Anda di halaman 1dari 2

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Konsep Kekerasan dalam Rumah Tangga Menurut UU KDRT th.2004 Undang-undang KDRT membagi ruang lingkup KDRT
Konsep Kekerasan dalam Rumah
Tangga Menurut UU KDRT
th.2004
Undang-undang KDRT membagi ruang lingkup KDRT
menjadi tiga bagian hubungan, yaitu :
 hubungan garis keturunan darah (misalnya anak),
 hubungan suami istri,
 hubungan orang yang bekerja dalam lingkup
keluarga tersebut atau tidak punya hubungan sama
sekali.
Tujuan Penghapusan kekerasan dalam Rumah Tangga menurut UU KDRT th.2004 Mencegah segala bentuk kekerasan dalam
Tujuan Penghapusan kekerasan
dalam Rumah Tangga menurut UU
KDRT th.2004
Mencegah segala bentuk kekerasan dalam
rumah tangga
Melindungi korban kekerasan dalam rumah
tangga
Menindak pelaku kekerasan dalam rumah
tangga
Memelihara keutuhan rumah tangga yang
harmonis dan sejahtera.

15/10/2014

Definisi Menurut Pasal 1 Dalam Undang-Undang : Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap
Definisi
Menurut Pasal 1 Dalam Undang-Undang :
Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap
perbuatan terhadap seseorang terutama
perempuan, yang berakibat timbulnya
kesengsaraan atau penderitaan secara fisik,
seksual, psikologis, dan/atau penelantaran
rumah tangga termasuk ancaman untuk
melakukan perbuatan, pemaksaan, atau
perampasan kemerdekaan secara melawan
hukum dalam Iingkup rumah tangga.
Jenis Kekerasan dalam RT menurut UU KDRT th.2004 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Pasal
Jenis Kekerasan dalam RT
menurut UU KDRT th.2004
Pasal 5
Pasal 6
Pasal 7
Pasal 8
Pasal 9
Faktor Resiko Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga Faktor Masyarakat Faktor Keluarga Faktor Individu
Faktor Resiko Terjadinya
Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Faktor Masyarakat
Faktor Keluarga
Faktor Individu

Penanganan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga

Dalam kaitan kekerasan dalam rumah tangga, selama ini yang banyak dilakukan di Indonesia adalah upaya pendampingan korban. Hal ini dilakukan oleh organisasi non-pemerintah seperti Kalyanamitra, Rumah Ibu, Rifk Anisa dan lain-lain.

Jika KDRT terjadi, maka hadapi dan tangani:

Isteri dan suami lakukan dialog.

Selesaikan masalah KDRT dengan kepala dingn. Laporkan kepada keluarga yang dianggap berpengaruh yang bisa memberi jalan keluar terhadap penyelesaian masalah KDRT supaya tidak terus berulang.

sudah parah KDRT seperti korban sudah luka-luka, maka dilakukan visum.

Laporkan kepada yang berwajib telah terjadi KDRT.

Kewajiban Pemerintah pada Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Pasal
Kewajiban Pemerintah pada
Penanganan Kekerasan dalam
Rumah Tangga
Pasal 11
Pasal 12
Pasal 13
Pasal 14
Pasal 15
Terima Kasih
Terima Kasih

15/10/2014

Hak-Hak Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Menurut Pasal 10 korban berhak mendapatkan:  Perlindungan dari
Hak-Hak Korban Kekerasan dalam
Rumah Tangga
Menurut Pasal 10 korban berhak mendapatkan:
 Perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan,
pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak
Iainnya baik sementara maupun berdasarkan
penetapan perintah perlindungan dari pengadilan;
 Pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis;
 Penanganan secara khusus berkaitan dengan
kerahasiaan korban;
 Pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum
pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
 Pelayanan bimbingan rohani.
Peran Perawat pada Kekerasan dalam Rumah Tangga  Memeriksa kesehatan korban sesuai dengan standar profesi
Peran Perawat pada Kekerasan
dalam Rumah Tangga
 Memeriksa kesehatan korban sesuai dengan standar profesi (
anjurkan segera melakukan pemeriksaan visum )
 Melakukan konseling untuk menguatkan dan memberikan
rasa aman bagi korban
 Memberikan informasi mengenai hak- hak korban untuk
mendapatkan perlindungan dari kepolisian dan penetapan
perintah perlindungan dari pengadilan
 Mengantar korban kerumah aman atau tempt tinggal
alternatif ( Ruang Pelayanan Khusus )
 Melakukan koordinasi yang terpadu dalam memberikan
pelayanan kepada korban dengan pihak kepolisian, dinas
sosial, serta lembaga sosial yang dibutuhkan korban
 Sosialisasi Undang – Undang KDRT kepada kelurga dan
masyarakat