Anda di halaman 1dari 18

IDENTIFIKASI MODEL

PEMBUATAN KEBIJAKAN
NATIONAL SECURITY POLICY:
KONTEKS BARAT DAN
INDONESIA
ARFIN SUDIRMAN, S.IP., MIR.
08112343113/arfinsudirman@gmail.com

Bahan Bacaan:
Barry Buzan, People, States and Fear - 2nd Edition:
An Agenda for International Security Studies in the
Post Cold War Era (1991)
Paul D. Williams (Eds), Security Studies: An
Introduction, Routledge, 2008.
Craig A. Snyder (Ed), Contemporary Security and
Strategy, The Macmillan Press Ltd, 1999.
Alan Collins, Security Studies, Oxford University
Press, 2007

Konsep SECURITY Secara


Umum
Security atau Keamanan merupakan :
Ketiadaan ancaman (threat) dan ketakutan (fear) (Arnold
Wolfers).

Kebebasan relatif dari perang (Ian Bellamy).


Bebasnya masyarakat dari tekanan fisik dan manusia yang
menghambatnya melakukan hal-hal yang mereka inginkan

(Ken Booth).
SURVIVAL (Buzan)
Intinya, security adalah suatu kondisi bebas dari ancaman
dan rasa bahaya yang berasal dari aspek apapun.

Security Analysis: Conceptual Apparatus


Barry Buzan, A New Framework for Analysis

Orientasi Kebijakan Keamanan :


Security
Status Quo/Survival
Analysis
Existential threat

Emergency measure

SEKURITISASI

SECURITY / KEAMANAN
Security adalah hal mengenai survival (kelangsungan hidup) atau
hal-hal yang berkaitan dengan mempertahankan hidup.
Security sendiri juga berarti melegitimasi penggunaan kekuatan,
namun sekaligus membuka jalan bagi negara untuk bergerak
guna menangani ancaman yang ada. Biasanya, hal ini juga
membenarkan penggunaan tindakan-tindakan yang tidak biasa,
demi melindungi referent object.
Security problem adalah segala sesuatu yang mengancam
survival dari suatu political order, dan jika masalah tersebut tidak
bisa diatasi maka hal tersebut akan mengancam eksistensi suatu
entitas politik.
Dalam seluruh sektor keamanan keamanan, terdapat ancamanancaman yang dapat mendorong sekuritisasi, ancaman-ancaman
tersebut disebut existential threat.

SEKURITISASI SEBAGAI SALAH


SATU MODEL PEMBUATAN
KEBIJAKAN KEAMANAN NASIONAL
Makna Sekuritisasi secara sekilas:

PROSES dimana suatu isu tertentu menjadi


sebuah isu keamanan, dimana penekanannya
pada proses menjadi dan tidak menjadikan (desecuritization)
Isu tersebut dapat berupa isu politik, militer,
ekonomi, sosial maupun lingkungan yang
diangkat atau disekuritisasi menjadi isu
keamanan
securitization memungkinkan sebuah open
framework analisis
Konsep Constructivism

ORDINARY
ISSUES
Militer

Politik

5 SEKTOR
KEAMANAN

Ekonomi

Sosial
Lingkungan

SEKURITI
SASI

SECURITY
ISSUES

SECURITY
MEASURES
?

Keterkaitan antara security


dan securitization
Security adalah konsep tentang rasa
aman dalam arti luas, sedangkan
securitization adalah proses dan aksi
untuk menciptakan atau mencapai rasa
aman (keamanan/ security) dalam
berbagai aspek kehidupan.
Dengan kata lain, how to achieve
security is by securitization.

UNIT-UNIT YANG TERLIBAT


DALAM PROSES SEKURITISASI
Securitizing
Actors
Referent
Objects

Functional
Actors

Sekuritisasi

SECURITIZATION MODEL
Unit Analisis:
Referent objects: dapat saja individual dan groups (eg: pengungsi,
korban pelanggaran HAM, dll), dapat pula isu-isu area (eg: national
sovereignty, lingkungan, ekonomi, dll.) yang memiliki klaim sah untuk
survival dan keberadaannya sangat jelas terancam.
The securitizing actors: dapat saja pemerintah, elit politik, militer,
dan masyarakat sipil. Mereka menjadikan suatu isu sebagai isu
keamanan dengan mengutarakan dengan jelas (articulating)
keberadaan ancaman terhadap kelangsungan hidup (survival) referent
object yang spesifik.
Functional Actors: pelaku-pelaku yang mempengaruhi dinamika
sebuah sektor atau bidang. Tanpa menjadi objek rujukan atau aktor
yang menyuarakan keamanan pada kepentingan objek rujukan, aktor
ini menjadi seorang pelaku yang siknifikan mempengaruhi keputusankeputusan dalam bidang keamanan. Misalnya, sebuah perusahaan
polutan dapat menjadi aktor sentral dalam bidang lingkungan, dia
bukanlah sebuah objek rujukan maupun aktor yang mengsekuritisasi
isu-isu lingkungan

POLITIZATION DAN
SECURITIZATION
Securitization adalah versi yang lebih ekstrim dari proses
politization
Isu yang kemudian dapat diangkat dalam sekuritisasi:
Isu publik yang tidak bersifat politik -> isu tersebut tidak
berhubungan dengan negara dan tidak mengakibatkan debat
publik.
Isu yang bersifat politik -> isu tersebut merupakan bagian
dari kebijakan publik serta membutuhkan keputusan
pemerintah.
Isu yang bersifat keamanan (securitized) -> yakni isu yang
menampakkan suatu ancaman dan membutuhkan tindakan
darurat serta aksi-aksi yang dibenarkan, dan terkadang
dilakukan di luar batasan prosedur politik yang wajar.
Jahn, Lemaitre, dan Waever (1987) serta Ayoob (1995),

POLITIZATION DAN
SECURITIZATION
How to Execute Securitization?
Language theory yang berupa speech act :
Bukanlah
tindakan
nyata,
melainkan
bagaimana
mengartikulasikan sesuatu melalui kata-kata.
Dengan menggunakan speech act inilah securitizing actors
mengangkat suatu isu biasa menjadi isu keamanan
Speech act merupakan kombinasi dari bahasa dan society,
dari kedua bagian intrinsik speech dan kelompok yang
memberi kuasa serta mengakui speech tersebut
speech yang menyatakan suatu hal sebagai existential threat
(speech act) tidak berarti langsung menciptakan sekuritisasi,
namun hanya berupa securitizing move. Tetapi, isu tersebut
hanya akan securitized jika relevant audience menerimanya
sebagai ancaman pula

ANCAMAN

VULNERABILITY

(Isu, Fenomena, State


Actor, Non-state Actor)

(5 Security Sectors)

REFERENT
OBJECTS
(5 Security Sectors)

Stage 1

PERSEPSI ELIT/
SECURITIZING ACTORS
(IO, State Actors,
Governments, NSA)

SPEECH ACT

Stage 2
DESECURITIZING
ACTORS &
FUNCTIONAL ACTORS
(Media, Opini Publik,
Legislatif, Lobbiest, dll)

KEPUTUSAN
POLITIK?

SECURITIZATION

DESECURITIZATION

Policy and Measure


i.e. UU Antiterorisme
Densus 88
ISA
Protokol Kyoto

Ordinary Public Arena


i.e. Debat RUU Intelijen, RUU
Kamnas
Lembaga Pengawasan
Keuangan Dunia

Successful act of securitization


What constitutes security is subjective matter.
Copenhagen school berpendapat bahwa keamanan
sebagai sebuah konsep konstruksi sosial
Tindakan securitization dapat berhasil ataupun tidak
tergantung pada kemampuan orasi yang persuasif.
Setiap proses securitization melibatkan tindakan politik
dan keamanan.
The act of securitization hanya akan berhasil apabila
pendengar (audience) yang relevan dapat diyakinkan
atas keberadaan ancaman yang mengancam referent
object.
Pemerintah dan elit mendapat manfaat dari aktor-aktor
lain demi meyakinkan pendengar.
Referent object dapat benar-benar terjamin
keamanannya.

Sekuritisasi War
on Drugs di
Thailand

Non-politisasi

Hingga kebijakan war on drug tahun 2003,


belum ada kebijakan signifikan dari pemerintah
Thailand
Politisasi

Referent Object:
Kedaulatan nasional dan
integritas wilayah Thailand;
Integritas dan stabilitas
sistem politik
Populasi masyarakat
Thailand;
Perkembangan ekonomi
dan kesejahteraan negara;
Aktor sekuritisasi
Perdana Menteri Thaksin
Sinawatra dan
pemerintahannya
Audience/Pendengar
Opini publik masyarakat
Thailand

Perdana Menteri Thakshin Sinawatra


mengeluarkan kebijakan war on drugs pada
2003.
Sekuritisasi

Memunculkan tindak pem-black list pihak yang


terlibat oleh kementerian, polisi, otoritas lokal
karena ia dianggap sebagai ancaman terhadap
keamanan.
Berujung pada tindak penyalahgunaan karena
lebih dari 2500 orang terbunuh. Banyak
tersangka yang tidak diperiksa dan tidak
dipenjara. Kelompok HAM menilai ini
merupakan shoot to kill policy.
Thaksin berpendapat bahwa itu merupakan
akibat dari perang antar-mafia-bandits killing
bandits. Walau demikian, opini publik tetap
berpihak kepada kebijakan war on drugs
pemerintah.

PENUTUP
TIMIKA