nutrien, dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh volume sel. Membran
sel juga berperan dalam sintesis ATP, pensinyalan sel, dan adhesi sel.
Membran sel berupa lapisan sangat tipis yang terbentuk dari
molekul lipid dan protein. Molekul lipid membran tersusun dalam dua lapis
dengan tebal sekitar 5 nm yang menjadi penghalang bagi kebanyakan
molekul hidrofilik.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul
dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain
ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air,
etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran
besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus
agar dapat masuk ke dalam sel.
3. Inti Sel
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel
eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan
bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama
dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosomkromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut
dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu,
nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan
sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis
ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur
kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan,dandiakhiri.
4. Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup
berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk
menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan
demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.
Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas
metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak,

misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda
untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 m dan
panjang 0,5 1,0 m. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama,
yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang
terletak di bagian dalam membran.
5. Plastida
Plastida adalah organel sel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan.
Ada tiga macam plastida, yaitu :
a)

leukoplast : plastida yang berbentuk amilum (tepung)

b)

kloroplast : plastida yang umumnya berwarna hijau. terdiri dari :


klorofil (untuk fotosintesis), xantofil, dan karoten

c)

kromoplast : plastida yang banyak mengandung karoten.

6. Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh
sel

hewan

eukariotik.Retikulum

endoplasma memiliki

struktur

yang

menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi


retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum
Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak
sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran
dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti di dalam sitoplasma dan
retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti jaringan).
Ada 2 jenis Retikulum Endoplasma yaitu :
a)

RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang


merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka,
fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein.

b)

RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik


ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses
metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan
konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya
reseptor pada protein membran sel.

7.

Badan Golgi
Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau

diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan
struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.

Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada
organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel
hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki
hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut
diktiosom.
Beberapa fungsi badan golgi antara lain :
-

Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel


kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.

Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti


membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari
membran plasma.

Membentuk dinding sel tumbuhan

Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah


dinding sel telur dan pembentukan lisosom.

Tempat untuk memodifikasi protein

Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel

Untuk membentuk lisosom

8.

Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi

enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada


berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de
Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini
memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease,
glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim
tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis,
dan autofagi.
Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel
melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa
ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal.
Autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri,
seperti organel yang tidak berfungsi lagi.
Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan
mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel.

9. Ribosom
Ribosom merupakan tempat sel membuat protein. Sel dengan laju sintesis
protein yang

tinggi

memiliki

banyak

sekali

ribosom,

contohnya

sel hati manusia yang memiliki beberapa juta ribosom. Ribosom sendiri
tersusun atas berbagai jenis protein dan sejumlah molekul RNA.
Ribosom eukariota lebih

besar

daripada

ribosom prokariota,

namun

keduanya sangat mirip dalam hal struktur dan fungsi. Keduanya terdiri dari
satu subunit besar dan satu subunit kecil yang bergabung membentuk ribosom
lengkap dengan massa beberapa juta dalton. Pada eukariota, ribosom dapat
ditemukan

bebas

di sitosol atau

terikat

pada

bagian

luar retikulum

endoplasma.
10.

Peroksisom
Peroksisom mempunyai ruang metabolisme khusus yang dilengkapi

membran tunggal . Peroksisom juga mengandung enzim yang menghasilkan


hidrogen peroksida (H2O2).
11.

Sentrosom dan Sentriol


Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang

sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini
akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah.
12.

Sitoskeleton
Sitoskeleton atau kerangka sel adalah jaring berkas-berkas protein yang

menyusun sitoplasma eukariota. Jaring-jaring ini terdiri dari tiga tipe dasar,
yaitu mikrofilamen, mikrotubulus (jamak:mikrotubuli), dan intermediat
filamen. Ketiga filamen ini terhubung satu sama lain dan saling berkoordinasi.
Dengan adanya sitoskeleton, sel dapat memiliki bentuk yang kokoh, berubah
bentuk, mampu mengatur posisi organel, berenang, serta merayap di
permukaan.
13.

Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap). Cairan

ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya.


Fungsi vakuola adalah :
-

Memelihara tekanan osmotik sel

Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll

Mengadakan sirkulasi zat dalam sel.

D. Protoplasma
Protoplasma adalah elemen utama sebuah sel. Protoplasma bersifat
pekat (kental), jernih (terang) dan koloid polifasis. Dari reaksi reaksi kimia
yang terjadi antara senyawa senyawa inilah yang mengakibatkan adanya
gejala gejala kehidupan di protoplasma. Gejala kehidupan itu misalnya
metabolisme , tumbuh , bergerak , berkembang biak , sirkulasi zat
dll.Misalnya respirasi , fotosintesis , sintesis lemak .
Protoplasma pada semua sel terdiri atas dua komponen utama,
komponen anorganik dan
komponen organik. Komponen-komponen
anorganik terdiri atas air, garam-garam mineral, gas oksigen, karbon dioksida,
nitrogen, dan amonia. Komponen organik terutama terdiri atas karbohidrat,
lipida, protein, dan beberapa komponen-komponen spesifik seperti enzim,
vitamin, dan hormon.
Pada sel hewan dan tumbuhan, protoplasma mengandung sekitar: 7585% air, 10-20% protein, 2-3% lipida, 1% karbohidrat, dan 1% zat-zat
anorganik lainnya.
Sifat-sifat Fisika Protoplasma
Bila protoplasma yang merupakan sistem koloid ini disinari dengan sinar
lampu listrik pada suatu ruang yang gelap akan memberi efek Tyndall.
1.
Molekul-molekul (partikel) pada sistem koloid protoplasma bergerak
secara zig-zag (gerak Brown (1872)). Gerak Brown pada protoplasma
kecepatannya tergantung pada besarnya partikel dan suhu protoplasma.
2.
Gerak siklosis (cyclosis) dan amoeboid. Oleh karena matrik sitoplasma
dapat bersifat agak kental maka pada matrik sitoplasma ada gerakan. Gerakan
di dalam matrik sitoplasma ini disebut gerakan siklosis (terjadi pada saat
matrik dalam fase sol dan terjadinya gerakan ini karena pengaruh tekanan
hidrostatik, suhu, pH dan viskositas. Bergeraknya kromosom, sentriol,
mitokondria, lisosom, dsb disebabkan gerakan sikolsis. Gerakan amoeboid
terbentuk pada gerak siklosis. Gerak amoeboid terjadi pada protozoa, leukosit,
dsb. Pada gerakan amoeboid, terjadi perubahan bentuk sel. Penonjolan
sitoplasma ini disebut pseudopodia.
3.
Matriks sitoplasma yang cair memiliki tegangan permukaaan. Matriks
protein dan lemak memiliki ketegangan permukaan yang kurang karenanya
membentuk membran plasma, sedangkan bahan-bahan kimia misalnya garam
NaCl tegangan permukaannya tinggi akibatnya NaCl menempati bagian yang
lebih dalam pada matrik sitoplasma

Protoplasma merupakan sistem larutan. Ada tiga macam sistem larutan:


Solusi : bila dalam larutan diameter zat terlarutnya < 0,0001 mm
Suspensi : bila dalam larutan diameter zat terlarutnya > 0,1 mm
Koloid : bila dalam larutan diameter zat terlarutnya antara 0,001 mm sampai
0,1 mm
Bagian yang terbesar dari protoplasma adalah sistem koloid. Sehubungan
dengan hal itu protoplasma dapat mengalami:
-

perubahan kekentalan koloid sol ke gel dan sebaliknya. Bila kadar air
tinggi koloid bersifat sol, dan bila kadar air rendah koloid bersifat gel.
mengalami gerak Brown, suatu gerak acak molekul dalam koloid yang
dipengaruhi oleh muatan listrik, berat jenis, dan suhu.
mengalami efek Tyndall, suatu proses pemendaran cahaya bila suatu
koloid dikenai seberkas sinar.

Sifat-sifat Kimia Protoplasma


Protoplasma terdiri dari unsur-unsur :
1.

Unsur Makro : C (10,5%), H (10,8%), O (76,0%), N (2,5%), P


(0,03%), K (0,03%), S (0,02%), Cl (0,01%)

2.

Unsur Mikro : Ma (0,002%), Na (0,004%), Fe (0,001%)

3.

Ultra struktur : Cu, Mn, Mo, B, Si

Senyawa Penyusun Protoplasma


Penyusun protoplasma yang berjumlah besar yaitu :
1.

Air

78,3%

2.

Protein

15,2%

3.

Lipida

4,8%

4.

Karbohidrat

1,4%