Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Tubuh manusia merupakan satu kesatuan dari berbagai sistem organ. Suatu sistem
organ terdiri dari berbabagai organ tubuh atau alat-alat tubuh. Dalam melaksanakan
kegiatan fisiologisnya diperlukan adanya hubungan atau kerjasama anatara alat-alat tubuh
yang satu dengan yang lainnya. Agar kegiatan sistem-sistem organ yang tersusun atas
banyak alat itu berjalan dengan harmonis (serasi), maka diperlukan adanya sistem
pengendalian atau pengatur. Sistem pengendali itu disebut sebagai sitem koordinasi.
Tubuh manusia dikendalikan oleh sistem saraf, sistem indera, dan sistem endokrin.
Pengaruh sistem saraf yakni dapat mengambil sikap terhadap adanya perubahan keadaan
lingkungan yang merangsangnya. Semua kegiatan tubuh manusia dikendalikan dan diatur
oleh sistem saraf. Sebagai alat pengendali dan pengatur kegiatan alat-alat tubuh, susunan
saraf mempunyai kemampuan menerima rangsang dan mengirimkan pesan-pesan
rangsang atau impuls saraf ke pusat susunan saraf, dan selanjutnya memberikan
tanggapan atau reaksi terhadap rangsang tersebut. Impuls saraf tersebut dibawa oleh
serabut-serabut saraf. (Kus Irianto. 2004).
2. Tujuan

mahasiswa dapat menjelaskan fisiologi system saraf pusat

mahasiswa dapat menjelaskan anatomi system saraf pusat

mahasiswa dapat menjelaskan embriologi system saraf pusat

OTAK
Page 1

BAB II
PEMBAHASAN
1. Skenario
Seorang pasien laki- laki,umur 45 tahun, dating ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan
lengan dan tungkai kana mendadak tidak bisa diangkat dan hanya bisa digeser sejak 1 hari
yang lalu. Dokter IGD melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang secara seksama. Lalu, dokter menjelaskan pada pihak keluarga bahwa pasien
menderita gejala stroke. Bagaimana anda menjelaskan kondisi tersebut

2. STEP I
TERMINOLOGI
1. stroke
adalah penyakit selebrofaskuler mengacu kepada setiap gangguan neurologic
mendadak yang terjadi akbat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistim
suplay arteri otak (patologi volume 2 EGC)
2. anamnesis
kumpula informasi subyektif yang diperoleh dari apa yang dipaparkan oleh pasien
kepada dokter terkait keluhan utama yang membuat pasien mengadakan kunungan ke
dokter
(modul skills lab semester 1 fakultas kedokteran UNIZAR)
3. gejala
Gejala adalah setiap indikasi penyakit yang dilihat atau dirasakan oleh
pasien.(kamus kesehatan)
4. IGD
salah satu bagian di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien
yang menderita sakit dan cedera, yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya.
(Wikipedia insiklopedia)
5. Pemeriksaan penunjang
suatu pemeriksaan medis yang dilakukan atas indikasi medis tertentu guna
memperoleh keterangan-keterangan yang lebih lengkap. (modul skills lab semester 1
fakultas kedokteran UNIZAR)
6. Pemeriksaan fisik
OTAK
Page 2

adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk
menemukan tanda klinis penyakit. (Wikipedia insiklopedia)
7. Tungkai
Tungkai adalah bagian kaki yang memanjang dari bagian atas paha ke telapak
kaki. Namun, dalam beberapa referensi medis tungkai hanya mengacu pada bagian kaki di
bawah dengkul sampai tumit. (kamus kesehatan)

3. STEP II
PERMASALAHAN
1. Fungsi otak bagian mana yang mengalami gangguan ?
2. Embriologi otak?
3. Metabolisme otak?
4. Jelaskan lobus- lobus yang ada di serebrum!
5. Seperti apakah peredaran darah yang normal pada otak?
6. Bagaimana distribusi peredaran darah pada otak?
7. Bagaimana mekanisme terjadinya sebuah gerakan?
8. Mekanisme pengaturan aliran darah ke otak?
9. Struktur sistem saraf pusat?
10. Anatomi neuron?

4. STEP III
PEMBAHASAN
1. Fungsi otak yang mengalami gangguan yaitu pada lobus frontalis tepatnya pada bagian
gyrus precentralis yang mengendalikan gerakan tubuh (tempat korteks motorik) .
Area Brodmann
1, 2, dan 3 - Korteks Somatosensorik (sering disebut area 3, 1, 2).
4 - Korteks Motorik Primer
5 - Korteks Asosiasi Somatosensorik
6 - Korteks Pra-motorik dan Motorik Suplementaris
7 - Korteks Asosiasi Somatosensorik
OTAK
Page 3

8 - Daerah Mata Frontal


9 - Korteks Prafrontal Dorsolateralis
10 - Area Frontopolar
11 - Area Orbitofrontal
12 - Area Orbitofrontal (sering disebut area 11A)
13 - Korteks Insularis
17 - Korteks Visual Primer
18 - Korteks Asosiasi Visual
19 - Korteks Asosiasi Visual
20 - Gyrus Temporalis Inferior
21 - Gyrus Temporalis Media
22 - Gyrus Temporalis Superior
23 - Korteks Cinguli Posterior Ventral
24 - Korteks Cunguli Anterior Ventral
25 - Korteks Subgenualis
26 - Area Ektosplenialis
28 - Korteks Entorhinalis Posterior
29 - Koreks Cinguli Retrosplenialis
30 - Bagian dari korteks cinguli
31 - Korteks Cinguli Posterior Dorsal
32 - Korteks Cinguli Anterior Dorsal
34 - Korteks Entorhinalis Anterior
35 - Korteks Perirhinalis
36 - Korteks Parahippocampalis (di gyrus parahippocampal)
37 - Gyrus Fusiformis
38 - Area Temporopolar
39 - Gyrus Angularis (bagian dari Area Wernicke)
40 - Gyrus Supramarginalis (bagian dari Area Wernicke)
41, 42 - Korteks Asosiasi Primer dan Auditorius
43 - Area subcentral
OTAK
Page 4

44 - Pars Triangularis dari Area Broca


45 - Pars Opercularis dari Area Broca
46 - Korteks Prefrontalis Dorsolateral
47 - Gyrus Prefrontalis Inferior
48 - Area Retrosubicularis
52 - Area Parainsularis

Paulsen

&

Waschke.2002.Sobotta

Atlas

Anatomi

Manusia.Penerbit

Buku

Kedokteran EGC.Jakarta.
Eroschenko,Victor.2002.Atlas

Histologi

Difiore.Penerbit

Buku

Kedokteran

EGC.Jakarta.

2. Embriologi otak :

OTAK
Page 5

Minggu ke-3, sistem saraf pusat yang berasal dari ectoderm dan tampak sebagai
lempeng saraf setelah tepi-tepi lempeng ini melipat, lipatan saraf ini saling mendekat dan
bersatu menjadi tabung saraf. Ujung cepalik dari tabung saraf tersebut dibagi 3 pelebaran.
Minggu ke-4, ujung-ujung rostralnya mulai membesar dan membentuk 3 verikel
cocephalon primer secara berurutan encephalon depan (prosencephalon), encephalon
tengah (mesencephalon), dan encephalon belakang (rhombence), dan pada minggu ke-4
juga mulai terbentuk flexuramesencephalica. Diantara presencephalon, mesencephalon
dan flexur cervicalis terbentuk diantara rhombencephalon dan medula spinalis.
Pada minggu ke-5, bagian-bagian presencephalon membesar dan membentuk
telencephalon dan ventriculus kemudian berevolusi diantara diencephalon dan
mesencephalon. Di bawah mesencephalon juga terbentuk metencephalon beserta dua
komponen utamanya, yaitu pons dan cerebellum. Kemudian myelencephalon terbentuk di
kaudal yang di dalamnya tercakup ventriculus quartus dan medula oblongata seta transisi
menuju medula spinalis.
Minggu

ke-6,

batas-batas

telencephalon,

diencephalon,

mesencephalon,

metencephalon, dan myelencephalon sudah terlihat perkembangan cerebellum yang


sedang berkembang terlihat pada dorsal metencephalon.
Minggu ke-8, masing-masing struktur encephalon sudah bisa dibedakan. Thalamus di
dalam mencephalon dan N. oculomotorius (III) yang keluar dari mesencephalon sudah
tampak jelas, dan rombecephalon telah terdiferensiasi menjadi metencephalon dan medula
oblongata dan diikuti juga oleh medula spinalis. Pons dan cerebellum berasal dari
metencephalon.
Minggu ke-14, permukaan telencephalon masih mulus dan cortex cerebri mengalami
perkembangan.
Minggu ke-20, pertumbuhan telencephalon berkembang dan sudah tersusun atas lobus
frontalis, parietalis, occipitalis dan temporalis tetapi lobus insularis belum sepenuhnya
diselubungi oleh lobus frontalis, parietalis dan temporalis.
OTAK
Page 6

Minggu ke-26, sudah tampak sulcus centralis, lateralis, lobus occipitalis dan pada
minggu ke-26 ini sudah tampak medulla.
Paulsen

&

Waschke.2002.Sobotta

Atlas

Anatomi

Manusia.Penerbit

Buku

Kedokteran EGC.Jakarta.
3. Metabolisme otak
Kecepatan metabolic otak total dan kecepatan metabolic neuron
Dalam keadaan istirahat, otak kira-kira mencapai 15% dari seluruh metabolisme
dalam tubuh, walaupun masa otak hanya 2% dari masa tubuh total, sehingga dalam
keadaan istitirahat, metabolisme otak per-unit masa jaringan kira-kira 7,5 kali .
metabolisme rata-rata jaringan selain sistem saraf. Sebagian besar kelebihan metabolisme
otak terjadi di neuron. Bukan di jaringan penyangga glia. Kebutuhan utama untuk
metabolisme dalam neuron adalah memommpa ion-ion melalui membrannya. Terutama
untuk mentranspor ion natrium dan kalsium kebagian luar membran neuron dan ion
kalium kebagian dalam.setiap kali ion bekerja ion-ion ini akan bergerak akan bergerak
melalui membran,sehingga otomatis meningkatkan kebutuhan transpor membran yang
memulihkan konsentrasi ion yang sesuai. Sehingga aktifitas otak yang berlebihan.
Metabolisme neuron meningkat 100-150%.
Jaringan tubuh dapat hidup tanpa oksigen selama bebrapaa menit dan sebagian
jaringan lain,sampai 30 menit. Karena mereka memperoleh energy melalui proses anaerob
(pelepasan energy dari pemecahan sebagian glukosa dan glikogen tanpa ada penggabugan
dengan oksigen). Tetapi otak tidak mampu melakukan hal tersebut salah satunya
penyebabnya. Tingginya kecepatan metabolisme neuron sehingga sebagian besar aktifitas
neuron bergantung pada pengiriman oksigen perdetik dari otak. Dalam kondisi normal
hampir seluruh energy yang digunakan oleh sel otak disuplai oleh glukosa yang berasal
dari darah.
Ciri khas pengiriman glukosa ke neuron-neuron transpornya kedalam neuron
melalui membran sel tidak bergantung pada insulin. Meskipun insulin dibutuhkan untuk
mengangkat glukosa kedalam sel. Sehingga pada penderita diabetes yang berat, glukosa
masih terdifusi dengan mudah kedalam neuron. Bermanfaat untuk mencegah hilangnya
OTAK
Page 7

fungsi mental pasien. Jika pasien tersebut diberi insulin yang berlebihan maka otomatis
glukosa dalm darah akan masuk semua kedalam sel sehingga glukosa dalam darah tidak
cukup untuk menyuplai neuron dengan baik sehingga fungsi mental akan terganggu.
Kadang-kadang akan menyebabkan koma dan ketidakseimbangan mental dan psikotik.
(guyton & hall.Fisiologi Kedokteran)

4. Lobus-lobus pada otak besar (cerebrum)


Lobus
Lobus adalah salah satu dari empat divisi anatomis korteks serebri, yang terdiri dari lobus
frontalis, lobus parietalis, lobus oksipitalis dan lobus temporalis. Setiap lobus dikaitkan
dengan fungsi penalaran, gerakan, memori dan persepsi sensorik yang berbeda-beda.
Lobus Temporalis
Lobus temporalis adalah lobus otak yang terletak di bawah lobus frontalis dan
lobus parietalis. Lobus ini juga merupakan lokasi dari korteks pendengaran primer, yang
penting untuk menafsirkan suara dan bahasa yang kita dengar. Hipokampus juga terletak
di lobus temporalis, sehingga bagian otak ini sangat terkait dengan pembentukan memori.
Kerusakan pada lobus temporalis dapat menyebabkan masalah memori, persepsi bahasa,
dan kemampuan bahasa.
Lobus Parietalis
Lobus parietalis adalah bagian korteks serebri yang terletak di tengah dan
berhubungan dengan pengolahan informasi sensorik taktil seperti tekanan, sentuhan, dan
rasa sakit. Sebagian dari otak yang dikenal sebagai korteks somatosensori terletak di lobus
ini dan sangat penting untuk pengolahan pancaindera. Kerusakan pada lobus parietalis
dapat menyebabkan masalah dalam memori verbal, gangguan kemampuan visual dan
masalah bahasa.
Lobus Oksipitalis

OTAK
Page 8

Lobus oksipitalis adalah bagian korteks serebri yang terletak di belakang dan
berhubungan dengan penafsiran rangsangan visual. Korteks visual primer, yang menerima
dan menafsirkan informasi dari retina mata, terletak di lobus oksipitalis. Kerusakan pada
lobus ini dapat menyebabkan masalah penglihatan seperti kesulitan mengenali objek,
ketidakmampuan untuk mengidentifikasi warna, dan kesulitan mengenali kata-kata

Lobus Frontalis
Lobus frontalis (frontal lobe) adalah bagian yang paling depan dari korteks serebri
yang berhubungan dengan penalaran, keterampilan motorik, kognisi tingkat yang lebih
tinggi, dan bahasa ekspresif. Di bagian belakang lobus frontalis, dekat sulkus sentral,
terletak korteks motorik. Daerah ini menerima informasi dari berbagai lobus otak dan
menggunakannya untuk melakukan gerakan tubuh. Kerusakan pada lobus frontalis dapat
menyebabkan perubahan dalam kebiasaan seksual, sosialisasi, dan perhatian serta
meningkatkan pengambilan risiko.
Guyton.2012.Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Edisi revisi. Jakarta:Buku
Kedokteran EGC
5. Peredaran darah normal menuju ke otak:
Otak mendapat suplai darah dari 2 arteri utama yang berasal dari aorta. Pada aorta
terdapat tiga cabang arteri, tetapi arteri yang ke otak hanya 2 yaitu arteri karotis kominis
destra sinistra dan arteri subclavia dekstra dan sinistra. Pada arteri karotis komunis
terdapat 2 cabang yaitu arteri korotis intrnal dekstra dan sinistra. Dan pada arteri
subcllavia terdapat pila dua cabang yaitu arteri vertebralis destra dan sinistra. Arteri
vertebrralis mendarai batang otak, serebelum, lobus oksipital dan bagian- bagian dari
taalamus. Sedangkan arteri karotis memperdarai sisanya selain yang didarai oleh arteri
vertebralis. Dua arteri vertebralis tadi akan bergabung menjadi arteri besilaris. Arteri
basilaris akan bercabang menjadi dua yaitu arteri serebralis posterior deksta dan sinistra,
sedangkan arteri karotis juga bercabang menjadi arteri serebralis medialis yang besar
OTAK
Page 9

dekstra dan sinistra dan arteri serebralis anterior yang kecil dekstra dan sinistra. (anatomi
klinis dasar )

L. Keith More an Agur Anne M. R. 2002. Anatomi klinik dasar.


6. Distribusi peredaran darah pada otak :
Arteri

Asal

Distibusi

A. vertebralis

A.subclavia

Meninges dan cerebellum

A. inferior posterior

A.vertebralis

Aspek postero-inferior cerebellum

Dibentuk melalui

Truncus encephali, cerebellum, dan cerebrum

cerebelli
A. basilaris

persatuan kedua a.
Vertebralis
OTAK
Page 10

A. pontis

A. basilaris

Banyak cabang ke truncus encephali

A. inferior anterior

A. basilaris

Aspek inferior cerebellum

A. suferior cerebelli

A. basilaris

Aspek superior cerebellum

A. carotis interna

A. carotis communis

Melepaskan cabang-cabang dalam sinus

pada tepi atas

cavernosus dan merupakan pemasok darah

cartilago thyroidea

utama untuk otak

A. carotis interna

Hemisfer-hemisfer serebrum, kecuali lobus

cerebelli

A. cerebri anterior

occipitalis (hlm. 366)


A. cerebri media

Lanjutan a. Carotis

Bagian terbesar permukaan lateral hemisfer-

interna di sebelah

hemisfer serebrum

distal dari a. Cerebri


interior
A. cerebri posterior

A. communicans

Cabang terminal a.

Aspek inferior hemisfer-hemisfer serebrum dan

Basilaris

lobus occipitalis (hlm. 366)

A. cerebri anterior

Circulus arteriosus cerebri (willis)

A. Cerebri

Circulus arteriosus cerebri (willis)

posterior

interior
(Keith & Anne.2002.Anatomi Klinis Dasar.Hipokrates.jakarta.)
7. Mekanisme terjadinya sebuah gerakan :
Mekanisme gerak : apabila terjadi suatu rangsangan pada reseptor yaitu misalkan
pada kulit maka neuron sensorik akan menerima rangsangan tersebut berupa impuls yg
dapat mengubah potensial membran istirahat menjadi depolarisasi dan diteruskan ke
impuls selanjutnya maka seketika impuls yang mengalami depolarisasi tersebut akan
mengalami repolarisasi kembali dan begitu seterusnya. Pada setiap neuron yang
mengalami depolarisasi maka neuron tersebut akan melepaskan neurotransmitter yang
berisi dopamin,asetilkonin,dan sebagainya untuk meneruskan impuls tersebut menuju
cornu posterior dan meneruskannya ke hypotalamus dan akan meneruskannya ke korteks
OTAK
Page 11

sensorik dan setelah korteks sensorik menerima impuls tersebut maka korteks motorik
akan memberikan feedback menuju ke cornu anterior. Setelah impuls tersebut mencapai
cornu anterior maka impuls feedback dari korteks motorik tadi akan di terima oleh neuron
motorik dan akan menjadikannya respon terhadap rangsangan yang diterima tersebut.

Guyton.2012.Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Edisi revisi. Jakarta:Buku


Kedokteran EGC

8. Mekanisme pengaturan aliran darah ke otak yaitu, arteri pengaliran darah dari Arkus aorta
ke Arteria karotis komunis sampai ke sinus karotikus dan ke arteria karotis interna,
sampai pada cabang arteria oftalmika dan cabang arteri lain seperti arteria serebri media,
arteria serebri anterior, arteria serebri posterior yang masing-masing saling menyuplai
darah ke setiap bagian otak. (sumber :Patofisiologi volume 2 edisi 6 2013, hal 1020).

OTAK
Page 12

9. Susunan saraf pusat :


a. Otak
1. otak besar (cerebrum)

lobus frontalis

lobus parietalis

lobus temporalis

lobus oxypitalis

2. otak kecil (cerebellum)

hemisfer dextra

hemisfer sinistra

3. batang otak (brainstem)

pons

diencephalon

hypotalamus
talamus

medula oblongata

b. medula spinalis
Medula spinalis merupakan susunan saraf pusat yang berawal dari medula
oblongata dan melewati canalis vertebra dan berakhir di lumbal 1 atau 2
Guyton.2012.Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Edisi revisi. Jakarta:Buku
Kedokteran EGC

OTAK
Page 13

10. Anatomi neuron

Dendrite

Badan sel

akson

OTAK
Page 14

STEP V
LEARNING ISSUE
1. substansi alba
Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:

badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)

serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)

sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam
system saraf pusat
(Asiah,

soesy.

(2008).

Anatomi

Fisiologi

Sistem

Saraf.

Handout

Perkuliahan.pdf)
OTAK
Page 15

2. Siklus wilisi
sirkulus arteriousus willisi
Adalah dua arteri yaitu arteria karotis interna dan vertebrobasilaris yang
dihubungkan oleh anastomosis dan membentuk sirkulus arteriosus willisi, arteria serebri
posterior dihubungkan dengan arteria serebri media ( dan arteria serebri anterior ) lewat
arteria komunikans posterior.kedua arteria serebri anterior dihubungkan oleh arteria
komunikans anterior sehingga terbentuk lingkaran yang lengkap.
(sumber

:Patofisiologi

volume

edisi

2013,

hal

1020)

OTAK
Page 16

OTAK
Page 17

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Otak adalah pusat pengendalian tubuh, bekerja mengkoordinasikan seluruh yang
terjadi di dalam tubuh kita, kepribadian, metabolisme, tekanan darah, emosi, hormon,
ingatan . Kelainan kecil pada otak akan mempengaruhi aktifitas tubuh, karenanya kita
harus selalu menjaga nutrisinya dan menjaga kesehatannya dan mengembangkannya.
Dan Otak juga mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi
tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan
suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan,
pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya
2. Saran
Kami menyadari banyak kekurangan dalam diskusi kelompok kami , semoga pada
diskusi selanjutnya kami dapat menutupi kekurangan pada presentasi kali ini. Bantuan
dan saran dari pembina dan teman-teman sangat kami butuhkan

DAFTAR PUSTAKA
OTAK
Page 18

Paulsen & Waschke.2012.Sobotta Atlas Anatomi Manusia. Jilit 3 edisi 23. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC

Eroschenko,Victor.2010.Atlas Histologi Difiore. edisi 11 .Jakarta: Penerbit Buku


Kedokteran EGC

Guyton.2012.Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Edisi revisi. Jakarta:Buku


Kedokteran EGC

Anderson, price sylvia & Lorraine McCarty Wilson. 2005. Patofisiologi konsep klinik
proses- proses penyakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Price, Wilson. (2006). Anatomi dan Fisiologi system saraf . volume 2 Edisi 6 Jakarta:
Pnerbit buku kedokteran EGC

Keith & Anne.2002.Anatomi Klinis Dasar. Jakarta: hippocrates

OTAK
Page 19