Anda di halaman 1dari 4

Bab 4

Pertanyaan : Bagaimana pertimbangan khusus untuk audit entittas yang lebih kecil ? apakah
pertimbangan ini mengunakan intuisi auditor pribadi ?
Jawab : dalam pertimbangan khusus audit entitas yang lebih kecil, digolongkan dalam seksi the
application and the other explanatory material dalam ISA. Pertimbangan tambahan ini membantu
penerapan kewajiban yang ditetapkan ISA dalam audit entitas seperti yang disebutkan diatas. Namun
apabila dalam seksi application and the other explanatory entitas lebih kecil tersebut belum tercakup
maka auditor boleh menerapkan intuisi pribadinya dengan cataatan tidak membatasi atau mengurangi
tanggung jawab auditor untuk menerapkan dan mematuhi kewajiban oleh isas. Mungkin tersebut akan
dibuat oleh isas untuk periode akan dating.
Bab 5
Pertanyaan : Dalam qc system, apa yang saja kegiatan yang diatur oleh information system ? apa yang
terjadi apabila information system yang dimilki auditor kurang update ?
Jawab : kegiatan-kegiatan pada information system diantaranya adalah pemrosesan time dan billing, dan
office workflow. Dimana information system ini membantu auditor mempermudah proses dari kegiatan
diatas tersebut. Apabila terjadi information system yang dimiliki auditor kurang update akan
menyebabkan auditor tersebut tertinggal dalam kualitas mutu yang dimiliki. Selain information system
control environment juga harus update supaya standar yang diberlakukan juga tidak tertinggal.

Bab 6
Pertanyaan : Apa yang harus diupayakan untuk mencegah salah saji yang material ?
Jawab : Kegiatan pengendalian dirancang untuk langsung dan mencegah salah saji yang material, jika
salah saji itu terjadi , kegiatan pengendalian dengan cepat menemukan dan memperbaikinya.

Bab 7
Pertanyaan : Dengan melihat hasil asersi, bagaimana auditor menilai untuk prosedur audit selanjutnya ?
Jawab : merancang prosedur audit untuk setiap assessed risk untuk setiap asersi terkait. Sebagai jawaban
atau tanggapan dari risiko yang dinilai.
Bab 8
Pertanyaan : Bagaimana perlakuan auditor terhadap overall materiality ?
Jawab : overall materiality ditetapkan sehubungan dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan , angka
overall materiality tidak diubah sebagai akibat temuan audit dan perubahan dalam resiko yang dinilai
(assessed risk ) .overall materiality harus dimukathirkan (updated) ketika auditor mengetahui adanya

informasi yang menyebabkan penetapan angka materialitas seharusnya berbeda dari apa yang ditetapkan
semula

Bab 9
Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan pengujian subtantif pada prosedur audit pada pengendalian
internal ?

Jawab : pengujian subtantif pengujian rinci dan prosedur analitis yang dilakukan untuk menemukan salah
saji material dalam saldo rekening, golongan transaksi dan unsur pengungkapan laporan keuangan.

Bab 10
Pertanyaan : Bagaimana pada pengungkapan pada atas perubahan estimasi akuntansi terjadi kesalahan ?
Jawab : Kesalahan di dalam laporan keuangan dapat menimbulkan catatan mengenai pengakuan,
pengukuran, penyajian yang salah, atau pengungkapan pos di dalam laporan keuangan. Bilamana laporan
keuangan berisi kesalahan-kesalahan yang material, maka tidak dapat dianggap mematuhi IFRS. Lalu
melihat pada bukti audit yang cukup dan disclosure yang sudah memenuhi syarat.

Bab 11
Pertanyaan : Bagaimana sikap auditor mengidentifikasikan adanya hal hubungan istimewa yang
disembunyikan ?
Jawab : Auditor harus senantiasa waspada terhadap informasi pihak-pihak terkait ketika mereviu catatan
atas dokumen selama audit berlangsung. auditor menginspeksi dokumen penting tertentu , tetapi bukan
melakukan investigasi yang ekstensif terhadap catatan dan dokumen secara khusus diarahkan untuk
diindetifikasikan pihak-pihak terkait.

Bab 12
Pertanyaan : kondisi seperti apakah yang mengaharuskan terjadinya pemberian dua tanggal (dual dating )
Jawab : Untuk peristiwa kemudian tertentu pekerjaan audit dapat dibatasi hanya pada perubahan laporan
keuangan seperti dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan terkait. Dalam situasi ini , tanggal
auditor semula . akan tetapi suatu tanggal baru ditambahkan . sehingga ada dua tanggal pelaporan auditor.

Bab 13
Pertanyaan : Disaat kapan auditor boleh berhenti bertanya terkait kesinambungan usaha ?
Jawab ; Selama audit tetap waspada terhadap peristiwa yang menimbulkan keraguan tentang
kesinambungan usaha entitas. Apabila dapat disimpulkan ada atau tidaknya ketidakpastian material atau
jika penggunaan asumsi kesinambungan usaha tidak tepat.

Bab 14
Pertanyaan : Apa yang harus dilakukan auditor apabila perhitunggan praktis persediaan tidak dilakukan ?
Jawab : ISA 501.7 menetapkan auditor wajib melaksanakan prosedur audit alternantif untuk memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat mengenai eksistensi dan kondisi persediaan.

Bab 15
Pertanyaan : Jika manajemen meminta perubahan dalam syarat-syarat perikatan audit, hal apakah yang
perlu dipertimbangkan oleh auditor?
Jawab : Auditor perlu mempertimbangkan apakah permintaan mempunya dasar dan apa

implikasinya terhadap lingkup penugasan.

Bab 16
Pertanyaan : Apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk rencana audit pada entitas yang
lebih kecil ?
Jawab : suatu memo singkat dapat berfungsi sebagai dokumentasi audit secara menyeluruh .untuk rencana
audit , program audit baku atau daftar penguji dapat digunakan dengan asumsi kegiatan pengendalian
yang relevan dan program audit disesuaikan dengan situasi dalam penugasan.

Bab 17
Pertanyaan : Mengapa acuan sebenarnya digunakan tergantung pada kearifan professional ?
Jawab : Penggunaan kearifan professional diterapkan dalam situasi khusus maupun pada performance
materiality , yang tidak lain adalah menangani resiko salah saji yang material dengan menangkap salah
saji besarannya di bawah batas ambang tertentu.

Bab 18
Pertanyaan : Pengarahan apa saja yang harus diberikan kepada tim audit ?
Jawab :
1. Jawab : Menentukan tingkat materialitas
2. Memberikan peran dan tanggung jawab
3. Memberikan pengarahan umum kepaa staf mengenai bagian-bagian audit yang menjadi
kewajiban mereka untuk menyelesaikannya
4. Tekankan pentingnya mempertahankan skepsitisme profesional selama audit berlangsung

Bab 19
Pertanyaan : Mengapa auditor perlu bersikap skeptisme professional ?
Jawab : skeptisme professional adalah kewajiban auditor untuk menggunakan dan mempertahankannya
, sepanjang periode penugasan,terutama kewaspadaan atas kemungkinan terjadinya kecurangan.
Dengan bersikap skeptisme professional auditor dapat menyadari kecurangan yang terjadi dalam
manajemen dan bersikap kritis.

Bab 20
Pertanyaan : Bagaimana auditor dapat menghitung probabiltas risikonya itu terjadi ?
Jawab : Auditor dapat mengevaluasi profitabilas ini dengan sederhana, yakni apakah probabilitasnya
tinggi atau rendah . Dengan menilai nya dengan skor menggunakan angka.

Bab 21
Pertanyaan : Apa yang wajib auditor laksanakan setelah auditor menetukan bahwa risiko salah saji
material yang dinilai pada tingkat asersi merupakan risiko signifikan?
Jawab : Auditor wajib melaksanakan prosedur yang khusus menanggapi risiko tersebut. Dalam hal
pendekatan terhadap risiko signifikan itu hanya terdiri atas prosedur subtantif, prosedur wajib uji rincian.