Anda di halaman 1dari 18

INDUSTRI SEMEN

Kelompok XI
Daren Ferreiro (142012061)
Nayl Diab (14201204x)

DEFINISI

Semen adalah suatu campuran senyawa kimia


yang bersifat hidrolis, artinya jika dicampur
dengan air dalam jumlah tertentu akan mengikat
bahan-bahan lain menjadi satu kesatuan massa
yang dapat memadat dan mengeras.
Secara umum, dapat didefinisikan sebagai bahan
perekat yang dapat merekatkan bagian-bagian
benda padat menjadi bentuk yang kuat, kompak
dan keras.

I. Komponen
Komponen utama : Oksida silika
Dengan penambahan air
mengikat bahan lain
Campuran terpenting :

1.

2.
3.
4.

5.

mampu

Tricalcium silicat
3CaO.SiO2 atau C3S
Dicalcium silicat
2CaO.SiO2 atau C2S
Tricalcium alumina
3CaO.Al2O3 atau C3A
Tetracalcium alumina ferrit 4CaO.Al2O3.Fe2O3
atau C4AF
MgO

II. Bahan Baku


1.
2.
3.
4.

Batu kapur
Tanah liat
Pasir besi
Pasir kwarsa

CaCO3
Al2O3.2SiO2.xH2O
Fe2O3
SiO2

Reaksi
CaCO3 + Al2O3.2SiO2.xH2O + Fe2O3 + SiO2
3CaO.SiO2 + 2CaO.SiO2 + 3CaO.Al2O3 + 4CaO.Al2O3.Fe2O3

C3S

C2S

C3A

C4AF

III. Penggunaan
1.

Bahan bangunan :

2.

Mortar (campuran semen, kapur, pasir)


Beton (campuran semen, pasir, kerikil)
Beton bertulang (beton + besi)

Bahan bangunan setengah jadi

Eternit (campuran asbes & semen)


Tegel (campuran semen & pasir)

IV. Proses Pembuatan

Dapat dilakukan dengan proses kering


atau proses basah
Proses kering lebih hemat bahan bakar

Proses Kering
Lime
stone
clay

Raw
Material
storage

Crusher
(penghancuran)

Crusher
(penghancuran)

Kiln silo
Feed

Clinker
Grinding

Roller Mill

Clay dryer

Suspension
Preheater

Cement
silos

sand

Rotary
kiln
cooler

Clinker/
Gypsum
Silo

gypsum

Proses Basah
sand
Lime
stone

Crusher

Slurry
feed
tank

Grinding
(giling)

Clay
tank

Clay
washer

Clinker
grinding

Cement
silos

Slurry
blending
tank
gypsum

Rotary
Kiln

Clinker/
gypsum
storage

clay

Proses Utama pada Rotary Kiln (T : 1643oK)

Drying
Calcination

: penguapan air
: disosiasi CaCO3

Al2O3.2SiO2.xH2O

CaO + CO2
Al2O3 + SiO2 + H2O

(Tanah liat)

Sintering
: mulai melelehnya bahan baku
Reaksi utama : terbentuk C3S, C2S, C3A, C4AF
Gypsum (4 5 %)

Hasil : klinker

semen

Fungsi gypsum : untuk memperlambat pengerasan

V. Penggolongan semen berdasarkan


kadar Ca silikat/aluminat
Tipe I (Ordinary Portland Cement)

Adalah semen portland yang dipakai


untuk segala macam konstruksi (tidak
diperlukan sifat-sifat khusus)
Mengandung 5% MgO, dan 2,5 3 %
SO3
Sifat-sifat semen ini berada di antara
sifat moderate heat dan high early
strength portland cement.
12

Tipe II ( Moderate Heat Portland


Cement)

Semen portland yang dipakai untuk


konstruksi yang memerlukan ketahanan
terhadap sulfat dan panas hiderasi yang
sedang, biasanya daerah pelabuhan dan
bangunan sekitar pantai.
Terdiri dari 20% SiO2, 6% Al2O3, 6%
Fe2O3, 6% MgO dan 8% C3A
Semen tipe ini lebih banyak mengandung C2S
dan mengandung lebih sedikit C3A
dibandingkan dengan semen Tipe I
13

Tipe III (High Early Strength Portland


Cement)

Tipe ini mempunyai kandungan C3S lebih


tinggi dibandingkan tipe lainnya sehingga
lebih cepat mengeras dan cepat
mengeluarkan panas.
Tersusun atas 6% MgO, 3,5 4,5% Al2O3,
35% C3S, 40% C2S dan 15% C3A.
Digunakan untuk pembangunan gedunggedung besar, pondasi, pembetonan pada
udara dingin, yang memerlukan kekuatan
awal yang tinggi.
14

Tipe IV (Low Heat Portland Cement)

Digunakan untuk bangunan dengan


panas hiderasi rendah misalnya, pada
bangunan beton yang besar dan tebal,
untuk mencegah keretakan.
Kandungan C3S dan C3A lebih rendah
sehingga pengeluaran kalornya lebih
rendah.
Tersusun atas 6,5% MgO, 2,3% SO3,
dan 7% C3A.
15

Tipe V (Sulphato Resistance Portland


Cement)

Adalah semen portland yang mempunyai


kekuatan tinggi terhadap sulfur dan
memiliki kandungan C3A lebih rendah
dibanding tipe lainnya.
Tersusun atas 6% MgO, 2,3% SO3, 5% C3A.
Digunakan untuk bangunan di daerah yang
kandungan sulfatnya tinggi, misal:
pelabuhan, terowongan, pengeboran di laut,
dan bangunan pada musim panas.
16

VI. Peran tiap komponen

C3S :
memberi kekuatan pada saat permulaan
Penambahan kekuatan secara kontinyu
C2S :
Memberi kekuatan sedikit sampai 28 hari
Memberi efek kekuatan yang besar
C3A :
memberi efek kekuatan yang besar selama 28 hari &
berangsur-angsur hilang
C4AF :
memberi efek kekuatan sedikit pada permulaan &
selanjutnya

Peta Industri Semen


di Indonesia

Semen Gresik Group (Semen Gresik, Semen Padang,


Semen Tonasa)
-Lafarge (Perancis)
PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk
-Heidelberg Cement (Jerman)
PT. Holcim Indonesia Tbk
-Holcim Cement (Swiss)
PT. Bosowa
PT. Semen Baturaja
PT. Semen Kupang