Anda di halaman 1dari 4

MENCEGAH FRAUD

Fraud yang terungkap merupakan bagian kecil dari seluruh fraud yang terjadi. Secara
umum fraud terjadi karena beberapa hal berikut, yaitu: fraud by needed, fraud by greed, dan
fraud by opportunity. Fraud by needed dan fraud by greed,dapat diminimalkan sejak proses
recruitment karyawan, atau melalui awareness dan pemberian contoh-contoh oleh
pemimpin atau lembaga. Sedangkan unsur opportunity biasanya ditekan dari pengendalian
intern. Disamping pengendalian internal, konsep penting lain yang terkait dengan
pencegahan fraud adalah fraud awareness dan fraud risk assessment.
GEJALA GUNUNG ES
Indikasi bahwa fraud yang terungkap, meskipun secara absolut besar, namun
dibandingkan dengan seluruh fraud yang sebenarnya terjadi, relatif kecil. Kelompok Fraud:
1.

Fraud yang sudah ada tuntutan hukumnya (prosecution)

2.

Fraud yang ditemukan, tetapi belum ada tuntutan hukumnya

3.

Fraud yang belum ditemukan

PENGENDALIAN INTERN
Definisi 1 (sebelum September 1992)
Kondisi yang diinginkan, atau merupakan hasil, dari berbagai proses yang dilaksanakan suatu
entitas untuk mencegah (prevent) dan menimbulkan efek jera (deter) terhadap fraud
Definisi 2 (sesudah September 1992)
Suatu proses yang dirancang untuk dan direncanakan leh Dewan, manajemen dan pegawai
untuk memebreikan kepastian yang memadai dalam mencapai kegatan usaha yang efektif
dan efisien, kehandalan keuangan , dan kepatuhan terhadap Undang-undang dan peraturan
lainnya yang relavan (definisi COSO)
Definisi 3 (AICPA 1998)
Untuk tujuan audit atas saldo laaporan keuangan, struktur pengendalian intern suatu entitas
terdiri atas tiga usur : lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan prosedur-prosedur
pengendalian (SAS No. 53)
Definisi 4 (khusus untuk mencegah fraud)
Suatu sistem dengan proses dan prosedur yang bertujuan khusus dirancang dan silaksanakan
untuk tujuan utama, kalau bukan satu-satunya tujuan, untuk mencegah dan menghalangi
(dengan membuat jera) terjadi fraud

FRAUD SPESIFIC INTERNAL CONTROL


Kriteria :

Pembahasan harus cukup umum, butir-butir utamanya saja, karena sangat bervariasi
antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain

Harus dirancang sedemikian rupa sehingga tanggap atau responsif terhadap kebutuhan
entitas yang bersangkutan

Penggolongan :

Pengendalian internal aktif : to prevent (mencegah)

Pengandalian internal pasif : to deter (membuat jera)

PENGENDALIAN INTERN AKTIF


Pengendalian yang membatasi, menghalangi, atau menutup akses si calon pelaku fraud.
Sarana :

Tanda tangan

Tanda tangan kaunter (caountersigning)

Password atau PIN

Pemisahan tugas

Pengendalian aset secara fisik

Pengendalian persediaan secara real time

Pagar, gembok,tembok dan semua bangunan pengahalang fisik

Pencocokan dokumen

Formulir yang sudah dicetak nomornya

PENGENDALIAN INTERN PASIF


Pengendalian yang tidak menampakkan adanya pengamanan, namun ada peredaran yang
membuat pelanggar atau pelaku fraud akan jera.
Sarana :

Pengendalian yang khas untuk masalah yang dihadapi (costumize control)

Jejak audit (audit trail)

Audit yang fokus (focused audits)

Pengintaian (survillance of key activities)

Pemindahtugasan (rotation of key personel)

1|Page

MENDETEKSI FRAUD
KESENJANGAN ANTARA KENYATAAN DAN HARAPAN
Pemakai laporan mengharapkan suatu audit umum dapat mendeteksi segala macam
fraud, baik yang melekat pada laporan keuangan maupuan yang berupa pencurian asset. Di
sisi lain akuntan publik berupaya memasang pagar-pagar yang membatasi tanggung
jawabnya, khususnya mengenai penemuan atau pengungkapan fraud.
The Treadway Commission disusul Sarbanes Oxley baru-baru ini terus berkutat dengan
fraudulent financial reporting. Fraudulent financial reporting didefinisikan sebagai sebuah
kesengajaan atau kecerobohan dalam melakukan sesuatu dan atau tidak melakukan sesuatu
yang seharusnya dilakukan, yang menyebabkan laporan keuangan menjadi menyesatkan
secara material. Penyebabnya antara lain:

Keserakahan

Adanya tekanan untuk menunjukkan prestasi

MENGENALKAN STANDAR AUDIT UNTUK MENEMUKAN FRAUD


Standar Audit memperkuat penempatan auditor independen dalam melakukan audit.
Terutama ketika ia memberikan audit yang diharapkan dapat ditemukan fraud. Dalam hal
ini perlu dibuat standar audt yang secara spesifik ditujukan untuk menemukan fraud
tersebut (fraud specific examination). Berikut beberapa hal yang perlu disadari oleh para
praktisi:
1.

Mereka tidak bisa, karenanya tidak boleh memberikan jaminan bahwa mereka bisa
menemukan fraud.

2.

Seluruh pekerjaan didasarkan atas standar audit (di Indonesia SPAP).

3.

Jumlah fee tergantung pada luas upaya pemeriksaan yang dikehendaki klien.

4.

Praktisi bersedia untuk memperluas jasanya dari tahap proactive review ke tahap
pendalaman apabila ada indikasi fraud.

AUDIT UMUM DAN PEMERIKSAAN FRAUD


ISSUE
Timing

AUDITING

FRAUD EXAMINATION

Recurring
Audit

dilakukan

Non-recurring
secara

teratur, Pemeriksaan fraud tidak berulang

berkala dan berulang kembali.

kembali, dilakukan setelah ada cukup


terindikasi.
2|Page

Scope

General

Spesific

Lingkup audit adalah pemeriksaan Pemeriksaan fraud diarahkan pada


umum atas data keuangan.

dugaan, tuduhan atau sangkaan yang


spesifik.

Objective

Oppinion

Affix Blame

Tujuan audit, untuk memberikan Tujuan pemeriksaan fraud, untuk


pendapat atas kewajaran laporam memastikan apakah fraud memang
keuangan.

terjadi dan untuk menentukan siapa


yang bertanggungjawab.

Relationship

Non-adversarial

Adversarial

Sifat pekerja audit adalah tidak Karena pada akhirnya pemeriksa


bermusuhan.

harus

menentukan

siapa

yang

bersalah, sifat pemeriksa fraud adalah


bermusuhan.
Methodology

Audit Techniques

Fraud Examination Techniques

Audit dilakukan terutama dengan Pemeriksaan fraud dilakukan dengan


pemeriksaan data keuangan.

memeriksa dokumen, telaah data


ekstern dan wawancara.

Presumption

Professional Skepticism
Auditor

melaksanakan

Proof
tugasnya Pemeriksa fraud harus berupaya

dengan professional skepticism

mengumpulkan

bukti

untuk

mendukung atau membantah dugaan,


tuduhan atau sangkaan terjadinya
fraud.

3|Page