Anda di halaman 1dari 8

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CLUBFOOT

Kelompok 2
Azar Hanifah
Desy Trisna A
Khoirul Arifin
Pinastika D
Zhulfa Fitria K

(P 27226012 068)
(P 27226012 071)
(P 27226012 086)
(P 27226012 098)
(P 27226012 111)

D III FISIOTERAPI
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
2014
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CLUBFOOT

A.

NAMA KASUS

CLUBFOOT
Clubfoot adalah kelainan congenital dapat mengenai salah satu atau keduanya dengan posisi
abnormal sejak lahir dan merupakan deformitas kompleks yang melibatkan tulang, otot,
tendon, dan pembuluh darah.
Etiologi :
1. Idiopatic
2. Congenital
Factor yang diduga menjadi penyebab :
1. Semasa kehamilan ibu mengalami kekurangan kalsium
2. Usia kandungan 7-8 bulan terjadi trauma
3. Infeksi virus polio
Clubfoot dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Clubfoot posisional
Kelainan ini disebabkan keadaan posisi janin selama kehidupan intra uterin. Kelainan
seperti ini

B.

PEMERIKSAAN

Umum
1. Anamnesis
2. Vital sign
a. Tinggi badan
b. Berat badan
c. Temperature
d. Tekanan darah
e. Nadi
f. Pernapasan
Khusus
1. Inspeksi

Dilakukan dari head to toe kemudian khusus di lakukan pada kaki yang terkena

PROBLEMATIK
FISIOTERAPI

clubfoot
2. Palpasi
Dilakukan pada kaki yang meengalami deformitas
3. Pemeriksaan Gerak
a. Aktif
Dilakukan dengan reflek primitive, berupa :
- Reflek babinsky
- Reflek fleksor with drawel
- Reflek magnetic
b. Pasif
Pemeriksaan gerak pasif bertujuan untuk mengetahui LGS
4. Pemeriksaan tambahan
Berupa pemeriksaan Rontgen
IMPAIRMENT
1. Otot-otot disekitar deformitas mengalami kontraktur, spasme dan over stretch.
2. Ligament-ligamen di sekitar deformitas menalami kekakuan.
3. Jangka panjang akan mengalami gangguan neurologic.
FUNCTIONAL LIMITATION
Mulai terjadi ketika menderita sudah mulai latihan berjalan , antara lain :
1. Kesulitan berdiri dan berjalan
2. Kelainan jalan dan postural
3. Aktivitas fungsional terganggu
PERFORMANCE

PERENCANAAN
FISIOTERAPI

Kosmetika badan jelek sehingga penderita jadi kurang percaya diri.


1. Mengurangi spasme
2. Mengurangi kontraktur
3. Memperbaiki atau mengkoreksi deformitas
4. Mengoreksi pola jalan

PELAKSANAAN

1. Stretching Ankle

Posisi awal: Anak tidur terlentang


Satu tangan terapis berada di lipatan lutut. Tangan yang lain memegang bagian plantar
kaki dengan jari tengah diatas calcaneus. Gerakan fleksi-ekstensi pada ankle.

Posisi awal: anak tidur terlentang


Satu tangan terapis menstabilisasi diatas ankle, satu tangan memegang ujung
metatarsal. Gerakkan ke arah inversi dan eversi

Posisi awal: anak tidur terlentang


Satu kaki terapis memegang bagian lipatan lutut, tangan yang lain memegang tumit.
Gerakan: tarik tumit kebawah dan agak putar keluar. Bagian metatrsal ditarik keatas
dan putar keluar. Ankle pada posisi dorsi fleksi.
2.

GIPS ( casting / Posenti )

Aplikasi dari serial cast atau gips ini dimulai dari sejak lahir.

Pemberian gips dilakikan 6-10 kali, tergantung dengan perkembangan koreksi.


Kaki distreching kemudian diberi gips selama 1 minggu. Kemudian gips dilepas dan
distreching selama 1 minggu setelah itu diberikan gips lagi. Dan begitu seterusnya
sehingga kaki kembali ke posisi anatomis.
Perawatan cast :
a.

Biarkan cast terbuka sampai kering

b.

Posisi ektremitas yang dibalut pada posisi elevasi dengan diganjal bantal
pada hari pertama atau sesuai intruksi

c.

Observasi ekteremitas untuk melihat adanya bengkak, perubahan warna


kulit dan laporkan bila ada perubahan yang abnormal

d.

Cek pergerakan dan sensasi pada ektremitas secara teratur, observasi


adanya rasa nyeri Batasi aktivitas berat pada hari-hari pertama tetapi

anjurkan untuk melatih otot-otot secara ringan, gerakkan sendi diatas dan
dibawah cast secara teratur.
e.

Istirahat yang lebih banyak pada hari-hari pertama untuk mencegah


trauma

f.

Jangan biarkan anak memasukkan sesuatu ke dalam cast, jauhkan bendabenda kecil yang bisa dimasukkan ke dalam cast oleh anak

g.

Rasa gatal dapat dukurangi dengan ice pack, amati integritas kulit pada
tepi cast dan kolaborasikan bila gatal-gatal semakin berat

h.

Cast sebaiknya dijauhkan dari dengan air

3. Koreksi dengan menggunakan sepatu khusus. Pemakaian Brace atau Denis


Browne Splint (DB splint)

Pemakaian sepatu khusus perlu diberikan setelah dilakukan koreksi cast terakhir.

Brace ini dipakai setiap saat full time selama 3 bulan, selanjutnya 12 jam selama
malam hari dan 2-4 jam pada tengah hari sehingga total 14-16 jam selama 24 jam,
protokol ini dilanjutkan sampai usia anak mencapai 3-4 tahun

EVALUASI

Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah pelaksanaan terapi (intervensi), diantara lain dengan :
1. Goniometer
2. Meteran
3. Rontegen