Anda di halaman 1dari 8

Key Terms Bab 1

1. Antropologi
Secara harfiah antropologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata
antropos yang berarti manusia dan kata logos yang berarti ilmu. Jadi dapat
disimpulkan bahwa Antropologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang
manusia. Namun dalam pengaplikasiannya, antropologi tidak hanya mempelajari
manusia, namun antropologi juga mencakup sosial budaya, arkeologis, biologis dan
bahasa.
[] the most fundamental is the idea that sound conclusions about human
nature cannot be derived from studying a single nation, society or cultural tradition

Dari kalimat diatas dapat disimpulkan bahwa dalam mempelajari antropologi


seorang antropolog tidak dapat melihat sesuatu yang general mengenai antropologi
hanya dari satu negara, perkumpulan atau tradisi. Antropologi adalah ilmu mengenai
manusia secara umum, oleh karena itu dalam mempelajarinya harus dilihat secara
general dalam lingkup skala dunia dimana semua orang bisa menerapkan atau
menggunakan ilmu ini.
Antropologi tidak hanya belajar dan mengambil ilmu dari manusia masa kini
atau masa ketika ilmu itu ditemukan, antropologi juga mempelajari fosil-fosil manusia
zaman dahulu yang sudah membatu dan peninggalannya. Hal ini bertujuan untuk para
antropolog agar dapat mempelajari budaya, tradisi, perilaku dan nilai-nilai yang
dilakukan manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain sejak zaman dahulu.

2. Antropologi Terapan
Applied Anthropology is using anthropology to solve contemporary
problems. It refers to the application of anthropological data, perspectives, theory,
and methods to identify, and asses. Applied anthropology is the "field of inquiry
concerned with the relationship between anthropological knowledge and the uses of
that knowledge in the world beyond anthropology. (Antropologi Terapan digunakan
antropologi untuk memecahkan masalah kontemporer. Antropologi terapan lebih
cenderung kepada pengaplikasian antropologi dalam bentuk data, perspektif, teori,
dan metode untuk mengidentifikasi dan menduga. Antropologi terapan adalah bidang

penyelidikan yang fokus kepada hubungan antara ilmu antropologi dengan ilmu di
dunia selain antropologi.)
Antropologi terapan mengkhususkan diri pada perubahan kebudayaan yang
direncanakan. Tujuan kerja lapangan dalam antropologi terapan adalah untuk
memperkenalkan suatu perubahan tertentu pada cara hidup suatu masyarakat tertentu.
Seperti makanan, sistem sanitasi, program kesehatan atau proses pertanian.
Antropologi terapan juga biasa disebut arkeologi publik, mencakup aktivitas sebagai
manajemen sumber budaya, program edukasi publik dan pelestarian sejarah dan
budaya.
Contoh: Antropolog medis terapan mempertimbangkan antara sosiokultural
dan konteks biologis dan implikasi penyakit.
3. Antropologi Arkeologi
Antropologi arkeologi membahas mengenai perilaku manusia sejak zama
dahulu kala ketika peralatan kehidupan tidak semudah hari ini. Antropologi arkeologi
membangun kembali, menggambarkan, dan menginterpretasi perilaku manusia dan
pola kebudayaan melalui benda-benda peninggalan sejarah dan prasejarah. Para
arkeologis menemukan benda-benda yang manusia ciptakan dan gunakan pada zaman
dahulu kala seperti peralatan berburu, peralatan memasak, senjata, sampah-sampah
peninggalan prasejarah, bangunan-bangunan, dan lain sebagainya.
Arkeologis dapat menganalisa dan menjawab beberapa pertanyaan tentang
sistem perekonomian zaman dahulu, bagaimana mereka mendapatkan makanan,
apakah mereka berburu hewan, dan lain sebagainya. Mereka juga menganalisa
kebudayaan-kebudayaan pada zaman dahulu kala.
4. Asosiasi
An association is an observed relationship between two or more variables,
such as the length of a giraffe's neck and the number of its offspring. Something, for
example, the giraffe's long neck, is explained if it illustrates a general principle (a
law), such as the concepts of adaptive advantage and differential fitness. (Asosiasi
merupakan penelitian hubungan antara dua atau lebih variabel, seperti panjang leher
seekor jerapah dan angka keturunannya. Contoh, panjang leher jerapah, itu
menjelaskan bahwa ilustrasi sebagai prinsip umum (hukum), seperti konsep
keuntungan adaptasi dan perbedaan kebugaran.)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asosiasi berarti persatuan antara


rekan usaha; persekutuan dagang; perkumpulan orang yg mempunyai kepentingan
bersama; tautan dl ingatan pd orang atau barang lain; pembentukan hubungan atau
pertalian antara gagasan, ingatan, atau kegiatan pancaindra.
5. Biokultural
biocultural refers to the inclusion and combination of both biological and
cultural perspectives and approaches to comment on or solve a particular issue or
problem
Biokultural adalah perpaduan antara kondisi biologi dan kebudayaan
seseorang yang dapat digunakan untuk memecahkan/menyelesaikan suatu hal.
Keadaan biologis suatu kelompok, dapat dipengaruhi budaya yang tumbuh di
sekitarnya. Dikarenakan perbedaan jarak dan waktu (letak geografis), tiap kelompok
dalam suatu masyarakat memiliki perspektif berbeda, sehingga berdampaklah pada
keadaan biologis yang berbeda pula.
contoh: Gadis di Amerika Utara lebih terdorong dengan kompetisi olahraga
semacam senam, menyelam, berenang dan lainnya (kompetisi yang menekankan pada
individu). Berbeda dengan Gadis Brazil , mereka lebih menggemari olahraga secara
kolektif (tim), seperti basket, voli, sepak bola, dan lain sebagainya.
6. Antropologi Biologis
Biological Anthropology is the study of human biological diversity in time
and space. Biological anthropology also investigates the influence of environment on
the body as it grows and matures. Among the environmental factors that influence the
body as it develops are nutrition, altitude, temperature, and disease, as well as
cultural factors, such as the standard of attractiveness we considered
previously.(Antropologi Biologi adalah studi tentang keanekaragaman hayati
manusia dalam ruang dan waktu. Antropologi biologi juga mengkaji pengaruh
lingkungan pada tubuh seperti pertumbuhan dan kedewasaan. Diantara faktor-faktor
lingkungan yang mempengaruhi tubuh seperti yang berkembang adalah gizi,
ketinggian, temperatur, dan penyakit, serta faktor budaya, seperti standar daya tarik
kita dianggap sebelumnya.) Contoh:orang yang memiliki genetik yang
kecenderungannya dapat tinggi bisa saja pendek jika kekurangan nutrisi ketika kecil.
Antropologi biologis (juga dikenal sebagai antropologi bioanthropology dan
fisik) adalah cabang dari antropologi yang mempelajari perkembangan fisik spesies

manusia. Hal ini memainkan peran penting dalam paleoantropologi (studi tentang
asal-usul manusia) dan dalam antropologi forensik (analisis dan identifikasi jenazah
manusia untuk tujuan hukum). Ini mengacu pada manusia antropometri (ukuran
tubuh), genetika manusia (antropologi molekul) dan ilmu tulang manusia (studi
tentang tulang) dan termasuk neuroanthropology, studi tentang evolusi otak manusia,
dan budaya sebagai adaptasi terhadap lingkungan neurologis.
Dalam dua abad terakhir, ilmu antropologi biologis telah terlibat dalam
berbagai kontroversi. Pencarian untuk asal-usul manusia didampingi oleh perdebatan
evolusi dan teori-teori ras yang beragam. Ada berbagai upaya untuk mengkorelasikan
tubuh manusia dengan ciri-ciri psikologis seperti jenis kecerdasan, kriminalitas dan
kepribadian. (Matnuh: 2012)

7. Antropologi Budaya
Cultural Anthropology is the study of human society and culture, the subfield
that describes, analyzes, interprets and explains social and cultural similiarities and
differences. Cultural Anthopology uses for comparative, crosscultural. (Antropologi Budaya adalah studi tentang masyarakat manusia dan budaya,
yang menjelaskan, menganalisis, menafsirkan dan menjelaskan kemiripan sosial dan
budaya dan perbedaannya. Anthopology budaya digunakan untuk perbandingan,
lintas-budaya.)
Antropologi budaya adalah cabang antropologi yang mempelajari variasi
budaya manusia. Antropologi budaya mempelajari fakta tentang pengaruh politik,
ekonomi, dan faktor-faktor lain budaya lokal dari suatu daerah tertentu. Para ahli atau
orang yang bekerja di bidang ini dikenal sebagai antropolog budaya. Fakta budaya
biasanya diperoleh melalui berbagai metode seperti survei, wawancara, observasi, dan
lainnya.Contoh: Seorang antropolog meneliti tentang adat-istiadat di masyarakat
Badui.
8. Cultural Resource Management
cultural resource management adalah pengelolaan terhadap sumber budaya.
merupakan hasil interaksi dan atau intervensi manusia terhadap lingkungan
alam. Cultural Resource Management (CRM) merupakan upaya pengelolaan sumber
daya budaya yang memperhatikan kepentingan berbagai pihak. Konsep CRM dalam
batasan luas menempatkan masyarakat sebagai bagian yang integral atau tidak
terpisahkan dalam proses pengelolaan sumber daya arkeologi. Oleh karena itu, agar

berbagai kepentingan tersebut dapat terakomodasi dan tidak menimbulkan konflik,


maka kinerja CRM sudah pasti akan melibatkan banyak, pihak mulai dari
perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi. Kinerja CRM cenderung lebih
menekankan pada upaya pencarian solusi terbaik dan adil agar kepentingan berbagai
pihak dapat terakomodasi secara bijak. (Bambang Sulistyanto: 2011)

9. Kultur (Budaya)
Cultures are traditions and customs, transmitted trough learning, that from
and guide the beliefs and behaviour of the people expose to them. Cultures traditions
include customs and opinions, about proper and improper
behaviour. (Budaya adalah tradisi dan
kebiasaan, ditularkanmelalui pembelajaran, bahwa dari keyakinan dan perilaku orangorang menyebarkan kepada mereka. Tradisi budaya termasuk kebiasaan dan
pendapat, tentang perilaku yang tepat dan tidak tepat.)
Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran,
akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan
dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Kebudayaan
sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia,
sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok
manusia.
Sedangkan definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana
dikutip Budiono K, menegaskan bahwa, menurut antropologi, kebudayaan adalah
seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam
kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Pengertian
tersebut berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan. Contoh:
Joko menganut agama Islam Kejawen. Joko sering menyajikan sesajen ke pohon
besar atau pantai. Menurut orang tua Joko, hal tersebut memang sering dilakukan oleh
para pendahulu.

10. Etnografi
"ethnography is something fieldwork in a particular cultural setting. The
ethnographer gathers data to describes, analyzes and interprets from of a book,

article, or film. Ethnography have lived in small communities and studied local
behaviour, beliefs, customs, social life, economic activities, politics and religion."
Etnografi berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphein yang
berarti tulisan atau uraian. Etnografi lahir dari antropologi, apabila kita
mempelajari etnografi sama saja dengan kita sudah mempelajari dasar dari
antropologi. Etnografi merupakan cirri khas antropologi yang artinya merupakan
metode penelitian lapangan asli dari antropologi (Marzali 2005:42). Etnografi
berisikan tentang suku bangsa atau masyarakat yang biasanya diceritakan mengenai
kebudayaan dari bangsa tersebut. Para etnografer akan hidup bersama suku bangsa
tersebut selama beberapa waktu untuk bisa mengenali kebudayaan mereka.

11. Etnologi
Etnologi meneliti, menafsirkan, menganalisis, dan membandingkan hasil dari
penelitian etnografi. Etnologi menggunakan data tersebut untuk membandingkan
masyarakat dan budaya secara kontras. Ahli etnologi mengidentifikasi dan
menjelaskan

perbedaan-perbedaan

kebudayaan

serta

kesamaan-kesamaan

kebudayaan, untuk menguji sebuah hipotesis dan membangun teori yang bertujuan
untuk menambah pengetahuan tentang pemahaman bagaimana sebuah sistem
kebudayaan bekerja.

12. Food Production / Produksi Pangan


Food production adalah masa dimana manusia dahulu kala telah tinggal
menetap pada suatu tempat dan mengenal sistem bercocok tanam dan ternak-ternakan.
Mereka menghasilkan dan memproduksi makanan sendiri. Tidak seperti masa food
gathering saat mereka masih berpindah-pindah tempat tinggal dan mengharuskan
mereka untuk berburu makanan mereka.

13. Antropologi Umum (General Anthropology)


Antropologi secara umum, mencakup empat bagian utama, yaitu
sosiokultural (sosial dan budaya), antropologi arkeologi (mempelajari benda-benda
peninggalan lama yang bermaksud untuk menggambarkan serta menerangkan

perilaku manusia), antropologi biologi (mempelajari perkembangan fisik spesies


manusia), dan antropologi bahasa (mempelajari bentuk-bentuk bahasa). Antropologi
umum membahas dasar-dasar biologis manusia, masyarakat, dan budaya dan melihat
keterkaitan mereka semua. Sebagai suatu disiplin ilmu yang sangat luas cakupannya,
maka tidak ada seorang ahli antropologi yang mampu menelaah dan menguasai
antropologi secara sempurna. Demikianlah maka antropologi dipecah pecah menjadi
beberapa bagian dan para ahli antropologi masing masing mengkhususkan diri pada
spesialisasi sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk mendalami studi secara
mendalam pada bagian bagian tertentu dalam antropologi.
14. Holistik
Holistik mengacu pada studi tentang seluruh kondisi manusia. Holistik adalah
teori tentang pentingnya melihat seluruh aspek tubuh manusia baik dalam segi fisik,
mental, hingga kondisi sosialnya. Holistik mempelajari keseluruhan aspek fisik dan
nonfisik manusia.

15. Hipotesis
Hipotesis berasal dari bahasa Yunani, hupo dan thesis. Hupo berarti
sementara, atau kurang kebenarannya dan thesis berarti pernyataan atau teori.
Hipotesis adalah dugaan atau pernyataan sementara yang masih harus diuji dengan
data yang terkumpul melalui kegiatan penelitian.

16. Antropologi Linguistik


Antropologi linguistic adalah studi yang mempelajari tentang bahasa-bahasa
yang digunakan oleh masyakat sehari-hari untuk berkomunikasi dalam konteks sosial
dan kebudayaan. Contohnya adalah beberapa antropologis linguistik merekonstruksi
bahasa-bahasa kuno untuk mempelajari dan menjelajahi suatu peradaban-peradaban
kuno.
17. Physical Anthropology
Antropologi fisik mempelajari tentang manusia sebagai makhluk fisik yang
tumbuh dan berkembang hingga keanekaragaman manusia dilihat menurut ciri-ciri
tubuh, fenotipe dan genotipenya, warna kulit dan lainnya. Antropologi fisik dapat
dibagi lagi menjadi dua subbidang yaitu paleo-antropologi yang mempelajari tentang

asal-usul makhluk hidup dan somatologi yang mempelajari tentang keanekaragaman


ras manusia secara menyeluruh.

18. Science

Suatu usaha yang dilakukan secara sadar untuk menyelidiki dan


menemukan pemahaman manusia tentang alam semesta yg luas itu. ilmu
pengetahuan kemudia diterjemahkan dan didefinisikan menggunakan bahasa
yg dapat kita mengerti.
19. Teori

Seperangkat gagasan yang dirumuskan untuk menjelaskan sesuatu.


sebuah teori yg dianggap efektif apabila dapat menawarkan kerangka
penjelasan yg dapat diterapkan kedalam beberapa kasus.