Anda di halaman 1dari 48

AJARAN TETANGGA

Mayoritas Kristen berpendapat bahwa kitab mereka ?Alkitab- adalah kitab suci yang memuat
firman-firman Allah, sebagian Kristen yang lain berpendapat Alkitab adalah tulisan manusia
yang terinspirasi oleh roh suci, sebagian yang lain lagi berpendapat Alkitab adalah kitab sejarah
yang mengandung pelajaran-pelajaran yang penuh hikmat dan berguna bagi kehidupan manusia.
Apapun definisi Alkitab, tentulah tidak boleh mengubah-ubah isi Alkitab sehingga dapat
mengubah makna sebuah ayat dari makna semula.
Jika dikatakan Alkitab sebagai kitab suci yang memuat firman-firman Allah, mengubahnya
berarti akan menjadikan kitab suci tersebut tidak suci lagi, karena telah terkontaminasi oleh
campur tangan manusia.
Jika dikatakan Alkitab adalah tulisan manusia yang terinspirasikan oleh roh suci, mengubah
sebagian saja ayat-ayat di dalamnya, akan menjadi tidak bernilai apa yang disebut sebagai
?inspirasi roh suci?, karena hal tersebut berarti telah mempersamakan antara ?inspirasi roh suci?
dengan ?tulisan biasa oleh manusia?, kecuali hendak dikatakan lagi bahwa manusia yang
mengubah-ubah ayat tersebut adalah atas inspirasi roh suci juga.
Dan jika dikatakan Alkitab adalah kitab sejarah yang mengandung hikmat, maka mengubah teks
dan makna ayat dalam kitab tersebut, akan dapat mengakibatkan adanya perubahan yang tidak
sesuai dengan sejarah aslinya, dengan kata lain perubahan teks ayat dapat berakibat adanya
kepalsuan sejarah, sehingga hikmat yang didapatpun hanya berupa hikmat fatamorgana,
dilihatnya ada tetapi sejatinya tidak ada. Kecuali hendak dikatakan juga, tidak apa-apa
memalsukan sejarah asal masih tetap bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Pertanyaannya, apakah ada perubahan-perubahan ayat dalam Alkitab sehingga dapat mengubah
arti yang sesungguhnya ? Apakah benar perubahan-perubahan tersebut tidak mengubah makna
yang sebelumnya ?.
Mari kita ambil beberapa contoh adanya perubahan-perubahan teks Alkitab yang secara standart
umum telah mengubah makna semula.
Memperhalus ayat-ayat porno
Ada beberapa/banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang secara standart umum dapat disebut sebagai
ayat-ayat porno, misalnya :
"Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya
seperti zakar kuda." Yehezkiel 23:20-21
Ayat-ayat tersebut adalah ayat-ayat yang sudah mengalami modifikasi guna memperhalus
makna vulgar dan porno. Ayat-ayat dengan susunan kata-kata seperti di atas terdapat dalam
Alkitab terbitan LAI ? Lembaga Alkitab Indonesia - terjemahan baru, dalam terjemahan LAI
tahun 1970, ayat-ayat tersebut tersusun atas kata-kata sebagai berikut :
"Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan
jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan." Yehezkiel 23:20
Dari kedua terjemahan tersebut terdapat perbedaan yang sangat mencolok yaitu :
Auratnya seperti aurat keledai --LAI 2004
Pelirnya seperti pelir keledai --LAI 1970
Di mana kata pelir telah diganti dengan kata aurat, padahal antara pelir dan aurat adalah dua kata
yang jauh berbeda, aurat memiliki pengertian yang banyak, diantaranya : pusar, perut, dada,
1

paha, pantat dan lain-lain, sementara pelir adalah untuk menunjukkan alat kemaluan yang khas
bagi seorang lelaki atau alat reproduksi hewan jantan.
Masih dalam ayat tersebut, kata-kata yang ada dalam terjemahan LAI 1970, ternyata telah
dihilangkan dalam terjemahan LAI 2004, yaitu :
pancarannya seperti pancaran kuda jantan
Di mana susunan kata-kata tersebut untuk menggambarkan semburan sperma yang keluar dari
pelir seorang lelaki yang sangat birahi.
Penghilangan susunan kata-kata yang sangat porno dan vulgar tersebut dan perubahan dari kata
pelir menjadi aurat, sudah cukup untuk dapat dikatakan bahwa mereka telah mengubah ayat-ayat
dalam Alkitab. Di mana perubahan tersebut telah mengubah makna yang semula.
Pada tahun 1562, Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara oleh
lembaga inkuisisi karena telah menyusun terjemahan dari kitab yang berbahasa Ibrani asli, tentu
saja hasilnya adalah terjemahannya yang sangat vulgar dan porno.
Kalau Alkitab dikatakan sebagai firman Allah, atau sebagai tulisan manusia yang terinspirasi
oleh roh suci atau kitab sejarah yang mengandung pelajaran-pelajaran yang penuh hikmat,
tentulah tidak dibenarkan dengan alasan apa-pun mengubah teks yang berakibat berubahya
makna, karena perubahan tersebut secara tidak langsung sama halnya dengan menyatakan Allah
tidak becus dalam berfirman karena isinya sangat vulgar dan porno, atau secara tidak langsung
menyatakan bahwa roh suci telah salah menginspirasikan hal yang vulgar dan porno kepada
manusia atau secara tidak langsung, perubahan tersebut akan mengubah hikmat yang terkandung
di dalamnya.
Menyelewengkan Kisah Penyaliban
Ada perubahan radikal sebesar 180 derajat antara Al-kitab terjemahan lama dengan Alkitab
terjemahan baru, perubahan tersebut adalah tentang kisah penyaliban, yang secara leteral
perubahan tersebut telah mengubah arti dari yang disalib bukan Yesus kepada arti yang di salib
adalah Yesus.
Untuk mempermudah penjelasan, mari kita cermati dengan seksama gambar 1 dan gambar 2
sebagai ilustrasi dari apa yang dikisahkan oleh Alkitab Terjemahan Lama dan Alkitab
Terjemahan Baru terutama tentang perkataan orang yang disalib kepada Ibu Yesus dan seorang
laki-laki yang ada di samping ibu Yesus.

Gambar 1 : Alkitab Terjemahan Lama

Gambar 2 : Alkitab Terjemahan Baru


Pada gambar 1, tampak nyata bahwa orang yang disalib bukanlah Yesus, karena orang yang
disalib mengatakan kepada ibu Yesus ?Hai perempuan, tengoklah anakmu? yang menunjukkan
bahwa anak ibu Yesus adalah yang berada di samping ibu Yesus.
Sedang seorang laki-laki yang di samping ibu Yesus adalah Yesus sendiri, karena orang yang
disalib mengatakan kepada laki-laki tersebut memerintahkan melihat ibunya yang ada di
sampingnya dengan perkataan ?tengoklah ibumu?
Sangat jelas dan gamblang, Terjemahan Lama secara tekstual dan kontekstual memberikan arti
bahwa orang yang disalib bukanlah Yesus.

Terjemahan semacam itu, tentu dipandang membahayakan bagi doktrin ke-Kristen-an yang
menyatakan Yesus mati disalib sebagai korban penebusan dosa, oleh karenanya ada kepentingan
untuk mengubah teks perkataan orang yang disalib agar tidak menunjukkan bahwa orang yang
disalib bukanlah Yesus.
Perubahan tersebut, dapat kita lihat pada Terjemahan Baru oleh LAI tahun 2004. (gambar 2)
Pada terjemahan tersebut, perkataan orang yang disalib dirubah menjadi ?Ibu, inilah anak-mu?
yang semula perkataan orang yang disalib berbunyi ?Hai perempuan, tengoklah anakmu?,
perubahan tersebut memberikan arti baru yaitu bahwa orang yang disalib adalah anak ibu Yesus
yaitu Yesus sendiri, dan memberikan arti baru bahwa orang yang berada di samping ibu Yesus
adalah salah satu murid Yesus, yang semula memberikan arti kuat bahwa orang yang disalib
bukanlah Yesus, dan orang yang di samping Ibu Yesus adalah Yesus sendiri..
Bisa saja orang-orang Kristen menyangkal bahwa baik terjemahan lama dan terjemahan baru
sama-sama memberikan arti bahwa yang disalib adalah Yesus dan orang yang berada di samping
ibu Yesus adalah salah seorang murid Yesus, kalau artinya sama saja, lalu apa perlunya
mengubah-ubah perkataan, bukankah telah diklaim bahwa Alkitab adalah Firman Allah,
bukankah telah diklaim bahwa Alkitab adalah tulisan manusia yang terinspirasikan oleh roh
suci, bukankah diklaim bahwa Alkitab adalah kitab sejarah.
Adanya perubahan tersebut telah mementahkan klaim orang-orang Kristen tersebut dan
menjadikan Alkitab tak ubahnya seperti tulisan-tulisan manusia yang lainnya tentang biografi
yang bisa saja salah dalam mengisahkannya.
Bagi orang yang berada di luar Kristen yang terbebas dari doktrin gereja, permasalahannya
nampak jelas, bahwa semuanya agar selaras dengan doktrin gereja.
Contoh-contoh lainnya
Berikut ini contoh-contoh perubahan teks Alkitab yang menyebabkan berubahnya sebuah
hukum atau sejarah.
1. Babi menjadi Babi Hutan
dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, ia itu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada
memamah biak, maka haramlah ia kepadamu.. Imamat 11:7 Terjemahan Lama
Dengan ayat tersebut, maka seluruh jenis babi adalah Haram hukumnya bagi orang Kristen,
tetapi, tiba-tiba saja Alkitab Terjemahan Baru telah berubah artinya seperti berikut ini :
Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi
tidak memamah biak; haram itu bagimu. Imamat 11:7 Terjemahan Baru
Terlihat adanya perubahan dari babi menjadi babi hutan, sehingga babi yang haram hanya babi
hutan saja yag semula segala jenis babi. Tidak diketahui alasan yang menyebabkan para
penginjil mengubah arti dari babi menjadi babi hutan.
Bisa saja suatu saat nanti, babi hutan menjadi halal, agar orang-orang Kristen yang berada di
hutan-hutan seperti Irian Jaya dan Kalimantan dapat memakan daging babi hutan.
2. Kelinci menjadi kelinci Hutan
?. yang tiada boleh kamu makan ?.. yaitu unta dan kawelu dan kelinci,?haramlah ia kepadamu.
Ulangan 14:7 Terjemahan Lama
Menurut ayat tersebut, daging kelinci haram hukumnya bagi umat Kristen, namun ayat tersebut
telah dirubah menjadi :

?.. tidak boleh kamu makan .. unta, kelinci hutan dan marmot, haram semuanya itu bagimu.
Ulangan 14:7 Terjemahan Baru
3. 40.000 menjadi 4.000
Dan lagi adalah pada raja Sulaiman empat puluh ribu kandang akan segala rata baginda dan dua
belas ribu orang berkuda. 1 Raja-raja 4:26 Terjemahan Lama
Dirubah menjadi :
Lagipula Salomo mempunyai kuda empat ribu kandang untuk kereta-keretanya dan dua belas
ribu orang berkuda. 1 Raja-raja 4:26 LAI 1979
4. 7 Menjadi 3
?. Maukah engkau suatu bala kelaparan tujuh tahun lamanya berlaku dalam negerimu? ?.. 2
Samuel 24:13 Terjemahan Lama
Dirubah menjadi
?? "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? ? 2 Samuel 24:13
Terjemahan Baru
Dan masih banyak kalau kita mau menelusuri adanya ayat-ayat dalam Alkitab yang dirubahrubah arti dan maksudnya. Di mana perubahan-perubahan tersebut telah menyebabkan Alkitab
sebagai firman Allah atau tulisan manusia yang terins-pirasi oleh roh suci adalah klaim kosong
belaka.
Allah SWT telah memberitahukan kepada umat Islam akan perbuatan mereka tersebut :
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari
mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya,
sedang mereka mengetahui? -QS. 2:75Demikian uraian ini, semoga dapat menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi aqidah umat
Islam. Amien. (al-islahonline)

Dec 29, 2008

Dalam ayat pertama dijelaskan bahwa Allah swt menyesal dan sedih karena telah menciptakan
manusia. Tidakkah Allah Maha Pencipta dan Maha Mengetahui segala yang telah, sedang, dan
akan terjadi? Dan pada ayat kedua diceritakan bahwa Allah bergumul melawan Nabi Yakub, dan
Allah kalah. Subhanallah, Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan!! Tidakkah
mengherankan akal sehat kita bahwa Tuhan yang diimani oleh umat Kristen berkali-kali tidak
berdaya melawan manusia, sekali kalah duel melawan Nabi Yakub dan tidak berkutik saat
disiksa dan dibaptis di kayu salib oleh kaum Yahudi!!
Begitu banyak ayat yang menghina kemuliaan para Nabi dan Rasul Allah. Ayat-ayat tersebut
menuduh mereka melakukan perbuatan yang hina dan tercela, seperti Nabi Nuh yang dituduh
mabuk dan bertelanjang bulat (Kejadian 9:20), Nabi Luth yang dituduh berzinah dengan dua
anak kandungnya hingga melahirkan anak-anak hasil perzinahan (Kejadian 19:30-38), Nabi
Yehuda yang berzinah dengan mantan menantunya (Kejadian 38:16-18), Nabi Daud yang
dituduh menipu Uria dan berzinah dengan istri Uria (II Samuel 11;2-5), dan Nabi Sulaiman
dituduh gila wanita dan mendurhakai Tuhan (Raja-Raja I 11:1-4).
4

Dengan kata-kata yang begitu kasar dan joroknya hingga penulis tidak berani mengutipnya
dalam tulisan ini, Bibel menceritakan kisah-kisah yang sangat tidak masuk akal mengenai Nabi
dan Rasul Allah yang mulia.
Mungkinkah kitab suc mengandung tulisan yang bahasanya bahkan lebih jorok dibandingkan
buku-buku cerita porno yang dijual di kaki lima?

Dec 29, 2008

PENDAPAT UMAT KRISTEN TENTANG KEPALSUAN BIBEL


David F. Hinson dalam buku The History of Israel (2001) menyatakan,"Dalam mempelajari
sejarah Israel hendaknya selalu diingat bahwa kita berhadapan dengan legenda dan bukan
sejarah. Cerita-cerita itu bukanlah laporan-laporan yang ditulis segera setalah peristiwa itu
terjadi namun ditulis beberapa abad kemudian sebagai hasil ingatan seorang ayah yang bercerita
kepada anak-anaknya dari satu generasi ke generasi berikutnya."
Dr.GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967) menyatakan
terus terang,"Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan dalam
Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita
pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya."
Prof. Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan, "Tujuan
mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai dengan ajaran
yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan
keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan."

Dec 29, 2008


SIMPULAN
Dari tulisan di atas, jelas bisa disimpulkan bahwa tudingan mengenai kepalsuan Bibel ternyata
bukan saja terbukti dari ayat-ayat Bibel sendiri, namun juga diakui oleh para pemuka agama
Kristen di seluruh dunia dan juga dari perubahan-perubahan ayat yang niscaya masih terjadi
sampai saat ini.
Mudah-mudahan, tulisan ini dapat membuat kita terus bersyukur atas nikmat Iman dan Islam
yang Allah berikan kepada kita. Kita juga bisa merasa lega dan aman atas kebenaran Al Quran
karena Allah telah berjanji untuk tetap menjaga kemurnian dan kebenarannya.
"Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya." (QS Al Hijr:9)
Referensi Tambahan:
* Attaurrahim, Muhammad, Misteri Yesus dalam Sejarah, 1996, Pustaka Dai
5

* Deedat, Ahmed, Is the Bible Gods Word?, 1987, IPCI South Africa
* Ridenour, Fritz, Dapatkah Alkitab Dipercaya?, 1985, BPK Gunung Mulia
vx
Dec 29, 2008
Paulus Dingklang wrote:
SIMPULAN
Dari tulisan di atas, jelas bisa disimpulkan bahwa tudingan mengenai kepalsuan Bibel ternyata
bukan saja terbukti dari ayat-ayat Bibel sendiri, namun juga diakui oleh para pemuka agama
Kristen di seluruh dunia dan juga dari perubahan-perubahan ayat yang niscaya masih terjadi
sampai saat ini.
Mudah-mudahan, tulisan ini dapat membuat kita terus bersyukur atas nikmat Iman dan Islam
yang Allah berikan kepada kita. Kita juga bisa merasa lega dan aman atas kebenaran Al Quran
karena Allah telah berjanji untuk tetap menjaga kemurnian dan kebenarannya.
"Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya." (QS Al Hijr:9)
Referensi Tambahan:
* Attaurrahim, Muhammad, Misteri Yesus dalam Sejarah, 1996, Pustaka Dai
* Deedat, Ahmed, Is the Bible Gods Word?, 1987, IPCI South Africa
* Ridenour, Fritz, Dapatkah Alkitab Dipercaya?, 1985, BPK Gunung Mulia
vx
betul betul bagus

Dec 29, 2008

Paulus Dingklang wrote:


PENDAPAT UMAT KRISTEN TENTANG KEPALSUAN BIBEL
David F. Hinson dalam buku The History of Israel (2001) menyatakan,"Dalam mempelajari
sejarah Israel hendaknya selalu diingat bahwa kita berhadapan dengan legenda dan bukan
sejarah. Cerita-cerita itu bukanlah laporan-laporan yang ditulis segera setalah peristiwa itu
terjadi namun ditulis beberapa abad kemudian sebagai hasil ingatan seorang ayah yang bercerita
kepada anak-anaknya dari satu generasi ke generasi berikutnya."
Dr.GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967) menyatakan
terus terang,"Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan dalam
Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita
pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya."
Prof. Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan, "Tujuan
mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai dengan ajaran
yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan
keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan."
ivx
yang berpendapat rata-rata adalah pakar bibel, tentunya lebih faham, tapi kenapa kristian yg

tidak faham membantah?

Pdt kakibara wrote:


Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar
Alkitab lainnya karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang
diangap asli, artinya sebanyak 82% ayat bibel itu PALSU!!!
ya amppppunnnn, banyak kalimat dan perintah yesus yg hilang dan masih misteri.
namun Dr. Robert W. Funk dan 74 pakar alkitab itu di pecat.
Hahahaahahahahah...
Menggugat Kepalsuan Bible
" Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka,
kemudian berkata: Alkitab ini adalah dari Allah, untuk dijual dengan murah.
Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, karena perbuatan
mereka." (QS Al Baqarah:79)
PENDAHULUAN
Kitab Suci merupakan hal yang vital dalam kehidupan beragama. Dalam Islam, kitab
suci merupakan kitab yang memuat firman Allah swt yang digunakan sebagai panduan
bagi orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat Al Quran:
"Kitab ini (Al Quran) tidak ada keraguan atasnya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa."
(QS Al Baqarah:2-5)
Sebelum masa Rasulullah Muhammad saw, Allah telah mengutus beberapa Rasul untuk
mengajarkan keesaan Allah. Di antara mereka, ada yang dibekali dengan kitab suci,
termasuk di antaranya adalah Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Daud as, dan Nabi
Isa as.
Agama Kristen, yang mengaku sebagai pengikut nabi Isa as., mengimani keberadaan
kitab-kitab nabi Musa (Taurat), nabi Daud (Zabur atau yang mereka sebut dengan
Mazmur), dan nabi Isa (Injil). Kitab Taurat, Zabur, dan Injil tersebut dipadukan dalam
sebuah kitab, bersama beberapa surat-surat pendek lainnya, menjadi Bibel yang
kemudian diakui umat Kristen sebagai kitab suci agama mereka.
Seiring dengan pengaruh Kaisar Romawi dan Konsili Gereja pada masa kekaisaran
Romawi, maka kesucian dan keaslian kitab suci agama Kristen pun mulai ternodai.
Noda-noda yang mencemari kesucian kitab suci inilah yangakan kita kupas bersama.
PENJELASAN MENGENAI KITAB BIBEL
Kitab Perjanjian Lama
Bibel terdiri dari dua kitab utama yaitu Kitab Perjanjian Lama (The Old Testament) dan
Kitab Perjanjian Baru (The New Testament). Kitab Perjanjian Lama sering disebut
sebagai Kitab TENAKH, terdiri dari tiga bagian yaitu Tora, Nebi'im, dan Ketubim.
Tora atau Taurat berarti pengajaran. Kitab Taurat ini memuat lima kitab, yaitu Kejadian,
Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Nebi'im berarti kitab nabi-nabi terkemudian,
yang terdiri dari kitab nabi Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja,
Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria, dan Maleakhi. Ketubim
berarti pujian, terdiri dari kitab-kitab Zabur atau Mazmur, Amsal Sulaiman, Ayub,
Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, Tawarikh I,
dan Tawarikh II.
7

Meskipun umat Kristen Protestan dan Katolik Roma sama-sama mengakui Bibel sebagai
kitab suci mereka, namun toh Bibel yang mereka gunakan berbeda. Bible Katolik Roma
lebih tebal dibandingkan dengan Bibel Kristen Protestan karena jumlah kitab pada Kitab
Perjanjian Lama Katolik Roma lebih banyak 9 buah dibandingkan yang digunakan
Kristen Protestan. 9 kitab tersebut dianggap oleh Gereja Protestan tidak layak dianggap
sebagai kitab suci. (Subhanallah, ini yang salah apakah karena 9 kitab tersebut
sebenarnya buatan manusia biasa atau manusianya yang merasa bisa menentukan
kesucianfirman Tuhan?!)
Perjalanan panjang kitab Taurat berawal dari wafatnya Nabi Sulaiman tahun 992 SM.
Kerajaan beliau selanjutnya terpecah menjadi dua, di utara dinamakan Kerajaan Israel
dengan ibukota Samaria, dan di selatan dinamakan Kerajaan Yehuda dengan ibukota
Yerusalem. Yerusalem adalah tempat penyimpanan naskah asli Taurat sehingga warga
Israel sering beribadah di Yerusalem.
Tindakan itu membuat raja Israel tersinggung, dan mengubah kota Bethel sebagai pusat
peribadatan baru dan membuat patung-patung anak lembu untuk dijadikan sesembahan.
Akhirnya, rakyat Israel kembali pada ajaran paganisme (menyembah berhala).
Karena rakyat Israel sudah kembali terbiasa menyembah berhala, maka mereka pun
lambat laun melupakan kitab Taurat. Allah memberikan adzab kepada mereka melalui
bangsa Asyur yang melakukan pembuangan masyarakat Israel dan melakukan kawin
campur secara paksa sehingga terjadi asimilasi keturunan dan kepercayaan.
Bangsa Yehuda sendiri juga mulai melanggar banyak hukum Taurat sehingga Allah
menghancurkan mereka, melalui raja Babylonia, Nebukanedzar. Tempat-tempat ibadah
mereka, termasuk tempat penyimpanan naskah asli Taurat dihancurkan. Nebukanedzar
juga memaksa bangsa Yehuda melakukan kawin campur sehingga terjadi pula asimilasi
kebudayaan. Karena dua kejadian ini, maka baik masyarakat Israel maupun Yehuda
banyak yang melupakan bahasa Ibrani.
Nabi Uzair as pernah mencoba menulis ulang kitab Taurat nabi Musa as dalam bahasa
Aram, karena bangsa Yahudi sudah banyak yang tidak bisa berbahasa Ibrani lagi.
Naskah berbahasa Aram ini sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani yang dikenal
sebagai Naskah Septuaginta. Namun kedua naskah tersebut hilang pada abad 2SM.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa kitab Taurat nabi Musa as sudah lenyap sejak abad
ke-6 SM. Begitu pula salinan Nabi Uzair dan naskah Septuaginta. Lalu siapa yang
menulis Ktab Perjanjian Lama yang sekarang digunakan umat Kristen Protestan dan
Katolik Roma? Tdak ada umat Kristen yang dapat menjawab pertanyaan sederhana ini.
Kitab Perjanjian Baru
Kitab Perjanjian Baru terdiri dari empat kitab Injil (karangan Matius, Markus, Lukas, dan
Yohannes), 13 surat yang ditulis Paulus, 3 surat Yohannes, 1 surat Yakobus, 1 surat
Yudas, 2 surat Petrus, 1 surat Lukas kepada orang Ibrani, dan Wahyu kepada Yohannes.
Semua surat yang ditulis Paulus, Yakobus, Yohannes, Yudas, Petrus, dan lain-lain jelas
bukan firman Tuhan. Bagaimana dengan empat kitab Injil tersebut?
Nama yang melekat di belakang kata Injil adalah nama penulis Injil tersebut, yaitu
Matius, Markus, Lukas, dan Yohannes. Namun siapakah keempat orang tersebut? Tidak
ada keterangan yang jelas. Matius dan Yohannes penulis Injil bukanlah Matius dan
Yohannes, dua dari 12 murid pilihan Yesus. Matius dan Yohannes sendiri yang
menyatakan secara eksplisit dalam Injil mereka bahwa mereka bukan murid-murid
Yesus. Bagaimana dengan Markus dan Lukas? Sama saja, tidak ada yang mengetahui
siapa mereka sebenarnya. Matius, Markus, Yohannes, dan Lukas benar-benar sosok
misterius dalam sejarah penulisan Injil. Betapa
anehnya, kitab suci yang seharusnya digunakan sebagai pedoman hidupternyata ditulis
8

oleh sosok-sosok manusia yang tdakjelas identitasnya!! Apabila penulisnya saja sudah
tidak jelas, bagaimana mungkin kita dapat meyakini kebenaran isinya?
Lalu, bagaimana asal mula umat Kristen menetapkan keempat Injil tersebut sebagai kitab
suci kalau memang penulisnya tidak diketahui? Hal ini tidak terlepas dari kondisi
penyebaran agama Kristen sekitar abad 2-3M. Saat itu begitu banyak Injil yang beredar
dan digunakan sebagai kitab suci. Konsili di Nicea tahun 325M mengumpulkan puluhan
Injil yang ditulis oleh penulis yang berbeda-beda, kemudian dipilih empat Injil secara
random yang kemudian ditetapkan oleh Konsili dan Kaisar sebagai kitab suci yang resmi
digunakan. Sedangkan puluhan Injil yang lain dimusnahkan.
Melihat sejarahnya yang seperti itu, tidak heran apabila Ahmed Deedat menyatakan
bahwa ada 50.000 kesalahan dan pertentangan dalam Kitab Bibel Revised Standard
Version terbitan tahun 1952 dan 1971. (Meskipun pada Bibel New Revised Standard
Version kesalahan tersebut sudah dikurangi dan direvisi oleh manusia biasa.)
BUKTI-BUKTI KEPALSUAN AYAT-AYAT BIBEL
Begitu banyak pertentangan ayat dalam Bibel. Ayat-ayat yang saling bertentangan ini
begitu banyaknya sehingga sulit untuk dipercaya bahwa ayat yang lain pun terjamin
kebenarannya. Salah satu pertentangan ayat yang bisa disajikan di sini adalah, apakah
Yesus diutus sebagai Rasul dengan membawa damai atau membuat peperangan?
"Sebab Allah mengutus AnakNya ke dunia bukan untuk menghakimi dunia, tapi untuk
menyelamatkannya oleh Dia." (Yohannes 3:17)
"Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku
datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab aku datang untuk
memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari
mertuanya, dan musuh orang ialah orang seisi rumahnya." (Matius 10:34-36)
Dalam satu kesempatan dialog dengan Pendeta dari Sekte Kristen Ortodoks Syria sekitar
tahun 2001, penulis menanyakan tentang banyaknya pertentangan dalam Bibel dan
dijawab,"Kami memang menyadari bahwa dalam Bibel terdapat ayat-ayat yang saling
bertentangan. Namun dalam Bibel edisi yang akan datang, kami sudah merevisi ayat-ayat
tersebut."
Subhanallah, betapa hebatnya manusia yang sanggup merevisi firman Tuhan!! Dan
mereka berterus terang mengaku kalau mereka melakukan perubahan-perubahan
tersebut!! Lebih jauh lagi, ketika penulis menanyakan nasib umat Kristen yang sudah
meninggal dan beriman pada ayat-ayat yang salah tersebut, Pendeta tersebut dengan
enteng menjawab,"Kalau masalah itu, saya tidak tahu. Itu urusan mereka dengan Tuhan."
Begitu banyak ayat yang menghina keagungan Allah swt sebagai dzat yang Maha Agung
dan Maha Perkasa.
"Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan segala
kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah
Tuhan bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi. Dan itu memilukan hatiNya."
(Kejadian 6:5-6)
"Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tapi Israel, sebab engkau telah bergumul
melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." (Kejadian 32:28)
Dalam ayat pertama dijelaskan bahwa Allah swt menyesal dan sedih karena telah
menciptakan manusia. Tidakkah Allah Maha Pencipta dan Maha Mengetahui segala
yang telah, sedang, dan akan terjadi? Dan pada ayat kedua diceritakan bahwa Allah
bergumul melawan Nabi Yakub, dan Allah kalah. Subhanallah, Maha Suci Allah dari apa
yang mereka katakan!! Tidakkah mengherankan akal sehat kita bahwa Tuhan yang
diimani oleh umat Kristen berkali-kali tidak berdaya melawan manusia, sekali kalah duel
melawan Nabi Yakub dan tidak berkutik saat disiksa dan dibaptis di kayu salib oleh
kaum Yahudi!!
9

Begitu banyak ayat yang menghina kemuliaan para Nabi dan Rasul Allah.
Ayat-ayat tersebut menuduh mereka melakukan perbuatan yang hina dan tercela, seperti
Nabi Nuh yang dituduh mabuk dan bertelanjang bulat (Kejadian 9:20), Nabi Luth yang
dituduh berzinah dengan dua anak kandungnya hingga melahirkan anak-anak hasil
perzinahan (Kejadian 19:30-38), Nabi Yehuda yang berzinah dengan mantan
menantunya (Kejadian 38:16-18), Nabi Daud yang dituduh menipu Uria dan berzinah
dengan istri Uria (II Samuel 11;2-5), dan Nabi Sulaiman dituduh gila wanita dan
mendurhakai Tuhan (Raja-Raja I 11:1-4).
Dengan kata-kata yang begitu kasar dan joroknya hingga penulis tidak berani
mengutipnya dalam tulisan ini, Bibel menceritakan kisah-kisah yang sangat tidak masuk
akal mengenai Nabi dan Rasul Allah yang mulia. Mungkinkah kitab suci mengandung
tulisan yang bahasanya bahkan lebih jorok dibandingkan buku-buku cerita porno yang
dijual di kaki lima?
Begitu banyak perubahan atas Bibel yang dilakukan secara terang-terangan oleh Gereja.
Perubahan-perubahan ini dilakukan secara periodic, pada ayat-ayat yang sering dijadikan
bahan perdebatan panas antara umat Islam dan umat Kristen. Perubahan ini dilakukan
baik berupa penambahan, pengurangan, maupun penggantian ayat dan dilakukan oleh
baik Dewan Gereja di luar negeri maupun oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Yang
menarik untuk diketahui adalah perubahan ayat mengenai hukum halal haramnya
memakan daging babi bagi umat Kristen Indonesia.
"Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi
tidak memamah biak, haram itu bagimu." (Imamat 11:7, Bibel terbitan Lembaga Alkitab
Indonesia tahun 1968)
"Demikian juga babi hutan, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang,
tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu." (Imamat 11:7, Bibel terbitan Lembaga
Alkitab Indonesia tahun 1979)
PENDAPAT UMAT KRISTEN TENTANG KEPALSUAN BIBEL
David F. Hinson dalam buku The History of Israel (2001) menyatakan,"Dalam
mempelajari sejarah Israel hendaknya selalu diingat bahwa kita berhadapan dengan
legenda dan bukan sejarah. Cerita-cerita itu bukanlah laporan-laporan yang ditulis segera
setalah peristiwa itu terjadi namun ditulis beberapa abad kemudian sebagai hasil ingatan
seorang ayah yang bercerita kepada anak-anaknya dari satu generasi ke generasi
berikutnya."
Dr.GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967)
menyatakan terus terang,"Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai
kekhilafan dalam Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta.
Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya."
Prof. Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan,
"Tujuan mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai
dengan ajaran yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber
yang cocok dengan keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun
khayalan."
SIMPULAN
Dari tulisan di atas, jelas bisa disimpulkan bahwa tudingan mengenai kepalsuan Bibel
ternyata bukan saja terbukti dari ayat-ayat Bibel sendiri, namun juga diakui oleh para
pemuka agama Kristen di seluruh dunia dan juga dari perubahan-perubahan ayat yang
niscaya masih terjadi sampai saat ini. Mudah-mudahan, tulisan ini dapat membuat kita
terus bersyukur atas nikmat Iman dan Islam yang Allah berikan kepada kita. Kita juga
bisa merasa lega dan aman atas kebenaran Al Quran karena Allah telah berjanji untuk
10

tetap menjaga kemurnian dan kebenarannya.


"Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya." (QS Al Hijr:9)Kebusukan Alkitab Indonesia di
sini hanya menyangkut revisi-revisi terhadap kata atau kata-kata tertentu dari teks yang
dapat dikatakan "mendekati orisinal" tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan para
pengarang Alkitab yang sesungguhnya sehingga mengurangi nilai kesejarahan ayat-ayat
tersebut, antara lain:

1. REVISI KITAB MATIUS:


2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu
terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut:
Orang Nazaret.
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
2:23 Setibanya di sana iapun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu
terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut:
Orang Nazorea.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Orang Nazorea" menjadi "Orang
Nazaret" tanpa dasar yang jelas)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi The Latin Vulgate (sebelum abad ke-15 M):
2:23 et veniens habitavit in civitate quae vocatur Nazareth ut adimpleretur quod dictum
est per prophetas quoniam Nazareus vocabitur
Versi Greek Stephanos 1550 M:
2:23 kai elthon katokesen eis polin legomenen s=nazareth abt=nazaret opos plerothe to
rethen dia ton propheton oti nazoraios klethesetai
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
2:23 And coming he dwelt in a city called Nazareth: that it might be fulfilled which was
said by the prophets: That he shall be called a Nazarene.
Versi Wycliffe New Testament:
2:23 and cam, and dwelte in a citee, that ys clepid Nazareth, that is shulde be fulfillid,
that was seid bi profetis, For he shal be clepid a Nazarey.
Versi New American Bible:
2:23 He went and dwelt in a town called Nazareth, so that what had been spoken through
the prophets might be fulfilled, "He shall be called a Nazorean."
Versi New Revised Standard Version:
2:23 There he made his home in a town called Nazareth, so that what had been spoken
through the prophets might be fulfilled, "He will be called a Nazorean."

11

Catatan:
Di antara dakwaan-dakwaan yang ditujukan terhadap Petrus, salah satunya menyebutkan
"Yesus dari Nazaret" (Matius 26:71), dan satu lagi menyebutkan "Yesus, orang dari
Nazaret" (Markus 14:67). Pernyataan pertama sebenarnya merupakan terjemahan yang
salah-arah dari kata Yunani Nazorean (A. Stegemann H - 1998 B. Perjanjian Matius 2:23
C. Kee HC - 1971), sedangkan pernyataan kedua merupakan terjemahan yang salah-arah
dari istilah Yunani Nazarene. Istilah Yunani Nazorean dan Nazarene merupakan
transliterasi (Nazarenoi atau Nazoraios) dari kata bahasa Arama Nasren atau Nasraya,
yang berarti para pemelihara. Pada gilirannya, kata bahasa Arama itu bisa ditelusuri
kembali pada istilah Nazir dalam bahasa Ibrani, yang berarti suci, kudus, atau
pemantang. Jika sekte-sekte dan subsekte-subsekte agama Yahudi pada abad pertama
Masehi dijajarkan pada poros keagamaan, dimana kutub kiri mewakili liberalisme
Yahudi, dan kutub kanan mewakili konservatisme religius, maka kaum Farisi akan
berada di tengah-tengah, sedangkan kaum Essene dan Nazorea akan berada di ujung
kanan.
Jadi, siapakah, dan apakah sebenarnya, orang-orang Nazorea itu? Sederhananya, mereka
adalah kelompok yang sama yang dirujuk dalam perjanjian Lama sebagai orang-orang
Nazarite atau Nazirite. Nazarite atau Nazorea adalah seseorang yang melaksanakan
sumpah pemantangan dan kesetiaan penuh kepada Hukum Musa, dimana sumpah
semacam ini bisa berlaku selama hidup atau untuk jangka waktu trertentu. Aturan-aturan
khusus yang mengatur periode menjadi seorang Nazarite atau Nazorea disebutkan satu
per satu dalam Kitab Bilangan 6:1-21 dalam Alkitab, tetapi tidak diulangi dalam bab ini.
Namun demikian, dijelaskan bahwa orang-orang Nazarite atau Nazorea dicirikahasi
dengan penolakan mereka untuk memotong rambut, dengan pemantangan mutlak
terhadap alkohol dan seluruh minuman yang berasal dari anggur, dengan penolakan
mutlak untuk berada dekat jenazah, dan sebagainya. Tokoh-tokoh alkitabiah termasyur
yang diidentifikasi sebagai orang-orang Nazarite atau Nazorea antara lain : Samson
(Hakim-hakim 13:1-24; 16:13-17); Samuel (1 Samuel 1:1-22); mungkin Yohanes
(Yahya) Sang Pembaptis, mungkin juga James, imam pertama gereja Kristen di
Yerusalem (Kisah Para Rasul 21:17-26); dan untuk sementara Paulus (Kisah Para Rasul
21:17-26). Namun demikian, penggambaran alkitabiah mengenai Yesus Kristus sama
sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan penggambaran tentang seorang Nazorea, karena
seorang Nazorea tidak akan pernah menerima apapun yang berasal dari buah anggur, dan
tidak bisa mendekati Lazarus yang sudah meninggal, yang oleh Yesus, melalui
kekuasaan Allah, konon dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44).
Jadi, tidak ada hubungannya antara frasa "Orang Nazorea" (atau "Orang Nazarene")
dengan kota Nazaret. Sekali lagi, orang-orang Nazorea adalah orang-orang yang
memiliki keyakinan tertentu terhadap Hukum Musa yang para penganutnya tidak hanya
ada di kota Nazaret, tetapi tersebar di seluruh wilayah Israel.
Lebih jauh, nubuat yang "dikutip" Matius tentang "Orang Nazorea" di atas, tidak
ditemukan dalam naskah Perjanjian Lama. Singkatnya, Matius memiliki nubuat
menyimpang yang "dikutip" yang sama sekali tidak ada! Kesalahan-kesalahan yang
bertimbunan!

2. REVISI KITAB MATIUS:


19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah
yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang
baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup,
turutilah segala perintah Allah."

12

Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":


19:16 Ada seorang datang kepada Yesus dan berkata: "Guru yang baik, perbuatan
apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Mengapa engkau memanggil-Ku Guru yang baik? Hanya Satu
yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah
segala perintah-Nya.
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "Guru yang baik" menjadi "perbuatan
baik" dan menghilangkan kata "Tuhan" yang merujuk kepada Allah, agar seolah-olah
Yesus adalah Allah)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
19:16 And behold one came and said to him: Good master, what good shall I do that I
may have life everlasting?
19:17 Who said to him: Why askest thou me concerning good? One is good, God. But if
thou wilt enter into life, keep the commandments.
Versi King James 1611 M:
19:16 And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I
do, that I may have eternal life?
19:17 And he said unto him, Why callest thou me good? there is none good but one, that
is, God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.

3. REVISI KITAB MATIUS:


4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan,
Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain
Terjemahan yang tepat dari teks "orisinal":
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan,
Galilea, yang dihuni orang-orang non Yahudi
(Para penerjemah Alkitab Indonesia merubah frasa "yang dihuni orang-orang non
Yahudi" menjadi "wilayah bangsa-bangsa lain" untuk mempersempit kontradiksi dengan
ayat yang dikutip dan telah dimodifikasi oleh pengarang/penerjemah Matius dari Kitab
Yesaya 9:1)
Perhatikan teks-teks Alkitab yang lebih tua di bawah ini:
Versi Douay-Rheims Bible 1582 M:
4:15 Land of Zabulon and land of Nephthalim, the way of the sea beyond the Jordan,
Galilee of the Gentiles:
Versi King James 1611 M:
The land of Zabulon, and the land of Nephthalim, by the way of the sea, beyond the
Jordan, Galilee of the Gentiles;
Catatan:
13

Pengarang/penerjemah Matius membual bahwa misi kerasulan Yesus bukan hanya untuk
orang-orang Israel atau Yahudi saja, tetapi juga untuk orang-orang dari bangsa-bangsa
lain, karenanya, frasa "pelbagai umat" dalam teks Yesaya 9:1 yang menjadi rujukan
Matius, diubah menjadi "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 4:15. Selengkapnya,
baca: Distorsi Matius 7.
Yesus adalah seorang nabi yang diutus oleh Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari
jurang kehancuran. Beliau selalu menegakkan hukum Taurat Musa dan tidak pernah
merobahnya sedikit pun.
Tetapi kemudian ajaran Yesus yang selalu mengamalkan ajaran nabi Musa, ternyata dicampuraduk dengan ajaran dan dogma dari pagan (agama penyembah berhala) kuno yang sangat
bertentangan dengan agama Tauhid yang dibawa oleh nabi Adam, Abraham (Ibrahim), Musa
dan Isa (Yesus).
Banyak sekali dogma Kristen tidak berdasar pada kitab sucinya. Meskipun pendiri Kristen
menciptakan ayat-ayat palsu untuk menopang dogma tersebut dunia tidak bisa dibohongi lagi.
Diantar dogma dusta itu: Kebangkitan Yesus, Perayaan Natal, halalnya babi dll.
H. Insan L.S Mokoginta mengajukan 11 (sebelas pertanyaan) berkaitan dengan ajaran Kristen
dengan hadiah Rp. 10.000.000.- Bahkan untuk pertanyaan tentang Kebangkitan Yesus dalam
Lukas. 24:44-46. penulis menyediakan hadiah mobil BMW bagi yang bisa menjawabnya.

Sambutan
Drs.H. Zahir Khan SH. Dipl. T.E.F.L
Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia
Direktur Iqbal Academy Indonesia
Mantan Diplomat Indonesia

Untuk yang kesekian kalinya saya bersyukur kehadirat Allah Swt. karena hanya dalam kurun
waktu beberapa bulan ini, saya telah memberikan sambutan buat tulisan saudaraku Insan LS
Mokoginta sampai enam kali. Saya salut dengan beliau yang begitu aktif dan terus berkreasi,
padahal setahu saya, beliau orang yang begitu banyak kesibukan dan beliau juga seorang
muallaf mantan Kristen Katolik.
Judul buku ini sangat menantang bagi siapa saja yang membacanya, bukan karena hadiah yang
menggiurkan, tapi materinya cukup menarik, membuat orang penasaran ingin tahu lebih dalam
bagaimana mencari jawabannya.
Dilihat dari materinya, saya yakin buku ini bukan untuk mendiskreditkan agama lain, tapi
sekedar bahan pemikiran bagi umat Kristiani agar .mau mengkritisi ajarannya, apakah amalan
mereka sudah sesuai Alkitab atau tidak.
Saya yakin jika semua umat Kristiani mau sedikit saja mengkritisi tulisantulisan para Kristolog
muslim, bukan tidak mungkin akan terjadi perobahan sikap terhadap apa yang selama ini mereka
imani, apalagi si penulisnya adalah seorang mantan Kristen yang khusus mendalami dan
mengkritisi kandungan Alkitab yang dulunya pernah dia imani.
14

Seandainya umat Kristiani benar-benar beriman kepada firman Allah dan sabda Yesus yang
tertulis dalam Alkitab, saya yakin akan tipis sekali perbedaan antara ajaran Nabi Isa dalam
Alkitab dan ajaran Nabi Muhammad. Kalau ternyata dari semua pertanyaan yang berhadiah 10
juta tiap pertanyaan, tidak ada jawabannya, itu menunjukkan bahwa sebagian besar amalan yang
dilakukan oleh saudarasaudara kita yang beragama Kristen, adalah ajaran manusia atau para
pemimpin agamanya, bukan berdasarkan firman Allah dalam Alkitab. Lebih parah lagi jika kita
lihat di Eropa, ternyata sebagian besar umat Kristiani sudah meninggalkan gereja mereka tidak
yakin lagi dengan Bible yang ternyata isinya banyak yang tidak rasional. Bahkan ada sebagian
gereja yang dijual karena tidak ada penghuninya.
Umat Kristiani di negara kita merasa tabu jika mengkritisi Alkitab (Bible), seolah kualat jika
membedah kandungan kitab sucinya, karena selama ini dianggap tidak mungkin ada vang salah.
Padahal di negara Barat seperti Eropa dan juga Amerika, justru mereka dengan sengaja
mengadakan seminar membahas isi kandungan Bible tsb. The Five Gospels adalah salah satu
kitab yang pernah diseminarkan oleh 76 ahli dari berbagai universitas terkenal dari seluruh
dunia. Maksud seminar tersebut adalah "To Search for The Autentic Words of Jesus" and "What
did Jesus Really Say?" Pesertanya tidak ada yang Islam, tidak ada satupun berasal dari
Indonesia. Hasilnya sungguh mengejutkan; kesimpulannya :
"Eighty two percent of the words aseribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by
him."
(Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah
benar-benar diucapkan oleh Yesus)
Nah jika 82% Injil tsb bukan ucapan Yesus, itu berarti hanya 18% saja seluruh isi Injil itu yang
dianggap ucapan Yesus.
Sebagai seorang mantan diplomat, saya sering berkeliling dunia, jadi saya banyak sekali tahu
tentang perkembangan agama Kristen disana, apalagi saya juga seorang Kristolog, tentu saya
punya banyak sekali pengalaman dan bukti dan juga buku-buku tentang kekristenan dalam
bahasa Inggris dan lain-lain.
Say a yakin buku yang ditulis teman saya ini Insan LS Mokoginta, sangat baik dibaca oleh siapa
saja, terutama saudara-saudara kita yang Nasrani sebagai bahan pemikiran dan renungan.
Khususnya para da`i, buku ini sangat baik dipakai sebagai bahan diskusi atau dialog dengan para
misionaris, pendeta atau penginjil dimanapun mereka ketemu.
Sebagai Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia, saya mendukung terbitnya buku ini karena
manfaatnya sangat besar sekali bagi perkembangan dakwah Islam dan memberikan wawasan
serta ilmu pengetahuan kepada pemeluk agama lainnya, khususnya saudara-saudara kita kaum
Nasrani.

HADIAH DI AKHIR TAHUN 2005


Sambutan KH Abdullah Wasi'an
Pakar Kristologi Indonesia

15

Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. di usia yang ke 89 ini, saya masih
dimintakan memberikan sambutan atas buku yang ditulis oleh sahabatku, muallaf mantan
Kristen Katolik, saudara Insan LS Mokoginta.
Dalam Al Qur`an Surat 5 Al Maa-idah 63, Allah Swt. berfirman :
Lau laa yanhaahumur rabbaaniyyuuna wal ahbaaru `an qaulihimul itsma wa aklihimus suhta la
bi`sa maa kaanuu yashna'uun.
"Mengapa orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan
perkataan dosa (bohong) dan memakan yang haram? Sungguh amat buruk apa yang mereka
kerjakan. "
Tidak melarang menghalalkan yang haram dan membiarkan umatnya melakukan suatu ibadah
kepada Allah tanpa dalil atau perintah-Nya, adalah perbuatan dosa, apalagi jika di diamkan oleh
pendetanya. Nah hal ini sering terjadi didalam tubuh umat Kristiani, dimana banyak para
pendetanya, yang hanya karena tidak diberi jabatan atau tidak diberikan kesempatan memimpin
jemaatnya, atau ada juga yang karena berbeda pendapat, lalu sebagian pengikutnya dipengaruhi
kemudian mereka membangun gedung gereja baru dengan nama yang baru. Makanya tidak
heran jika dalam tubuh Kristen itu sendiri sebenarnya terjadi banyak perpecahan. Perpecahan
seperti inilah yang sering membuat tata cara beribadahnya beda, dan juga pemahaman yang
berbeda. Jika semua umat Kristiani hanya menjadikan kitab sucinya sebagai pedoman dalam
melakukan ibadah, kemungkinan ibadah dan pemahaman mereka hampir sama. Terjadinya
berbagai pemahaman antara satu dengan lainnya, sebenarnya karena sebagian besar bersumber
menurut pemuka agamanya. Makanya tidak heran jika banyak ibadah umat Kristiani yang tidak
berdalil dari Alkitabnya.
Buku ini sangat membantu bagi siapa saja yang ingin mencari kebenaran hakiki, apalagi bagi
saudara-saudara kita kaum Nashrani.
Dakwah kaum muslimin kepada kaum Nasrani seperti yang dilakukan oleh penulis buku ini,
tidaklah bermaksud untuk menjelekkan atau mendiskreditkan mereka, tetapi semata-mata hanya
sebagai pelurus kesalahpahaman mereka terhadap ibadah yang selama ini mereka imani yang
pada dasarnya sebagian besar tidak lagi mengikuti apa yang Allah dan Yesus ajarkan serta
contohkan.
Mungkin tanpa disadari oleh umat Kristiani bahwa penulis buku ini sebenarnya bermaksud baik,
yaitu agar umat Kristiani kembali kepada firman Allah yang sesungguhnya dan kepada ajaran
Yesus yang sebenarnya, sehingga jarak antara Islam dan Kristen akan semakin dekat.
Buku ini sangat baik dibaca oleh siapa saja, khususnya bagi umat Nasrani, sebagai bahan
pemikiran & renungan, sebab menurul Yesus, yang masuk surga itu yaitu mereka yang
melakukan menurut kehendak Allah (Mat 7:21), bukan menurut kehendak Pendeta!!
---------------------------------------------------------------------------------------------------Mukaddimah
Insan LS Mokoginta

16

Alhamdulillah atas rahmat dan hidayah Allah Swt, akhirnya buku kami yang ke 14 ini dapat
kami selesaikan dalam waktu satu Minggu. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada
junjungan dan teladan kita, baginda Rasulullah Muhammad saw. penutup para nabi.
Mungkin ada sebagian dari suadarasaudara kita umat Kristiani beranggapan bahwa buku atau
tulisan seperti yang kami buat ini, sebagai penghinaan atau menjelekkan agama mereka. Padahal
sebenarnya tidaklah demikian. Malah sebaliknya yaitu kami inginkan agar mereka berada pada
jalan yang benar, yaitu jalan keselamatan menuju kepada kebenaran Allah, agar kita sama-sama
selamat dunia dan akhirat.
Ada sebagian umat Kristiani yang menganggap bahwa Taurat, Zabur (Mazmur) dan Injil adalah
kitab mereka saja, jadi umat Islam tidak boleh ikut mencampurinya. Padahal Taurat, Zabur
(Mazmur) dan Injil adalah juga kitab yang banyak disebutsebutkan oleh Al Qur'an yang harus di
imani oleh setiap muslim.
Bahkan salah satu Rukun Iman yang wajib di imani oleh setiap muslim, adalah mengimani
kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya, sebagaimana firmanNya dalam Qs 3 Aali Imraan
3 sebagai berikut:
Nazzala `alaikal kitaaba bil haqqi mushaddiqal li maa baina yadaihi wa anzalat tauraata wal
injiil.
"Dia menurunkan Kitab (Al Qur`an) kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil. "
Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa kitab Al Qur`an yang diturunkan kepada nabi
Muhammad, membenarkan kitab Taurat dan Injil sebagai kitab yang diturunkan-Nya. Ini berarti
bahwa kitabkitab tersebut adalah juga milik umat Islam yang perlu di imani.
Oleh sebab itu, jika kami umat Islam ikut mempelajari dan mendalami serta mengoreksi
terhadap kandungan kitabkitab tersebut, adalah sangat wajar, sebab tidak ada satu dalilpun di
dalam Alkitab yang mengatakan bahwa kitab-kitab tersebut hanya milik umat Kristiani.
Meluruskan apa yang sudah dirobahrobah oleh tangan-tangan jahil manusia terhadap kitab
Allah, adalah kewajiban setiap muslim, dengan tujuan agar manusia tidak tersesat mengimani
kitab yang bercampur antara hak dan bathil. Allah yang menyuruh mengingatkan, maka kami
harus menyampaikannya.
"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang benar dengan yang batil dan
mengapa kamu menyembunyikan yang benar, padahal kamu mengetahuinya. " (Qs 3 Aali
`Imraan 71)
Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman untuk disampaikan kepada Ahli Kitab agar kembali
kepada ajaran Tauhid; bahwa menyembah itu kepada Allah yang Esa, bukan kepada Yesus,
bukan kepada Pendeta, bukan kepada lainnya.
"Katakanlah, "Hai Ahli Kitab, marilah kita kepada kalimat (yang sebenarnya) sama antara kami
dengan kamu (yaitu) bahwa tidak ada yang kita sembah selain Allah, dan tidak kita
mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun juga. Dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan
sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari Allah.' Maka jika mereka berpaling, katakanlah,
17

Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah muslim. " (Qs 3 Aali `Imraan 64)
Dari kedua ayat Al Quran tersebut, intinya kita umat Islam disuruh oleh Allah Swt. untuk
menyampaikan atau mendakwahkan kepada Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) agar mereka
jangan campuri yang benar dan yang batil, dan jangan sembunyikan yang benar. Katakanlah
benar jika itu benar, dan salah jika itu salah!! Dan juga Allah perintahkan untuk sampaikan
kepada mereka agar kembali kepada ajaran Tauhid, jangan menyembah kepada selain Allah,
jangan jadikan tuhan-tuhan lain selain Dia, dan jangan mempersekutukanNya dengan yang
lainnya.
Mengamalkan ajaran-ajaran dari manusia dan meninggalkan ajaran Allah dan Yesus, sama saja
menjadikan TuhanTuhan lain selain Allah
Nah inilah barangkali yang perlu disampaikan dan di ingatkan kepada saudara-saudara kita yang
Nashrani agar mereka mau mengkritisi apakah yang selama ini mereka terima sudah sesuai
Alkitab atau tidak.
Semoga buku ini membawa manfaat bagi yang mau mempelajari dan mengkritisinya dan
mudah-mudahan Allah Swt. Akan memberikan hidayah kejalan-Nya yang benar. Amiin.
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Pertama
Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di
antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab
bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal kami benar-benar serius dan akan
menepati janji bila ada diantara umat Kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan
bukti berupa ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus bahwa dia
beragama Kristen.
Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya?
Siapa saja yang bisa menunjukkan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar tertulis
di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen, maka kami sediakan
hadiah sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta) tiap pertanyaan.
Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen
dan yang menamakan agama itu `Kristen' bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di
Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah ini :
"Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik,
penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah
Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke
Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil
mengajar banyak orang.
18

Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.'


(Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang menamakan agama itu "Kristen' bukan Yesus. tetapi
Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab
nama "Kristen' itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan
Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang kami baca
dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku
"Religions on File" Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29
M (Masehi). Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang
mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus
mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun kata "Kristen", yang
ada kata "Nashara" karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut
"Nashrani bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata "Kristen' hanya disebutkan
paling banyak 6 (enam) kali, yaitu pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2
dan 1 Ptr 4:16)
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Kedua

Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?

Tidak semua umat Kristini mengetahu: bahwa cerita atau kisah tentang diri Yesus di dalam
Alkitab ada banyak yang hilang Bahkan yang hilang itu, tidak tanggungtanggung, yaitu lebih
separoh dari umur Yesus sendiri.
Hampir dapat dipastikan, sebagian besar umat Kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus mati
pada usia sekitar 33 (tiga pulultiga) tahun. Sementara didalam Alkitat (Bible), yang tertulis
hanya kisah Yesus sejak dia dilahirkan sampai berumur 12 (dua belas) tahun, lalu menghilang
ketika berumur 13 (tiga belasj tahun sampa: dengan 29 (dua puluh sembilan) tahun kemudian
muncul lagi pada usia 30 (tiga puluh) tahun, dan mati pada usia 33 (tiga puluh tiga) tahun.
Hilangnya kisah Yesus ketika beliau berumur 13 s/d 29 tahun, berarti selama 17 (tujuh belas)
tahun kisah Yesus tidak ada atau hilang dan tidak tercatat di dalam Alkitab.
Jika Yesus mati pada usia 33 tahun, sementara kisahnya ada yang hilang selama 17 tahun,
berarti yang masuk kedalam Alkitab hanyalah kisah Yesus selama 16 tahun saja. Yesus
dipercayai oleh umat Kristiani sebagai "Firman Yang Hidup". Kalau begitu berarti ada sebagian
besar atau lebih separuh dari umurnya ada "Firman Yang Hilang". Bayangkan saja, 17 tahun
adalah lebih separuh umurnya Yesus, hilang atau tidak tercatat dalam kitab Injil. Padahal pada
usia 13 s/d 29 tahun merupakan usia Yesus ketika remaja menuju dewasa, dimana sudah barang
tentu banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin saja
19

beliau lakukan, tetapi tidak tercatat didalam Alkitab. Jadi sangatlah beralasan sekali bahwa Injil
itu dikatakan tidak komplit atau sempurna, karena banyak bagian-bagian atau sisi-sisi lain yang
pernah Yesus lakukan atau perbuat, tetapi tidak dicatat oleh para penulis Injl, karena kehilangan
jejak atau kisahnya benar-benar hilang. Seandainya jika murid-murid Yesus yang 12 orang itu
selalu mengikuti kemana saja Yesus berdakwah, tentu apa yang beliau lakukan atau sabdakan
selama 17 tahun , mereka tulis dalam Injilnya bukan??
Timbul pertanyaan:
Apakah yang dilakukan Yesus selama berumur 13 sampai dengan 29 tahun?
1. Menerima dan menulis wahyu Allah (mana dan apa saja bunyi wahyu tersebut?)
2. Mengajar dan berdakwah kemana-mana (apa saja yang diajarkannya)
3. Menulis Injil yang difirmankan kepadanya (Injil yang mana? Kan tidak ada Injil Yesus
bukan?)
4. Membantu ibunya Maryam (memasak dan mencuci? rasanya tidak mungkin)
5. Tidak berbuat apa pun, hanya menunggu firman (Tuhan koq nganggur, pasif?)
6. Menikah / berumahtangga (mungkin saja, tapi tidak tercatat karena kisahnya selama 17 tahun
hilang)
7. Membantu ayahnya Yusuf sebagai tukang kayu (Tuhan jadi tukang kayu?)
8. Nganggur saja, makan, tidur, tidak melakukan kegiatan apapun (Tuhan koq nganggur, tidak
berkarya?)
9. Pergi mengembara (kemana saja perginya, dan apa yang dilakukannya?)
10. Kembali kepada Bapanya selama 17 tahun lalu turun lagi kebumi (mana ' buktinya?)
Bukti-bukti Yesus berdakwah ketika berusia 12 dan 30 tahun:

"Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim
pada hari raya itu." (Lukas 2:42)
"Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur' kira-kira tiga puluh tahun dan menurut
anggapan orang, la adalah anak Yusuf, anak Eli...." (Lukas 3:23)

Lukas 2:42 diatas itu menceritakan kisah Yesus ketika dia memulai berdakwah dan mengikuti
kajian yang disampaikan para alim ulama di dalam Bait Allah (Luk 2:46-49). Kemudian kisah
beliau hilang samasekali ketika dia berumur 13 s/d 29 tahun, dan baru muncul kembali ketika
beliau berumur 30 tahun, seperti yang tertulis dalam Injil Lukas 3:23 diatas tadi.
Lukas 3:23 memberikan bukti kemunculan Yesus pada usia 30 tahun, kemudian beliau wafat
dalam usia sekitar 33 tahun.
Oleh sebab itu, seandainya ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa memberikan bukti-bukti
tertulis dalam Alkitab (Bible) tentang kisah Yesus ketika beliau berumur sekitar 13 s/d 29 tahun,
yaitu ketika beliau memasuki usia remaja sampai dewasa, kami sediakan hadiah cukup besar,
sejumlah uang cash / tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta)
Mungkin banyak sckali saudarasaudara kita yang beragama Nashrani tidak menyangka dengan
pertanyaan yang kelihatannya sepele, tetapi sebenarnya sangat berarti bagi keimanan dan
kehidupan beragama, karena hal tersebut menyangkut keselamatan di dunia dan akhirat.
Jika kami sebagai umat beragama Islam sangat mengkritisi kandungan Alkitab (Bible), hal itu
wajar-wajar saja, sebab Al Qur`an banyak memberikan informasi tentang keberadaan Yesus
(nabi Isa), Taurat, Zabur dan Injil, yang semua itu merupakan bagian dari keimanan kami,
bahkan termasuk salah satu rukun iman bagi setiap muslim di seluruh dunia ini.

20

Nah seharusnya umat Kristiani yang lebih pantas mengkritisi kandungan kitab sucinva bukan??
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Ketiga

Pernahkah Yesus Mengatakan:


"Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja"

Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi umat Kristiani
karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus
sebagai Tuhat dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka
semu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus disembal Padahal
setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu
sendiri diman Yesus pernah bersabda bahwa "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku
saja." Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, "Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya
kepada Dia sajalah engkau berbakti.

Ucapan atau sabda Yesus tersebut men berikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu
bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10,
yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :

"Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepadaNya: "Semua itu akan
kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. " Maka berkatalah Yesus kepadanya:
"Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya
kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Matius 4:8-10)
Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan
dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti,
namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari
atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak
gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini
dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya.
Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, "Enyahlah,
Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia
sajalah engkau berbakti!''

Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:

1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa
ilaaha ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada
Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu katakata Yesus
21

sebagai berikut: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah aku Tuhan,
Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!"
Yesus sendiri yang memberikan kesaksian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada
Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh
saudarasaudara kita umat Kristiani?
Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as (Yesus) juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu
hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan
ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam Al Qur`an:
Innallaaha huwa rabbii wa rabbukumfa`buduuhu haadzaa shiraathum mustaqiim
"Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang
lurus. "
Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:

"Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!"
Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa,
bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyembah hanya kepada Allah
yang dia sembah.
Oleh sebab itu untuk pertanyaan yang ketiga ini, disediakan pula hadiah uang. tunai sebesar Rp.
10.000.000.- bila menemukan ayat dalam Alkitab (Bible), dimana Yesus mengatakan kepada
para pengikutnya, "Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja". Kami yakin siapapun
tidak akan menemukannya. Tetapi jika menemukannya, silahkan hubungi kami untuk
mengambil hadiah Rp 10.000.000.
Seandainya tidak menemukannya berarti Yesus tidak pernah mengajarkan kepada umatnya
bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus disembah.
Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus
maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah
melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab
sebagai berikut:

"Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan


mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Keempat

Pernahkah Yesus Mengatakan:


"Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"
Semua umat Kristiani meyakini bahwa Alkitab itu 100% firman Allah. Menurut mereka, para
22

penulis Alkitab itu semuanya di. ilhami oleh Roh Kudus ketika mereka menulis kitab tersebut.
Kalau memang Alkitab itu benar-benar 100% firman Allah. tentu didalam Alkitab itu ada
pernyataan dari Allah bahwa Dia-lah yang mewahyukan Alkitab itu, dan Dia pula yang
menjaganya. Oleh sebab itu sangatlah wajar jika ada yang mempertanyakan mana dalilnya
firman Allah didalam Alkitab yang mengatakan "Akulah yang mewahyukan Alkitab, dan Aku
pula yang menjaganya. "
Jika pertanyaan seperti itu diajukan kepada Al Qur`an, maka Al Quran bisa memberikan
kesaksian dan bisa berbicara bahwa dia benar-benar dari Allah. Tetapi bila pertanyaan tersebut
ditujukan kepada Alkitab, maka kami sediakan hadiah sebesar Rp. 10.000.000.- untuk satu
pertanyaan tersebut.
Alkitab yang diantaranya terdiri dari Taurat, Zabur dan Injil, adalah nama-nama kitab suci yang
banyak disebutkan oleh Al Qur`an. Bahkan ummat Islam wajib mengimaninya karena kitabkitab tersebut adalah kitab-kitab yang pernah Allah turunkan kedunia ini. Taurat kepada Nabi
Musa, Zabur kepada Nabi Daud, dan Injil kepada Nabi Isa. Karena Al Qur`an banyak menyebutnyebut kitab-kitab tersebut, maka kami umat Islam juga mempelajari, apakah kitab-kitab yang
dimaksud A1 Qur`an itu ialah seperti yang ada sekarang ini di tangan umat Kristiani. Dalam
mempelajarinya, kami justru menemukan begitu banyaknya ayat-ayat yang jelas-jelas berasal
dari penulis kitab itu sendiri maupun orang lain, seperti contoh dibawah ini:
"Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk
memberitakan Injil Allah." (Roma 1:1)
Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia,
melainkan oleh Yesus Kristus dan AIIah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara
orang mati,.... (Galatia 1:1)
"Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa
peristiwa yang telah ....... (Lukas 1:1)
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis rentang segala sesuatu yang dikerjakan
dan diajarkan Yesus,.... (Kisah Rasul 1:1 )
"Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di
perantauan. "(Yakobus 1:1)
"Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus,
Galatia, Kapadokia, Asia Kecil....... " (1 Petrus 1: 1)
"Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan
aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran..... " (2
Yohanes 1:1)
"Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang
dikasihi dalam Allah Bapa,..... (Yudas 1:1)
Contoh dari semua ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali itu berasal dari si penulis kitab itu
sendiri. Siapa pun yang membacanya, akan mengatakan bahwa itu tulisan sipenulisnya.
Makanya tidaklah keliru jika dikatakan bahwa Alkitab itu adalah 100% kitab Ilahi, dan 100%
23

kitab Insani karena didalamnya bercampur antara firman Allah dan tulisan manusia dlsb. Dan
hal itu merupakan suatu bukti yang tidak mungkin terbantahkan. Dalam meneliti, mempelajari
dan mendalami kandungan Alkitab, kami tidak menemukan adanya ayat yang menjamin bahwa
Alkitab itu benar-benar diturunkan oleh Allah dan Dia yang menjaganya. Karena itu kami
menyediakan hadiah Rp. 10.000.000. (sepuluh juta rupiah) bagi siapa pun yang bisa
memberikan bukti tertulis didalam Alkitab apabila ada ayat yang berbunyi: "Akulah yang
mewahyukan Alkitab, dan Aku pula yang menjaganya."
Berbeda dengan Al Qur`an, yang bisa bersaksi dan berbicara dari dirinya sendiri bahwa dia
benar-benar berasal dari Allah. Bukan hanya satu ayat, tetapi ada sekian banyak ayat Al Qur`an
yang memberikan kesaksian bahwa dia berasal dari Allah. Perhatikan ayat-ayat sebagai berikut:
Alif laam raa tilka aavaatul kitaabil mubiin innaa anzalnaahu qur-aanan arabiyyal la`allakum
ta`qiluun.
Alif laam raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata. Sesungguhnya Kami telah
menurunkannya berupa Al Quran berbahasa Arab agar kamu memahaminya.
Alif laam miim raa` tilka aayaatul kitaabi wal ladzii unzila ilaika mir rabbikal haqqu walaakinna
aktsaran naasi laa yuminuun.
"Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan yang diturunkan kepada engkau dari
Tuhanmu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." (Qs 13 Ar Radu 1)
Alif laam raa` kitaabun anzalnaahu ilaika li tukhrijan naasa minazh zhulumaati ilan nuuri bi
idzni rabbihim ilaa shiraathil `aziizil hamiid.
" Alif laam raa, (inilah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya engkau mengeluarkan
manusia dari gelap kepada terang dengan izin Tuhan mereka ke jalan Tuhan Yang Maha Perkasa
lagi Maha Terpuji."
(Qs 14 Ibraahim 1 )
Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu la haafizhuun
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur`an dan sesungguhnya Kami pula yang
memeliharanya. " (Qs 15 Al Hijr 9)
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Kelima
Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan bahkan dianggap sepele atau main-main saja. Padahal ini
merupakan salah satu pertanyaan serius yang perlu dipikirkan, perlu diperhatikan, dan perlu
dipertanyakan, karena menyangkut ritual yang secara terus menerus atau continue dilakukan dan
diamalkan oleh hampir seluruh umat Kristiani di dunia.
Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah,
merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang dilakukan itu akan diminta pertanggung
jawaban dihadap Allah. Oleh sebab itu wajarlah jika kita tirtjau kembali, apakah yang kita
24

lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu
hanya berasal dari perintah Inanusia biasa atau pendapat para pemimpin agamanya, kemudian
mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.
Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian di ikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang
kita ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah. Contohnya, beribadah atau masuk gereja
pada hari Minggu, ternyata tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab yang menyuruh beribadah
atau menjadikan hari Minggu sebagai hari yang harus dipelihara, disucikan atau dikuduskan.
Oleh sebab itu bagi siapa saja yang bisa memberikan dalil yang tertulis dalam Alkitab bahwa
ada perintah dari Allah untuk mengkuduskan, mensucikan atau menjadikan sebagai hari
peristirahatan, maka kami sediakan hadiah tunai sebesar Rp. 10.000.000.(sepuluh juta) jika ada
dalil di dalam Alkitab.
Sebenarnya jika benar-benar mengikuti firman Allah dalam Alkitab, maka hari peribadatan itu
ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Alkitab,
bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengkuduskannya, jelas sekali ada tertulis
didalam Alkitab itu sendiri. Apalagi yang menulis perintah untuk mengkuduskan hari Sabat
adalah Allah itu sendiri, yang telah menoreh diatas kedua loh batu.
Bahkan kedua loh batu tersebut ditulis dengan jari tangan Allah sendiri, lalu Dia sendiri yang
menyerahkan kepada Nabi Musa as untuk disampaikan dan diajarkan kepada kaumnya. Simak
ayat frman Allah dalam Alkitab sebagai berikut:
Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam
tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu
ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. " (Ke132:1516)
Sungguh ironis sekali, ternyata perintah Allah untuk menjaga, memelihara dan mengkuduskan
hari Sabat, ternyata dilanggar dan juga tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di
dunia, kecuali sebagian kecil sekte Advent.
Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu
ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan
hari Sabat. Coba kita simak ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari
Sabat.
"Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi
hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turuntemurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah
kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari
Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu,
orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya." (Ke131:12-14)
Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan
hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar
selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau
mengkuduskan hari Minggu. Sekali lagi jika ada dalil dalam Alkitab Yesus atau Allah menyuruh
mengkuduskan hari Minggu, kami sediakan hadiah Rp. 10.000.000. (sepuluh juta) bagi siapa
saja yang bisa memberikan dalilnya.
25

Perhatikan hari apa yang Yesus kuduskan di dalam Alkitab, hari Sabtu atau hari Minggu?
Lukas 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari
Sabat (Sabtu) la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
Markus 1:21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke
dalam rumah ibadat dan mengajar.
Markus 6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang ' besar takjub
ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat
apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah
dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Lukas 4:16 Ia (Yesus) datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaanNya pada
hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Al kitab.
Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ
pada hari-hari Sabat.
Lukas 6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada
seorang yang mati tangan kanannya.

Lukas 13:10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari
Sabat.
Masih banyak ayat-ayat lainn-ya dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, tapi
dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup memberikan buktibukti kepada kita bahwa
sesungguhnya menurut Alkitab, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan
dikuduskan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!

Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa yang Allah
tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan olehnya. Yesus sangat yakin dengan
janji Allah bagi yang memelihara hari Sabat.
Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.
"Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari
kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus Tuhan
"hari yang mulia; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu
dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan
bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit
di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka
Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya. " (Yesaya 58:13-14)
Bukankah ayat-ayat tersebut memberikan bukti bahwa sesungguhnya tidak ada satu perintah di
dalam Alkitab masuk geieja hari Minggu atau mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur
hidup Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu
26

dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya
Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi
mereka yang mengkuduskan hari Minggu?
Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.
Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.
Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.
Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.
Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.
Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.
Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.
Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.
Kata "Hari Minggu" bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali disebut "pekan pertama
minggu itu", tapi bukan "Hari Minggu" dan hanya sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun
hanya pertemuan dimalam hari, yaitu Sabtu malam.
Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.
Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.
Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam
seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu.
Tidak ada satupun perintah di dalam Alkitab yang menyuruh merayakan "hari kebangkitan"
Yesus sebagai pengganti hari Sabat.
Tidak pernah Tuhan berfirman bahwa "hari kebangkitan" Yesus harus dikuduskan seperti hari
Sabat.
Seumur hidupnya, Yesus hanya beribadah pada hari Sabat
Tidak ada seorang nabipun di dalam Alkitab yang pernah menvuruh mengkuduskan hari
Minggu.
Seumur hidupnya, tidak sekalipun keluar dari mulut atau bibir Yesus tentang hari Minggu dan
27

lain-lain.
Berdasarkan 20 alasan tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa sesungguhnya tidak ada satu
dalilpun dalam Alkitab untuk mengkuduskan hari Minggu! Ternyata hari Minggu hanyalah hari
yang diperintahkan oleh pengemuka agama Kristen hanya karena dianggap penting karena
Yesus bangkit pada hari Minggu. Padahal tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab itu yang
menyuruh mengkuduskan hari Minggu dan tidak ada janji Allah atau berkat yang Allah janjikan
bagi mereka yang memelihara dan yang mengkuduskan hari Minggu, tidak ada!! Justru yang ada
ialah ancaman Allah bagi mereka yang tidak memelihara dan yang tidak mengkuduskan hari
Sabat (Sabtu).
Terkadang ada sebagian umat Kristiani yang mengatakan, jika Sabat harus dikuduskan, kenapa
umat Islam tidak turut mengkuduskan hari Sabat?
Jawabannya tentu karena kami umat Islam punya hari tersendiri sebagai hari yang diperintahkan
untuk beribadah pada hari tersebut. Dan hal itu ada dalilnya dalam Al Qur'an, yaitu pada Qs 62
Al Jumu`ah ayat 9 :
Yaa ayyuhal ladziina aamanuu idzaa nuudiya lish shalaati miy yaumil jumuati fasau ilaa
dzikrillaahi wa dzarul baia dzaalikum khirul lakum in kuntum ta`lamuun
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka hendaklah
kamu bersegera untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikianlah yang lebih baik
bagi kamu jika kamu mengetahui."
Hari Sabtu atau Sabat ada dalil di Alkitab. Hari Jum'at ada dalil dalam Al Qur`an. Hari Minggu,
mana dalilnya???
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Keenam
Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia???
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat perlu kita pertanyakan kepada umat Kristiani,
sebab hampir dalam setiap acara discusi atau perdebatan, alasan yang paling sering dipakai oleh
mereka adalah bilamana dalam keadaan kepepet, yaitu bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan
100% manusia.
Alasan-alasan seperti itu sudah ketinggalan, karena bila alasan seperti itu masih terus
dipertahankan, maka sampai kapan pun tidak akan menyelesaikan persoalan. Atau dengan kata
lain alasan seperti itu dipakai sebenarnya hanya untuk menutupnutupi kelemahan Alkitab itu
sendiri. Padahal alasan seperti itu samasekali tidak punya dalil dalam Alkitab. Artinya tidak ada
satu dalilpun yang tertulis dalam Alkitab bahwa "Yesus adalah 100% Tuhan dan 100%
manusia". Jika ada yang bisa memberikan dalil tertulis dalam Alkitab seperti itu, kami sediakan
hadiah Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta) untuk satu pertanyaan ini saja.
Umumnya para Pendeta atau Misionaris, atau umat Kristiani lainnya sering menjawab dengan
mengangkat dalil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14.
28

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah
Allah."(Yohanes 1:1).
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya,
yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia
dan kebenaran. (Yohanes 1:14)
Menjadikan ayat ini sebagai refrensi bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia, sulit
bisa diterima akal sehat. Maka untuk itu agar lebih mudah dipahami dicomotlah bagian pertama
dari pembukaan Alkitab yaitu pada kitab Taurat Musa, ialah Kitab Kejadian 1 pasal 1 dan Kitab
Kejadian pasal 1 ayat 26, yang bunyinya sebagai berikut:
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1)
"Berfirmanlah Allah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas
seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26).
Dari bunyi ayat Kejadian 1:26 ini, ada kata "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan
gambar Kita.....' Yang dimaksud dengan kata "Kita," menurut penafsiran umat Kristiani, itu
adalah bentuk kata Trinitas yang tersembunyi sebelum Yesus datang kedunia dalam kitab
Perjanjian Baru. Jadi kata "Kita" itu mengandung makna : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan
Roh Kudus, atau dengan istilah lain dikenal Bapa, Firman dan Roh Kudus.
BAPA itu = Tuhan = Allah (oknum pertama) FIRMAN itu = Yesus = Anak Allah (oknum
kedua) dan ROH KUDUS itu = Tuhan juga (oknum- ketiga).
Awal kitab Kejadian pasal 1:1 berbunyi "Pada mulanya Allah..:.' Awal Yohanes pasal 1:1
berbunyi "Pada mulanya adalah Firman" dan pada awal kitab Kejadian pasal 1:26 berbunyi
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita....."
Dari ketiga dalil tersebut (Yoh 1:1 dan 14, dan Kej 1:1 dan 26) para misionaris menafsirkan Yoh
1:1 yang berbunyi "Pada mulanya adalah Firman..." selaras dengan Kejadian 1:1 yang berbunyi
"Pada mulanya Allah... " Dengan demikian menurut mereka Firman itu adalah Allah. Yang
dimaksud dengan kata "Firman" adalah Yesus itu sendiri. Sementara Firman itu adalah Aliah,
kalau begitu berarti Yesus = Allah. Kemudian pada Yoh 1:14 dikatakan bahwa "Firman itu telah
menjadi manusia" Sedangkan manusia itu adalah Yesus. Kalau Firman itu adalah Yesus dan
Yesus itu adalah Allah, berarti Allah itu telah menjadi manusia yang disebut Yesus. Oleh sebab
itu makna dari Yoh 1:1 yang berbunyi: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama
dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...' yaitu Yesus yang mulanya ada bersama-sama
dengan Allah, adalah Allah itu sendiri yang telah menjadi manusia.
Memang sulit sekali bisa diterima penafsiran ayat-ayat tersebut, sebab sesuatu yang tidak
rasional dipaksakan harus menjadi rasional.
Menurut penafsiran kaum muslimin, kata "firman' berarti "perkataan" atau "kalam"
(kalamullah) yang bermakna "perkataan Allah." Misalnya jika Allah ingin menciptakan sesuatu,
cukup Dia berkata (berfirman) "KUN" (jadilah) maka jadilah. Contoh bagaimana penciptaan
Nabi Isa as (Yesus) dan Nabi Adam as di dalam Al Qur'an.
29

Allah jelaskan sebagai berikut :


Inna matsala `iisaa `indallaahi ka matsali aadama khalaqahuu min turraabin tsumma qaala lahuu
kun fa yakuun.
"Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah
menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" maka jadilah
dia. " (Qs 3 Aali `Imraan 59).
Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14, dalam buku The Five Gospels yang diterbitkan
oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover,
ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.
Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di
Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil
itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari
berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli
kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan
ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang
bernama "The Five Gospels" diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus.
Makanya dalam cover The Fiue Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The
Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari
ucapan asli dari Yesus).
Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus, dicetak berwarna. Ada
empat warna yang disepakati, yaitu merah (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan
hitam bolt (BLACK).
Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan
Yesus, yaitu :
Option 1
** Red : I would include this item unequivocally in the database for determining who Jesus was.
** Pink : I would include this item with reservations (or modifications) in the database.
** Gray : I would not include this item in the database, but I might make use of some of the
content in determining who Jesus was.
** Black : I would not include this item in the primary database.
Option 2
** Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.
** Pink : Jesus probably said something like this.
** Gray : Jesus did not say this, but they ideas contained in it are close to his own.
30

** Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or content of a later or different
tradtion.
Option 3
** Red : That`s Jesus !
** Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.
** Black : There`s been some mistake.
Dari hasil seminar, ternyata Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14 tidak masuk kategori yang dinilai
atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus.
Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED,
PINK, GRAY & BLACK.
Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan,
menyatakan sebagai berikut :
"Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by
him, according to the Jesus Seminar."
"Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah
benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus."
Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar
tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau
82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benarbenar diucapkan Yesus, berarti hanya 18%
(delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang
jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan
ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta
Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.
Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang
hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.
Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh
Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya
ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.

Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:


RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti tidak ada satu ayatpun
yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.
PINK : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.
GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan
31

Yoh 13 ayat 20.


BLACK : (Jesus did not say this There's been some mistake!) selebihnya bukan ucaan Yesus!
Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099 kata. Kalau RED tidak
ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873
ayat.
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Ketujuh
Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin "pasti masuk
surga"
Umat Kristiani umumnya berani memastikan sesuatu yang belum tentu atau belum pasti terjadi.
Mereka beranggapan asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, di jamin "pasti
masuk surga". Padahal memastikan seseorang masuk surga, itu bukan hak atau wewenang kita
manusia, itu hanyalah hak Allah Swt. saja. Jika ada umat Islam mengatakan kepada mereka kata
"Insya Allah", sering diprotes, katanya "jangan insya Allah-insya Allah dong, yang pasti aja
dong!!" Mereka tidak memahami bahwa mengucapkan Insya Allah adalah sesuatu yang
dianjurkan dalam kitab suci Al Qur'an dan juga Alkitab. Tetapi sebagian besar umat Kristiani
tidak paham bahwa didalam Alkitab sebenarnya dianjurkan mengucapkan Insya Allah bila
mengatakan sesuatu yang belum tentu terjadi. Bahkan dikatakan, bila tidak mengucapkan Insya
Allah sesuatu yang belum pasti terjadi, dia tergolong sombong, dan bahkan berdosa.
Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:
"Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di
sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu
apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar
saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami
akan hidup dan beruat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu,
dan semua kemegahan yang demikian adalah saIah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus
berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." (Yak 4:13-17)
"Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu
bertolaklah ia dari Efesus." (Kis 18:21)
"Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu,
bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka.(1 Kor
4:19).
Kata-kata dalam semua ayat ayat tersbut yaitu "Jika Tuhan menghendakinya" dan "Jika Allah
menghendakinya" serta "Kalau Tuhan menghendakinya", semua itu maknanya sama yang dalam
Al Qur'an disebut "insya Allah".
Didalam Alkitab cetakan lama, katakata "Jika Tuhan Menghendakinya" semuanya tertulis jelas
dengan kata "insya Allah
32

Perhatikan Alkitab lama cetakan tahun 1960 sebagai berikut:


"Hai kamu jang berkata: "Bahwa hari ini atau besoknja biarlah kita pergi kenegeri anu serta
menahun disitu, dan berniaga dan mentjari laba"; pada halnja kamu tiada mengetahui apa jang
akan djadi besoknja. Bahaimanakah hidupmu itu? Karena kamu hanja suatu uap, jang kelihatan
seketika sahadja lamanja, lalu lenjap. Melainkan patutlah kamu berkata: "Insya Allah, kita akan
hidup membuat ini atau itu". Tetapi dengan hal jang demikian kamu memegahkan dirimu
dengan djemawanmu itu; maka semua kemegahan jang demikian itu djahat. Sebab itu, djikalau
orang jang tahu berbuat baik, pada halnja tiada diperbuatnja, maka mendjadi dosalah baginja.
"Melainkan sambil meminta diri ia berkata: "insya Allah, aku akan kembali kepadamu." (Kis
18:21)
"Tetapi insya Allah aku akan datang kepadamu dengan segeranja, dan aku akan mengetahui
bukan perkataan mereka itu jang......dst. (1 Kor4:19).
Dalam Al Qur`an, mengucapkan kata insya Allah merupakan suatu kewajiban bila kita tidak
mengetahui sesuatu yang bakal terjadi. Perhatikan ayat-ayat Al Qur`an sebagai berikut:
Fa lammaa dakhaluu alaa vuusufa aawaa ilaihi abawaihi wa qaalad khuluu mishra insyaaallaahu aaminiin
"Maka tatkala mereka masuk menemui Yusuf, Yusuf membawa ibu bapaknya ke tempatnya dan
berkata, "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman. " (Qs 12 Yusuf 99)
Qaala satajidunii in syaa-allaahu shaabiraw wa laa a`shii laka amraa.
"Musa berkata, "Insya Allah engkau akan mendapati aku orang yang sabar dan aku tiada
mengingkari perintahmu. " (Qs 18 Al Kahfi 69)
Fa lammaa balagha ma`ahus sa`ya qaala yaa bunayya innii araa fil manaami annii adzbahuka
fanzhur maadzaa taraa qaala yaa abatif`al maa tu`maru sa tajidunii insvaa-allaahu minas
shaabiriin.
"Maka tatkala anak mencapai umur dapat bekerja bersamanya, Ibrahim berkata, "Hai anakku,
sesungguhnya aku melihat di dalam mimpi bahwa aku akan menyembelihmu. Maka pikirkanlah
bagaimana pendapatmu?" Dia berkata, "Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan
kepada engkau; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar." (Qs
37Ash Shaaffaat 102)
Ternyata dari keterangan Alkitab tidak boleh m.engatakan "PASTI" untuk sesuatu yang belum
tentu terjadi. Memastikan dijamin "Pasti masuk surga" bila percaya kepada Yesus sebagai Tuhan
dan Juruselamat, adalah perbuatan sombong dan dosa. Jika hanya asal percaya kepada Yesus,
semua ummat Islam percaya kepada Yasus yang disebut Nabi Isa as. Tidak sempurna iman
seorang muslim jika tidak mengimani semua nabi, termasuk Nabi Isa. Bahkan percaya kepada
semua nabi termasuk Nabi Isa as (Yesus), merupakan salah satu Rukun Iman yang harus di
imani oleh setiap muslim dimanapun mereka berada. Hanya saja umat Islam mengimani beliau
hanya sebagai Nabi atau Rasul, bukan Tuhan!!
Menurut pandangan ummat Kristiani, asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
33

maka dijamin pasti masuk surga. Tetapi menurut pandangan Islam, hal itu bertolak belakang 180
derajat, justru kalau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka disitulah tidak mungkin
diselamatkan, karena telah menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah. Dan itu disebut dosa
syirik, yaitu salah satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah.
Dalam kitab Injil, Yesus berfirman bahwa keselamatan itu tergantung bagaimana kita
mengamalkan perintah Allah. Perhatikan ucapan Yesus sebagai berikut:
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. " (Mat 7:21)
Berdasarkan ucapan Yesus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa bukan setiap orang yang
berseru Yesus, Yesus yang akan masuk kedalam surga, tetapi kata Yesus yaitu mereka yang
melakukan sesuai dengan perintah Allah. Tentu menjadi pertanyaan, apakah ummat Kristiani
sudah melakukan sesuai perintah Yesus dan perintah Allah?? Marilah kita lihat beberapa contoh
sebagai bukti:
1. Allah Mengharamkan Babi
"Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku beiah, yaitu kukunya bersela panjang,
tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binaiang-binatang itu janganlah kamu
makan dan bangkainya jartganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu. (Imamat 11:7-8)
Allah telah mengharamkan babi. Kenyataannya mereka tidak haramkan babi, malah babi jadi
makanan kesukaan mereka. iustru yang haramkan babi umat Islam bukan?
2.Yesus sunat
"Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, la diberi nama Yesus, yaitu nama yang
disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya." (Luk 2:21 )
Yesus sunat, tetapi para pendeta tidak wajibkan sunat. Justru yang bersunat yaitu ummat Islam.
Nah apakah mereka ikuti perintah Allah? Justru umat Islamlah yang ikut perintah bersunat!!
3. Yesus mati dikafani tidak pakai peti
"Yusufpun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan
mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di
dalam buki t batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu." (Mar 15:46)
Yesus mati dikafani, tidak pakai peti. Apakah umat Kristiani yang mengaku pengikut Yesus bila
mereka mati dikafani dengan kain putih dan dikubur tidak pakai peti?? Ternyata mereka bila
mati, pakai jas, sepatu, dasi. pakaian yang paling bagus, didandani seperti penganten, lalu
dimasukkan kedalam peti, padahal Yesus mati hanya dikafani dengan kain putih dan tidak pakai
peti. Ini berarti mereka tidak mengikuti contoh bagaimana matinya Yesus. Justru yang
mengikuti matinya Yesus, adalah umat Islam. Bahkan dalam Islam, kuburan tidak perlu dibeton
seperti bangunan rumah, cukup menaruh batu diatas kubur sebagai tanda. Diatas kuburan Yesus
juga ditaruh sebuah batu, sebagai tanda, dan dalam Islam disunahkan menaruh batu diatas
kuburan.
34

Sebenarnya masih ada begitu banyak bukti-bukti bahwa ummat Kristini tidak mengikuti
perintah Yesus dan Allah. Dari beberapa ayat yang kami paparkan sebagai contoh itu, cukup
memberikan bukti bahwa jaminan keselamatan itu bukan hanya asal percaya kepada Yesus
dijamin pasti masuk surga, tetapi bagaimana mengamalkan seluruh ajaran Yesus dan Tuhannya
Yesus yaitu Allah Swt.
Setelah dicek diseluruh isi Alkitab, ternyata tidak ada satu ayatpun yang menjamin asal percaya
kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat "dijamin pasti masuk surga." Oleh sebab itu jika
ada umat Kristiani yang bisa menunjukkan ayatnya yang mengatakan bahwa asal percaya
kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat "dijamin pasti masuk surga, kami sediakan
hadiah uang tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) untuk satu pertanyaan ini saja.
Allah menjamin masuk surga bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepadaNya yaitu mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Tilka huduudullahi wa may yuthi`illaaha wa rasuulahuu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihal
anhaaru khaalidiina fiihaa wa dzaalikal fauzul azhiim.
"Dan barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka
ke dalam surga yang mengalir sungai sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan itulah
kejayaan yang besar." (Qs 4 An Nisaa ` 13)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa yang di jamin masuk surga oleh Allah, yaitu mereka yang taat
kepada Allah dan Rasulnya. Bagaimana bisa dijamin masuk surga, jika hanya asal percaya,
tetapi tidak mengamalkan serta tidak taat perintah Allah dan Rasul-Nya?? Buktinya betapa
banyak ayat-ayat dalam Alkitab, dimana tidak diamalkan dan tidak ditaati oleh umat Kristiani.
Oleh sebab itu keselamatan itu yaitu bagaimana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan
mengamalkan yang diperintakan-Nya.
Bagaimana yang tidak taat kepada Allah dan rasul-Nya serta melanggar hukum dan ketentuanNya, apakah mereka dijamin pasti masuk surga??. Perhatikan ayat selanjutnya :
Wa may yashillaaha wa rasuulahuu wa yata`adda huduudahuu yudkhilhu naaran khaalidan
fiihaa wa lahuu `adzaabum muhiin.
"Dan barang siapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batasnya (hukum)
Allah, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya dan baginya
azab yang menghinakan. " (Qs 4 An Nisaa` 14)
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Kedelapan
Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
Sejarah Natal
Chritmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang
Kristen didunia, berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Padahal ajaran tersebut tidak terdapat
dalam Alkitab dan Yesus-pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk
35

menyelenggarakannya.
Perayaan yang masuk kedalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad ke empat ini, berasal dari
upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan diseluruh
dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar dari Alkitab.
Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang berjudul "Christmas",
ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :
"Christmas was not among the earliest festivals of church, the first evidence of the feast is from
Egypt. Pagan custom centering around the January calends gravitated to christmas. "
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama, melainkan ia diyakini berasal dari Mesir.
Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala & jatuh pada bulan Januari ini,
kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."
Masih dalam Encyclopedi itu juga dengan judul "Natal Day" bapak Katolik pertama mengakui
bahwa :
"In the Scnptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday.
It is only sinners (like Pharaoh and Herold) who make great rejoicings over the day in which
they were born into the world. "
"Didalam Kitab Suci, tidak seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan
perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanya orang-orang kafir saja (seperti Firaun
dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."
Natal Menurut Encyclopedia Americana Tahun 1944
"Christmas...it was according to many authorities, not celebrated in ihe first centuries of the
Christian church, as the Christian usage in gene.ral was to celebrate the death of remarkable
persons rather than their birth... " (The "Communion", which is instituted by New Testament
Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "A feast was established in memory of this
even (Christ's birth) in the fourth century. In the fifth century the Westem Church ordered it fo
be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain
knowledge of the day of Christ's birth existed.
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen.
Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan
tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut." ("Perjamuan ci" yang termaktub dalam
Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) "Perayaan Natal
yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke empat Masehi.
Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari
kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran
Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun yang mengetahui hari kelahiran Yesus."
Asal usul Natal
Natal berasal dari kepercayaan pen-yembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno
dibawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak nabi Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang
36

mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Niniweah dll, serta kerajaan di dunia
dengan sistem kehidupan, ekonomi dan dasar-dasar pemerintahan. Nimrod ini adalah seorang
pembangkang Tuhan. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya dia mengawini ibu
kandungnya sendiri Semiramis.
Setelah Nimrod meninggal, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan ajaran Nimrod bahwa
roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya telah mati. Adanya pohon Evergreen
yang tumbuh diatas sebatang pohon kavu yang telah mati, ditafsirkan oleh Semiramis sebagai
bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal 25
Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting pohon itu sebagai
peringatan hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul Pohon Natal. Melalui pemujaan kepada
Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai "Anak Suci dari Surga'. Dari perjalanan sejarah dan
pergantian generasi ke generasi dari masakemasa dan dari satu bangsa ke bangsa lainnya,
akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini berubah menjadi Mesias Palsu, yaitu
berupa Dewa Baal, anak Dewa Matahari.
Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada "Ibu dan anak" (Semiramis dan
Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan
cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai dengan bahasa di negara-negara tersebut. Di Mesir dewadewi tersebut bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius.
Di Roma bernama Fortuna dan Yupiter, juga di negara-negara lain seperti di China, Jepang,
Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madona, jauh sebelum Yesus dilahirkan.
Pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika dunia pagan Romawi menerima agama baru yang
disebut "Kristen", mereka telah mempunyai kepercayaan dan kebiasaan pemujaan terhadap dewi
Madonna jauh sebelum Kristen lahir.
Natal adalah acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang saat itu puluhan abad yang lalu,
belum mengenal agama yang benar, dan akhirnya terwariskan sampai sekarang ini. Di Mesir,
jauh sebelum Yesus dilahirkan, setiap tahun mereka merayakan kelahiran anak Dewi Isis (Dewi
langit) yang mereka percaya lahir pada tanggal 25 Desember.
Para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama, tidak pernah
sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember.
Dalam Alkitab/Bible, tidak ditemukan walau satu ayatpun Tuhan/ Allah maupun Yesus yang
memerintahkan untuk merayakan Natal, sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember, adalah
perayaan agama Paganis (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat Kristiani.
Upacara Natal adalah berasal dari ajaran Semiramis istri Nimrod, yang kemudian di lestarikan
oleh para penyembah berhala secara turun temurun hingga sekarang ini dengan wajah baru yang
disebut Kristen.
Sinterklas
Sinterklas atau Santa Claus sebenarnya bukan ajaran yang berasal dari penganut paganisme
(penyembah berhala) maupun Alkitab. Sinterklas adalah ciptaan seorang Pastur yang bernama
"Santo Nicolas" yang hidup pada abad ke empat Masehi. Menurut Encyclopedia Britannica
halaman 648-649 edisi kesebelas, disebutkan :
37

"St Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of
December...a Legend of his surreptitious bestowal bf dowries on the three daughters of an
impoverished citizen...is said to have originated the old custom of giving present in secret on the
Eve of St. Nicholas (Dec 6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of
Christmas with Santa Claus."
"St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang
Yunani dan Latin setiap tgl 6 Desember. Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka
memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga orang anak wanita miskin. untuk
melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke
dalam malam Natal. Akhirnya terkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus..

Sinterklas Mengajarkan Kebohongan


Dalam ajaran agama manupun, semua orang tua melarang anaknya berbohong. Tetapi menjelang
Natal, banyak orang tua yang membohongi anaknya dengan cerita tentang Sinterklas yang
memberikan hadiah Natal ketika mereka tidur. Begitu anak-anak mereka bangun pagi, didalam
sepatu atau kaos kaki mereka yang digantungkan didepan pintu rumah, telah berisi berbagai
permen dan hadiah lainnya. Oleh sebab itu Sinterklas merupakan pembohongan yang dilakukan
oleh setan yang menyamar sebagai manusia.
"Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi
bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan
kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka."(2 Kor 11:14-15)
Pohon Terang
Pohon Terang atau Pohon Natal, samasekali tidak pernah dianjurkan oleh Tuhan maupun Yesus
untuk mengadakan atau merayakannya. Itu semua diadopsi dari ajaran agama pagan (kafir
kuno). Pohon itu sendiri disebut dengan istilah "Mistleto" yang biasanya dipakai pada perayaan
musim panas, sebagai persembahan suci kepada matahari.
Menurut Frederick J. Haskins dalam bukunya Answers to Questions disebutkan:
"The use of Christmas wreaths is believed by outhorities to be traceable to the pagan customs of
decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same times as
Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to
the Christian Era."
"Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala
(paganisme) yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan
dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno yang
masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen."
Sungguh mengherankan sekali dan sekaligus memprihatinkan, ternyata sebagian besar umat
Kristiani tidak mengerti dan tidak menyadari tentang sejarah perayaan Natal dan Pohon Terang.
Mereka begitu antusias menambut kedatangan hari Natal, bahkan jauh jauh hari sebelumnya
38

mereka sudah mempersiapkan dengan biaya yang begitu besar dalam menyambut hari kelahiran
Tuhan mereka. Padahal merayakan Natal dengan Pohon Terang samasekali tidak punya dasar
atau dalil didalam kitab suci mereka sendiri. Para Pendeta dan Pastur diseluruh dunia bahkan
Uskup dan Paus, jika ditanya tentang Natal dan Pohon Terang, pasti akan mengakui bahwa
memang tidak ada dalil dan ajaran dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember
dan tidak ada satu ayatpun tertulis didalam Alkitab (Bible) yang memerintahkan untuk merayakannya.
Kata Bibel / Alkitab tentang Pohon Natal
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa,
janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsabangsa gentar terhadapnya.
Sebab yang disegani bangsa-bangsa adaIah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang
ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang
memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya
jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat
berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut
kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat. " Tidak
ada yang sama seperti Engkau, ya Tuhan! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. "
(Yeremia 10:2-6)
Ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali mengatakan bahwa Pohon Terang adalah upacara
penyembahan berhala yang tidak bisa berbicara, tidak bisa berbuat jahat dan tidak bisa juga
berbuat baik. Tetapi kenapa masih saja disembah oleh sebagian besar umat Kristiani? Jawabnya
karena mereka tidak mengerti kandungan kitab sucinya, dan hanya ikut-ikutan apa kata
pemimpin agama mereka. Tidak mereka sadari bahwa justru mereka bukan pengikut Yesus yang
setia. Pengikut Yesus (Isa) yang sebenarnya adalah ummat Islam!
Apakah Natal Memuliakan Yesus?
"Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka
dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka
dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada illah mereka? Aku pun mau
berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab segala yang
menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi illah
mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api
bagi illah mereka. (32) Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu Iakukan dengan
setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. " (Ulangan 12:30-32)
"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma
mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah
manusia."(Matius 19:8-9)
"Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perin!ah
manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. " (Markus 7:
7-8)
Merayakan Natal = Melestarikan Kebohongan dan Pemborosan
Menjelang Natal akan bermunculan berbagai iklan di toko-toko, koran, majalah dlsb. Jutaan
39

dolar dan miliaran rupiah dihamburkan untuk promosi berbagai barang dagangan untuk
keperluan Natalan. Semuanya dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti "Malaikat
Pembawa Terang", padahal tanpa mereka sadari ajaran Yesus mereka telantarkan, karena yang
mereka rayakan adalah tradisi ajaran agama kafir kuno, bukan perintah Tuhan ataupun Yesus
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan
Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga. Pada hari terakhir
banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu,
dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada
waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal
kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23)
"Percuma mereka beribadah kepada-Ku. sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah
manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. (Markus 7:
7-8)
"Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu
dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." (Matius
26:8-9)
Dari penjelasan sejarah Natal ini, jelaslah bahwa Natal itu bukan ajaran Yesus.
Yesus seumur hidupnya tidak pernah sekalipun menyuruh merayakan Natal bagi dirinya.
Merayakan dirinya sebagai seorang Nabi atau Rasul saja beliau tidak pernah ajarkan, apalagi
menyuruh merayakan kelahirannya sebagai Tuhan!! Tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab
menyatakan Yesus lahir tanggal 25 Desember. Pendeta, Pastur bahkan Paus di Roma-pun
mengakui bahwa Natal bukan ajaran gereja. Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani atau siapapun
yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, kami
sediakan juga hadiah uang tunai Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) untuk satu pertanyaan ini
pula.
Dalam pandangan Islam, haram hukumnya bila ikut-ikutan merayakan Natal. Jangankan umat
Islam, bagi umat Kristiani pada dasarnya sama sekali tidak punya satu dalilpun merayakan
Natal. Umat Islam yang merayakan Maulid Nabi Muhammad saw. itupun tidak ada Quran dan
Sunnahnya, apalagi merayakan Natal. Merayakan Natal sama saja merayakan "kelahiran
Tuhan," padahal dalam pandangan Islam, Tuhan tidak lahir dan tidak pula dilahirkan.
Jika Umat Kristiani merayakan Natal hanya sebatas Yesus sebagai seorang Nabi atau Rasul atau
seorang Utusan Tuhan, itu masih bisa dipahami. Tetapi umat Kristiani merayakan hari Natal,
bukan sebagai hari kelahiran Yesus sebagai seorang Nabi, Rasul atau Utusan Tuhan, tetapi
sebagai hari kelahiran Yesus sebagai "Anak Tuhan'' atau "Anak Allah".
Haram hukumnya menurut pandangan Islam karena berdasarkan Al Qur`an, Yesus bukan Tuhan
dan Tuhan tidak punya anak.
Badii`us samaawaati wal rdhi annaa yakuunu lahuu waladuw wa lam takul lahuu shaahibatuw
wa khalaqa kulla syaiiw wa huwa bi kulli syai-in aliim.
"(Dia) pencipta langit dan bumi, bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai
istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui seala sesuatu. " (Qs 6 Al Maa-idah
40

101 )
Bahkan dalam ayat lain Allah wahyukan kepada Rasul-Nya Muhammad saw, bahwa jika Dia
mempunyai anak benaran, maka orang yang mula-mula akan menyembah anak itu adalah RasulNya yaitu Muhammad saw.
"Katakanlah, "Jika Yang Maha Pengasih itu mempunyai anak, maka akulah orang yang mulamula menyembahnya," (Qs 43 Az Zuhkruf 89).
Bahkan dalam ayat lain Allah peringatkan kepada mereka (Yahudi dan Nashara) bahwa tidak
benar Dia mempunyai anak!
Qaalut takhadzallaahu waladan subhaanahuu-huwal ghaniyyu lahuu maa fis samaawaati wa maa
fil ardhi in `indakum min sulthaanim bi haadzaa a taquuluuna 'alallaahi maa laa ta`lamuun.
"Mereka (Yahudi dan Nashari) berkata, "Allah mempunyai anak." Allah Mahasuci, Dialah Yang
Maha Kaya, bagi-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi; tidak ada alasan bagi kamu tentang
itu. Apakah kamu berkata terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
Qul huwallaahu ahad, Allahush shamad, Lam yalid wa lam yuulad, Wa lam yakul Iahuu
kufuwan ahad.
"Katakanlah, "Dia-lah Allah yang maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak
(pula.) diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya". (Qs 112 Al lkhlash 14)
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Kesembilan
Buktikan siapa yang hapal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala!
Pernah terjadi ketika dalam suatu acara Debat Islam & Kristen di salah satu gedung di Jakarta,
waktu memasuki acara tanya jawab, seorang ahwat mengajukan satu pertanyaan kepada sang
Pendeta yang bertitel Doctor Teologi sebagai berikut :
AHWAT: "Pak Pendeta, di dunia ini ada banyak orang yang hapal Al Qur'an diluar kepala.
Apakah ada orang yang hapal Alkitab diluar kepala?"
PENDETA: "Di dunia ini tidak mungkin ada yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun
orarig itu, tidak mungkin dia bisa hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku
yang sangat tebal, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur'an. Al Qur'an adalah buku
yang sangat tipis, makanya mudah dihapal."
Jawaban pendeta tersebut terlalu singkat, tidak rasional dan sangat merendahkan bahkan
melecehkan AI Quran.
Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut
mikropone yang ada difangan ahwat tersebut, dan melanjutkan pertanyaan ahwat tadi. (maaf
disini kami pakai nama pengganti HILS)
41

HILS : "Maaf pak Pendeta, tadi bapak katakan bahwa Al Qur an adalah buku yang sangat tipis,
makanya gampang dihapal diluar kepala. Tapi pak Pendeta, bahwa setipis-tipisnya Al Qur'an,
ada sekitar 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini
ada jutaan orang yang hapal Al Qur'an diluar kepala. Bahkan anak kecil sekalipun banyak yang
hapal diluar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak
Pendeta, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja diluar
kepala (1/66 saja), semua yang hadir disini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen
lagi! Ayo silahkan pak Pendeta!"
Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin audiens yang muslim
khawatir, jangan-jangan ada salah satu Pendeta yang benar-benar hapal salah satu surat saja di
dalam Alkitab tersebut. Seandainya ada yang hapal, berarti saya harus tepati janjiku yaitu harus
masuk Kristen kembali. Karena para Pendetanya diam, saya lemparkan kepada jemat atau
audiens Kristen yang dibelakang.
HILS : "Ayo kalian yang dibelakang, jika ada diantara kalian yang hapal satu surat saja dari
Alkitab ini diluar kepala, saat ini semua jadi saksi, saya akan kembali masuk ke agama Kristen
lagi, silahkan!!"
Masih dalam situasi tegang, dan memang saya tahu persis tidak akan mungkin ada yang hapal
walaupun satu surat saja diluar kepala, tantangan tersebut saya robah dan turunkan lagi. Saat itu
ada beberapa Pendeta yang hadir sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu
usianya bervariasi, ada yang sekitar 40, 50 dan 60an tahun. Pada saat yang sangat menegangkan,
saya turunkan tantangan saya ke titik yang terendah, dimana semua audiens yang hadir, baik
pihak Kristen maupun Islam semakin tegang dan mungkin sport jantung.
HILS : "Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitar 40, 50 tahun dan 60an tahun bukan? Jika ada
diantara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini,
asalkan PAS TITIK KOMANYA, saat ini semua jadi saksinya, aku kembali masuk agama
Kristen lagi!! Silahkan pak!"
Ketegangan yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, situasi
semakin tegang, terutama dipihak teman-teman yang beragama Islam. Mungkin mereka
menganggap saya ini gila, over acting, terlalu berani, masak menantang para Pendeta yang
hampir ratarata bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Suasana saat itu
sangat hening, tidak ada yang angkat suara, mungkin cemas, jangan-jangan ada yang benarbenar hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Karena para pendeta diam seribu bahasa, akhirnya
saya lemparkan lagi kepada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.
HILS : "Ayo siapa diantara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal
pas titik komanya, saat ini saya kembali masuk Kristen. Ayo silahkan maju kedepan!"
Ternyata tidak ada satu pun yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta maupun audiens
yang beragama Kristen. Akhirnya salah seorang Pendeta angkat bicara sebagai berikut:
PENDETA: "Pak Insan, terus terang saja, kami dari umat Kristiani memang tidak terbiasa
menghapal. Yang penting bagi kami mengamalkannya."
HILS : "Alkitab ini kan bahasa Indonesia, dibaca langsung dimengerti! Masak puluhan tahun
42

beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar pun tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya
karena Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, makanya sulit dihapal karena tidak mengandung
mukjizat! Beda dengan Al Quran. Di dunia ini ada jutaan orang hapal diluar kepala, bahkan
anak kecilpun banyak yang hapal diluar kepala seluruh isi Al Qur'an yang ratusan halaman.
Padahal bahasa bukan bahasa kita Indonesia. Tapi kenapa mudah dihapal? Karena Al Qur'an ini
benar-benar wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sehingga dimudahkan untuk
dihapal. Soal meng-amalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan ajaran Al
Quran. Saya yakin jika bapak-bapak benarbenar mengamalkan isi kandungan Alkitab, maka
jalan satu-satunya harus masuk Islam. Bukti lain bahwa Al Qur'an adalah wahyu Allah,
seandainya dari Arab Saudi diadakan pekan Tilawatil Qur'an, kemudian seluruh dunia
mengakses siaran tersebut, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan bisa menilai apakah
bacaannya benar atau salah. Dan ketika mengikuti siaran acara tersebut, tidak perlu harus
mencari kitab Al Qur'an cetakan tahun 2000 atau 2005. Sembarang Al Qur'an tahun berapa saja
diambil, pasti sama. Beda dengan Alkitab. Seandainya ada acara pekan tilawatil Injil disiarkan
langsung dari Amerika, kemudian seluruh dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi
rujukan untuk di ikuti dan dinilai benar tidaknya? Sama-sama bahasa Inggris saja beda versi,
jadi sangat mustahil jika ada umat Kristiani bisa melakukan pekan tilawatil Injil, karena satu
sama lainnya berbeda."
Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu mendapat sambutan hangat dan aplaus dari
audiens yang beragama Islam. Oleh sebab itu kami serius menyediakan hadiah uang tunai
sebesar Rp. 10.000.000.(sepuluh juta rupiah) bagi siapa saja umat Kristiani yang bisa hapal ayatayat Alkitab walau satu lembar saja bolak balik atas pas titik komanya. Bagi yang ingin
mencobanya, kami persilahkan hubungi kami bila ada yang bisa menghapalnya diluar kepala,
tanpa harus membuat satupun kesalahan.
-------------------------------------------------------------------------------Pertanyaan Kesepuluh
Kuiz lnjil Lukas Berhadiah 1 (satu) mobil sedan BMW
Kelihatannya pertanyaan ini seperti main-main saja, namun kami yakinkan bahwa pertanyaan ini
sungguh benar dan serius 100%. Mobilnya-pun benar-benar ada, bukan fiktif, jadi bisa dilihat
kapan saja. Sepuluh pertanyaan yang pertama tadipun itu semuanya serius, bukan main-main,
bahwa kami sediakan untuk setiap jawaban dari pertanyaan kami uang tunai sebesar Rp.
10.000.000.- (sepuluh juta rupiah) bagi yang bisa menjawab setiap pertanyaan. Jadi 10 (sepuluh)
pertanyaan pertama tadi, jika bisa dijawab semuanya maka total hadiahnya adalah 10 X
10.000.000 = Rp. 100.000.000.- (seratus juta rupiah).
Pertanyaannya sangat mudah, cukup dijawab berdasarkan ayat-ayat Alkitab itu sendiri, karena
Yesus sendiri yang mengatakan dan meyakinkan bahwa apa yang dia katakan ada tertulis
didalam sekian banyak kitab-kitab yang dia sebutkan di dalam Alkitab itu sendiri. Jika bisa
dijawab berarti Alkitab itu 100% firman Allah dan anda berhak mendapatkan hadihnya yaitu 1
(satu) mobil sedan BMW
Sebelum kami berikan pertanyaannya dan juga sebelum anda menjawabnya, ada baiknya kami
sampaikan bahwa yang namanya nubuat harus digenapi, jika tidak maka nubuat tersebut tidak
benar alias bohong. Bersama ini kami berikan sedikit contoh penggenapan suatu nubuat yang
benar-benar terjadi, seperti :
43

Nubuat dalam Perjanjian Lama:


"Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. (Hosea 11:1).
Penggenapan di Perjanjian Baru
"Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu
menyingkir ke Mesir, dan tinggal disana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah
yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku. " (Matius 2:14-15.)
Nubuat dalam Perjanjian Lama
"Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau!
Engkau telah Kuperanak-kan pada hari ini." (Mazmur 2: 7 )
Penggenapan di Perjanjian Baru
"Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri -Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi
dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah
Kuperanakkan pada hari ini. " (Ibrani 5:5)
Nubuat dalam Perjanjian Lama
"Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orangorang yang remuk
hati, untuk memberitaan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang
yang terkurung kelepasan dari penjara." (Yesaya 61:1)
Penggenapan di Perjanjian Baru
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab la telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang miskin; dan la telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan
orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas
4:18-19 )
Nah ayat-ayat tadi semuanya membuktikan bahwa apa yang dinubuatkan Tuhan di dalam kitab
Perjanjian Lama, itu benarbenar terjadi atau digenapi pada kitab Perjanjian Baru. Kalau tidak
terjadi atau tidak digenapi, berarti itu bukan nubuat Tuhan, sebab tidak mungkin Tuhan keliru
atau salah.
Untuk itu kami ajukan pertanyaan berhadiah 1 (satu) mobil sedan BMW jika ada yang bisa
membuktikan ucapan Yesus sekitar nubuat tentang dirinya yang terdapat pada Lukas 24:44-46
sebagai berikut:
44. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika
Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis
tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
44

45. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46. Kata-Nya kepada rnereka: Ada tertulis demikian: "Mesias harus menderita dan bangkit dari
antara orang mati pada hari ketiga"
Pertanyaannya adalah:
Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian: "Mesias harus
menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga" dalam kitab Taurat Musa, Kitab
Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur
Catatan : Taurat Musa ada 5 kitab, Kitab Nabi Nabi ada 33 kitab dan Kitab Mazmur ada 1 kitab,
jadi jumlahnya 39 kitab. Atau dengan kata lain perkataan Yesus tersebut tertulis dalam semua
kitab Perjanjian Lama, sebab jumlah kitab Perjanjian lama semuanya ada 39 kitab.
Kalimat: "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga" pada yat
46 ini menurut ayat 44 telah tertulis dalam kitab Taurat, kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Menurut
ayat 45, bagi yang tidak tahu berarti belum mengerti Alkitab.
Ternyata semua pakar Alkitab tidak mengetahui dimana letak ayat tersebut pada Taurat Musa,
kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Pihak Kristen berapologi bahwa konsep Mesias yang menderita
memang ditemukan dalam Perjanjian Lama, tetapi bukan dalam bentuk teks seperti yang tertulis
dalam Lukas 24:46.
Tampaknya mereka kurang cerdik untuk membelanya, sebab mereka tidak membandingkan
dengan :
I. Matius 12:16-20
16. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
17. supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
18. "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwaKu berkenan;
Aku akan menaruh rohKu ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsabangsa.
19. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya
di jalan-jalan.
20. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak
akan dipadamkannya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
Bunyi ayat Matius 12:18-20 ini bisa kita temukan pada Yesaya 42:1-4 yang berbunyi:
1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku
telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
2. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
45

3. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak
akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
4. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan
hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
II. Matius 13:14-15
14. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan
mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
15. Hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat
tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan
mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Ayat-ayat ini bisa ditemukan pada Yesaya 6:9-10 yang berbunyi:
9. Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguhsungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
10. Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya
melekat tertutup. supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan
telinganya dan mengerti dengan hatinya. lalu berbalik dan menjadi sembuh "
III. Matius 1.3::3 5
"Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulutKu
mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.
"
Teks ayat Matius ini bisa kita temukan pada Mazmur 78:2 yang berbunyi:
"Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari
zaman purbakala."
IV. Lukas 3:4-6 berbunyi:
4. Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara Vang berseru-seru di
padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berlikuliku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
6. dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
Bunyi ayat-ayat Lukas diatas dapat kita temukan dalam Yesaya 40:3-5 berikut ini:
3. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah
di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
46

4. Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukitbukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5. maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersamasama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya."
Lalu bagaimana dengan Lukas 24:4446 yang katanya dalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan
Mazmur telah tertulis demikian:
"Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga"
Anggap saja ini merupakan sayembara yang berhadiah mobil BMW. Jadi bagi siapa saja dan
dari golongan agama mana saja yang bisa menjawabnya berdasarkan Alkitab, silahkan hubungi
kami setiap saat pada (021) 70984849, HP 0815.8787.627 atau HP. 081.654.25227. Hadiah bisa
diambil sewaktu-waktu dengan membawa bukti dalil dari Alkitab dari ke 39 Kitab yang Yesus
sebutkan itu. Jika tidak bisa buktikan berarti ucapan Yesus itu adalah tidak benar alias fiktif.
Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di
antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab
bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal kami benar-benar serius dan akan
menepati janji bila ada diantara umat Kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan
bukti berupa ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus bahwa dia
beragama Kristen.
Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya?
Siapa saja yang bisa menunjukkan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar tertulis
di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen, <edited>
Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen
dan yang menamakan agama itu `Kristen' bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di
Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah ini :
"Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik,
penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah
Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke
Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil
mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.'
(Kis 11:23-26)

Ayat diatas membuktikan bahwa yang menamakan agama itu "Kristen' bukan Yesus. tetapi
47

Barnabas dan Paulus.


Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab
nama "Kristen' itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan
Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang kami baca
dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku
"Religions on File" Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29
M (Masehi). Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama "Kristen" terhadap agama yang
mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus
mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun kata "Kristen", yang
ada kata "Nashara" karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut
"Nashrani bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata "Kristen' hanya disebutkan
paling banyak 6 (enam) kali, yaitu pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2
dan 1 Ptr 4:16)

48