Anda di halaman 1dari 30

Kesulitan makan

pada balita

Deddy S Putra
RSUD ArifinAchmad/Bag Anak FK.UNRI

MAKANAN YANG MEMADAI PADA


MASA BAYI DAN ANAK MERUPAKAN
FONDASI PERKEMBANANGAN
POTENSI ANAK

TUJUAN PEMBERIAN
MAKAN BAYI DAN ANAK
TUMBUH KEMBANG OPTIMAL

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN GENETIK


OPTIMAL

MANUSIA BERKUALITAS

Pengertian tentang makan


Mengkonsumsi makanan (zat gizi)
w tergantung jenis makanan yang dikonsumsi
ASI (menyusu), makan padat (makan),
makan cair (minum)
w kegiatan kompleks, melibatkan faktor fisik,
psikologik, lingkungan (orang tua)
w

Tujuan pemberian makan


w

Aspek fisiologis
memenuhi kebutuhan berbagai macam zat gizi
untuk proses metabolisme (a.l. aktifitas,
tumbuh-kembang)

Aspek edukatif
mendidik ketrampilan, membina kebiasaan,
membina selera

Aspek psikologis
memberi kepuasan kepada anak dan orang tua

Bagaimana proses makan ?


Alamiah, naluriah ?
w Perilaku kompleks ketrampilan dipelajari
bertahap, berangsur-angsur, dari ASI
sampai aneka-ragam makanan cair dan
padat
w Faktor lain yang berperan : jadwal,
lingkungan, kejiwaan (interaksi penuh kasih
sayang)
w

Kiat pemberian makan


pada bayi/balita
Memenuhi semua kebutuhan energi dan zat gizi
sesuai dengan umur
w Susunan hidangan disesuaikan dengan pola menu
seimbang
w Bentuk dan porsi makan disesuaikan dengan daya
terima, toleransi, dan keadaan faali bayi/anak
w

memperhatikan kebersihan perorangan / lingkungan

Jenis makanan dan Bahan makanan


Makronutrien
karbohidrat (bahan makanan pokok)
protein
hewani (nilai biologi tinggi)
nabati (nilai biologi rendah)
lemak
Mikronutrien
vitamin
mineral

Contoh Jadwal Pemberian Makan


Makanan Pembuka --------w Sarapan Pagi ----------------w Makanan Selingan -----------w Makan Siang ----------------w Makanan Selingan ----------w Makan Malam ---------------w Makanan Penutup ----------w

jam 06.00
jam 08.00
jam 10.00
jam 12.00
jam 16.00
jam 18.00
jam 20.00

MAKANAN

KETERAMPILAN
HARUS DILATIH
BUDAYA/ISOLASI/EKONOMI

KUANTITAS
KUALITAS

MAKAN

ORGANIK
PSIKOLOGIK/
KEJIWAAN

KALORI
PROTEIN
KARBOHIDRAT
LEMAK
VITAMIN
MINERAL

Rongga Mulut
Saluran Cerna
Organ Lain
Metabolik

TUMBUH
KEMBANG

NORMAL

TIDAK NORMAL

Tentukan penyebabnya
Tentukan dampak yang terjadi
Perbaiki
o Penyebab & dampaknya
o Nutrisi
o Pendidikan
o Fisioterapi

Batasan Kesulitan Makan


Bermacam-macam, tergantung sudut
pandang
w Ilmu Gizi / Nutrisi Klinik :
w

ketidak-mampuan bayi/anak untuk


mengkonsumsi makanan yang diperlukan,
secara alamiah, wajar, dengan menggunakan
mulut secara sukarela

Penyebab Kesulitan Makan


Tergantung usia, dari bayi
18 tahun
w Berlainan dalam bentuk, derajat, lama dan
penyebab
tunggal atau multifaktorial
w

faktor nutrisi
faktor penyakit/kelainan organik
faktor penyakit/kelainan kejiwaan
w

Kelainan kemampuan mengkonsumsi


makanan : konsumer pasif /semi-pasif/aktif

Faktor Nutrisi (bayi 0-1 tahun)


Bersifat mekanis : kurang ketrampilan
dalam meyusu dan mengkonsumsi makanan
lain karena hambatan perkembangan
w Bentuk kesulitan makan : makan kurang/
berlebihan / gumoh/ muntah/ diare/
konstipasi/ kolik
w Kurang pembinaan makan
w

Kurang Pembinaan Makan


w
w
w
w

Manajemen pemberian ASI kurang


Pengenalan makanan padat terlalu dini/lambat
Pemberian makan kurang sesuai dengan
perkembangan
Jadwal makan kurang luwes
cara pemberian
memaksa
Makanan tidak sesuai dengan keterimaan
(acceptance), keserasian (tolerance), ketidakcocokan (alergi), kesukaan (like) dan ketidak

sukaan (dislike)

Faktor Nutrisi (usia 1-5 tahun)


Mengkonsumsi makan dengan menghisap
(suckling) diganti dengan makan (eating)
w Gangguan nafsu makan meningkat
meningkatnya ruang gerak dan lingkungan
meningkatnya penyakit infeksi
w

meningkatnya penyakit kekurangan gizi

Faktor Penyakit/kelainan organik


Kelainan/penyakit gigi-geligi dan rongga mulut
w Kelainan/penyakit pada bagian lain saluran cerna
w Penyakit infeksi
w Penyakit non-infeksi : jantung, paru, saraf dan
otot, metabolik, endokrin, dll
w

Faktor gangguan/kelainan psikologis


w Distorsi

hubungan interaksi
pemberian makan
anoreksia
atau hiperoksia
w Umumnya terjadi pada masa
remaja

Dampak Kesulitan Makan


Pada kesehatan, aktifitas, tumbuh-kembang
w Tergantung berat dan lamanya kesulitan maka
w

Dampak
kekurangan : deplesi, defisiensi, malnutrisi
kelebihan : overweight, obesitas, hipervitaminosis

Awal Yang Sehat


w

Nutrisi yang sehat merupakan kunci dari


pertumbuhan dan perkembangan:

Fisik
Sosial
Emosi
pengetahuan
Bahasa

Keadaan malnutrisi yang lama akan


mempengaruhi perkembangan anak:
Langsung: mengganggu struktur
perkembangan otak
Tidak langsung: menekan aktifitas motorik
dan maupun stimulasi lingkungan

TUMBUH KEMBANG OTAK


PRENATAL
(TRIMESTER I)

POST NATAL
0-6 BULAN: TERCEPAT
6 BULAN-->2/3 TAHUN LAMBAT
> 3 TAHUN: TAK TUMBUH LAGI
1 TRILIUN NEURON
GIZI SANGAT PENTING!

NUTRIEN UNTUK OTAK


w

PROTEIN : asam amino : taurin, triptofan,

tirosin,.

LEMAK : - as.linoleat/w-6, as.linolenat/w-3


- as.oleat/w-9

KARBOHIDRAT : glukosa, galaktosa

VITAMIN : vit.B1, B6, as.folat,

MINERAL : I, Fe, Zn, Mg, Ca

choline, dll

Anak dan nutrisi


Keadaan malnutrisi pada anak akan
mengganggu perkembangan perilaku dan
kognitif.
w Nutrisi pada tahun-tahun pertama kehidupan
anak mempengaruhi status kesehatannya,
kemampuan belajarnya, berkomunikasi,
berfikir secara analitik, bersosialisasi dan
beradaptasi dengan lingkungan.
w

Penyebab menurunnya grafik


pertumbuhan pada anak
Makanan pendamping yang bulky
Makanan pendamping (makanan padat)
kurang berkualitas
MP pada anak-anak di Indonesia banyak
bersumber dari nabati
ASI diberikan hanya sebagai rasa nyaman
saja.

Nutrisi & proses belajar


Nutrisi yang baik berupakan akar dari
semua proses pembelajaran.
Bila tubuh tidak sehat, maka tiap pekerjaan
yang seharusnya dikerjakan menjadi sangat
sulit dilakukan.

Nasihat Nutrisi
Perhatikan ukuran porsi makanan.
Perhatikan kandungan zat gizi untuk
tumbuh kembang
Balans makanan yang dimakan dan
aktifitas.
Sediakan makanan dirumah dengan
makanan yang bergizi dan sehat.

KESALAHAN
Minum jus terlalu banyak
Memaksa anak makan padahal anak tidak
lapar
Memaksa anak makan padahal anak tak
menginginkannya
Makan makanan terlalu manis, soft drink,
kembang gula

Tatalaksana mengatasi kesulitan


makan
Mencakup tiga aspek
identifikasi faktor penyebab
evaluasi faktor dan dampak
nutrisi (menggunakan KMS)
melakukan upaya perbaikan

Ringkasan dan Kesimpulan


Kiat pemberian makan yang sehat pada bayi
dan balita, harus mempertimbangkan faktor
kecukupan zat gizi sesuai usia
pola menu seimbang
bentuk serta porsi disesuaikan dengan daya
terima, toleransi, dan keadaan faali bayi dan
anak
kebersihan perorangan dan lingkungan

Terima kasih