Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIKUM PENYAKIT DAN PARASIT IKAN

FUNGI (JAMUR)
Irsyah Rahmi, 05111005015
Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya
Jl. Palembang-Prabumulih, Km 32, Ogan Ilir, Sumatera Selatan

Intisari Praktikum
Jamur Rhizopus oryzae merupakan jenis kapang dari kelas Zygomycetes
ordo Mucorales dan banyak digunakan dalam pembuatan tempe di Indonesia dan
jamur ini merupakan parasit pada ikan. Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah
untuk mengetahui bentuk, ciri-ciri, gejala klinis dan mengidentigikasi jemis jamur
yang terdapat pada ikan. Praktikum ini dilakukan dengan mengambil permukaan
tempe yang berwarna putih dan kemudian diletakkan diatas preparat diberi air lalu
diidentifikasi dibawah mikroskop. Hasil yang didapat adalah jamur dapat
menyerang ikan kapan saja dan dimana saja, tergantung dengan kondisi perairan
pada tempat hidup ikan tersebut. Jamur ini memiliki anatomi yaitu terdapat hifa,
stolon, sporangiofor dan rizoid. Ikan yang terserang jamur ini akan menunjukkan
gejala klinis yaitu adanya benang halus menyerupai kapas yang menempel pada
telur atau luka pada bagian eksternal ikan. perubahan warna sirip dan tubuh ikan
menjadi merah. Jamur ini akan menyerang ikan lain yang berada dalam satu
kolam dengan ikan yang terserang jamur tersebut. Jamur ini dapat diatasi dengan
menjaga kualitas air dan membersihkan pakan yang terdapat diperairan serta dapat
diberi pengobatan.
Kata Kunci : Jamur, Rhizopus oryzae, Ikan, Gejala Klinis

Pendahuluan
Praktikum tentang jamur ini dilakukan karena mahasiswa tidak
mengetahui bagaimana bentuk jamur pada tempe dan bagaimana bentuk jamur
pada ikan. Praktikum ini dilakukan juga atas dasar untuk dapat membedakan
antara jamu pada tempe dan jamur pada ikan.
Rhizopus oryzae merupakan jenis kapang dari kelas Zygomycetes ordo
Mucorales dan banyak digunakan di Indonesia. Kapang Rhizopus oryzae berperan
penting dalam proses fermentasi kedelai menjadi tempe dengan memproduksi
enzim amilolitik, lipolitik, dan proteolitik serta hasilnya terlihat lebih padat
(Nugroho, 2007).
Selain Rhizopus oryzae pada tempe, pada ikan juga terdapat jamur, namun
jamur R. oryzae pada ikan bersifat merugikan. Infeksi jamur R. oryzae pada ikan
disebabkan karena perubahan lingkungan/musim dan kurang terjaganya kualitas
air serta sisa pakan yang tidak dibersihkan (Khariyah et al, 2012).
Ikan yang terinfeksi jamur menunjukan gejala klinis seperti, terlihat
adanya benda yang menyerupai kapas pada sirip dan permukaan kulit. Selain itu,
keberadaan jamur dalam jumlah banyak menyebabkan ikan yang terinfeksi
mengalami kematian dan menyebabkan kerugian bagi para pembudidaya
(Khariyah et al, 2012).
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum parasit jamur adalah sebagai berikut
1. Untuk mengetahui bentuk anatomi dan ciri-ciri jamur yang menjadi parasit
yang menyerang ikan dan pada aplikasi lainnya.
2. Dapat mengidentifikasi jenis jamur dan mengetahui gejala klinis yang
ditimbulkan dari parasit jamur.

METODOLOGI PRAKTIKUM
Adapun metodologi praktikum yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Parasit dan Penyakit Ikan dilakukan pada hari Rabu, 20
November 2013 pukul 14.30 WIB s.d. selesai di Laboratorium Dasar Bersama
Perikanan, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas
Sriwijaya.
2. Cara Kerja Praktikum
Adapun cara kerja yang didilakukan pada praktikum Parasit dan Penyakit
Ikan adalah sebagai berikut :
1. Ambil satu tempe yang telah tersedia.
2. Lalu ambil bagian permukaan tempe yang berwarna putih.
3. Letakkan di kaca preparat dan cacah serta diberi air lalu amati di Mikroskop.
4. Catat hasil yang didapat didalam buku gambar

HASIL DAN PEMBAHASAN


Adapun hasil yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
A. Gambar Jamur Rhizopus oryzae

Gambar jamur Rhizopus oryzae


B. Ciri-ciri Jamur Rhizopus oryzae
Adapun ciri-ciri dari Rhizopus oryzae adalah sebagai berikut:
1. Mempunyai miselium yang tidak bersekat-sekat
2. Warna miselium putih.
3. Sporangiumnya berwarna kehitam-hitaman.
4. Hidup sebagai saprofit dan sebagai parasit pada tumbuhan dan ikan.

C. Tanda-tanda klinis yang ditimbulkan oleh Jamur Rhizopus oryzae


Tanda-tanda klinis yang ditimbulkan apabila menyerang ikan adalah
adanya benang halus menyerupai kapas yang menempel pada telur atau luka pada
bagian eksternal ikan. perubahan warna sirip dan tubuh ikan menjadi merah.
Jamur ini akan cepat menular kepada ikan lain yang berada pada satu kolam.

D. Struktur Anatomi Jamur Rhizopus oryzae


Struktur anatomi jamur Rhizopus oryzae yaitu terdapat tiga tipe hifa yaitu:
1. Stolon (hifa yang membentuk jaringan pada inangnya).

2. Rizoid (hifa yang menesbus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan).
3. Sporangiofor (hifa yang tumbuh tegak pada permukaan inang).
4. Sporangium.

E. Klasifikasi Jamur Rhizopus oryzae


Klasifikasi jamur Rhizopus oryzae menurut Germain (2006) adalah
sebagai berikut:
kingdom

: Fungi

divisi

: Zygomycota

class

:Zygomycetes

ordo

: Mucorales

famili

: Mucoraceae

genus

: Rhizopus

species

: Rhizopus oryzae

F. Cara Reproduksi Jamur Rhizopus oryzae


Rhizopus oryzae mempunyai cara reproduksi secara generatif dan
vegetatif. Spora kapang dapat terbentuk pada kedua siklus tersebut. Selain itu,
Rhizopus oryzae juga bersifat heterothallik, yaitu reproduksi seksual (generatif)
dilakukan melalui fusi atau kapsulasi dari dua gametangia yang ukurannya
seimbang. Fusi ini kemudian akan menghasilkan zigospora yang kemudian akan
berkembang dan mengalami pembelahan meiosis yang diikuti oleh reduksi inti
menjadi haploid. Pada saat germinasi, dinding sel zigospora akan pecah dan
menghasilkan sporangium. Sporangium tersebut kemudian akan menghasilkan
spora

sebagai

alat

reproduksi

seksual

pada

jamur

ini.

Sedangkan

perkembangbiakan secara vegetatif (aseksual) adalah dengan pembentukan fraksi


miselium aseksual maupun sporangia secara aseksual (tidak terjadi proses
peleburan dua sel) (Pelczar dan Reid, 1974).

G. Organ yang diserang


Organ ikan yang biasa diserang oleh jamur Rhizopus oryzae adalah sirip
dan permukaan kulit. Menurut Stoskopf (1993), ikan yang terinfeksi jamur terlihat
adanya benda yang menyerupai kapas pada permukaan kulit atau insang.

H. Kondisi dan Faktor Penyebab Tumbuhnya Rhizopus oryzae pada Ikan


Kisaran suhu yang sesuai untuk pertumbuhan kapang Rhizopus oryzae
adalah sekitar 14- 44C dan suhu optimum 25 - 37C. Menurut Arbianto (1980),
kondisi suhu di Indonesia adalah sekitar 30C dengan kelembaban 90% sehingga
kondisi ini sangat sesuai untuk pertumbuhan R.oryzae. Pada pH optimum untuk
pertumbuhan R.oryzae adalah sekitar 7-7,5. Hal ini tidak terlalu berpengaruh
terhadap pertumbuhan spora dikarenakan kapang tersebut tetap tumbuh meskipun
tidak optimal.
Penyebab tumbuhnya jamur Rhizopus oryzae adalah kondisi lingkungan
dan musim yang tidak sesuai dengan tempat hisup ikan. Selain itu, pakan yang
tersisa dimedia pemeliharaan juga dapat menyebabkan ikan terserang jamur ini.
Kualitas air yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan nikan terserang jamur
tersebut sehingga menyebabkan kematian pada ikan.

I. Periode Tumbuh pada Tubuh Ikan


Periode pertumbuhan Rhizopus oryzae biasanya terjadi apabila kondisi
lingkungan dari tempat hidup ikan jelek dan kualitas airnya tidak dikontrol lagi.
Jamur ini akan menyerang ikan kapan saja dan dimana saja. Jamur akan
menyerang organ ikan yang telah terluka dan terkena penyakit. Jamur ini akan
menyerang ikan selama tidak ada penanganan yang serius dari para pembudidaya.

PENUTUP
Adapun kesimpulan dan saran dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah sebagai
berikut:
1. Rhizopus oryzae merupakan jamur yang banyak digunakan dalam pembuatan
tempe di Indonesia.
2. Pada tempe Rhizopus oryzae merupakan jamur yang menguntugkan sedangkan
pada ikan, Rhizopus oryzae merupakan jamur yang merugikan.
3. Rhizopus oryzae juga dapat menyerang ikan apabila kondisi perairan yang
tidak baik dan pakan yang membusuk diperairan.
4. Rhizopus oryzae biasanya menyerang permukaan tubuh dan sirip ikan.

2. Saran
Sebaiknya pada praktikum ini, bahan yang digunakan sebagai sampel
adalah ikan dan jangan tempe.

DAFTAR PUSTAKA
Arbianto, P. 1980. The indige4nous fermented food process. Kumpulan Paper
Fermented Food II. Bogor: Pusbangtepa IPB.
Germain, Grant, Donald Mc. 2006. Successful treatment of invasive Rhizopus
infection in a child with thalassemia. Med Mycol 44(8):771-5.
Khariyah U, Kusdarwati R, Kismiyati. 2012. Identifikasi dan prevalensi jamur
pada ikan gurami (Osphronemus gouramy) di desa Ngrajek, kecamatan
Mungkid, kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Journal of Aquaculture and
Fish Health 1(2).
Nugroho AI. 2007. Penentuan proporsi inokulum tempe tip hasil perbaikan pada
proses pembuatan tempe di ukm tempe Sanan-kota Malang [Skripsi].
Malang: Universitas Brawijaya.
Pelczar MJ, Reid R D, Chan ESC. 1974. Microbiology 4thed. New Delhi: Tata
McGrawHill Pub. Co.Ltd.
Stoskopf MK. 1993. Fish Medicinal. Philadelphia: W.B. Saunders Company.

LAMPIRAN

Gambar 1. Jamur Rhizopus oryzae pada pembesaran 10

Gambar 2. Rhizopus oryzae dari internet

Gambar 3. Rhizopus oryzae pada ikan

Gambar 4. Rhizopus oryzae pada tempe

Gambar 5. Anatomi Rhizopus oryzae

Gambar 6. Anatomi Rhizopus oryzae

Gambar 7. Anatomi Rhizopus oryzae