Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat


karunia-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah Morfologi
Tumbuhan ini tepat pada waktunya. Yang berjudul BIJI (SEMEN). Dalam
penyusunan makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, namun berkat,
dukungan dan karja keras kami dapat menyelesaikannya. Tak lupa kami ucapkan
banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini, masih banyak
kekurangan oleh sebab itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun guna sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Kendari, Oktober 2014

penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setelah terjadi penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan, bakal buah
tumbuh menjadi buah, dan bakal biji tumbuh menjadi bakal biji. Bagi tumbuhan
biji ( Spermathophyta ), biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama,
karena biji mengandung calon tumbuhan baru ( lembaga ). Dengan dihasilkannya
biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya, dan dapat pula terpencar ke lain
tempat.
Semula biji itu duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau
tembuni ( placenta ). Tangkai pendudukung biji itu disebut tali pusar ( funiculus ).
Bagian biji tempat pelekatan tali pusar dinamakan pusar biji ( hilus ). Jika biji
sudah masak biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya.
Bekas tali pusar pada umumnya

nampak

jelas

pada

biji. Pada biji

ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput
biji ( arillus ). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada
yang hanya menyelubungi sebagian biji saja.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk kulit biji ?
Bagaimana bentuk tali pusar ?
Bagaimana bentuk inti biji ?
C. Tujuan
1. Ingin mengetahui bentuk kulit biji.
2. Ingin mengetahui bentuk tali pusar.
3. Ingin mengetahui bentuk inti biji.

BAB II
PEMBAHASAN
MORFOLOGI TUMBUHAN TENTANG BIJI
BIJI (SEMEN)

Setelah terjadinya penyerbukan dan yang diikuti pembuahan, bakal buah


tumbuh menjadi buah, dan bakal biji tumbuh menjadi biji. Pada tumbuhan biji
(Spermatophyta), biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji
mengandung lembaga atau calon tumbuhan baru.
Biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni
(placenta). Tangkai pendukung dari biji tersebut disebut tali pusar (funiculus).
Bagian biji tempat pelekatan tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji
sudah masak maka tali pusarnya akan terputus, sehingga biji terlepas dari
tembuninya. Bekas tali pusar umumnya akan nampak jelas pada biji.
Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh berubah sifatnya menjadi
salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang meupkan selubung biji yang
sempurna ada yang hnya menyelubungi sebagian biji saja.
Salut biji ada yang :

Berdaging atau berair dan sering kali dapat di makan, misalnya pada biji durian
(Durio zibethius Murr.), biji rambutan (Nephelium lappaceum L.) dll.

Biji Rambutan

Biji Durian

Menyerupai kulit dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya pada biji pala
(Myristica fragrans Houtt.). salut biji pala dinamakan macis yang seperti bijinya
sendiri digunakan pula sebagai bumbu untuk masak dan berbagai macam
keperluan lainnya.

Biji Pala
Pada biji umumnya memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
a.

Kulit biji (spermodermis)

b. Tali pusar (funiculus)


c.

Inti biji atau isi biji (nucleus seminis)

Kulit Biji (Spermodermis)


Seperti yang telah di kemukakan kulit biji berasal dari selaput bakal biji
(Intergumnetum) oleh sebab itu biasanya kulit biji dari tumbuhan biji tertutup
(Angiospermae) terdiri dari dua lapisan, yaitu :
a.

Lapisan kulit luar (testa). Lapisa ini mempunyai sifat yang bermacam-mcam ada
yang tipis ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu dan batu.
Bagian ini merupakan pelindung utama bagi biji yang ada didakamnya.

b.

Lapisan kulit dalam (tegmen). Biasanya tipis seperti selaput sering kali juga
dinamakan kulit ari.
Walapun telah di kemukakan tadi, bahawa kulit biji berasal dari
integumentum, maka belum berarti bahwa kulit luar biji berasal dari
integumentum luar dan kulit berasal berasal dari itegumentum yang dalam, karena
pembentukan kulit biji dap pula ikut serta dalam bakal biji yang lebih dalam
daripada integumentumnya.
Di atas telah dikemukakan bahwa biji yang memiliki dua lapisan adalah
biji tertutup (angiospermae), pada tumbuhan biji telanjang (gymnopermae) malah
terdapat tiga lapisan, kita dapat menyaksikan sendiri pada buah melinjo (Gnetum
genemon L.) padahal bakal biji tumbuhan biji telanjang umumnya hanya
mempunyai satu integumentum saja.
Ketiga lapisan kulit biji seperti dapat dilihat pada buah melinjo itu masingmasing dinamakan :

a.

Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu muda berwarna
hijau, kuning lalu berwarna ketika masak.

b. Kulit tengah (sclerolesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu mempunyai
kuli dalam (endocarpium) pada buah batu.
c.

Kuli dalam (endotesta), biasnya tipis seperti selaput, seringkali melekat erat pada
biji.

Biji Melinjo

Jika diadakan pemeriksaan yang teliti terhadap keadaan kulit luar biji
berbagai jenis tumbuhan, maka pada kuli luar biji itu masih dapat ditemukan
bagian-bagian lain, misalnya :
1. Sayap (ala), berbagai jenis tumbuhan mempunya alat tambahan yang berupa
sayap pada kulit luar biji dan dengan demikian biji tumbuhan tersebut mudah
dipencarkan

oleh

angin.

Biji

yang

bersayap

contohnya

adalah pada tanaman spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor (Moringa


oleifera Lamk.)

Biji Kelor
2. Bulu (coma), yaitu penonjolan sel-sel kuli biji yang berupa rambut-rambut yang
halus. Bulu-bulu ini mempunya fungsi seperti sayap, yaitu memudahkan biji
untuk terterbangkan oleh tiupan angin. Contoh: kapas (Gossypium), biduri
(Calotropis gigantea Dryand.)

Biji Kapas
3. Salut biji (arillus), yang biasanya berasal dari pertumbuhan tali pusar, misalnya
pada biji durian (Durio zibethinus Murr.)

Biji Durian

4. Salut biji semu (arillodium), seperti sallut biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar,
melainkan tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji
pala adalah suatu salut biji semu.
5. Pusar biji (hilus), yaitu bagian kulit biji yang merupakan bekas perlekatan degan
tali pusar, biasanya telihat kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan
bagain lain kulit biji. Misal: kacang panjang (Vigna sinensis Endl.) kacang merah
(Phaseolus vulgaris L.) dll.
6. Liang biji (micropyle), ialah liang kecil bekas jalan masuknya buluh sebuk sari ke
dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan.
7. Bekas berkas pembuluh pengangkut (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen
degan nuselus, masih terlihat jelas pada biji anggur (Vitis vinifera L.)
8. Tulang biji (raphe), yaitu terusan tali pusar pada biji, biasanya hanya kelihatan
pada biji yang bersal dari bakal biji yang mengangguk (anatropus) dan pada biji
biasnya tak begitu jelas lagi. Masih terlhiat apda biji jarak (Ricinus communis L.).
Tali Pusar (Funiculus)
Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni,
jadi merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya biji terlepas dari tali
pusar biji. Dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusat biji.
Inti Biji (Nucleus Seminis)
Yang dinamakan inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam
kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji.
Inti biji terdiri atas :
a.
b.

Lembaga (embryo) yang merupakan calon individu baru,


Putih lembaga (albumen), jaringan beirisi cadangan makanan untuk masa
permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum mencar makanan
sendiri.
Lembaga (Embryo)
Lembaga adalah calon tumbuhan baru yang nantinya akan tumbuh menajdi
tumbuhan baru setelah biji memperoleh syarat-syarat yang diperlukan

a.

Akar lembaga atau calon akar (radicula), yang biasanya kemudian tumbuh terus
menjadi akar tunggang. Akar lemabaga ini ujungnya menghadap ke arah liang biji
dan pada perkecambahan biji, akar itu akan menembus kulit biji dan keluar
melalui liang tadi.

b. Daun lembaga (cotyledo), merypak daun yang pertama kali tumbuh. Fungsi daun
lembaga bisa memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Sebagai tempat penimbunan makanan

Sebagai tempat melakukan asimilasi

Sebagai alat penghisab makanan untuk lembaga dari putih lembaga

c.

Batang lembaga (cauliculus) yang sering dapat dibedakan dalam dua bagian,
yaitu :

Ruas batang di atas daun lembaga (internodium epicotylum),

Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum),


Putih Lembaga (Albumen)
Putih lembaga adalah bagian biji yang terdiri atas suatu jaringan yang
menjadi tempat cadangan makanan lembaga, tidak setiap biji mempunyai putih
lembaga. Melihat asalnya jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat makanan
cadangan tadi kita dapat membedakan putih lembaga dalam :

a.

Putih lembaga dalam (endospermium), jika jaringan penimbun makanan itu


terdiir atas sel-sel yang berasal dari initi kandung lembaga sekunder yang
kemudian setelah di buahi oleh salah satu inti sperma lalu membelah-belah
menjadi jaringan penimbun makanan ini.

b. Putih lembaga luar (perispermium), jika bagian ini berasal dari bagian biji di luar
kandung lembaga entah dari nuselus atau dari selaput bakal biji.
Kecambah (Plantula)
Tumbuhan yang masih kecil belum lama muncul dari biji dan msih hidup
dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji dinamakan kecambah
(plantula). Perkecambahan biji dapat dibedakan dalam dua macam:

a. Perkecambahan di atas tanah (epigaeis), yaitu jika perkecambahan karena


pembentagan ruas batang di bawah daun lembaganya lalu terangkat ke atas,
muncul di atas tanah. Misalnya pada kacang hijau (Phaseolus radiatus L.)

b. Perkecambahan di bawah tanah (hypogaeis), bila daun lembaga tetap tinggal di


dalam kulit biji, dan tetap di dalam tanah seperti terdapat pada biji kacan kapri
(Pisum sativum L.)

Telah di kemukakan, bahwa biji hanya akan berkecamabah jika syaratsyarat yang diperlukan yaitu : air, udara, cahaya dan panas. Jika syarat-syarat itu
tidak terpenuhi biji baru yang ada didalam berada dalam ke adaan tidur (latent).

Dalam keadaan ini lembaga tetap hidup bahkan sampai bertahun-tahun tanpa
kehilnagan daya tumbuhnya. Pada umumnya daya tumbuh biji akan berkurang
seiring berjalanya waktu, tetapi ada pula biji yang memerlukan waktu istirahat
dulu, kemudian tumbuh lagi. Sebelum dicukupi waktu untuk beristirahat yang
diperlukan biji tidak mau tumbuh walaupun terdapat syarat-syarat yang sudah
terpenuhi. Dalam dunia pertanian itu disebut sebagai dormansi (dormancy).

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini dapat di simpulkan bahwa Biji tersusun
atas tiga komponen, yakni kulit biji (spermodermis), tali pusar (funiculus) dan
inti biji (Nucleus seminis).
B. Saran
Saran yang kami berikan dalam makalah ini adalah sebaiknya dalam
penyusunan makalah ini ruang lingkupnya dibatasi agar pembahasannya lebih
terarah dan lebik spesifiks.

DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi Tumbuhan, Cetakan Ketiga Belas,


Yogyakarta:Gadjah Mada University PRESS
Tjitrosoepomo, Gembong, 2003. Morfologi Tumbuhan, Yogyakarta, Universitas
Gadjah Mada