Anda di halaman 1dari 2

Jawaban No 1 SGD pertama

Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan


hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta keterikatan, dan kebutuhan
untuk memberikan dan mendapatkan maaf (Hamid, 2000).Manusia sebagai
klien yang merupakan makhluk bio-psiko-sosio dan spiritual merupakan
kesatuan dari aspek jasmani dan rohani yang memiliki sifat unik dengan
kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangan masingmasing (Kusnanto, 2004).
Perawat sebagai tenaga kesehatan professional mepunyai kesempatan
paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan
keperawatan yang holistik meliputi bio-psiko-sosio-spiritual. Perawat harus
berupaya membantu memenuhi kebutuhan spiritual klien sebagai bagian dari
kebutuhan menyeluruh klien (Hamid, 2000). Hasil penelitian dari Sonontiko
(2002)

menunjukkan

kebutuhan

spiritual

bahwa
di

Rumah

pemahaman
Sakit

perawat

biasanya

tentang

kurang

pemenuhan

optimal,

perawat

diharapkan memperhatikan dan berusaha memenuhi kebutuhan spiritual pasien


agar mutu pelayanan perawatan meningkat. Kesejahteraan spiritual dari
individu dapat mempengaruhi tingkat kesehatan dan perilaku perawatan diri
yaitu sumber dukungan untuk dapat menerima perubahan yang dialami (Hamid,
2000).

Spiritualitas mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan hidup pada individu.


Spiritualitas berperan sebagai sumber dukungan dan kekuatan bagi individu. Pada saat stres
individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya. Dukungan ini sangat diperlukan
dalam ruangan ICU untuk menerima keadaan sakit yang dialami, khususnya jika penyakit
tersebut memerlukan proses penyembuhan yang lama dan hasilnya belum pasti. (Taylor, et al,
1997).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Haris (1999 dalam Hawari, 2005) pada
pasien penyakit jantung yang dirawat di unit perawatan intensif yang diberikan pemenuhan
kebutuhan spiritualitas hanya membutuhkan sebesar 11% untuk pengobatan lebih lanjut.
Menurut American Psychological Association (1992 dalam Hawari, 2005) bahwa spiritualitas
dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengatasi penderitaan jika seseorang sedang
sakit dan mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan. Hal ini juga didukung

penelitian yang dilakukan oleh Abernethy (2000 dalam Hawari, 2005) bahwa spiritualitas dapat
meningkatkan imunitas yaitu kadar interleukin-6 (IL-6) seseorang terhadap penyakit sehingga
dapat mempercepat penyembuhan bersamaan dengan terapi medis yang diberikan.
Pentingnya spiritual care bagi klien di ruang Intensive Care yaitu sebagai sumber
kekuatan dan akan memberi rasa aman ketika klien menghadapi stress emosional, penyakit fisik,
bahkan kematian khususnya di ruang Intensive Care.