Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS KEBUTUHAN LISTRIK DAYA TERPASANG

DI KAMPUS UNIVERSITAS GALUH CIAMIS


Oleh
Hendra Firdaus, ST., M.Eng.
Abstrak
Perkembangan Universitas Galuh yang kian maju dan berkembang, salah satunya dapat dilihat
dari pembangunan sarana dan prasana yang terus dibangun, sehingga penambahan kebutuhan
daya listrik mutlak diperlukan.
Untuk mendapatkan daya listrik terpasang yang efisien, perlu dicari dan dihitung daya
terpasang yang akan digunakan. Total beban yang terpasang pada sistem dapat dihitung dengan
cara melakukan perbandingan antara kebutuhan maksimum dalam sebuah sistem tersebut dengan
Faktor kebutuhan (Fdm).
Apabila daya listrik pada tiap bangunan gedung yang ada di Universitas Galuh dijumlahkan,
maka kebutuhan daya listrik terpasang sebesar 64,6 KVA.
Dengan melihat tarif dasar listrik maka kebutuhan daya listrik berada pada golongan tarif
pelayanan sosial S-2/TR dengan batas daya 3500 VA sampai dengan 200 KVA artinya perlu Gardu
Distribusi khusus supaya penggunaan energi listrik lebih efisien.
Kata Kunci :
Daya terpasang, Faktor Kebutuhan, Efisiensi
PENDAHULUAN
Universitas Galuh Ciamis mempunyai
bangunan gedung yang terdiri dari gedung :
rektorat, olah raga, FH, FE, FKIP, FISIP,
FIKES, YPG, FT dan PAPERTA serta gedung
Pascasarjana. Walaupun gedung-gedung
terletak pada tempat yang tidak berjauhan
masih dalam suatu kawasan Universitas
Galuh, tetapi masing-masing gedung tersebut
memiliki Alat Pembatas dan Pengukuran
(APP) listrik daya terpakai dan mempunyai
kebutuhan listrik daya terpasang yang
berbeda-beda sesuai kebutuhannya sehingga
biaya rekening listrik di bebankan pada tiaptiap pengguna bangunan gedung pada
Universitas Galuh.
Perkembangan Universitas Galuh yang
kian maju dan berkembang, salah satunya
dapat dilihat dari pembangunan sarana dan
prasana yang terus dibangun sehingga
penambahan kebutuhan daya listrik mutlak
diperlukan.
Perlu dianalisis kebutuhan listrik daya
terpasang dalam jangka minimal lima tahun

kedepan supaya didapat daya listrik


berlangganan dari PLN yang efisien. Untuk
mendapatkan daya listrik terpasang yang
efisien, perlu di cari dan dihitung daya
maksimal yang akan digunakan.
Faktor kebutuhan (Fdm) dapat dihitung
dengan cara melakukan perbandingan antara
kebutuhan maksimum dalam sebuah sistem
dengan total beban yang terpasang pada
sistem tersebut.
Fdm

Kebutuhan daya maksimum


Total daya terpasang

Apabila daya pada tiap bangunan gedung


yang ada di Universitas Galuh dijumlahkan,
maka dapat dipastikan total listrik daya
terpasang di antara 3500 VA sampai dengan
200 kVA, menurut ketentuan dari PLN untuk
daya tersebut masuk pada kategori tarif S2/TR, dan diperlukan Gardu Distribusi
khusus, dimana pada Gardu Distribusi ini
sudah terdapat APP. Didalam Gardu
Distribusi terdapat Transformator distribusi
yang berfungsi untuk menurunkan tegangan

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

115

Analisis Kebutuhan Listrik Daya Terpasang


di Kampus Universitas Galuh Ciamis

Hendra Firdaus

listrik dari jaringan distribusi Tegangan


Menengah (TM) menjadi tegangan terpakai
pada jaringan distribusi tegangan rendah (step
down transformator); misalkan tegangan 20
KV menjadi tegangan 380 volt atau 220 volt.
RUMUSAN MASALAH
Sejalan dengan pembangunan sarana dan
prasarana pada Universitas Galuh, maka perlu
dianalisis kebutuhan listrik daya terpasang
dalam jangka minimal lima tahun kedepan
supaya didapat keefisienan daya listrik
berlangganan dari PLN.
TUJUAN
Tujuan penelitian ini adalah : Ingin
mengetahui Total Daya listrik terpasang yang
diperlukan di Kampus Universitas Galuh
Ciamis apabila daya listrik terpasang pada tiap
bangunan gedung yang ada di Universitas
Galuh dijumlahkan.
TINJAUAN PUSTAKA
1. Daya Listrik
Terdapat 3 jenis daya listrik, yaitu daya
nyata, daya reaktif, dan daya semu. Daya
semu merupakan gabungan dari daya nyata
dengan daya reaktif. Satuan yang digunakan
untuk daya nyata adalah Watt, satuan untuk
daya reaktif adalah VAr (Volt-AmpereReactive), dan satuan yang digunakan untuk
daya semu adalah Volt Ampere.
S (P 2 Q 2 )

... 1

S P jQ

Keterangan :
S = daya semu (VA)
P = daya aktif (Watt)
Q = daya reaktif (VAR)

Faktor daya minimal yang harus dipenuhi


oleh beban yang tersambung ke jaringan PLN
adalah 0,85 lagging. Pelanggan akan dikenai
denda jika memiliki faktor daya kurang dari
batasan minimal tersebut. Denda tersebut
dapat dikurangi atau dihilangkan dengan cara
pemasangan kompensasi daya reaktif di sisi
beban.

Perbandingan antara daya aktif dalam


satuan Watt atau kilo Watt dengan daya nyata
dalam satuan Volt-Ampere atau kilo VoltAmpere.
PF

kW
(kW kVAR 2 )
2

Besar kecilnya rugi-rugi yang terjadi


selama operasional suatu peralatan dapat
dijadikan alat ukur efisiensi mesin atau
peralatan listrik yang bersangkutan. Efisiensi
mesin yang berputar/bergerak berkisar antara
50% hingga 60% karena terjadi rugi gesek
dan angin. Pada trafo rugi-rugi tidak muncul
karena trafo tidak memiliki bagian yang
berputar/bergerak. (Linsley, 2004).
Rumusan untuk menghitung besar
kecilnya efisiensi transformator digunakan
formula sebagai berikut :
Daya output
x100% ...
Daya input
Daya output

x100%
Daya output rugi

Daya input rugi


Daya input

x100%

3
...

... 5

Ditinjau dari siapa yang menyediakan


transformator serta pada sisi mana
pengukuran dan pembatasan dilakukan, baik
pada sisi Tegangan Menengah (TM) maupun
sisi Tegangan Rendah (TR). Pada daya di atas
200kVA, terdapat dua jenis sambungan
sebagai berikut :
1. Sambungan
TM/TM.
Pada
jenis
sambungan ini pelanggan menyediakan
transformator.
2. Sambungan
TM/TR.
Pada
jenis
sambungan ini transformator disediakan
oleh PT. PLN, sedangkan pelanggan
diwajibkan menyewa sesuai dengan
kesepakatan kontrak.
Kebutuhan daya maksimum sangat perlu
diketahui agar dapat ditentukan kebutuhan
akan besarnya kapasitas transformator. Faktor
kebutuhan (Fdm) dapat dihitung dengan cara
melakukan perbandingan antara kebutuhan

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

116

Analisis Kebutuhan Listrik Daya Terpasang


di Kampus Universitas Galuh Ciamis

Hendra Firdaus

maksimum dalam sebuah sistem dengan total


beban yang terpasang pada sistem tersebut.
(Haryono, Tiyono)
Fdm

Kebutuhan daya maksimum


Total daya terpasang

Pada Tabel 1. terlihat standar faktor


kebutuhan untuk penentuan daya terpasang.

2.

Biaya Pemakaian Energi Listrik


Biaya pemakaian energi listrik untuk
kelompok tarif dasar listrik untuk keperluan
sosial terdapat pada Tabel 2.

Biaya pemakaian listrik yang dijual PT.


PLN (Persero) ditentukan oleh pemerintah.
Peraturan
perundang-undangan
yang
mengatur hal tersebut adalah Keputusan
Presiden (Keppres) serta Keputusan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
Peraturan Menteri ESDM Nomor : 07 Tahun
2010 tanggal 30 Juni 2010 tentang ketentuan
pelaksanaan harga jual tenaga listrik yang
disediakan oleh PT. PLN (Persero).
3. Sistem Distribusi Listrik
Sistem Distribusi Listrik adalah suatu
sistem yang didesain dan dibangun untuk
memasok daya listrik bagi sekelompok beban,
dan hal tersebut merupakan suatu sistem yang
cukup kompleks, dimulai dari instalasi
sumber/source sampai instalasi beban/load.
Peralatan utama sistem distribusi listrik terdiri
dari :
1. Instalasi penyulang TM (20kV)
merupakan
jaringan
(kabel/busduct)
penyalur tegangan menengah dari gardu
distribusi PLN ke peralatan TM di gardu
pengguna.
2. MVMDB (Medium Voltage Main
Distribution Board)
adalah
panel
switching
tegangan
menengah yang berfungsi sebagai
switcher dan pengendali daya TM di sisi
pengguna. Komponen utama yang perlu
diperhatikan pada MVMDB antara lain :
a. Main CB/LBSMV
b. Fuse
c. Peralatan proteksi/safety devices
3. Transformator Distribusi
Transformator merupakan alat pengubah
tegangan
(up/down)
yang
bekerja
berdasarkan prinsip gaya gerak listrik
induksi dan mutual inductance.
4. LVMDB (Low Voltage Main Distribution
Board) sebagai switcher tegangan rendah
ke masing-masing sub-panel di sisi beban.
5. Instalasi Penyulang TR (Tegangan
Rendah).
Instalasi
ini
berfungsi
menyalurkan daya listrik tegangan rendah

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

117

Analisis Kebutuhan Listrik Daya Terpasang


di Kampus Universitas Galuh Ciamis

Hendra Firdaus

dari LVMDB ke sub panel atau dari sub


panel ke beban. Pemilihan jenis saluran
(kabel/busduct) tergantung dari posisi
penempatan dan kapasitas penyalurannya.
6. Sub Panel TR, adalah panel-panel
downstream yang langsung berfungsi
sebagai switcher, dan pengaman beban,
ada sub panel yang hanya berfungsi
sebagai swicher, tapi ada juga yang
dilengkapi dengan aparat pengaturan dan
instrumentasi.
7. Beban / Load. Beban terhadap distribusi
daya listrik dalam suatu bangunan gedung
umumnya dikelompokkan ke dalam 2
kategori besar, yaitu :
a. Kelompok beban elektrikal / elektronik,
yang antara lain terdiri dari :
- Penerangan dan stop-kontak
- Sistem Pengindera Api atau Fire
Alarm (FA)
- Sistem Tata Suara atau Sound
System (SS)
- Sistem MATV dan CCTV
- Sistem Otomatisasi Bangunan
(BAS)
- Sistem Komunikasi Data
b. Kelompok beban Mekanikal
4. Klasifikasi Sistem Tegangan
Klasifikasi sistem tegangan adalah
sebagai berikut:
a. Tegangan ekstra rendah : Tegangan dengan
nilai setinggi-tingginya 50 Volt arus bolakbalik atau 120 Volt arus searah.
b. Tegangan rendah (TR) : Tegangan dengan
nilai setinggi-tingginya 1000 Volt arus
bolak-balik atau 1500 Volt arus searah.
c. Tegangan diatas 1000 Volt arus bolakbalik yang mencakup :
1. Tegangan menengah (TM), yaitu
tegangan lebih dari 1 kV sampai
dengan 35 kV
arus bolak-balik
digunakan khususnya dalam system
distribusi.
2. Tegangan Tinggi (TT), yaitu tegangan
lebih dari 35 kV arus bolak-balik.

METODOLOGI PENELITIAN
Berdasarkan pada kerangka teori dan
standar perhitungan daya listrik yang ada
maka penelitian ini akan membuktikan
kebenaran hipotesis yang diajukan dengan
melakukan beberapa tahapan penelitian. Pada
setiap tahapan akan menghasilkan sesuatu
yang digunakan sebagai materi/bahan pada
tahapan selanjutnya. Tahapan pelaksanaan
penelitian ini sebagai berikut :
1. Tahapan persiapan. Pada tahapan ini
dilakukan pengumpulan data awal
sekaligus proses pendekatan dengan objek
penelitian serta mempersiapkan referensi
pendukung penelitian.
2. Tahapan observasi dan pengumpulan data.
Pada tahapan ini dilakukan observasi ke
objek
penelitian
sekaligus
proses
pengumpulan data secara lengkap
termasuk melakukan proses pengukuran
dan
pengamatan
yang
semuanya
diperlukan
untuk
analisis
dan
pembahasan.
3. Tahapan tabulasi dan pengolahan data.
Pada tahapan ini dilakukan tabulasi data
yang telah diperoleh dari objek penelitian
sedemikian sehingga lebih mudah untuk
dibaca dan dilakukan pengolahan sesuai
dengan alat analisis yang dipersiapkan.
Semua proses pada tahapan ini dibantu
dengan program aplikasi komputer.
4. Tahapan pembahasan. Pada tahapan ini
dilakukan pembahasan hasil analisis yang
telah dilakukan pada tahapan sebelumnya.
Dari tahapan ini akan dihasilkan suatu
simpulan tentang terbukti atau tidak
hipotesis yang diajukan.
Tahapan pelaksanaan penelitian ini
dijelaskan pula dengan suatu diagram alir
(flow chart), seperti yang terdapat pada
gambar 1.

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

118

Analisis Kebutuhan Listrik Daya Terpasang


di Kampus Universitas Galuh Ciamis

Hendra Firdaus

baik untuk objek penelitian maupun peneliti


berikutnya.
Pelaksanaan kegiatan penelitian dimulai
pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus
2012. Kegiatan penelitian terdiri dari :
Persiapan, Observasi dan Persiapan Data dan
Pembahasan.

Gambar. 1. Diagram Alir Analisis Kebutuhan Daya


Maksimum

1. Data dan Sumber Data yang diperlukan


Objek dalam penelitian ini adalah daya
terpasang dan kebutuhan daya maksimal. Data
yang diperlukan dalam penelitian ini berupa
data primer dan data sekunder dengan objek
Bangunan-bangunan di Universitas Galuh
Ciamis, beberapa data sekunder merupakan
data bulan Juni di tahun 2012, sedangkan
beberapa data primer merupakan data hasil
pengamatan dan pengukuran yang dilakukan
peneliti pada saat berada di objek penelitian.
Data sekunder antara lain data pemakaian
energi listrik sesuai dengan rekening listrik
dan data gedung.
Bahan yang dibutuhkan dalam penelitian
ini terdiri dari :
1. Data rekening pembayaran listrik.
2. Data Bangunan Gedung

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Daya terpasang yang ada di Universitas
Galuh Ciamis berbeda-beda. Pada tabel 3.
terlihat tarif/daya terpasang yang terdiri dari
tarif P1, R1, S2, B1, dan daya 900 VA, 1300
VA, 3500 VA, 4400 VA, 6600 VA, 16500
VA, 23000 VA, serta rekening listrik yang
harus dibayar dalam satu bulan, dalam hal ini
data rekening listrik bulan Juni 2012.

2. Teknik Pengolahan dan Analisis Data


Tahapan pembahasan hasil analisis.
Setelah semua data dilakukan analisis maka
selanjutnya dilakukan pembahasan terhadap
hasil analisis tersebut.
Tahapan
pemberian
rekomendasi.
Tahapan ini merupakan tahapan terakhir
dalam penelitian ini. Pada tahapan ini
diberikan suatu rekomendasi yang diperlukan,

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

119

Analisis Kebutuhan Listrik Daya Terpasang


di Kampus Universitas Galuh Ciamis

Hendra Firdaus

2. Pembahasan
a. Konsumsi Energi Listrik
Pada penelitian ini data rekening listrik
yang digunakan yaitu rekening listrik bulan
Juni 2012.
Dapat dianalisis bahwa daya terpakai
(KWh) pada tiap-tiap gedung berbeda-beda
bahkan untuk ID.PEL : 532310159241 dan
ID.PEL : 532310159345 bernilai 0 (nol)
artinya listrik tidak digunakan tetapi ada biaya
yang harus dibayar.

b. Analisis Kebutuhan Daya Listrik


Apabila daya terpasang dari tiap-tiap
bangunan gedung dijumlahkan maka akan
didapat Kebutuhan Daya Terpasang sebesar

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

120

Analisis Kebutuhan Listrik Daya Terpasang


di Kampus Universitas Galuh Ciamis

Hendra Firdaus

107,700 KVA, dengan Faktor kebutuhan (Fdm)


sebesar 0,6 (lihat tabel 1.) sehingga Total
Daya Maksimum dapat dihitung dengan
rumus :
Total daya maksimum = Kebutuhan daya terpasang
= 107,7 KVA x 0,6
= 64,6 KVA

Sehingga dengan didapatnya daya


maksimum sebesar 64,6 KVA berdasarkan
tabel tarif dasar listrik berada pada pelanggan
golongan tarif pelayanan sosial S-2/TR
dengan batas daya 3500 VA sampai dengan
200 KVA.
SIMPULAN DAN SARAN
1. Simpulan
Daya terpasang yang ada di Universitas
Galuh pada saat ini terdiri dari :
900 VA, 1300 VA, 3500 VA, 4400 VA,
6600 VA, 16500 VA, 23000 VA.
Daya terpakai (KWh) pada tiap-tiap
gedung berbeda-beda bahkan untuk
ID.PEL : 532310159241 dan ID.PEL :
532310159345 bernilai 0 (nol) artinya
listrik tidak digunakan tetapi ada biaya
yang harus dibayar.
Apabila daya listrik pada tiap-tiap
bangunan gedung yang ada di
Universitas Galuh dijumlahkan maka
kebutuhan daya listrik maksimum
adalah sebesar 64,6 KVA.
Dengan melihat tarif dasar listrik maka
kebutuhan daya listrik maksimum hasil
perhitungan berada pada golongan tarif
pelayanan sosial S-2/TR dengan batas
daya 3500 VA sampai dengan 200
KVA.
2. Saran
Perlu dibangun suatu Gardu Distribusi
(GD)
yang didalamnya terdiri dari
transformator dengan daya 100 KVA, alat
Pengukuran (KWh dan KVA) dan Pambatas
Arus sehingga sumber daya listrik tersentral,
mudah dalam pengawasan, pemeliharaan dan
efektif serta efisien.

DAFTAR PUSTAKA
Harten P, Van., Setiawan. E. 1991. Instalasi
Listrik Arus Kuat 2. Bina Cipta, Bandung
Haryono, Tiyono. Manajemen Energi AC,
Diktat mata kuliah Manajemen Energi
(ME) Elektrik di MSEE UGM Teknik
Elektro FT UGM. Yogyakarta.
Isaac, T., Lebot, B., George, C., Alexander, S.
1998. Compact Commercial sector
demand side management impact
assessment.
Lawrence
Berkeley
Laboratory.
Karnoto. 2006. Audit energi listrik kampus
Universitas
Diponegoro.
UGM.
Yogyakarta.
Komomey, Jonathan, Rosenfeld, Gadgil A.
1990. Conservation screening curves to
compare efficiency investments to power
plants : applications to commercial sector
conservation
programs.
Proceeding
ACEEE Summer Study on Energy
Efficiency in Buildings Asiloma.
Linsley, Trevon. 2004. Instalasi Listrik
Tingkat Lanjut. Erlangga. Jakarta
SNI 04-0225-2000. 2000. Persyaratan Umum
Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000).
Yayasan PUIL. Jakarta.
RIWAYAT PENULIS
Hendra Firdaus, S.T., M.Eng., lahir di
Bandung, 5 April 1970. adalah Dosen Tetap
Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) pada
Fakultas
Teknik
Universitas
Galuh
(UNIGAL) Ciamis.

CAKRAWALA GALUH Vol. II No. 3 Desember 2012

121