Anda di halaman 1dari 39

Nurul Ummi, ST.

, MT

ASPEK KEUANGAN DAN


INVESTASI

ASPEK FINANSIAL
(SEBAGAI BAGIAN DARI

Materi Kuliah
KEWIRAUSAHAAN

PERENCANAAN BISNIS)

ASPEK FINANSIAL

Studi aspek keuangan bertujuan untuk


mengetahui perkiraan pendanaan dan
aliran kas proyek bisnis, sehingga dapat
diketahui layak atau tidaknya rencana
bisnis yang dimaksud

11/4/2014

PENDANAAN & SUMBERNYA


Dalam perencanaan bisnis yang dibuat juga mempertim-

bangkan alokasi dana berdasarkan :


1. Aktiva Tetap : Intangible /Tangible
2. Modal Kerja :
Sumber dana yang bisa diperoleh pengelola bisnis berasal
dari :
1. Equity : Modal pemilik, penerbitan saham
2. Debt : Obligasi, Kredit bank, Leasing

PENDANAAN & SUMBERNYA

Laporan keuangan yang perlu mendapat perhatian untuk


dicantumkan ke dalam busineess plan adalah :
1. Proyeksi Laporan Arus Kas
2. Proyeksi Laporan Laba-Rugi
3. Proyeksi Neraca
Metode Finansial yang bisa dipergunakan dalam perhi
tungan finansial adalah :
1. Analisis Break Even
2. Analisis Rasio Keuangan
3. Analisis Penilaian & Pemilihan Investasi melalui Payback
Period, Net Present Value, Profitability Index.

CASH FLOW

1.

2.
3.
4.

Sumber-sumber Pengeluaran kas dapat berasal dari :


Pembeliaan aktiva tetap
Pembagian dividen
Pembelian barang dagangan secara tunai
Pembayaran angsuran atau pelunasan utang

LAPORAN KEUANGAN
Laporan Laba Rugi

Merupakan laporan keuangan yang


menunjukkan posisi pendapatan, biaya dan
laba yang diperoleh perusahaan dalam satu
periode tertentu
Laporan Neraca

Neraca menunjukkan posisi keuangan


perusahaan saat tertentu, biasanya pada
akhir periode pembukuan. Di dalam neraca
ditunjukkan berapa jumlah HARTA yang
dimiliki, serta berapa UTANG dan Modal
perusahaan tersebut.

NERACA
Dalam perusahaan, jumlah nilai Harta yang dimilki selalu sama

dengan hak atas harta itu. Hak pemilik atas harta dalam
akunting disebut MODAL
Jadi persamaan akunting dapat dirumuskan sebagai berikut :
HARTA = MODAL
Apabila perusahaan meminjam uang dari pihak lain untuk
membeli asset bagi perusahaan, atau membelinya dengan
cara kredit. Orang-orang kepada siapa perusahaan meminjam
atau membeli dengan kredit disebut : KREDITUR
Dalam Akunting, hak kreditur atas harta peminjam disebut:
UTANG (LIABILITIES)
Jika demikian, maka persamaan akunting akan menjadi:
HARTA = HUTANG + MODAL (NERACA)

KELOMPOK HARTA
1.

Harta Lancar (Current Assets)


setiap harta perusahaan yang digunakan dalam operasi
perusahaan dalam jangka waktu singkat, yakni tidak lebih
dari satu tahun, artinya perubahan dari uang tunai menjadi
barang dan kemudian kembali menjadi uang tunai, tidak
lebih dari 1 tahun.
Yang termasuk dalam Harta Lancar adalah :

Uang tunai/ kas dan Bank


Surat-surat berharga yang terikat tidak lebih dari 1 thn
Piutang dagang (Accounts Receivable)
Persediaan Barang Dagang
Biaya dibayar dimuka

2.

Harta Tetap (Fixed Assets)


Harta perusahaan yang terlibat lebih dari satu thn.
Nilai harta tetap pada Neraca menunjukkan tendensi
menurun akibat adanya penghapusan (depresiasi)
kecuali pada tanah yang umumnya menunjukkan nilai
konstan, kecuali ada perubahan.

Yang termasuk dalam Harta Tetap adalah :


Peralatan pabrik, Peralatan kantor
Kendaraan, Mesin
Bangunan, Tanah

Kelompok Hutang
1.

Hutang Lancar/Jangka Pendek (Current Liabilities)


Hutang yang jangka waktu pelunasannya kurang dari
satu tahun.
Yang termasuk dalam utang Lancar adalah :
Hutang Dagang (Account Payable)
Biaya yang masih harus dibayar
Pendapatan diterima dimuka
Utang Bank jangka pendek

2.

Hutang Jangka Panjang (Longterm Liabilities)


Hutang yang kewajiban pelunasannya lebih dari 1
tahun. 1 5 tahun disebut kredit jangka menengah
& diatas 5 tahun disebut kredit jangka panjang.

Yang termasuk Hutang jangka panjang :


Kredit Investasi
Obligasi

Kelompok Modal
Modal merupakan hak milik atas harta
perusahaan dan seringkali disebut Capital.
Yang termasuk kelompok modal :
Modal Saham
Laba ditahan

Berikut ini adalah contoh dari Neraca Perusahaan

CONTOH STRUKTUR POS SUATU NERACA


ASSETS ( = HARTA = AKTIVA )
1 AKTIVA LANCAR ( CURRENT ASSETS = C.A )
1. KAS
2. SURAT2 BERHARGA ( M/S)
3. TAGIHAN / PIUTANG ( A/R )
4. PERSEDIAAN ( INVENTORIES )
5. AKTIVA LANCAR LAIN

XX
XXX
XXX
XXXX
XX

TOTAL C.A.
2 AKTIVA TETAP ( FIXED ASSETS = FA )
1 TANAH ( LAND )
2 MESIN
3 GEDUNG
4 KENDARAAN
5 AKTIVA TETAP LAIN
GROSS FIXED ASSETS
6 AKUMULASI DEPRESIASI
NET FIXED ASSETS
TOTAL F.A
3 INTANGIBLE ASSETS
1 PATENT
2 GOODWILL
TOTAL INTANGIBLE ASSETS
TOTAL ASSETS

XXXX

XXXX
XXXX
XXXX
XXXX
XXX
XXXXX
(XXX)
XXXXX
XXXXXX
XXX
XXX
XXXX
XXXXXXX

CONTOH STRUKTUR POS SUATU NERACA

(Lanjutan )

LIABILITIES AND EQUITIES ( HUTANG & MODAL = PASIVA )


1 PASIVA LANCAR ( CURRENT LIABILITIES = CL )
1 HUTANG DAGANG ( A/P )
XX
2 HUTANG JANGKA PENDEK ( N/P)
XX
3 PENGELUARAN2 TERHUTANG ( ACCRUED)
XX
4 HUTANG JANGKA PENDEK LAIN
XX
TOTAL CL
2 HUTANG JANGKA PANJANG ( = LTD )
1 OBLIGASI / BONDS ( . % )
2 HIPOTIK / MORTGAGE ( % )
3 BANK ( % )
4 LAIN2 LTD
TOTAL LTD
TOTAL HUTANG
3 EQUITY = NETWORTH = MODAL
1 SAHAM ( STOCKS )
2 PREMIUM ( AGIO SAHAM )
3 LABA DITAHAN ( RETAINED EARNING )
TOTAL EQUITY
TOTAL EQUITY AND LIABILITIES

XXX
XXXX
XXXX
XXXX
XXX

XXXX
XX
XXXX

XXXXX

XXXX

XXXXXX

XXXXXX

CONTOH NERACA PERUSAHAAN (000)


ASSETS ( = HARTA = AKTIVA )
1 AKTIVA LANCAR ( CURRENT ASSETS = C.A )
1. KAS
2. SURAT2 BERHARGA ( M/S)
3. TAGIHAN / PIUTANG ( A/R )
4. PERSEDIAAN ( INVENTORIES )

TOTAL C.A.
2 AKTIVA TETAP ( FIXED ASSETS = FA )
1 TANAH & GEDUNG ( LAND & BUILDING )
2 MESIN & ALAT2 ( MACHINE & EQUIPMENT)
3 MEUBELAIR ( FURNITURE & FIXTURE)
4 KENDARAAN
5 AKTIVA TETAP LAIN
GROSS FIXED ASSETS
6 AKUMULASI DEPRESIASI

NET FIXED ASSETS


TOTAL ASSETS

2000 A
400
600
400
600

2.000
1.200
850
300
100
50
2.500
(1.300)

1.200
3.200

2000B
300
200
500
900

1.900
1.050
800
220
80
50
2.200
(1.200)

1.000
2.900

CONTOH NERACA PERUSAHAAN (000)


(Lanjutan )
LIABILITIES AND EQUITIES ( HUTANG & MODAL = PASIVA )
1 PASIVA LANCAR ( CURRENT LIABILITIES = CL )
1 HUTANG DAGANG ( A/P )
2 HUTANG JANGKA PENDEK ( N/P)
3 PENGELUARAN2 TERHUTANG ( ACCRUALS)

2000A
700
600
100

2000B
500
700
200

TOTAL CL
2 HUTANG JANGKA PANJANG ( = LTD )

1.400
600

1.400
400

2.000

1.800

100

100

120
380
600

120
380
500

TOTAL EQUITY

1,200

1.100

TOTAL EQUITY AND LIABILITIES

3.200

2.900

TOTAL HUTANG
3 EQUITY = NETWORTH = MODAL
1 PREFERRED STOCK
2. COMMON STOCK ( nilai par 1,2 per lembar ;
100.000 lembar outstanding stock )
3 PREMIUM ( AGIO SAHAM )
4 LABA DITAHAN ( RETAINED EARNING )

CONTOH STRUKTUR POS LAPORAN LABA RUGI

1 PENJUALAN ( SALES )
HARGA POKOK BARANG TERJUAL
( COST OF GOODS SOLD )
GROSS MARGIN
2 BIAYA OPERASI
1 BIAYA PEMASARAN
2 BIAYA PENJUALAN
TOTAL BIAYA OPERASI
3 PENDAPATAN SETELAH OPERASI
4 BIAYA NON OPERASI
1 BIAYA ADMINISTRASI

PENERIMAAN2 LAIN

5
6
7
8
9

PENGELUARAN2 LAIN
PENDAPATAN SEBELUM BUNGA & PAJAK ( EBIT )
BUNGA2 YANG HARUS DIBAYAR
PENDAPATAN SEBELUM PAJAK ( EBT )
PAJAK
PENDAPATAN BERSIH SETELAH PAJAK ( EAT = NIAT )
DIVIDEN DIBAYARKAN
LABA DITAHAN

RUPIAH
XXXXXX
XXXX
XXXXXX

XXXX
XXXX
XXXXX
XXXXX
XXXXX
XXXX
XX
XXXXX
XXX
XXXX
XXX
XXXX
XXX
XXX
XX
XXX

%
100 %
%
%

... %
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%
%

LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN THN 2000B (000)

1 PENJUALAN ( SALES )
HARGA POKOK BARANG TERJUAL
( COST OF GOODS SOLD )
GROSS PROFIT / GROSS MARGIN
2 BIAYA OPERASI
1 BIAYA PEMASARAN & PENJUALAN
2 BIAYA ADMINISTRASI
3 DEPRESIASI
TOTAL BIAYA OPERASI
OPERATING PROFITS
PENGELUARAN2 LAIN
PENDAPATAN SEBELUM BUNGA & PAJAK ( EBIT )
4 PAJAK
PENDAPATAN BERSIH SETELAH PAJAK ( EAT = NIAT )
5 DIVIDEN UNTUK PREFERRED STOCK
EARNING AVAILABLE FOR COMMON STOCKHOLDERS
6. EARNING PER SHARE ( EPS )

RUPIAH
1.700
1.000
700
80
150
100
330
370
70
300
120
180
10
170
1,70

HARGA POKOK PRODUKSI


Harga Pokok Produksi =
Persediaan awal barang setengah jadi + Bahan
mentah yang dipakai + upah buruh langsung +
biaya umum pabrik persediaan akhir barang
setengah jadi

Bahan Mentah yang dipakai =


Persediaan awal + pembelian persediaan akhir

HARGA POKOK PENJUALAN


Pemakaian Bahan
Persediaan Awal Bahan
Pembelian
Tersedia
Persediaan akhir

12
87 (+)
99
9 (-)

Biaya Bahan yang dipakai 90

Harga Pokok Produksi


Persed. Awal Barang jd 22
Biaya produksi
Bahan
90
T.Kerja
66
B.Umum Pb
44 (+)
200 (+)
TOTAL
222
Persed. Akhir Barang Jd 12 (-)
Harga Pokok Produksi 210

Harga Pokok Penjualan


Persed. Awal Barang jd
20
Harga Pokok Produksi 210 (+)
230
Persed. Akhir Barang jd
17 (-)
Harga Pokok Penjualan 213

PT. Maju Terus


Harga Pokok Produksi
Per 31 Desember 2013
(Dalam Juta Rupiah)
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Persediaan Awal
Pembelian
Tersedia
Persediaan akhir
Biaya Bahan Dipakai

xxx
xxx (+)
xxx
xxx (-)
xxx

BIAYA BURUH LANGSUNG


BIAYA UMUM PABRIK
Gaji Buruh tidak langsung
Utilitas
: listrik,air,telp
Pemeliharaan
Penyusutan
Supplies pabrik
TOTAL
JUMLAH BIAYA PRODUKSI
Persediaan Awal Barang jadi
Jumlah
Persediaan Akhir Barang jadi
HARGA POKOK PRODUKSI

xxx

xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx (+)
xxx (+)
xxx
xxx (+)
xxx
xxx (-)
xxx

PT. Anugrah
Perhitungan Harga Pokok Produksi
Periode 1 Januari s/d 31 Desember 2013
(Dalam juta Dollar)
BIAYA UMUM PABRIK
BAHAN
Persediaan awal (1 jan 20013
24
Pembelian
178
Retur
2
Potongan pembelian 4 (+)
Jumlah
6 (-)
Pembelian bersih
172
Pengangkutan
2 (+)
Jumlah
174 (+)
Jumlah Barang yang tersedia
198
Persediaan Akhir
18 (-)
BIAYA BAHAN YANG TERPAKAI
UPAH BURUH LANGSUNG 132

180

Upah pekerja tak langsung


Listrik,air,dll
Pemeliharaan mesin
Penyusutan
Asuransi
Lain-lain

30
6
14
18
2
18 (+)

JUMLAH BIAYA UMUM PABRIK 88 (+)


JUMLAH BIAYA PRODUKSI
Persediaan Awal Barang jadi
Jumlah
Persediaan Akhir Barang jadi

HARGA POKOK PRODUKSI 420

400
44 (+)
444
24 (-)

HARGA POKOK PENJUALAN


Harga Pokok Penjualan Pada Perusahaan Industri pabrik

Harga Pokok Penjualan =


Persediaan Awal Barang jadi + Harga Pokok
Produksi Persediaan Akhir
Harga Pokok Penjualan untuk Perusahaan dagang
HPP = Persediaan awal + Pembelian Bersih
Persediaan Akhir

Perhitungan Harga Pokok Penjualan


Periode 1 Januari s/d 31 Desember 2013
(Dalam juta Dollar)

BAHAN
Persediaan awal (1 jan 2013)
24
Pembelian
178
Retur
2
Potongan pembelian 4 (+)
Jumlah
6 (-)
Pembelian bersih
172
Pengangkutan
2 (+)
Jumlah
174 (+)
Jumlah Barang yang tersedia
198
Persediaan Akhir
18 (-)
BIAYA BAHAN YANG TERPAKAI
UPAH BURUH LANGSUNG 132

180

BIAYA UMUM PABRIK


Upah pekerja tak langsung
Listrik,air,dll
Pemeliharaan mesin
Penyusutan
Asuransi
Lain-lain

30
6
14
18
2
18 (+)

JUMLAH BIAYA UMUM PABRIK 88 (+)


JUMLAH BIAYA PRODUKSI
Persediaan Awal Barang jadi
Jumlah
Persediaan Akhir Barang jadi

HARGA POKOK PRODUKSI 420


Persediaan awal Brg jadi (1 Jan 2013)

400
44 (+)
444
24 (-)

40(+)

Jumlah
Persediaan Akhir Brg jadi (31 Des 2013)

460
34 (-)

HARGA POKOK PENJUALAN

426

METODE FINANSIAL
Break Even Point :

alat analisis finansial yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar


beberapa variabel
Analisis Rasio Keuangan
digunakan untuk mengetahui posisi keuangan dan prestasi perusahaan pada
waktu tertentu.
Payback Period
suatu periode yg diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi
dgn menggu- nakan aliran kas
Net Present Value
selisih antara Present Value dari investasi dgn nilai sekarang dari penerimaanpenerimaan kas bersih dimasa yang akan datang
Profitability Index
Menghitung melalui perbandingan antara nilai sekarang dari rencana
penerimaan-penerimaan kas bersih di masa yang akan datang dengan nilai
sekarang dari investasi yg telah dilaksanakan

RUMUS METODE FINANSIAL

Break Even Point :

BEP = Total Biaya Tetap / (Penjualan Biaya Variabel)


BEP = Total Biaya Tetap / 1- (Biaya Variabel: Penjualan )

Analisis Rasio Keuangan

1.

Likuiditas terdiri dari Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio

2.

Solvabilitas (Leverage) terdiri dari Total debt to Total Equity, Long


Term Debt to Equity Ratio

3.

Aktivitas (Efisiensi) terdiri dari Total Assets Turn Over, Inventory


Turn Over

4.

Profitabilitas terdiri dari Net Profit Margin, Return On Investment,


Return On Equity

Pembiayaan Investasi
Pengertian Biaya
Biaya adalah suatu nilai tukar peristiwa,

pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan


manfaat.

Biaya investasi:
Biaya investasi awal

Biaya material dan peralatan


Biaya instalasi
Biaya engineering, misal jasa konsultan
Biaya pelatihan
Biaya pembelian tanah, dll
Biaya operasi
11/4/2014

29

Beberapa Definisi
Biaya investasi awal: pengeluaran yang dipergunakan untuk

memperoleh aset fisik yang diharapkan memiliki umur


pemakaian yang lama.

Biaya operasi: biaya yang timbul karena pengoperasian

suatu peralatan. Biaya ini bergantung pada perangkat fisik,


jumlah dan jenisnya, proses produksi, lokasi, perawatan.

Bahan langsung: semua material yang membentuk suatu

bagian integral dari produk jadi dan yang dapat dimasukkan


secara langsung dalam perhitungan biaya produk.

Buruh langsung: buruh yang secara langsung diperlukan

dalam proses pengubahan bahan langsung menjadi produk


jadi.

11/4/2014

30

Beberapa Definisi (lanjutan)


Bahan Tak Langsung: bahan yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu produk, tetapi konsumsinya

sangat sedikit atau sangat kompleks sehingga sulit


untuk diperhitungkan sebagai bahan langsung.
Buruh Tak Langsung: buruh yang secara tidak
langsung mempengaruhi konstruksi atau komposisi
produk jadi. Misal: supervisor, pegawai kantor dsb
Biaya Tak Langsung Pabrik: semua biaya produksi
selain biaya bahan langsung dan biaya buruh tak
langsung.
Biaya Pemasaran: biaya yang dikeluarkan dalam
rangka kegiatan pemasaran.
Biaya Administrasi: biaya yang diperlukan dalam
mengarahkan dan mengendalikan organisasi.
11/4/2014

31

Contoh: Rekap Perkiraan Biaya


Usaha
No

Items

Tahun 1 Tahun 2 Tahun n

Biaya Pra Operasi:


Biaya pemasangan mesin
Biaya pengawasan proyek
Biaya Riset/survey
Biaya pelatihan tenaga
Operator mesin, dll

xxx
x
x
x
x
x

xxx
x
x
x
x
x

xxx
x
x
x
x
x

Biaya Investasi:
Beli mesin
Beli alat perlengkapan
Beli inventaris kantor
Beli gedung kantor
Beli tanah, dll

xxx
x
x
x
x
x

xxx
x
x
x
x
x

xxx
x
x
x
x
x
11/4/2014

32

Rekap Perkiraan Biaya Usaha(lanjutan)

No
Items
3. Biaya Operasi:
Biaya bahan baku
Biaya bahan penolong
Biaya gaji/honor
Biaya angkut
Biaya administrasi
Biaya pajak, dll

Tahun 1
xxx
x
x
x
x
x
x

Tahun 2 Tahun n
xxx
xxx
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x
x

11/4/2014

33

Komponen Biaya Operasi


(hubungan biaya dengan kegiatan-kegiatan operasional)

Biaya Lepas Pabrik

Biaya Bahan Langsung


Biaya Buruh Langsung
Biaya Bahan Tak Langsung
Biaya Buruh Tak Langsung

Biaya Komersial
Biaya Pemasaran
Biaya Administrasi
11/4/2014

34

Komponen Biaya Operasi


(hubungan biaya dengan volume produksi)

Biaya Tetap
Biaya yang besarnya tetap dan tidak tergantung pada

volume produksi, misal depresiasi, pemeliharaan,


asuransi

Biaya Variabel
Biaya-biaya yang bervariasi langsung secara

proporsional dengan perubahan volume produksi.

Biaya Semivariabel
Biaya yang bervariasi terhadap perubahan volume

produksi, tetapi tidak proporsional, misal biaya listrik,


bahan bakar, pelumas
11/4/2014

35

Estimasi Biaya Investasi


(Pendekatan Elementer)

Elemen biaya investasi dikelompokkan atas


pengeluaran untuk:
Modal Kerja: dana yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan produksi sampai
diperolehnya pendapatan dari penjualan.
Cash: uang tunai untuk gaji tenaga kerja langsung dan

tak langsung serta biaya administrasi.


Inventory: persediaan bahan baku dan bahan
tambahan untuk kebutuhan selama periode tertentu.
Pengeluaran lain-lain: air, listrik, bahan bakar, asuransi
dll

11/4/2014

36

Estimasi biaya
investasi(lanjutan)
Modal Tetap: tidak hanya aset tetap, tetapi pengeluaran

untuk biaya pendirian, pengorganisasian usaha,


pengalihan hak-hak, biaya percobaan. Estimasi ini
dilakukan sepanjang usia proyek (project life cycle).

Biaya pendahuluan: biaya penelitian awal, biaya riset pasar,

biaya studi teknis, biaya studi ekonomi, biaya studi sosial, biaya
studi lingkungan, biaya konsultasi hukum. Biasanya disebut
biaya studi kelayakan.
Biaya penyiapan lokasi: biaya penyiapan tanah, biaya
sertifikat, biaya jalan, biaya instalasi pembuangan limbah.
Biaya Konstruksi: biaya fondasi, biaya bangunan(fasilitas
kantor, fasilitas pabrik, dll)
Biaya mesin dan peralatan: biaya mesin, biaya fondasi mesin,
biaya peralatan penanganan material.

11/4/2014

37

Estimasi Biaya
Investasi(lanjutan)
Biaya Penggantian(replacement cost): biaya

utk masa datang diperlukan utk memodifikasi


atau mengganti sebagian dari investasi. Misal
ganti mesin, kendaraan dll
Biaya Establishment: biaya utk memperoleh
ijin pendirian usaha.
Incorporal Fixed Assets: biaya utk pembayaran
hak paten, lisensi dll
Biaya Konsultasi Teknik: biaya persiapan
layout, gambar-gambar mesin, biaya tender dll
Biaya Tak Terduga; biaya yang dialokasikan utk
menghadapi kemungkinan yang tak terduga.
11/4/2014

38

Sumber Pembiayaan
Investasi
Sumber Intern (Equity investment)
Laba yang ditahan: pendapatan bersih yang

diterima oleh perusahaan setelah dikurangi oleh


biaya2.
Dana penyusutan: dana yang diperoleh dari
keringanan pajak karena penyusutan nilai
ekonomis suatu asset tetap
Cadangan: dana untuk mengantisipasi
kerugian2 perusahaan karena piutang yg tidak
dibayar.
Sumber Ekstern (Project financing)
Kredit Bank
11/4/2014

39