Anda di halaman 1dari 57

Uwais Qorni, Baiduri Yasintiani, Eka Kurniawan

Definisi
Anatomi Fisiologi Kardiovaskular
Langkah-langkah Pemeriksaan Fisik
Kardiovaskular

Pemeriksaan fisik kardiovaskular adalah


pemeriksaan
fisik
yang
mencakup
pemeriksaan fisik jantung dan pembuluh
darah dan pemeriksaan fisik khusus untuk
menentukan kelainan penyakit pada sistem
kardiovaskular.

Bentuk conus/ kerucut


mempunyai bagian membulat di superior
yang disebut basis, bagian agak lancip di
inferior yang disebut apex
Terletak di thorax cavity/ rongga dada, lebih
cenderung ke arah kiri
Mempunyai 4 ruang

Terdapat 4 buah katup jantung :


2 Katup atrioventrikularis menghubungkan atrium dan
ventrikel
- Antara atrium kanan dan ventrikel kanan disebut tricuspid
valve/ valvula tricuspidalis
- Antara atrium kiri dan ventrikel kiri disebut bicuspid valve/
mitral valve/ valvula bicuspidalis
2 Katup semilunaris
Pulmonary semilunar valve/ valvula semilunaris
pulmonalis: terdapat di pangkal pulmonary artery
Aortic semilunar valve/ valvula semilunaris aorta : terdapat
di pangkal aorta

Periode sistole (kontraksi dan pengosongan


isi)
Periode kontraksi ventrikel

Fase ejeksi ventrikel

Periode Diastole (relaksasi dan pengisian)


Periode relaksasi ventrikel

Fase Pengisian ventrikel

Suara jantung disebabkan oleh penutupan


katup jantung

S1 : Penutupan katup mitral dan trikuspid


- Durasi: lebih panjang (0,14 detik)
- Frekwensi lebih rendah

S2 : Penutupan katup aorta (A2) dan katup


pulmonar (P2)
- Durasi: lebih pendek (0,11 detik)
- Frekwensi lebih tinggi

S3 : Pengisian cepat ventrikel


Timbul pada awal dari sepertiga pertengahan

masa diastolik
Karena osilasi darah di antara dinding ventrikel
akibat masuknya darah ke ventrikel pada masa
pengisian cepat (rapid filling)
Sifat: rumbling, lemah
Sukar dideteksi dengan stetoskop

S4 : Kontraksi atrium
Vibrasi dinding ventrikel akibat mengalirnya

darah ke dalam ventrikel sewaktu kontraksi


atrium
Hampir tidak pernah terdeteksi dengan stetoskop
Hanya pada fonokardiogram

Ejection Click : Suara bernada tinggi karena


terbukanya katup aorta atau pulmonar yang
kaku (stenosis pulmonar atau stenosis aorta)

Opening Snap : Suara bernada tinggi karena


terbukanya katup mitral atau trikuspid yang
kaku (stenosis mitral atau stenosis trikuspid)

Midsystolic click
: Suara bernada tinggi pada
pertengahan sistole (prolapsus mitral atau
trikuspid)

Suara murmur dibedakan dengan suara


jantung normal karena durasinya yang lebih
lama
Bisa normal terjadi pada anak dan dewasa
muda
Suara murmur melambangkan turbulensi
aliran darah
Biasanya diartikan sebagai penyakit kelainan
katup jantung (stenosis maupun insufisiensi)

Disebabkan oleh turbulensi atau regurgitasi


aliran darah yang melewati katup
Bisa normal (fungsional) atau tidak normal
(patologis)

I/VI
: terdengar sesudah manuver
khusus atau setelah diperiksa dan didengar
dengan sungguh-sungguh
II/VI
: lemah tetapi mudah didengar
III/VI
: keras tetapi tanpa thrill
IV/VI
: dihubungkan dengan thrill, tetapi
stetoskop harus tetap menempel di dada
V/VI
: teraba thrill, terdengar dengan
stetoskop jika menempel sebagian pada dada
VI/VI
: teraba thrill, tetap terdengar
walaupun stetoskop dilepaskan semua dari
dinding dada

Persiapan
Berikan
penjelasan kepada penderita
mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan
Penderita diminta menanggalkan pakaian
untuk membebaskan daerah pemeriksaan
Penderita diminta berbaring atau duduk
sesuai dengan pemeriksaan yang akan
dilakukan.
Penderita diminta rileks
Pemeriksa berdiri disebelah kanan penderita

Pemeriksaan Tekanan Darah


Pemeriksaan tekanan darah telah diajarkan
pada pemeriksaan tanda vital
Pemeriksa melakukan pemeriksaan tekanan
darah pada penderita
Pemeriksa menginterpretasikan hasil
pemeriksaannya
Interpretasi tekanan darah

Tekanan Darah

Interpretasi

<120/80

Normal

120-139/80-89

Pre hipertensi

140-159/90-99

Hipertensi stage 1

160/100

Hipertensi stage 2

Pemeriksaan Nadi
Pemeriksaan nadi telah diajarkan pada
pemeriksaan tanda vital
Pemeriksa melakukan pemeriksaan nadi pada
arteri Karotis kanan dan kiri kemudian
dibandingkan
Pemeriksa
menginterpretasikan
hasil
pemeriksaannya

Interpretasi pemeriksaan nadi meliputi


1. Frekuensi nadi per menit
2. Irama
3. Amplitudo
4. Ada tidaknya bruit dan thrill
5. Karakter/sifat dan volume

Frekuensi: Normal (60-100), takikardi (>100),


bradikardia (<60)
Irama: reguler/ireguler
Amplitudo (pengisian):

0 (tidak teraba)
+1 (melemah)
+2 (normal)
+3 (hiperaktif)
+4 (pulsasi berlebihan)

Karakter dan Volume (karotis/brakialis)

Pulsus magnus
Pulsus parvus
Pulsus tardus
Pulsus bisferens
Spike dan dome pulse
Dicrotic pulse
Pulsus alterans
Pulsus paradoksus
Pulsus deficit

Inspeksi Umum
Perhatikan apakah penderita tampak sesak,
kesakitan, atau pucat
Perhatikan apakah terlihat adanya distensi
vena, kaki bengkak atau jari tabuh
Perhatikan adanya eksoptalmus, struma atau
alopecia

Pemeriksaan kepala (wajah)


Perhatikan ada tidaknya jaundice
Perhatikan ada tidaknya Xanthelasma
Perhatikan ada tidaknya mitral facies berupa
kemerahan disertai kebiruan pada kedua pipi
Cari adanya peninggian arkus lidah

Pemeriksaan leher
Lakukan palpasi pada arteri karotis
Lakukan penilaian pulsasi arteri karotis
berupa
1. Frekuensi per menit
2. Irama
3. Amplitudo
4. Ada tidaknya bruit dan thrill
5. Karakter/sifat dan volume

Pemeriksaan tangan
Periksa apakah ada tidaknya clubbing pada
jari tangan
Perhatikan dan periksa ada tidaknya
pembengkakan dan perdarahan pada ujung
kuku

Pemeriksaan abdomen
Periksa apakah terdapat pembesaran hepar
(hepatomegali)
Periksa apakah terdapat ascites
Periksa pulsasi aorta abdominalis

Pemeriksaan ekstremitas bawah


Lakukan palpasi pada arteri femoralis, arteri
tibialis posterior dan arteri dorsalis pedis
Periksa apakah terdapat bruits atau thrill
Lakukan penekanan pada daerah tibia
apakah terdapat pitting edema

Pemeriksaan bagian belakang tubuh


Lakukan pemeriksaan pada basis paru
tentukan apakah terdapat ronki

Posisikan penderita berbaring dengan sudut


45 derajat
Penderita diminta bernafas biasa dengan
relaks
Carilah titik dileher yang terletak sekitar 5 cm
dibawah sisi perlekatan kosta 2 pada sternum
Carilah pulsasi vena jugularis interna
Apabila pulsasi tidak jelas, penderita diminta
menutup hidung dan menahan nafas

Tentukan tempat menghilangnya vena


jugularis dibawah otototot leher setelah
penekanan dibagian cranial vena atau setelah
ekspirasi sehabis tes menahan nafas
Tentukan selisih tingginya titik terakhir
dengan letak perlekatan iga ke 2 pada
sternum
Tambahkan dengan 5 cm untuk memberikan
hasil tekanan vena sentral
Nilai normal tekanan vena jugularis 23 cm

Lakukan penekanan pada abdomen pada


kuadran atas sebelah kanan selama 3060
detik
secara
perlahanlahan
dengan
menggunakan jari tangan
Lakukan pemeriksaan tekanan vena jugularis
Tentukan tekanan vena jugularis apabila
terdapat peningkatan > 1 cm dikatakan tes
refluk hepatojugular positif (+)

Inspeksi
Posisikan penderita terlentang dengan kepala
tegak 30 derajat
Lakukan inspeksi pada Precordis meliputi ada
tidaknya scar atau bekas operasi
Perhatikan bentuk dada atau tulang dada
Tentukan posisi atau lokasi apeks jantung

Palpasi
Lakukan palpasi untuk menentukan apeks
jantung dengan menggunakan tangan
Pada penderita perempuan mamae penderita
digeser keatas
Apabila posisi apeks jantung tidak dapat
ditentukan dengan posis terlentang maka ubah
posisi penderita menjadi left lateral decubitus
(miring 4560 derajat dari meja periksa) dan
tangannya diangkat ke atas kepala
Tentukan apeks jantung dengan jari telunjuk

Lakukan penilaian terhadap apeks jantung :


Amplitudo
Ada tidaknya Hantaran Thrill
Ada tidaknya Opening Snap

Perkusi
Tentukan batas-batas jantung
Biasanya dilakukan mulai dari lateral ke
medial

Batas kanan bawah jantung adalah di sekitar ruang


interkostal III-IV kanan,di linea parasternalis kanan
Sedangkan batas kanan atas di ruang interkostal II
kanan linea parasternalis kanan

Batas kiri atas ICS II kiri di linea parastrenalis kiri


(pinggang jantung)
Bawah: ICS V kiri agak ke medial linea midklavikularis
kiri ( tempat iktus kordis)

Auskultasi
Penderita dalam posisi berbaring dengan
sudut 30 derajat
Penderita diminta bernafas biasa dan suasana
rileks
Pusatkan perhatian pada suara dasar jantung
kemudian adanya suara tambahan

Mulailah auskultasi pada


Daerah apeks jantung dengan menggunakan bell

stestoskop
Daerah tricuspid pada ICS 5 kiri dengan
menggunakan bell stestoskop
Daerah aorta (ICS 2 kanan) dengan menggunakan
membrane stestoskop
Daerah pulmoner (ICS 2 kiri) dengan
menggunakan membran stestoskop