Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH PENYAKIT TROPIS

RUBELLA
( GERMAN MEASLES)
Dosen Pengampu : Refa Teja Mukti, S.Kep.,Ns

Disusun Oleh :
1. Aswadi
2. Apriyani Arumkartikasari
3. Robyngatul Ngadawiyah
4. Siti Maryam Yulisa
5. Widi Astuti

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas nikmat dan
karunia- Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
Rubella. Dimana makalah ini kami susun sebagai salah satu syarat untuk
memenuhi tugas Mata kuliah Penyakit Tropisr semester VII Program S1
Keperawatan STIKes Harapan Bangsa Purwokerto.
Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada :
1. Dosen yang membimbing kami dalam proses pembelajaran.
2. Semua rekan rekan yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam
pembuatan makalah ini.
Penyususn menyadari dalam pembuatan makalah ini belum mendekati
kesempurnaan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun, sehingga menjadi bahan perbaikan dan kesempurnaan dalam
penulisan selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun
khususnya serta bagi para pembaca pada umumnya.

Purwokerto 24, Okt 2014

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rubella yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman atau campak 3
hari adalah sebuah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah
bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella ( virus yang berbeda dari virus
yang menyebabkan campak), yang biasanya ditularkan melalui cairan yang keluar
dari hidung atau tenggorokan. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui aliran
darah seorang wanita yang sedang hamil kepada janin yang dikandungnya.
Karena penyakit ini tergolong penyakit ringan pada anak anak, bahaya medis
yang utama dari penyakit ini adalah infeksi pada wanita hamil, yang dapat
menyebabkan sindrom cacat bawaan pada janin tersebut. Sebelum vaksin
melawan rubella tersedia pada tahun 1969, epidemi rubella terjadi, 6 9 tahun.
Anak- anak dengan usia 5 - 9 menjadi korban utama dan muncul banayak kasus
rubella bawaan. Sekarang, dengan adanya program imunisasi pada anak - anak
dan remaja usia dini, hanya muncul sedikit kasus rubella bawaan.
Infeksi rubella berbahaya bila terjadi pada wanita hamil muda, karena
dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan
pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50% sedangkan jika
infeksi terjadi trimester pertama maka resikonya menjadi 25% (menurut America
College of Obstatrician and Gynecologist, 1981).

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Definisi
Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella ( bersal dari
bahasa Latin yang artinya merah ). Nama lain dari penyakit ini adalah campak
Jerman, disebut demikian karena pertama kali dikenalkan oleh seorang dokter
berkebangsaan Jerman. Virus Campak / Virus Rubella adalah virus RNA
beruntai tunggal, dari keluarga Paramyxovirus, dari genus Morbillivirus. Virus
campak hanya menginfeksi manusia, dimana virus campak ini tidak aktif oleh
panas, cahaya, pH asam, eter, dan tripsin (enzim). Ini memiliki waktu
kelangsungan hidup singkat di udara, atau pada benda dan permukaan.
Virus rubela adalah virus yang menyebabkan terjadinya campak jerman yang
menyerang anak-anak, orang dewasa, termasuk ibu hamil. Virus rubela dapat
menyerang bagian saraf atau otak yang kemudian menyerang kulit
Rubella yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman atau campak 3
hari adalah sebuah infeksi yang menyerang, terutama kulit dan kelenjar getah
bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella (virus yang berbeda dari
virus yang menyebabkan penyakit campak), yang biasanya ditularkan melalui
cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan.

B. Etiologi
Rubella disebabkan oleh suatu RNA virus, genus Rubivirus, famili
Togaviridae. Virus dapat diisolasi dari biakan jaringan penderita. Secara fisikokimiawi virus ini sama dengan anggota virus lain dari famili tersebut, tetapi
virus rubela secara serologik berbeda. Pada waktu terdapat gejala klinis virus
ditemukan pada sekret nasofaring, darah, feses dan urin.
Rubella merupakan mikroba yang jenis sifatnya menetap didalam susunan
saraf pusat seseorang yang terinfeksi. Pembengkakan pada kelenjar getah
bening dan terasa perih (biasanya dibelakang leher atau telinga).

C. Patofisiologi
Periode inkubasi rata-rata 18 hari (12-23 hari). Virus sesudah masuk
melalui saluran pernafasan akan menyebabkan peradangan pada mukosa
saluran pernafasan untuk kemudian menyebar keseluruh tubuh. dari saluran
pernafasan inilah virus akan menyebrang ke sekelilingnya. Rubella baik yang
bersifat klinis maupun sub klinis akan bersifat sangat menular terhadap
sekelilingnya. Pada infeksi rubella yang diperoleh post natal virus rubella akan
dieksresikan dari faring selama fase prodromal yang berlanjut sampai satu
minggu sesudah muncul gejala klinis. pada rubella yang kongenal saluran
pernafasan dan urin akan tetap mengeksresikan virus sampai usia 2 tahun. hal
ini perlu diperhatikan dalam perawatan bayi dirumah sakit dan dirumah untuk
mencegah terjadinya penularan. Sesudah sembuh tubuh akan membentuk
kekebalan baik berupa antibody maupun kekebalan seluler yang akan
mencegah terjadinya infeksi ulangan.

D. Tanda Gejala
Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari, terdiri dari tiga stadium.
a. Stadium prodromal
Berlangsung 2 4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti batuk
pilek susah menelan,stomstitis konjungtivis.
b. Stadium erupsi
Ditandai dengan timbulnya ruam selama 5 6 hari. Timbulnya ruam
dimulai dari batas rambut dibelakang telinga, kemudian menyebar ke
wajah, leher, dan akhirnya ke ektrimitas.
c. Stadium konvalesens
Setelah 3 hari ruam berangsur angsur menghilang sesuai urutan
timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan
menghilang setelah 1 2 minggu.

Gejala lain yang ditimbulkan :


a.

Demam ringan 37,2-37,8 derajat Celsius, selama 1 atau 2 hari.

b.

Bintik-bintik (ruam) di wajah dan menjalar ke bawah, ppada hari ke 2 atau


tiga.

c.

Conjunctivitis ringan (pembengkakan pada kelopak mata dan bola mata).

d.

Mata terasa nyeri.

e.

Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh.

f.

Kulit kering.

g.

Sakit pada persendian.

h.

Sakit kepala.

i.

Wajah pucat dan lemas.

j.

Nafsu makan berkurang atau bahkan hilang.

E. Manifestasi Klinis
a. Masa inkubasi
Masa inkubasi berkisar 14 21 hari. Dalam beberapa laporan lain
waktu inkubasi minimum 12 hari dan maksimum 17 sampai 21 hari.
b. Masa prodromal
Pada anak biasanya erupsi timbul tanpa keluhan sebelumnya;
jarang disertai gejala dan tanda masa prodromal. Namun pada remaja dan
dewasa muda masa prodromal berlangsung 1-5 hari dan terdiri dari demam
ringan, sakit kepala, nyeri tenggorok, kemerahan pada konjungtiva, rinitis,
batuk dan limfadenopati. Gejala ini segera menghilang pada waktu erupsi
timbul. Gejala dan tanda prodromal biasanya mendahului 1-5 hari erupsi
di kulit. Pada beberapa penderita dewasa gejala dan tanda tersebut dapat
menetap lebih lama dan bersifat lebih berat. Pada 20% penderita selama
masa prodromal atau hari pertama erupsi timbul suatu enantema, tanda
Forschheimer, yaitu makula atau petekiia pada palatum molle. Pembesaran
kelenjar limfe bisa timbul 5-7 hari sebelum timbul eksantema, khas
mengenai kelenjar suboksipital, postaurikular dan servikal dan disertai
nyeri tekan.

c. Masa eksantema
Seperti pada rubeola, eksantema mulai retro-aurikular atau pada
muka dan dengan cepat meluas secara kraniokaudal ke bagian lain dari
tubuh. Mula-mula berupa makula yang berbatas tegas dan kadang-kadang
dengan cepat meluas dan menyatu, memberikan bentuk morbiliform. Pada
hari kedua eksantem di muka menghilang, diikuti hari ke-3 di tubuh dan
hari ke-4 di anggota gerak. Pada 40% kasus infeksi rubela terjadi tanpa
eksantema.

Meskipun

sangat

jarang,

dapat

terjadi

deskuamasi

posteksantematik. Limfadenopati merupakan suatu gejala klinis yang


penting pada rubela. Biasanya pembengkakan kelenjar getah bening itu
berlangsung selama 5-8 hari.
Pada penyakit rubela yang tidak mengalami penyulit sebagian
besar penderita sudah dapat bekerja seperti biasa pada hari ke-3. sebagian
kecil penderita masih terganggu dengan nyeri kepala, sakit mata, rasa gatal
selama 7-10 hari.

F. Komplikasi
Komplikasi relatif tidak lazim pada anak. Neuritis dan artritis kadangkadang terjadi. Resistensi terhadap infeksi bakteri sekunder tidak berubah.
Ensefalitis serupa dengan ensefalitis yang ditemukan pada rubeola yang terjadi
pada sekitar 1/6.000 kasus. Kebanyakan anak-anak mengalami penyembuhan
total. Anak laki-laki atau pria dewasa kadang mengalami nyeri pada testis
(buah zakar) yang bersifat sementara. Sepertiga wanita mengalami nyeri sendi
atau artritis. Pada wanita hamil, campak jerman bisa menyebabkan keguguran,
kematian bayi dalan kandungan ataupun keguguran. Kadang terjadi infeksi
telinga (otitis media).

G. Pencegahan
Imunisasi MMR pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella
merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak. Vaksin MMR
diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun dan

tidak boleh lebih dari 11-12 tahun. Vaksin rubella tidak boleh diberikan kepada
wanita hamil atau wanita yang akan hamil dalam jangka waktu satu bulan
sesudah pemberian vaksin.

H. Pengobatan
Cara mengobati Virus Rubella sampai saat ini belum ditemukan. Yang
ada, hanyalah pemberian antibody untuk mengantisipasi risiko terserang virus
ini dengan melakukan vaksin MMR dan memastikan calon ibu hamil benarbenar bebas TORCH sebelum hamil, agar tidak terjadi penularan ke janin.
Untuk

mengurangi

ketidak

nyamanan

pada

balita

bisa

di

berikan

acetaminophen atau ibuprofen.


I. Pemeriksaan Rubella
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan anti
rubella dan Ig M. Pemeriksaan anti rubella IgM terutama sangat berguna untuk
diagnosis infeksi akut pada kehamilan <18 minggu dan resiko infeksi rubella
bawaan. Jika pada screning tersebut dalam darahnya ditemukan IgM denagn
kadar cukup besar, berati tidak perlu dilakukan vaksinasi karena telah memiliki
antibody yang cukup bagus. Sebaliknya jika IgM ditemukan dengan kadar
rendah, perlu dilakukan imunisai rubella.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan Rubella yang sering dikenal dengan istilah campak Jerman
atau campak adalah sebuah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar
getah bening. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella ( virus yang berbeda
dari virus yang menyebabkan campak), yang biasanya ditularkan melalui
cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan. Rubella disebabkan oleh
suatu RNA virus, genus Rubivirus, famili Togaviridae.
Gejala lain yang ditimbulkan adalah Demam,bintik-bintik (ruam) di wajah
dan menjalar ke bawah, conjunctivitis, mata terasa nyeri, muncul bintik-bintik
merah di seluruh tubuh, kulit kering, sakit pada persendian, sakit kepala, wajah
pucat dan lemas, nafsu makan berkurang atau bahkan hilang
Komplikasi relatif tidak lazim pada anak. Neuritis dan artritis kadang-kadang
terjadi dan pencegahan yang dilakukan dengan cara Imunisasi MMR pada usia 12

bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada
masa kanak-kanak. Vaksin MMR diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua
diberikan pada usia 4-6 tahun dan tidak boleh lebih dari 11-12 tahun. Vaksin
rubella tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau wanita yang akan hamil
dalam jangka waktu satu bulan sesudah pemberian vaksin.
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan anti rubella
dan Ig M.
B. Saran
1. Menjaga sanitasi atau kebersihan lingkungan sekitarnya
2. Menyarankan agar mengonsumsi makan makanan yang bergizi dan
bernutrisi
3. Menyarankan untuk banyak istirahat bagi yang terkena virus rubella
4. Menagnjurkan untuk pola hidup sehat dengan olahraga yang bertujuan
untuk tetap dapat menjaga antibody.

DAFTAR PUSTAKA

Conain, Santoso. Coordinator Riset dan pengembangan makmal terpadu,


fakultas Universitas Indonesia.
Ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Dari Wikipedia Indonesia 2008.
Indonesia pater aventis. Copy right.2002.
Prawirohardjo, Sarwono.2005. Ilmu Kebadanan. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka.
www.Balita-anda.com
www.peterparkerblog.com Kesehatan Campak
id.wikipedia.org/wiki/Rubela
www.anakibu.com/ibu/rubella-campak-jerman
sakit.blogdetik.com/.../gejala-sakit-campak-jerman-ata
www.tabloidnova.com/.../Campak-Jerman-Mudah-Se