Anda di halaman 1dari 4

Kata Pengantar

Teriring doa dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga dengan seijin Nya kami selaku penyusun makalah telah
menyelesaikannya tepat pada waktunya.
Makalah ini merupakan sarana pelatihan yang diberikan dosen pengampu mata kuliah
Hukum Organisasi Internasional yang kami tempuh. Kami haturkan banyak terimakasih
kepada dosen pengampu karena kesabaran atas bimbingannya dan kepercayaannya kepada kami
untuk menyelesaikan tugas makalah ini yang telah diberikannya.
Akhirulkallam dengan mengucapkan Alhamdulillah Robbil Alamin kami semua telah
menyelesaikan tugas makalah ini yang diberi Tema Peranan Inter Parliamentary Union Dalam
Dunia Internasional. Dan tentunya kami menyadari kelemahan/kekurangan dari makalah yang
telah dibuat. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya untuk perbaikan/penyempurnaan
untuk makalah ini sangat kami harapkan.

Wassalam,
Yogyakarta, 20 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Profil
Anggota parlemen dan orang perdamaian, William Randal Cremer (Inggris) dan Frdric
Passy (Perancis), Uni Antar-Parlemen adalah forum permanen pertama bagi perundingan
multilateral politik.
Sosialisasi konsep perdamaian dan arbitrase internasional, IPU yang diberikan asal-usul
untuk bentuk sekarang ini dilembagakan multilateral co-operasi dan menganjurkan
pembentukan lembaga-lembaga terkait di tingkat antar-pemerintah - yang pada akhirnya
muncul menjadi ada sebagai Perserikatan Bangsa-Bangsa. IPU ini juga berperan dalam
mendirikan apa yang sekarang menjadi Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag.
Selama bertahun-tahun, delapan Hadiah Nobel Perdamaian - termasuk tiga pertama yang
dimiliki oleh tokoh terkemuka IPU:

1901: Frdric Passy (Prancis)

1902: Albert Gobat (Swiss)

1903: William Randal Cremer (Inggris)

1908: Frederic Bajer (Denmark)

1909: Agustus Beernaert (Belgia)

1913: Henri La Fontaine (Belgia)

1921: Christian Lange (Norwegia)

1927: Ferdinand Buisson (Prancis)


IPU telah mengubah dirinya dari sebuah asosiasi anggota parlemen individu ke dalam

organisasi internasional Parlemen Negara berdaulat (Pasal 1 Anggaran Dasar Uni Antar
Parlemen). Ini adalah pusat untuk dialog dan diplomasi parlemen antara legislator yang
mewakili setiap sistem politik dan semua kecenderungan politik utama di dunia yang
merupakan platform unik untuk mengamati pendapat politik dan tren di seluruh dunia.
Sidang IPU wajib dan pertemuan khusus berfungsi sebagai ajang pengujian ide-ide baru dan

inisiatif yang mengarah ke terobosan penting dalam mencari perdamaian dan memajukan
kerjasama internasional.

B. Latar Belakang
C. Negara Negara Anggota
Saat ini ada 155 Anggota dan 9 Anggota Associate Uni Antar-Parlemen. Yaitu antara lain:
* Afghanistan, Albania, Aljazair, Andorra, Angola, Argentina, Armenia, Australia, Austria,
Azerbaijan
* Bahrain, Bangladesh, Belarus, Belgia, Benin, Bolivia, Bosnia dan Herzegovina, Botswana,
Brasil, Bulgaria, Burkina Faso, Burundi
* Kamboja, Kamerun, Kanada, Cape Verde, Chile, Cina, Kolombia, Komoro, Kongo, Kosta
Rika, Pantai Gading, Kroasia, Kuba, Siprus, Republik Ceko
* Republik Demokratik Kongo, Republik Rakyat Demokratik Korea, Denmark, Djibouti,
Republik Dominika
* Ekuador, Mesir, Salvador Estonia, El, Ethiopia
* Finlandia, Perancis
* Gabon, Gambia, Georgia, Jerman, Ghana, Yunani, Guatemala, Guinea-Bissau
* Hungaria
* Iceland, India, Indonesia, Iran (Republik Islam), Irak, Irlandia, Israel, Italia
* Jepang, Yordania
* Kazakhstan, Kenya, Kuwait, Kyrgyzstan Lao
* Republik Demokratik Rakyat, Latvia, Lebanon, Lesotho, Liberia, Libya Arab Jamahiriya,
Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg
* Malawi, Malaysia, Maldives, Mali, Malta, Mauritania, Mauritius, Meksiko, Monaco,
Mongolia, Montenegro, Maroko, Mozambik
* Namibia, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nikaragua, Nigeria, Norwegia
* Oman
* Pakistan, Palau, Palestina, Panama, Papua New Guinea, Paraguay, Peru, Filipina, Polandia,
Portugal
* Qatar

* Republik Korea, Republic of Moldova, Romania, Federasi Rusia, Rwanda


* Samoa, San Marino, Sao Tome dan Principe, Saudi Arabia, Senegal, Serbia, Seychelles,
Sierra Leone, Singapura, Slovakia, Slovenia, Afrika Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Sudan,
Suriname, Swedia, Swiss, Republik Arab Suriah
* Tajikistan, Thailand, Timor-Leste, The mantan Republik Yugoslavia Makedonia, Togo,
Tunisia, Turki
* Uganda, Ukraina, Uni Emirat Arab, Inggris, Republik Tanzania, Uruguay
* Venezuela, Viet Nam
* Yaman
* Zambia, Zimbabwe

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar yang telah diuraikan sebelumnya , maka terdapat beberapa
permasalahan pokok dalam penyusunan makalah ini, yaitu:
1. Bagaimana peran Inter Parliamentary Union dalam dunia Internasional?
2. Apa peranan Negara Indonesia Dalam Inter Parliamentary Union?