Anda di halaman 1dari 21

METABOLISME

OLEH
ABD TEDY M.Pd

METABOLISME

Standar kompetensi :
2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme.

Kompetensi dasar :
2.1 mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme.
2.2 mendeskripsikan proses katabolisme dan anabolisme
karbohidrat.
2.3 menjelaskan keterkaitan antara proses metabolisme,
karbohidrat dengan metabolisme lemak dan protein.

Kompetensi dasar :
2.1
mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses
metabolisme.

Tujuan :
Menjelaskan pengertian anabolisme
Menyebutkan sekurang-kurangnya 2 contoh peristiwa anabolisme
Menjelaskan pengertian katabolisme
Menyebutkan sekurang-kurangnya 2 contoh peristiwa
katabolisme.
Menyebutkan komponen-komponen penyusun enzim
Menyebutkan sekurang-kurangnya 4 macam sifat enzim.
Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim

METABOLISME SEL
Totalitas reaksi kimia yang berlangsung
dalam sel atau dalam tubuh organisme
Melibatkan ATP dan enzim
dibedakan menjadi 2 :
Anabolisme
Katabolisme

KATABOLISME
Proses pemecahan senyawa kimia dari zat yang
bermolekul besar (kompleks /berenergi tinggi)
menjadi zat yang bermolekul kecil (sederhana
/ berenergi rendah)
Merupakan reaksi Eksergonik/Eksoterm
Reaksi yang membebaskan energi

CONTOH KATABOLISME
Respirasi : C6H12O6+O2
Pembongkaran H2O2
Pembongkaran lemak
Pembongkaran protein

CO2+H2O+En
H2O+O2
asam lemak +
gliserol
asam amino

Anabolisme
adalah proses penyusunan molekulmolekul kompleks, berenergi tinggi dari
molekul-molekul sederhana yang
berenergi lebih rendah dengan
membutuhkan energi
merupakan reaksi endergonik atau
endoterm , reaksi yg memerlukan energi

CONTOH ANABOLISME
Fotosintesis :

6CO2+6H2O

C6H12O6+6O2

Sintesa lemak : asam lemak + gliserol lemak


Sintesa Protein : asam amino
protein
Sintesa Amilum :2 glukosa maltosa amilum

TRANFORMASI ENERGI

Transformasi energi cahaya matahari menjadi energi


kimia yang disimpan dalam molekul karbohidrat, lemak
& protein. Transformasi ini diawali dengan proses
fotosintesis.
Transformasi energi kimia dalam senyawa-senyawa
kimia (zat makanan diubah menjadi energi dalam
ikatan P yang berupa ATP). Proses ini sebagian besar
berlangsung dalam mitokondria.
Pelepasan energi kimia ikatan fosfat untuk kegiatan:
- Mekanik (krontraksi otot)
- Listrik (transport aktif lewat membran sel,
pengangkutan impuls dalam sel-sel syaraf
- Kimia (sintesa senyawa-senyawa kimia).

MOLEKUL BIOLOGI YANG TERLIBAT


DALAM REAKSI METABOLISME

ATP dan enzim


ATP adalah molekul biologi yang tersusun
atas :
- Gula pentosa (ribosa)
- Basa nitrogen (adenin)
- 3 gugus fosfat
Pembongkaran 1 mol ATP menjadi ADP
akan dibebaskan 7,3 kalori

ENZIM

Senyawa protein yang disintesa oleh sel dan


berfungsi sebagai biokatalisator terhadap
reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di dalam
atau di luar sel.
Komponen penyusun enzim :
1. Enzim sederhana tersusun dari protein
2. Enzim Kompleks (En konjugasi / holoenzim)
a. Apoenzim
bag. Protein
termolabil
b. kofaktor
bag. Nonprotein
termostabil
gugus prostetik : berupa logam, Ex: Cu, Fe, Mg,
K,Na,Zn
Koenzim : berupa zat organik, Ex: Vit.B1,B6,NAD,
KoA, FAD

ENZIM
SIFAT-SIFAT ENZIM
Merupakan biokatalisator
Berupa senyawa protein
Kerjanya spesifik
Bekerja bolak-balik/reversibel
Termolabil
Merupakan suatu koloid
Memiliki sisi aktif/sisi katalitik
Diperlukan dalam jumlah sedikit
Dapat menurunkan energi pengaktifan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KERJA ENZIM

Temperatur/Suhu

Optimal + 38oC, kenaikan temperatur yang


masih dalam kemampuan enzim dapat
menaikkan aktifitasnya. Jika melebihi,
menurunkan aktifitasnya
Pada suhu 0oCtidak aktif
Pada suhu 40oCtidak aktif
Pada suhu 50oCkoagulasi

pH efektif pada pH tertentu.

Misalnya : pepsin (1-3);tripsin(+8)

Konsentrasi Enzim
Jika faktor lain konstan, maka kecepatan
reaksi yang dikatalis berbanding lurus
dengan konsentrasi enzim

Konsentrasi Substrat
Kecepatan reaksi bertambah jika substrat
ditingkatkan sampai pada suatu titik dimana
enzim jenuh dengan substrat

Zat-Zat Inhibitor Zat Penghambat


Kompetitif
Non Kompetitif /Aloesterik Inhibitor

INHIBITOR

Inhibitor adalah zat yang dapat menghambat kerja


enzim.
Inhibitor ada yang bersifat reversibel dan ada yang
bersifat irreversibel.
Inhibitor reversibel dibedakan menjadi inhibitor
kompetitif dan nonkompetitif.
1. Inhibitor kompetitif
Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan
menempati sisi aktif enzim. Penghambatannya bersifat
reversibel dan dapat dihilangkan dengan menambah
konsentrasi substrat.

2. Inhibitor nonkompetitif
Biasanya berupa senyawa kimia yang tidak mirip substrat
dan berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim.
Ikatan ini menyebabkan perubahan bentuk enzim sehingga
sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan substratnya.
Contohnya, antibiotik penisilin menghambat kerja enzim
penyusun dinding sel bakteri.
Inhibitor ini bersifat reversibel tetapi tidak bisa
dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat.
3. Inhibitor irreversibel
Inhibitor ini berikatan dengan sisi aktif enzim secara kuat
sehingga tidak dapat terlepas.
Enzim menjadi tidak aktif dan tidak bisa kembali seperti
semula.
Contohnya diisopropilfluorosulfat yang menghambat kerja
enzim asetilkolin-esterase

PENAMAAN ENZIM
Enzim diberi nama sesuai substratnya dan diberi akhiran ase.
1.
2.
3.
4.

Enzim selulase adalah enzim yang menguraikan selulosa.


Enzim lipase adalah enzim yang menguraikan lipid.
Enzim protease adalah enzim yang menguraikan protein.
Enzim karbohidrase adalah enzim yang menguraikan
karbohidrat.

Karbohidrase merupakan suatu kelompok enzim. Enzim yang


termasuk karbohidrase adalah amilase dan maltase.
Ada dua cara penamaan enzim, yaitu secara sistematik (didasarkan
atas reaksi yang terjadi), dan trivial (nama singkat)

Contoh : ATP + glukosa ADP + glukosa 6-fosfat


Nama sistematik : ATP : Glukosa 6-fosfat
Nama trivial : Heksokinase

Hipotesis EMIL FISCHER


Antara Enzim+Substrat terjadi
persatuan yang kaku Lock and Key
Substrat sebagai Anak Kunci Kompleman
dengan Enzim sebagai Kunci
Selama reaksi berjalan substrat melekat
pada enzim pada daerah katalitik
membentuk enzim substrat
Setelah reaksi selesai hubungan
tersebut lepas, enzim kembali pada
bentuk semula, sedang substrat menjadi
hasil akhir

CARA KERJA ENZIM MENURUT EMIL FISCHER (LOCK & KEY)

ENZIM

SUBSTRAT

KOMPLEKS ENZ-SUBS

ENZIM

HASIL AKHIR

Hipotesis KOSHLAND
Sisi aktif enzim-enzim merupakan struktur
yang fleksibel
Terjadi interaksi dinamis antara enzim dengan
substrat
Jika substrat berkombinasi dengan enzim akan
terjadi perubahan struktur sisi aktif enzim
sehingga fungsi enzim lebih efektif
Substrat juga mengalami perubahan selama
diinduksi
Akhir reaksi enzim kembali seperti semula

CARA KERJA ENZIM MENURUT KOSHLAND


( INDUCED FIT)

ENZIM

SUBSTRAT

KOMPLEKS ENZ-SUBS ENZIM

HASIL AKHIR