Anda di halaman 1dari 9

PERALATAN BANTU PADA

BOILER
Air umpan boiler (boiler feed Water)
Air yang digunakan pada proses pengolahan dan air umpan boiler diperoleh dari
sumur bor. Kualitas air tersebut tidak sama walaupun menggunakan sumber air
sejenis, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan asal air tersebut. Oleh karna itu perlu
dilakukan
pemurnian.
Air umpan boiler harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan agar tidak
menimbulkan masalah-masalah pada pengoprasian boiler. Air tersebut harus bebas
dari mineral-mineral yang tidak diinginkan serta pengotor-pengotor lainnya yang dapt
menurunkan
efisiensi
kerja
dari
boiler.
Air yang dipakai untuk pembuatan steam harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu:
a.
tidak
boleh
membuih
b.
tidak
menyebabkan
terjadinya
korosi
pada
pipa-pipa.
Zat-zat yang terkandung di dalam air boiler yang dapat menyebabkan kerusakan ketel
adalah:
a.
Kadar
soluble
matter
yang
tinggi.
b.
Suspended
Solid
c.
Garam-garam
Ca
dan
Mg.
d.
Silika,
Sulfat,
asam
bebas
(free
acid)
dan
oxida.
e.
Organik
matter.

Tabel

URAIAN

3.4

Ambang

Batas

SATUAN

Kandungan

Zat

AIR UMPAN

Pada

Air

Umpan

AIR KETEL

Boiler

pH

7,5 9,5

10,3 -11,5

Alkalinitas PI

ppm

Max. 300

Alkalinitas PR

ppm

Max. 300

Alkalinitas total

ppm

20

Max. 700

Kesodaan total

ppm

Max. 10

DM Value

12 - 16

TDS

ppm

Max. 100

Max. 2500

Silica (SiO2)

ppm

Max. 120

Max. 2500

Air

pengisi

ketel

a.

didapatkan

dari

Air

sumber

Condensate

Didapatkan dari hasil pengembunan uap bekas yang telah digunakan sebagai pemanas
pada evaporator, juice heater dan vacum pan. Uap sebagai media penggerak utama,
baik itu uap kering (Superheated steam) , dan uap kenyang (Saturated steam), yang
telah digunakan sebagai penggerak turbine uap dan mesin uap akan menghasilkan uap
bekas (Exhaust steam). Exhaust steam tersebut ditampung pada suatu pipa da
bertekanan 0,6-1,5 kg/cm2 (sesuai yang diinginkan), digunakan sebagai pemanas nira
(juice heater), penguapan (evaporator),dan masakan (boiling pan). Karena perbedaan
panas antara Exhaust steam dengan nira encer (juice) dan nira kental (sirup) yang
dipanaskan tersebut, maka terjadilah pengembunan yang disebut condensate.
Condensate tersebut ditampung dan dialirkan ke stasiun boiler, sebagai air pengisi
ketel. Air condensate yang baik memenuhi persyaratan sebagai berikut:
pH
Total
Iron

:
Hardness
as

as
Fe

Ca
:

CO3
0,002

8,5-9,5
2
(max)

Oxygen
as
O2
:
0,02
(max)
Agar persyaratan air condensate terpenuhi perlu adanya penambahan zat kimia yaitu
exxo 114, exxo 311 dan NaOH. Fungsi dari zak kimia exxo 114 dan exxo 311
adalah Untuk menghilangkan silica / melapisi dinding ketel sedangkan NaOH
berfungsi
untuk
menaikkan
PH

b. Air Demineralizer
Didapatkan dari raw Water yang telah melalui proses penjernihan dan pemurnian atau
proses Water treatment plant. Raw Water yang didapatkan dari sumur bor (deep well),
ditampung pada row Water pound, dipompa kedalam tangki penyaringan utama (sand
filter) yang erfungsi sebagai penyaring kotoran-kotoran alam misalnya : limpur, dsb.
Setelah melalui sand filter, air diteruskan melaui penyaringan yang kedua (softener)
yang berfungsi sebagai pelunak air yaitu pengikat kotoran kimia misalnya :
Magnesium (Mg) dan Calsium (Ca) yang disebut hardness. Sebagai pemurnian
terakhir, Air yang sudah dulunakan tersebut diteruskan melalui proses demineralisasi
(anion dan cation exchanger). Hasil terakhir air yang sudah melalui proses demin
dikirim ke boiler sebagai air pengisi boiler (boiler feed Water).Syarat-syarat demin
Water
sebagai
boiler
feed
Water
adalah
sebagai
berikut:
a.
b.
c.
d.

pH
Hardness
SiO2
Conductivity

:
:
:
:

7,5
0
5
10

Air pengisi boiler ditampung pada 4 buah tangki (boiler feed Water tank) atau yang
sering disebut tangki condensate yang berkapasitas total 2650 m3.

2.

Deaerator

Deaerator adalah alat yang bekerja untuk membuang gas-gas yang terkandung dalam
air umpan boiler, setelah melalui proses pemurnian air (Water treatment). Selain itu

juga Deaerator berfungsi sebagai pemanas awal air pengisi ketel sebelum disalurkan
ke dalam boiler. Deaerator ini bekerja berdasarkan sifat dari oksigen yang kelarutanya
pada
air
akan
berkurang
dengan
adanya
kenaikan
suhu.
Deaerator terdiri dari dua drum dimana drum yang lebih kecil merupakan tempat
pemanasan pendahuluan yang berfungsi membuang gas-gas dari bahan air ketel
sedangkan drum yang lebih besar merupakan tempat penampungan bahan air ketel
yang jatuh dalam drum yang lebih kecil di atasnya. Pada drum yang lebih kecil
terdapat spray nozle yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan air ketel menjadi
butiran-butiran halus agar proses pemanasan dan pembuangan gas-gas dari bahan air
ketel lebih sempurna. Selain itu pada drum yang lebih kecil disediakan satu saluran
vent agar gas-gas dapat terbuang (bersama steam) ke atmosfir.
Unsur utama dalam menentukan keberhasilan dari proses ini adalah kontak fisik
antara bahan air ketel dengan panas yang diberikan oleh uap. Media pemanasnya
adalah Exhaust steam pada tekanan 1kg/cm2 dengan suhu 1500C, sehingga
didapatkan
air
pengisian
ketel
yang
bersuhu
antara
100-1050C.
a.
Fungsi
utama
Deaerator:
menghilangkan oksigen (O2), untuk menghindari terjadinya karat pada dinding ketel.
Sehingga setelah melalui Deaerator gas O2 yang diijinkan adalah < 0,05.
b.

Keuntungan

Deaerator:

1) Dengan kenaikan suhu air pengisi ketel menjadi antara 1000C -1050C, hal tersebut
dapat
mempercepat
pembuatan
uap
(boiler
efficiancy
bertambah)
2)

Ekonomis

bahan

bakar,

peralatan

dan

waktu.

3) Dengan penempatan Deaerator pada tempat yang tinggi, hal tersebut akan dapat
menambah
head
pompa
pengisi
ketel.
Selain itu, Deaerator juga sebagai tempat penambahan cairan kimia,yaitu exxo 162
yang digunakan untuk melepaskan gas-gas oksigen yang terkandung dalam tanki
Deaerator. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses Deaerator adalah :
a.

Jumlah

aliran

air

kondensat

b.
c.
d.

Jumlah
Tekanan
Level

aliran
air

bahan
dalam
dalam

air

ketel
Deaerator
Deaerator

Kelima faktor diatas adalah berhubungan erat satu sama lainnya. Jika salah satu tidak
bekerja dengan baik dapat berpengaruh jelek terhadap sistem air umpan, sistem
kondensat dan juga menaikan pemakaian bahan kimia yang lebih tinggi. Bagian
bagian
dari
Deaerator
yaitu
:
a.
Vent
Condensor
Condensor ini berfungsi untuk mengkondensasi gas-gas serta mengumpulkan gas-gas
tersebut sebelum di keluarkan ke atmosfir. Bagian dari vent kondensor terbuat dari
bahan stainles steel. Gas-gas yang sudah terpisahkan dari air akan keluar ke atmosfir
melalui jalur vent. Katup di dalam jalur ini harus dibuka sedikit sehingga pengeluaran
gas dapat dilakukan secara kontinyu. Tanda-tanda pengeluaran gas tersebut dapat
dilihat
dengan
keluarnya
asap
dari
jalur
vent.
b.
Tray
(sekat-sekat)
Tray yang terdapat pada Deaerator berfungsi sebagai media pemanas, tempat
saringan, dan juga tempat memperluas ruangan untuk kondensasi uap.
c.
Liquid
Level
Gauge
(gelas
penduga)
Gelas penduga digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya permukaan air yang ada
di dalam tangki Deaerator. Prinsip kerja alat ini adalah dengan bejana berhubungan.
Garis tengah kira-kira 20 mm dan panjangnya 300 mm. Kedua gagang dan peralatan
terbuat dari tembaga serta dilengkapi dengan katup (pada kedua ujungnya). Gelas
penduga ini juga dilengkapi dengan kran dan bola pemeriksa.
d.
Termometer
Termometer ditempatkan pada storage tank dari Deaerator. Temperatur pada storage
tangk tersebut akan bersesuaian dengan tekanan operasi dari uap. Jika dibutuhkan
termometer juga dapat ditambahkan pada jalur pemasukan uap. Di dalam keadaan ini,
pada kedua termometer ini akan terbaca temperatur dengan perbandingan yang tetap.
e.
Preassure
gauge
Pembacaan pada preasure gauge ini menunjukan besar tekanan uap di dalam unit.

Preassure gauge ini ditempatkan pada jalur pemasukan uap yang dilengkapi dengan
kran. Pemasangan Preassure gauge pada jalur pemasukan air bertujuan untuk
mengetahui perbedaan tekanan antara tekanan air masuk dengan tekanan operasi uap.
f.
Transmitter
elektro
Transmitter elektro fungsinya sama dengan termometer untuk mengukur suhu. Tetapi
perbedaanya pada peralatan ini terdapat pada cara pembacaanya, dimana termometer
dapat dilihat pada lapangan secara langsung sedangkan pada transmitter yang
dilengkapi sebuah logam dijalankan secara elektrik, hanya dapat dibaca pada ruangan
panel/control
room.
g.
Control
Valve
Control Valve ini disebut juga kran atau katup control. Dimana alat ini banyak dipakai
dalam pipa-pipa yang dilalui air. Control Valve ini dapat digolongkan atas dua jenis
yaitu analog dan digital. Besar bukaan Control Valve analog dapat diatur pada
kedudukan yang diinginkan (0-100%). Sementara Control Valve digital hanya
mempunyai
dua
keadaan
yaitu
membuka
dan
menutup.
Di dalam Control Valve terdapat sekat yang dapat digerak-gerakan. Sekat ini
berfungsi sebagai pengatur aliran air yang melalui Control Valve bentuk sekat ini ada
beberapa macam tergantung jenis Control Valvenya. Tetapi yang umum digunakan
adalah yang memakai udara bertekanan tinggi yang menggunakan motor.

High

pressure

feed

Water

pump

Masing-masing ketel dilengkapi dengan 2 buah pompa air pengisi ketel yang
bertekanan tinggi, yang masing-masing digerakkan oleh turbin uap dan motor listrik.
Kapasitas pompa harus lebih tinggi dari kapasitas ketel, minimum 1,25 kali. Tekanan
pompa juga harus lebih besar dari tekanan ketel, agar dapat mensuply air kedalam
ketel.
Prinsip kerja high pressure feed Water pump adalah sanggup melayani kebutuhan air

pengisi ketel yang dijadikan uap, sampai dengan kapasitas ketel yang maksimum
sehingga
ketel
uap
akan
bekerja
dengan
aman.

Induced

Draft

Fan

(I.D.F)

I.D.F adalah alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghisap gas asap sisa
pembakaran bahan bakar yang keluar dari ketel. Selain berfungsi sebagai penghisap
gas asap, I.D.F juga berfungsi sebagai alat untuk mengimbangi hembusan dari F.D.F.,
sehingga tidak akan terjadi hembusan kembali pada dapur ketel (furnance).
Prinsip kerja I.D.F yaitu pada saat pertama kali menjalankan ketel uap (ketel dalam
keadaan sudah siap),maka I.D.F harus dijalankan terlebih dahulu. Hal tersebut
dimaksud untuk menghilangkan gas-gas dari dalam dapur ketel yang dapat
membahayakan (mudah meledak bila terkena api). Setelah alat-alat bantu lainnya juga
sudah dijalankan (ketel dalam keadaan normal operasi), maka draft control dibuat
posisi otomatis, agar I.D.F selalu mengimbangi hembusan F.D.F.

Force

Draft

Fan

(F.D.F)

F.D.F adalah alat bantu ketel yang berfungsi sebagai penghembus bahan bakar, dan
F.D.F ini boleh dijalankan apabila I.D.F sudah dijalankan terlebih dahulu. Udara yang
dihembuskan F.D.F dilewatkan melalui Air heater terlebih dahulu, supaya
mendapatkan udara penghembus yang bersuhu tinggi antara 2500C-3500C. Dengan
adanya udara penghembus yang bersuhu tinggi, maka keuntungan yang didapat antara
lain:
a. Mempercepat terbakarnya bahan bakar, yang berarti pula mempercepat pembuatan
uapnya.
b. Mengurangi jumlah bahan bakar persatuan uap, yang berarti boiler efficiancy
bertambah.

c.

Secondary

Produksi

uap

lebih

tinggi.

Fan

Secondary Fan adalah alat bantu ketel yang berfungsi sebagai alat penghembus
pembakaran bahan bakar yang kedua sebagai pembantu F.D.F. untuk mendapatkan
pembakaran
yang
lebih
sempurna
lagi.
Prinsip kerja Secondary Fan adalah ketika udara penhembus Secondary Fan
didapatkan atau diambil dari udara panas F.D.F setelah terlewati Air heater, untuk
dihembuskan kebagian samping-samping dapur api atau kesekeliling bahan bakar dan
dari bawah corong pengisian baggase, dimaksudkan gar jatuhnya bagasse keatas fire
grate dapat merata dan tipis sehingga mudah terbakar. Udara penghembus
bagassediatur secara otomatis oleh speader damper, sehingga didapatkan pembakaran
yang
lebih
sempurna
lagi.

Ash

Conveyor

Ash Conveyor adalah alat pembawa atau pengankut abu dari sisa-sisa pembakaran
bahan bakar, baik yang dari rangka bakar (fire grate) ataupun juga dari alat-alat
pengumpul abu (Dust collector), untuk dibuang dan diteruskan pengangkutannya oleh
truck.

Keterangan
1.
2.
Bagasse
distribution
3.
Dapur
4.
Superheated
steam
5.
Air
6.
Induced
Draft
Fan
7.
Cerobong
asap
8. Secondary Fan

:
Dearator
conveyor
(furnance)
valve
heather
(I.D.F)
(Chimney)