Anda di halaman 1dari 20

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS PELITA HARAPAN (UPH)


ILMU KEPERAWATAN ANAK DALAM KONTEKS KELUARGA
FORMAT PENGKAJIAN ANAK
Nama Mahasiswa : Onitius Cintya
Tempat Praktik

: Ruang Melati RS Tarakan

Tanggal Praktik : 4 8 November 2013


1. IDENTITAS DATA
Nama : An. M.Z
Alamat : Jl. Swadaya I, Wijaya Kesuma Grogol - Petamburan
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta/9 9 -2012
Agama : Islam
Suku Bangsa : Jawa
Nama Ayah: Tn. C
Pendidikan Terakhir : SMA
Pekerjaan Ayah : Supir Bajaj
Nama Ibu : Ny.H
Pendidikan Terakhir : SMA
Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga

2. KELUHAN UTAMA
Orang tua anak mengatakan bahwa anak diare sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Hari
pertama diare 8x, hari ke 2 diare > 20x, BAB kuning, cair, dan ada lendir, dan ada muntah 2x. sejak
itu anak lema dan ada demam juga tidak mau makan dan minum. Ibu berasumsi bahwa anak diare
karena anak sering makan kerupuk. .

Riwayat kehamilan dan kelahiran


1. Antenatal : Ibu baru tahu dia mengandung saat usia kandungan masuk bulan. Sebelum ibu
tahu dia hamil sering minum bersoda. HPHT: 1 Februari 2012, HPL: 9 September 2012
2. Intranatal : Selama kehamilan, ibu tidak ada keluhan yang berarti dan tidak pernah sakit..
3. Postnatal : Lahir normal dengan BB 3000 gram, panjang 48 cm, lingkar kepala ibu
mengatakan lupa, anak langsung mengangis, dan organ tubuh lengkap, tidak ada kelainan.
3. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
1. Penyakit waktu kecil : sebelumnya anak tidak pernah sakit.
2. Pernah di rawat di RS : Tidak pernah
3. Obat-obatan : Tidak ada konsumsi obat-obatan selama dirumah.
4. Tindakan (operasi) : Tidak pernah menjalani operasi sebelumnya.
5. Alergi : Tidak ada
6. Imunisasi : Pasien menjalani imunisasi lengkap sampai usia 8 bulan.

4. RIWAYAT KELUARGA (Disertai Genogram )

Keterangan:
= laki laki

= Menikah

= Perempuan

= anak

= meninggal
= klien

5. RIWAYAT SOSIAL
1. Yang mengasuh : saat orang tua bekerja, anak dititipkan pada tetangga. Namun, setelah
anak sakit, ibu berhenti bekerja dan mengasuh anak sendiri.
2. Hubungan dengan anggota keluarga : Baik
3. Hubungan dengan teman sebaya : Baik
4. Pembawaan secara umum : anak kooperatif, aktif, dan tidak masalah dengan kemampuan
untuk bersosialisasi.
5. Lingkungan rumah : rumah kontrakan di depan taman kota.
6. KEBUTUHAN DASAR
1.

Makanan yang disukai/tidak disukai : anak suka makan kerupuk dan suka makan buah
pisang dan pepaya.

2. Selera makan anak baik sebelum dirawat tetapi saat dirawat di rumah sakit anak kurang mau
makan, hanya mau minum air putih dan susu. Anak sudah tidak mendapat ASI lagi sejak ibu
bekerja. Minum susu sekitar jam 7 pagi, 12 siang, dan sebelum tidur. Tidur pukul 8 pagi, 1
siang, dan pukul 9 atau 10 malam, tidak ada masalah dengan kebutuhan tidur, mandi 2 x
sehari dibantu oleh ibu pasien, pola eliminasi BAB 1x sehari dan BAK normal. Untuk aktivitas
bermain, anak lebih suka menonton televisi.
7. STATUS KESEHATAN SAAT INI
1. Diagnosa Medis : Gastroenteritis akut dehidrasi sedang
2. Tindakan Operasi: Tidak ada
3. Status nutrisi : anak mendapat susu formula dan makanan bubur
4.

Status cairan : anak mendapat minum air putih dan susu formula khusus diare.

5. Obat :CInam x200 mg, oralit PRN, zink 2x1cc, lactoB 2x1 sacc, PCT syrup 3x1 cc.
6. Aktifitas : Bebas terbatas yang membutuhkan bantuan penuh dari orang tua pasien.
7. Tindakan keperawatan : infuse di metacarpal dextra (RL 980 cc/24 jam),
8. Hasil laboratorium : hanya dilakukan pemeriksaan lab 1x selama anak di rumah sakit
Tanggal 3 November 2013
HB: 9,6 g/dl

GDS 118 mg/dl

Ht: 30,9%

Na 142 mEq/L

Eritrosit: 4,50 juta/ul


Leukosit: 11900/mm

K: 3 mEq/L
3

Trombosit: 155000/mm3
9. Hasil rontgen : tidak dilakukan

8. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : composmentis (E4M6V4)

TB/BB (persentile): 9,8 kg/ 74 cm

Lingkar Kepala: 45 cm

Mata : tidak ada kelainan, dapat merlihat dengan baik. Konjunctiva anemis, sklera tidak ikterik.

Hidung: tidak ada kelainan, tidak keluar cairan.

Telinga : tidak ada masalah pendengaran, bersih.

Tengkuk : tidak ada kaku kuduk, tidak ada bercak merah.

Dada : simetris, tidak terdapat retraksi dada.

Jantung : BJ 1: regular BJ2: regular, tidak ada suara tambahan.

Paru paru : vesikuler +/+, ronchi -/-, wheezing -/-

Perut : simetris, tidak ascites, tidak teraba massa, tidak ada nyeri, perut membuncit, BU :
16x/menit, perkusi dullness

Punggung : tidak ada lesi, tidak ada ruam merah

Genitalia : kemerahan, tidak ada nyeri

Ekstremitas : anak mampu menggerakkan tangan dan kaki dengan bebas dan kuat ke segala
arah

Kulit : turgor kurang elastic, kering, tidak ada lesi

Tanda vital: S: 36,50C, RR: 25 x/menit, HR: 110 x/menit

9. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN


1. Kemandirian dan bergaul
Awalnya, anak takut dengan tenaga kesehatan terutama saat mau diberi injeksi anak akan
menangis. Saat didekati perawat, anak akan berteriak.
2. Motorik halus
Anak mampu memegang benda yang diberikan dengan kuat.
3. Kognitif dan bahasa
Anak menengok saat di panggil namanya tetapi belum dapat berbicara hanya bisa menangis
dan mengoceh tidak bermakna.
4. Motorik kasar
Anak sudah dapat mengangkat kepala, tengkurap, duduk sendiri, miring kanan dan kiri,
beridir dengan berpegangan pada benda, dan sedang belajar berjalan.
10. INFORMASI LAIN

Ibu anak berharap anak cepat sembuh, bisa pulang ke rumah. Ibu juga mengeluh bahwa anak
sepertinya lambat dalam berjalan dan lemah saat berdiri.
11. ANALISA DATA
DATA KLIEN

MASALAH KEPERAWATAN

DS: ibu anak mengatakan anaknya diare sejak

Gangguan eliminasi: diare

5 hari sebelum masuk rumah sakit. Diare


sampai 20x pada hari ke-2 dan ada muntah 2x
dalam sehari. BAB cair, kuning, dan berlendir,
saat ini, anak ada diare 8x dan muntah 2x.
DO: anak diare 8x, muntah 2x, BAB cair,
kuning, dan lendir.
DS: ibu anak mengatakan anaknya diare sejak

Kekurangan volume cairan

5 hari sebelum masuk rumah sakit. Diare


sampai 20x pada hari ke-2 dan ada muntah 2x
dalam

sehari.

BAB

cair,

kuning,

dan

berlendir,mata dan kepala sempat cekung saat


di rumah saat ini, anak ada diare 8x dan
muntah 2x, ibu mengatakan anak kurang mau
minum susu dan makan.
DO: anak diare 20x saat di rumah, muntah 8x,
saat ini diare anak berkurang (8x), muntah
masih ada, konjungtiva anemis, mata masih
agak cekung, turgor kulit kurang sudah elastic,
kulit masih kering, anak kurang mau minum
susu, hasil laboratorium anak:
HB: 9,6 g/dl

GDS: 118 mg/dl

GDS 118 mg/dl


Ht: 30,9%

Na 142 mEq/L

Eritrosit: 4,50 juta/ul


Leukosit: 11900/mm

K: 3 mEq/L
3

Trombosit: 155000/mm3

DS: ibu mengatakan anak muntah setiap kali

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

makan sebelum masuk rumah sakit dan


sekarang tidak mau makan, ibu mengatakan

berat badan anak turun dan sekarang anak


masih muntah.
DO: BB sehat 15 kg, BB saat di rumah sakit
9,8 kg, anak terlihat memuntahkan makanan
yang diberikannya, anak tidak mau makan dan
selalu menangis, BU 16x/menit
DS: ibu mengatakan terdapat kemerahan di
selangkangan

dan

pantat

anak,

Kerusakan integritas kulit

ibu

mengatakan anak selalu memakai pampers


saat di rumah sakit karena anak masih diare
DO: terdapat kemerahan di genitalia anak,
anak menggunakan pampers, kulit kering, tidak
ada kulit terkelupas

12. PRIORITAS MASALAH


a
Gangguan eliminasi: diare berhubungan dengan inlamasi gastritis akibat infeksi bakteri
b

ditandai dengan anak diare lebih dari 8x.hari, BAB cair dan ada lendir.
Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan berlebihan akibat
diare ditandai dengan mata anak cekung, turgor kulit kurang elastic, kulit kering, anak

c.

diare > 8x/hari, anak tidak mau minum, konjungtiva anemis.


Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya absorbs
usus terhadap zat gizi ditandai dengan anak muntah setiap kali makan, anak tidak mau

d.

makan, dan berat badan anak turun.


Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi mukosa sekitar anus ditandai
dengan genitalia anak tampak kemerahan dan lecet.

RENCANA KEPERAWATAN An. M.Z


No.
1

Dx. Keperawatan
Gangguan eliminasi: diare
berhubungan dengan inlamasi
gastritis akibat infeksi bakteri
ditandai dengan anak diare lebih
dari 8x.hari, BAB cair dan ada
lendir.
.

Tujuan
Kriteria Hasil
Tujuan: setelah tiga hari perawatan
klien dapat melakukan eliminasi
dengan baik.
Kritria hasil: Keseimbangan input dan
output cairan, berat badan stabil,
tidak terlihatnya mata cekung, tidak
haus, tidak ada nyeri tekan di perut,
kulit lembab, buang air besar lunak,
frekuensi defekuasia kembali normal.

Intervensi
a.Observasi dan catat frekuensi,
karakteristik dan jumlah feses dan
fakror presipitasi.
b.Kaji/faktor penyebab makan di
tempat sembarangan.
c. Anjurkan orang tuan untuk
menghentikan sementara makanan
padat
d.Ajarkan pada orang tua anak
penggunaan yang tepat dari obat
obatan anti diare.

Kekurangan volume cairan


berhubungan dengan kehilangan
cairan berlebihan akibat diare
ditandai dengan mata anak
cekung, turgor kulit kurang
elastic, kulit kering, anak diare >
8x/hari, anak tidak mau minum,
konjungtiva anemis.

e.Kolaborasi pemberian obat antidiare


sesuai indikasi, misal difenoksilat
dengan atropin (lomotil).
Tujuan: setelah tiga hari perawatan a. Awasi masukan dan haluaran,
intake output cairan seimbang
karakteristik dan jumlah feses,
perkiraan kehilangan yang tidak
terlihat seperti berkeringat, ukur
Kriteria hasil: Mempertahankan cairan
berat jenis urin, observasi oliguria
elektrolit, mempertahankan berat
jenis urine dalam batas normal,
mempertahankan
berat
badan, b. Kaji Tanda Vital (nadi, suhu,
tandatanda vital terlihat normal,
pernafasan).
mata tidak cekung, mukosa bibir
lembab, turgor kulit kenyal, tidak ada c. Berikan cairan parenteral sesuai
tanda-tanda dehidrasi
indikasi.
d. Awasi hasil laboratorium contoh

Rasional
a. Untuk mengetahui jumlah
feses dan bentuk feses
b. Untuk mengetahui proses
terjadinya gastroentritis
c. Untuk mengurangi
terjadinya gastroentritis
d. Supaya klien tahu cara
penggunaan obat anti
gastroentritis
e. perlu untuk kontrol frekuensi
defekasi
sampai
tubuh
mengalami
perubahan
akibat bedah.

a. memberikan informasi
tentang keseimbangan
cairan, fungsi ginjal dan
kontrol penyakit usus juga
merupakan pedoman
untuk penggantian cairan
b. takikardi, demam dapat
menunjukkan respon
terhadap efek kehilangan
cairan.
c.

mempertahankan istirahat
usus akan memadukan
penggantian cairan untuk

elektrolit, masnesium, kalium dan


analisa gas darah.

e. Berikan obat sesuai indikasi


Antidiare, antiemetic, dan
antipiretik.

memperbaiki kekebalan
d. menentukan kebutuhan
penggantian dan
keefektifan terapi
e. antidiare: : menurunkan
kehilangan cairan dari
usus: menurunkan
kehilangan cairan dari
usus
antiemetik: digunakan
untuk mengontrol mual
dan muntah pada
eksaserbasi akut.
f. Antipiretik: elektrolit hilang
dalam jumlah besar,
khususnya pada usus
yang gundul, area ulkus
dan diare dapat juga
menimbulkan asidosis
metabolik karena
kehilangan bikarbonat
(HCO3)

3.

Nutrisi kurang dari kebutuhan


tubuh berhubungan dengan tidak
adekuatnya absorbs usus

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan a.


keperawatan
selama
tiga
hari
masalah kebutuhan nutrisi kurang b.
dari kebutuhan tubuh dapat teratasi

terhadap zat gizi ditandai dengan


anak muntah setiap kali makan,

Kriteria Hasil: Nafsu makan pasien c.


meningkat, Mual muntal berkurang,

Kaji penyebab mual muntah


pasien
Anjurkan orang tua untuk
melakukan perawatan mulut
pada anak
Timbang berat badan klien

a. untuk menentukan
intervensi selanjutnya
b.mulut yang bersih
meningktakan nafsu makan
c.untuk mengetahui
peningkatan dan penurunan
berat badan

anak tidak mau makan, dan berat


badan anak turun.

Turgor kulit elastic, Pasien tidak


lemas, Berat badan ideal atau dalam
rentang
normal,
konjungtivatidak d.
anemis, membran mukosa bibir
merah muda, keseimbangan elektrolit e.

f.

4.

Kerusakan integritas kulit


berhubungan dengan iritasi
mukosa sekitar anus ditandai
dengan genitalia anak tampak
kemerahan dan lecet.

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan


keperawatan diharapkan kerusakan
integritas kulit klien dapat teratasi
Kriteria
Hasil:
tidak
terdapat
kemerahan pada muosa sekitar anus
anak, mukosa sekitar anus lembap
dan tidak ada kulit yang terkelupas

setiap hari.
Anjurkan untuk menyajikan
makanan dalam keadaan hangat
Anjurkan orang tua anak untuk
memberikan makan sedikit tapi
sering
Jelaskan pada orang tua anak
tentang manfaat makanan atau
nutrisi.

g.

Anjurkan pemberian nutrisi


dengan diet lembek, tidak
mengandung banyak serat, tidak
merangsang, tidak menimbulkan
banyak gas.

h.

Kolaborasi dengan medik untuk


pemberian antasida dan
antiemetik dan nutrisi parenteral
bila perlu

a. Inspeksi kulit klien setiap


pergantian tugas jaga.
b. Atur posisi klien setiap 2 jam
c. Berikan pengarahan kepada
orang tua dalam program
perawatan kulit.
d. Kolaborasi dengan ahli gizi dan
dokter tentang pemberian
makanan tinggi protein, mineral,
kalori dan vitamin dan nutrisi
enteral atau parental.

d.membantu meningkatkan
nafsu makan
e.meningkatkan intake
makanan
f.untuk meningkatkan
pengetahuan orang tua anak
tentang nutrisi
g.untuk meningkatkan asupan
makanan karena mudah
ditelan
h. Obat obattan membantu
mengurangi mual dan munta,
nutrisi parenteral dilakukan
bila makanan

a. Mengevaluasi keefektifan
perawatan kulit.
b. Untuk mengurangi tekanan,
menjaga integeritas kulit dan
meningkatkan sirkulasi.
c. meningkatkan pengetahuan
orang tua dalam perawatan
kulit anak sehingga kerusakan
kulit dapat diminimalisasi
d. Untuk meningkatkan
potensi penyembuhan luka

10

Tanggal
4 November
2013

Diagnosa
1

S:

Catatan Perkembangan
ibu anak mengatakan anaknya diare sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Diare sampai 20x pada

Paraf
Cintya

hari ke-2 dan ada muntah 2x dalam sehari. BAB cair, kuning, dan berlendir, saat ini, anak ada diare 8x
dan muntah 2x
O:

anak diare 8x, muntah 2x, BAB cair, kuning, dan lendir.

A:

Masalah ditemukan

P:
1.Observasi dan catat frekuensi, karakteristik dan jumlah feses dan fakror presipitasi.
2.Kaji/faktor penyebab makan di tempat sembarangan.
3.Anjurkan orang tua untuk menghentikan sementara makanan padat
4.Ajarkan pada orang tua anak penggunaan yang tepat dari obatobatan anti diare.

I:

E:S

5.Kolaborasi pemberian obat antidiare sesuai indikasi, misal difenoksilat dengan atropin (lomotil).
08.00
Melakukan orientasi dan pengkajian terhadap anak dan orang tua anak
Mengkaji penyebab anak masuk rumah sakit dan keadaan anak sebelum di bawa ke rumah
sakit dan saat di rawat
Menganjurkan ibu untuk tidak memberikan makanan yang padat dulu kepada anak
Mengajarkan ibu cara melarutkan obat lacto B untuk anak (1 sachet lacto B + 10 cc air putih)
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.5C, N 110 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Mengkaji berapa kali anak diare pagi ini dan karakteristik feses (pagi ini anak 2x diare, BAB cair
dan kuning)
Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
12.00
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse agak macet, cairan yang sudah masuk 200 cc
Mengkaji apakah anak ada diare lagi sekarang dan karakteristik feses (siang ini anak 1x diare,
BAB masih cair dan kuning)
14.00 Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Ibu mengatakan anak sudah 3x diare dari pagi sampai siang ini
Ibu mengatakan BAB cari dan kuning, lendir sudah tidak ada

O::

11

4 November
2013

S:

S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt


Diare 3x, feses cair dan kuning
ibu anak mengatakan anaknya diare sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit. Diare sampai 20x pada

Cintya

hari ke-2 dan ada muntah 2x dalam sehari. BAB cair, kuning, dan berlendir,mata dan kepala sempat
cekung saat di rumah saat ini, anak ada diare 8x dan muntah 2x, ibu mengatakan anak kurang mau
minum susu dan makan
O:

anak diare 20x saat di rumah, muntah 8x, saat ini diare anak berkurang (8x), muntah masih ada,
konjungtiva anemis, mata masih agak cekung, turgor kulit kurang sudah elastic, kulit masih kering, anak
kurang mau minum susu, hasil laboratorium anak:
HB: 9,6 g/dl

GDS: 118 mg/dl

Ht: 30,9%

Na 142 mEq/L

Eritrosit: 4,50 juta/ul


Leukosit: 11900/mm
A:
P:

GDS 118 mg/dl

K: 3 mEq/L
3

Trombosit: 155000/mm3
Masalah ditemukan
1.Awasi masukan dan haluaran, karakteristik dan jumlah feses, perkiraan kehilangan yang tidak terlihat
seperti berkeringat, ukur berat jenis urin, observasi oliguria
2.Kaji Tanda Vital (nadi, suhu, pernafasan)
3.Berikan cairan parenteral sesuai indikasi.
4. Awasi hasil laboratorium contoh elektrolit, masnesium, kalium dan analisa gas darah.

5.
I:

08.00

Berikan obat sesuai indikasi Antidiare, antiemetic, dan antipiretik.


Melakukan orientasi dan pengkajian terhadap anak dan orang tua anak
Mengkaji penyebab anak masuk rumah sakit dan keadaan anak sebelum di bawa ke rumah
sakit dan saat di rawat
Memberikan dan mengajarkan ibu cara melarutkan obat lacto B untuk anak (1 sachet lacto B +
10 cc air putih)
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.5C, N 110 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)

12

E:S:

O:

4 November
2013

Mengkaji berapa kali anak diare pagi ini dan karakteristik feses (pagi ini anak 2x diare, BAB cair
dan kuning)
Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
12.00
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse agak macet, cairan yang sudah masuk 200 cc
Mengkaji apakah anak ada diare lagi sekarang dan karakteristik feses (siang ini anak 1x diare,
BAB masih cair dan kuning)
14.00 Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse menetes lancar, cairan yang sudah masuk 100 cc
Mengkaji berapa banyak anak sudah minum susu dan air putih sejak tadi pagi
Ibu mengatakan anak sudah 3x diare dan ada muntah 1x dari pagi sampai siang ini
Ibu mengatakan BAB cari dan kuning, lendir sudah tidak ada, dan jumlahnya sedikit
Ibu mengatakan anak masih kurang banyak minum
S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt
Diare 3x, feses cair dan kuning, sedikit
Balance cairan :
Diare 3x250 cc
= 750 cc
Urine 2x200 cc
= 600 cc
Muntah 1x
= 200 cc
1550 cc
Susu + air putih
(1000 cc)
(550 cc)
ibu mengatakan anak muntah setiap kali makan sebelum masuk rumah sakit dan sekarang tidak mau

Cintya

makan, ibu mengatakan berat badan anak turun dan sekarang anak masih muntah.
O

BB sehat 15 kg, BB saat di rumah sakit 9,8 kg, anak terlihat memuntahkan makanan yang
diberikannya, anak tidak mau makan dan selalu menangis, BU 16x/menit

Masalah ditemukan

1.Kaji penyebab mual muntah pasien


2.Anjurkan orang tua untuk melakukan perawatan mulut pada anak
3.Timbang berat badan klien setiap hari.
4.Anjurkan untuk menyajikan makanan dalam keadaan hangat
5.Anjurkan orang tua anak untuk memberikan makan sedikit tapi sering

13

2.Jelaskan pada orang tua anak tentang manfaat makanan atau nutrisi.
3.Anjurkan pemberian nutrisi dengan diet lembek, tidak mengandung banyak serat, tidak merangsang,
tidak menimbulkan banyak gas.
4.Kolaborasi dengan medik untuk pemberian antasida dan antiemetik dan nutrisi parenteral bila perlu
I

E:S:
O
4 November
2013

S:

08.00

Melakukan orientasi dan pengkajian terhadap anak dan orang tua anak
Mengkaji penyebab anak masuk rumah sakit dan keadaan anak sebelum di bawa ke rumah
sakit dan saat di rawat
Menimbang berat badan anak sekarang
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.5C, N 110 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Mengkaji apakah anak ada muntah (ibu mengatakan anak muntah 1x tadi pagi)
Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan mulut pada anak dan tetap memberikan
makanan sedikit tapi sering
12.00 Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse agak macet, cairan yang sudah masuk 200 cc
Mengkaji apakah anak ada muntah lagi sekarang (ibu mengatakan anak tidak muntah
sekarang)
14.00 Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Mengkaji porsi makan yang sudah dihabiskan anak siang ini
Ibu mengatakan anak muntah 1x pagi ini
Ibu mengatakan anak hanya mau makan 4 suap tadi pagi dan 3 suap siang ini, minum susu botol
Anak muntah 1x, porsi makan yang dihabiskan anak 4 suap tadi pagi dan 3 suap siang ini
BB anak hari ini : 9,3 kg
ibu mengatakan terdapat kemerahan di selangkangan dan pantat anak, ibu mengatakan anak selalu

Cintya

memakai pampers saat di rumah sakit karena anak masih diare


O:

terdapat kemerahan di genitalia anak, anak menggunakan pampers, kulit kering, tidak ada kulit

A:

terkelupas
Masalah ditemukan

1.Inspeksi kulit klien setiap pergantian tugas jaga.


2.Atur posisi klien setiap 2 jam

14

3.Berikan pengarahan kepada orang tua dalam program perawatan kulit.


4.Kolaborasi dengan ahli gizi dan dokter tentang pemberian makanan tinggi protein, mineral, kalori dan
vitamin dan nutrisi enteral atau parental.
I:
08.00
Melakukan orientasi dan pengkajian terhadap anak dan orang tua anak
Mengkaji penyebab anak masuk rumah sakit dan keadaan anak sebelum di bawa ke rumah
sakit dan saat di rawat
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.5C, N 110 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Mengkaji kulit di daerah genitalia anak (kulit tampak kemerahan dan kering)
Menganjurkan ibu untuk memberikan lotion pada kulit anak dan mengeringkan terlebih dahulu
genitalia anak sebelum di pakaikan pampers lagi
Mengkaji kembali kulit di daerah genitalia anak (kulit masih tampak kemerahan tapi sudah
14.00
mulai lembap)
E:S: Ibu mengatakan kulit anak tampak kemerahan dan kering
Ibu mengatakan mengerti cara membersihkan daerah genitalia anak
Kulit tampak kemerahan dan sangat kering
O:
Setelah dilakukan perawatan kulit oleh ibu, kemerahan masih ada tapi kulit sudah mulai lembap
Ibu dapat mempraktekan cara perawatan kulit daerah genialita anak saat mengganti pampers anak
5 November
2013

1.

S:

Ibu mengatakan pagi ini anak ada diare 2x, BAB warna kuning dan sudah ada ampas, jumlahnya sedikit

O::

Diare 2x, konsistensi lunak, sedikit

Masalah dalam perbaikan

Lanjutkan intervensi 1 - 5

I:

08.00

E:S:
O:

Cintya

Mengkaji kondisi anak hari ini


Mengkaji berapa kali anak masih diare dan konsistensi fesesnya
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.8C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Memberikan obat lacto B kepada anak
12.10 Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
14.15 Mengkaji apakah anak ada diare lagi sekarang
Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Ibu mengatakan hari anak hanya 2 diare, BAB kuning dan ada ampas
Anak 2x diare dengan konsistensi lunak

15

5 November
2013

S
O
A

Ibu mengatakan pagi ini anak ada diare 2x, BAB warna kuning dan sudah ada ampas, jumlahnya sedikit
Ibu mengatakan hari anak sudah mau banyak minum susu dan air putih
Diare 2x, konsistensi lunak, sedikit
Anak menghabiskan susu 1 botol dan air putih 1 botol setelah makan bubur
Masalah dalam perbaikan

Cintya

P
I

E:S:

O:

5 November
2013

S:

Lanjutkan intervensi 1 5
08.00
Mengkaji keadaan anak hari ini
Mengkaji sudah berapa banyak anak minum pagi ini
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.8C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Mengkaji berapa kali anak diare pagi ini dan karakteristik feses (pagi ini anak 2x diare, BAB ada
ampas dan kuning)
12.10
Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse baru dig anti pagi ini
14.15 Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse menetes lancar, cairan yang sudah masuk 50 cc
Mengkaji apakah anak ada diare lagi sekarang dan karakteristik feses (siang ini anak tidak ada
diare)
Mengkaji berapa banyak anak sudah minum susu dan air putih sejak tadi pagi
Ibu mengatakan anak hari ini anak 2x diare, muntah tidak ada
Ibu mengatakan anak sudah mau banyak minum susu dan air putih
Ibu mengatakan BAB ada ampas dan kuning
(S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Diare 2x, feses ada ampas dan kuning, sedikit
Balance cairan :
Diare 2x250 cc
= 500 cc
Urine 3x200 cc
= 600 cc
1100 cc
Susu + air putih
(1500 cc)
+400 cc
Ibu mengatakan anak tidak ada muntah hari ini dan anak sudah mau banyak makan, anak itdak rewel,

Cintya

dan sudah bermain dengan aktif lagi


O:

BB tgl 4 November 2013: 9,3 kg, anak dapat menghabiskan porsi makan paginya

16

Masalah dalam perbaikan

Lanjutkan intervensi 1 8

08.00

Mengkaji keadaan anak hari ini


Mengkaji berapa porsi makan yang dihabiskan anak pagi ini
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.8C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Menimbang berat badan anak
Menganjurkan ibu tetap memberikan makan sedikit-sedikit dan berhenti saat anak
memuntahkan makanannya
Mengkaji berapa kali anak ada muntah pagi ini
Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
12.10 Mengontrol tetesan infuse RL : infuse baru diganti pagi ini
Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse menetes lancar, cairan yang sudah masuk 50 cc
14.15 Mengkaji apakah anak ada muntah lagi sekarang
Mengkaji berapa banyak anak sudah menghabiskan porsi makan siang ini
Mengauskultasi bising usus anak
Ibu mengatakan hari anak tidak ada muntah, anak menghabiskan porsi makan pagi dan siangnya
Anak tidak ada muntah, porsi makan yang dihabiskan
BB hari ini: 9,6 kg
S: 36C, N 116 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt
ibu mengatakan kemerahan di selangkangan dan pantat anak sudah berkurang

Kemerahan berkurang, kulit tidak terkelupas, kulit mulai lembap

masalah mengalami perbaikan

Lanjutkan intervensi 1 - 4

08.00

E:S:
O:
5 November
2013

E:S

Cintya

Mengukur tanda tanda vital (S: 36.5C, N 110 x/mnt, dan RR: 24 x/mnt)
Mengkaji kulit di daerah genitalia anak (kemerahan berkurang dan kulit mulai lembap)
Menganjurkan ibu untuk terus memberikan lotion pada kulit anak dan mengeringkan terlebih
dahulu genitalia anak sebelum di pakaikan pampers lagi
Memiringkan anak ke sebelah kanan untuk mengurangi penekanan pada kulit yang merah
14.15 Mengkaji kembali kulit di daerah genitalia anak (ibu sedang mengganti pampers anak dan
dapat mempraktekkan yang diajarkan tadi)
Ibu mengatakan kemerahan di selangkangan dan pantat anak berkurang dan kering berkurang

17

6 November
2013

O:

Ibu mengatakan selalu mengeringkan dan memberikan lotion sebelum memakaikan pampers pada anak
Kemerahan berkurang dan kulit mulai lembap

S:
O:

Ibu dapat mempraktekan cara perawatan kulit daerah genialita anak saat mengganti pampers anak
Ibu mengatakan pagi ini anak tidak ada diare, anak aktif
Diare tidak ada, kulit lembap, mata tidak cekung

Masalah sudah mulai teratasi

Lanjutkan intervensi 1 - 5

I:

12.10

12.20
14.15
E:S:
O:
6 November
2013

Mengkaji kondisi anak hari ini


Mengkaji berapa kali anak masih diare dan konsistensi fesesnya
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.6C, N 102 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
Mengkaji apakah anak ada diare lagi sekarang
Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)

S:
O:
A

Ibu mengatakan anak tidak ada diare lagi


S: 36C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt
Anak tidak ada diare lagi, mata tidak cekung, kulit lembap, anak terlihat aktif
Ibu mengatakan pagi ini anak tidak ada diare, anak aktif, anak mau banyak minum susu dan air putih
Diare tidak ada, susu pagi habis 1 botol dan air putih habis 1 botol
Masalah sudah mulai teratasi

Lanjutkan intervensi 1 - 8

I:

12.10
14.15

14.20
17.00

Cintya

Cintya

Mengkaji keadaan anak hari ini


Mengkaji sudah berapa banyak anak minum pagi ini
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.6C, N 102 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Mengkaji berapa kali anak diare pagi ini dan karakteristik feses (pagi ini anak 2x diare, BAB ada
ampas dan kuning)
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse menetes lancer, sudah masuk 300 cc
Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Mengontrol tetesan infuse RL : infuse menetes lancar, cairan yang sudah masuk 350 cc
Mengkaji apakah anak ada diare lagi sekarang dan karakteristik feses (siang ini anak tidak ada
diare)
Mengkaji berapa banyak anak sudah minum susu dan air putih sejak tadi pagi

18

E:S:
O:

6 November
2013

S:
O:
A

Ibu mengatakan anak tidak ada diare dan muntah lagi


Ibu mengatakan anak sudah banyakminum susu dan air putih hari ini
S: 36C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt
Anak tidak ada diare dan muntah lagi
Anak menghabiskan 2 botol susu dan 1 botol air putih setelah makan
Balance cairan :
Urine 3x200 cc
= 600 cc
Infuse
350 cc
Susu + air putih
1500 cc
(1850 cc)
+1250 cc
Ibu mengatakan pagi ini anak tidak ada diare dan muntah, anak aktif, anak sudah banyak makan
Diare tidak ada, porsi makan yang dihabiskan 1 porsi, tidak ada muntah
Masalah sudah mulai teratasi

Lanjutkan intervensi 1 - 8

I:

S:
O:
A

Mengkaji kondisi anak hari ini


Meninmbang berat badan anak
Mengkaji berapa kali anak masih diare dan muntah
12.20 Mengukur tanda tanda vital (S: 36.6C, N 102 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Memberikan obat injeksi cinam 4x200 mg
14.15 Mengkaji apakah anak ada diare dan muntah lagi sekarang
Mengukur tanda tanda vital (S: 36C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
17.00 Mengkaji porsi makan yang sudah dihabiskan anak sore ini
Ibu mengatakan anak tidak ada diaredan muntah lagi, makan sudah mau habis
S: 36C, N 112 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt
Anak tidak ada diare dan muntah lagi
Porsi makan yang dihabiskan anak porsi dan buah 1 porsi
BB hari ini 10 kg
Ibu mengatakan kemerahan di kulit selangkangan paha dan pantat sudah banyak berkurang
Kemerahan sudah berkurang, kulit mulai lembap, diare tidak ada
Masalah sudah mulai teratasi

Lanjutkan intervensi 1 4

E:S:
O:

6 November
2013

CIntya

12.10

Cintya

19

I:

12.10

17.00

E:S:
O:

Mengkaji kondisi kulit genitalia anak hari ini


Mengkaji berapa kali anak masih diare dan muntah
Mengukur tanda tanda vital (S: 36.6C, N 102 x/mnt, dan RR: 22 x/mnt)
Mengkaji kembali kulit genitalia anak dan menanyakan apakah ibu masih memberikan lotion
pada kulit anak

Ibu mengatakan kulit anak sudah berkurang merahnya, anak tidak ada diare lagi
Ibu mengatakan masih tersu memakaikan lotion pada kulit anak sebelum dipakaikan pampers lagi
Kemerahan semakin berkurang,kulit lembap
Ibu dapat mengerti dan mempraktekkan cara perawatan kulit anak

20