Anda di halaman 1dari 12

TUGAS

KEWIRAUSAHAAN & MANAGEMENT PRODUKSI


TIPE / BENTUK ORGANISASI

Disusun oleh :
Nur Faizah
21030112060115

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014

TIPE/BENTUK ORGANISASI
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstuktur dan terkoordinasi dari
sekelompok orang yang berkerja sama dalam mencapai tujuan tertentu, dan organisasi hanya
merupakan alat dan wadah saja (Hasibuan, 1996:24).
Organisasi memiliki banyak jenis tergantung dengan pembedanya,salah satu pembeda
dalam organisasi adalah bentuk atau tipe organisasi. Dalam bentuk/tipe organisasi yang
sangat ditekankan adalah struktur dari organisasi tersebut. Struktur organisasi adalah
merupakan sebuah konsep abstrak yang menunjukkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa
yang melakukan tugas tugas yang telah ditentukan dan mekanisme koordinasi formal serta
pola interaksi dalam organisasi.
Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 5 bentuk organisasi yang
perlu diperhatikan. Bentuk / tipe organisasi tersebut adalah :
1. Organisasi Lini
Organisasi lini adalah salah satu bentuk organisasi yang manajer puncaknya
dianggap sebagai sumber semua wewenang. Semua keputusan dan tanggung jawab berada
pada satu tangan, dan tiap anggota hnaya mengenal satu pimpinan langsung yang
membawahinya ( Saydam, 1993:92). Dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa tipe
organisasi lini adalah tipe organisasi yang sangat menekankankan pada hierarkivertikal.
Pada organisasi lini perintah hanya diberikan oleh seorang atasan saja, dan kepada atasan
yang bersangkutan karyawan bertanggung jawab.
Ciri-ciri:

Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis
wewenag

Jumlah karyawan sedikit

Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi

Belum terdapat spesialisasi

Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas
segala bidang pekerjaan

Struktur organisasi sederhana dan stabil

Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil

Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :


1. Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
2.

Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)

3. Koordinasi lebih mudah dilaksanakan


4. Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
5. Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung
berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti
dan dilaksanakan
6. Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
7. Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
8. Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat
pimpinan.
9. Adanya penghematan biaya
10. Pengawasan berjalan efektif
Kelemahan-kelemahan organisasi garis
1. Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan
tujuan organisasi
2. Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
3. Adanya

kecenderungan

pimpinan

bertindak

secara

otoriter/diktaktor,

cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).


4. Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk
mengabil inisiatif sendiri
5. Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
6. Kurang tersedianya saf ahli

Contoh Struktur Organisasi Lini :

Terlihat pada struktur organisasi diatas bahwa tegasnya garis komando dari
camat sebagai puncak pimpinan kepada struktur dibawahnya yang ditunjukkan oleh
garis lurus. Sedangkan garis putus-putus merupakan garis koordniasi. Dalam sebuah
organisasi bagaimanapun bentuk strukturnya pasti ada koordinasi antara satu elemen
dengan elemen lainnya karena koordinasi merupakan sebuah usaha untuk
mengintegrasikan gerak organisasi agar tercapai tujuan organisasi. Pada struktur
diatas terlihat bahwa masing masing lurah melakukan koordinasi dan juga melakukan
koordinasi dengan sekretaris camat, sedangkan camat berhak memberi perintah pada
setiap lurah karena mereka dihubungkan oleh garis hitam vertikal yang merupakan
garis komando.
2. Organisasi Staf
Organisasi bentuk staf adalah salah satu bentuk organisasi yang tidak
mempunyai garis komando ke bawah. Para karyawan hanya berfungsi sebagai
pemberi bantuan kepada pimpinan puncak untuk kelancaran tugas. Organisasi bentuk
staf merupakan organisasi sederhana. (Saydam, 1993:94).Berbeda dengan struktur
organisasi lini yang memiliki ketegasandalam pemberian perintah, organisasi staf
hanya memperlakukan staf sebagai bagian dari struktur organisasi yang memberikan
nasihat atau saran pada pimpinan untuk pencapaian tujuan organisasi. Pada organisasi
bentuk staf, para karyawan atau pekerja dalam organisasi tersebut dianggap sebagai
staf.
Contoh Struktur Organisasi Staf :

Terlihat pada struktur organisasi bentuk staf diatas bahwa organisasi bentuk
staf dimiliki oleh organisasi sederhana yang menganggap semua karyawan adalah
staff nya yang merupakan pembantu dalam memberikan petunjuk dan nasihat dan
juga bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Nampak diatas bahwa sebuah bengkel
sepeda motor yang dipimpin oleh seorang pemimpin hanya dihubungkan oleh garis
putus-putus dengan stafnya karena staf hanyalah karyawan yang tidak mendapatkan

perintah langsung, melainkan hanya memberikan manfaat dan membantu dalam


pencapaian tujuan organisasi.
3. Organisai Lini dan Staff
Disebut organisasi garis dan staf disebabkan karena disamping adanya otoritas
garis yang menjadi saluran perintah, ada juga otoritas staf.(Sukarna, 1992:70). Organisasi
bentuk lini dan staf merupakan gabungan dari organisasi lini dan staf. Artinya selain
adanya garis komando dan struktur lini dalam sebuah organisasi, struktur staf juga ada
yang bertujuan untuk memberi bantuan dan nasihat bagi para manajer dalam proses
pengambilan keputusan, penggerakan organisasi dan proses pencapaian tujuan organisasi.
Hadirnya staf dalam organisasi merupakan wujud dari struktur yang merupakan jabatan
politis yang dipilih melalui pemilihan, karena yang terpilih menjadi pemimpin belum
tentu seseorang yang cakap dan spesialisasi dalam hal tersebut.
Ciri-ciri Organisai Lini dan Staff
Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung

Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff

Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff

Jumlah karyawan banyak

Organisasi besar

Bersifat komplek

Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:


1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada
organisasi besar maupun kecil.
4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn
pemikiran dari staf.
5. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
6. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan
spesialisasinya
7. Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
8. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi lini dan staf:

1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan


bantuan nasihat
2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling
mengenal
3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap
tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf
5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis
dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan
wewenang
6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga
menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf
dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan
permasalahan menjadi kompleks.
Contoh Struktur Organisasi Lini dan Staf

Terlihat dari struktur diatas adanya kombinasi antara struktur organisasi


bentuk lini dan staf.Terlihat adanya garis hitam yang merupakan garis perintah yang
menghubungkan rektor dengan para pembantu rektor.Karena rektor dan pembantu
rektormerupakan

jabatan

politis

yang

jabatannya

didapatkan

berdasarkan

pemilihanmaka perlu adanya staf yang membantu pekerjaan rektor dan pembantu
rektor.Tidak ada hubungan pemerintah antara keduanya, melainkan garis putus putus
yang merupakan garis koordinasi.Para pembantu rektorpun dihubungkan oleh sebuah
garis putus-putus yang menunjukkan adanya koordinasi diantara mereka dalam
pencapaian tujuan universitas.
4. Organisasi Fungsional

Hardjito (2001:35) mengatakan bahwa organisasi fungsional adalah suatu bentuk


organisasi yang didalamnya terdapat hubungan yang tidak terlalu menekankankepada
hierarki struktural, akan tetapi lebih banyak didasarkan pada sifat dan jenis pekerjaan
yang akan dilakasanakan. Senada dengan itu Hasibuan (2001:156) mengatakan bahwa
pada organisasi bentuk fungsional, pembagian kerja merupakan masalah yang
mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh, karena didasarkan pada spesialisasi
masing-masing orang dalam organisasi.
Ciri-ciri organisasi fungsional :

Pembidangan tugas secara tegas dan jelas

Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan

Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis

Target-target jelas dan pasti

Pengawasan ketat

Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasi fungsional :


1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
4. Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan
lancar dan tertib
5. Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama
biasanya cukup tinggi.
6. Pembidangan tugas menjadi jelas

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:


1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain
karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi
menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

Contoh Struktur Organisasi Fungsional

Pada struktur organisasi diatas terlihat dengan jelas bahwakaryawan dibagi


berdasarkan spesialisasinya masing-masing, seperti yang ahli

dalam hal mengurusi

praproduksi, produksi ataupun yang ahli dalam bidang marketing. Diketahui juga bahwa
dalam organisasi bentuk fungsional, bawahan akan meneriman perintah dari banyak atasan
dan juga melalukan koordinasi dengan banyak atasan. Terlihat pada struktur organisasi
sebuah catering diatas, bahwa karyawan dibagi berdasarkan keahliannya, dan dalam suatu
pekerjaan karyawan berkaitan dengan struktur yang ada diatasnya. Contoh, dalam proyek
catering untuk pesta Baralek, maka bagian pra produksi akan memberikan perintah sesuai
dengan kewenangannya. Bagian pra-produksi juga melakukan koordinasi dengan bagian
produksi untuk mengetahui apa saja bahan yang perlu dibeli dan berapa banyak perlu
dibeli. Setelah itu bagian produksi akan mengurusi proses produksi dan dilanjutkan oleh
bagian pemasaran yang nanti akan mengatur proses pengantaran makanan ke pemesan.
Garis perintah dalam struktur diatas ditunjukkan dengan garis hitam dan garis koordinasi
ditunjukkan dengan garis putus-putus.
5. Organisasi Komite ( Panitia )
Organisasi panitia/komite adalah organisasi yang masing-masing anggota
mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi Komite lebih
mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan kolektif/
presidium/plural executive dan komite ini bersifat managerial. Komite dapat juga bersifat
formal atau informal,komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian dari struktur
organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang yang dibagi-bagi secara khusus.
Jadi, organisasi dalam bentuk panitia ini adalah organisasi di mana para pelaksana
dibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia.

Ciri ciri / sifat Organisasi Komite ( Panitia )

Pemimpin dan pelaksana dibentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat


panitia

Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang

Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang
sama

Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas yang harus dilakukan dalam bentuk
task force

Struktur organisasi secara relatif tidak permanen. Organisasi ini hanya dipakai
sesuai kebutuhan atau kegiatan

Kelebihan
1. Keputusan tepat (kolektif)
2. Tindakan diktatoris sangat kecil
3. Usaha kooperatif mudah dibina
4. Adanya pertimbangan kelompok dengan jalan perundingan/musyawarah
5. Adanya informasi
6. Adanya konsolidasi wewenang
Kelemahan :
1. Tidak ada yang dapat diminta pertanggung jawaban lebih
2. Perintah datang dari beberapa orang
3. Daya kreasi tidak menonjol, pelaksanaan kolektifitas
4. Banyak makan waktu dan biaya
5. Adanya tendensi ingkar mengingkari tanggung jawab
6. Menimbulkan tirani minoritas
7. Proses pengambilan keputusan agak lambat karena harus dibicarakan terlebih
dahulu dengan anggota organisasi
8. Kreativitas nampaknya sukar dikembangkan, karena perintah pelaksanaan
didasarkan pada kolektivitas
Contoh Organisasi komite terdiri dari :
1. Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai
wewenang lini
2. Staff Committee, yaitu orang orang yang hanya mempunyai wewenang staf

Contoh bagan organisasi komite ( Panitia )

Berdasarkan orang yang memegang pucuk pimpinan

Bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang, semua
kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang.

Bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari
beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai
suatu kesatuan.

Berdasarkan lalu lintas kekuasaan

Organisasi lini

atau

bentuk

lurus,

kekuasaan

mengalir

dari

pucuk

pimpinan organisasilangsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit


dalam organisasi.

Bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf
pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan
roda organisasi.

Bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsifungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya, dengan hubungan kerja lebih
bersifat horizontal.

Bentuk Bagan Organisasi


Berdasarkan bentuknya di bedakan menjadi 6 macam, yaitu :
1. Bentuk Piramida
Bentuk ini yang paling banyak diguakan, karena sederhana, jelas dan mudah
dimengerti. Bagan organisasi bentuk Piramid adalah suatu organisasi dimana bentuk
bagan organisasi tersebut menyerupai piramid. Dimana suatu pimpinan tertinggi ada di
paling atas piramid dan tingkatan pimpinan menengah dan bawahan ada di bagianbagian bawah. Bentuk piramid sering kali dipakai di organisasi-organisasi, karna
bentuk piramid ini mudah dimengerti dan dipahami.
Type piramid memiliki ciri-ciri antara lain ialah:
o

Memiliki jumlah organisasi yang tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki


kewenangan sedikit.

Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak

Pada jumlah jabatan sedikit sebab tingkat tingkat relatifnya kecil

2. Bentuk Vertikal.
Bentuk Vertikal Agak Menyerupai Bentuk Piramid, Yaitu Dalam Pelimpahan
Kekuasaan Dari Atas Ke Bawah, Hanya Bagan Vertikal Berwujud Tegak
Sepenuhnya.

3. Bentuk Horizontal.
Bagan ini digambarkan secara mendatar. Bagan organisasi bentuk horizontal atau
mendatar adalah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk atau
ujung pimpinan tertinggi sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah
disusun dari kiri kearah kanan atau sebaliknya.

4. Bentuk Lingkaran.
Menggambarkan hubungan antara satu jabatan dengan jabatan . Bagan organisasi
bentuk Lingkaran adalah suatu bentuk bagan organisasi dimana satuan organisasi atau
pejabat yang terendah disusun dari luar bidang lingkaran ke arah titik tengah pusat
lingkaran dimana di titik tengah adalah pejabat atau pimpinan tertinggi.

5.

Bentuk Setengah Lingkaran


Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan
organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang
bawah lingkaran atau sebaliknya

6. Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan
satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah
bidang elips.