Anda di halaman 1dari 2

WACANA DESKRIPSI

Penulis

atau

pembicara

dalam

wacana

ini

berkeinginan

untuk

menggambarkan atau menceritakan bagaimana bentuk atau wujud suatu barang


atau objek. Selain itu, wacana ini juga dipergunakan untuk mendeskripsikan cita
rasa sesuatu, menggambarkan peristiwa atau mencandrakan suatu bunyi.

Pengertian Deskripsi
Deskripsi adalah bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek
atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan
mata pembaca, seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek itu. Deskripsi
memberi suatu citra mental mengenai suatu hal yang dialami, misalnya
pemandangan, orang, ruang, atau sensasi.
Deskripsi dibedakan dari eksposisi dalam hal bahwa fungsi utamanya
adalah membuat para pembacanya seolah-olah melihat, menyaksikan, atau
merasakan suatu benda, orang, keadaan, atau barang-barang yang digambarkan
dalam suatu wacana.

Cara Menulis Wacana Deskripsi


Yang paling utama harus dilakukan penulis untuk menulis wacana
deskripsi adalah mengidentifikasi dan menyusun detil-detil objek atau sesuatu
yang akan dideskripsikan itu. Ada beberapa macam yang dapat dideskripsikan,
yaitu (1) deskripsi orang yang meliputi fisiknya, keadaan sekitar orang itu, watak
atau tingkah lakunya, dan gagasan-gagasan orang/tokoh yang dideskripsikan itu.
(2) deskripsi tempat, yaitu gambaran tentang lingkungan atau ruang tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan
dalam penulisan deskripsi adalah sebagai berikut :
1) Menentukan apa yang akan dideskripsikan;
2) Merumuskan tujuan deskripsi (sebagai alat Bantu karangan eksposisi,
argumentasi, narasi, atau persuasi);
3) Menetapkan bagian apa saja yang akan dideskripsikan (fisik, watak, dll.);

4) Merinci hal-hal apa saja yang harus dideskripsikan sehingga membuat


pembaca tergambar mengenai apa yang diceritakan penulis.

Contoh Wacana Deskripsi


Laki-laki itu diam. Dan manakalah aku mengerling baru aku ingat bahwa
dia tadinya duduk di bangku paling belakang, dekay seorang laki-laki
sebayanya yang memakai jaket biru, yang kini sudah di seberang. Kukira dia
sedang mengenangkan sesuatu, jelas tampak pada air mukanya yang tenang,
bersih, tak berkumis ataupun jenggot, tapi dikotori debu.
Kata-kataku seperti tak didengarnya. Hanya kepalanya digerakkannya,
meletakkan dagunya pada belakang tangannya atas besi-besi terali, sedangkan
matanya memandang lebih tenang ke bawah (B. Yass dalam Sastrawan
Bertanya Siswa Menjawab, 2006).

Sumber :
Buku Ajar MPK BAHASA INDONESIA FKIP UNSRI, 2011