Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Praktikan ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Praktik Perkembangan
Hewan ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala.
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Praktik ini adalah untuk melengkapi
persyaratan mendapatkan nilai Praktikum Perkembangan Hewam.
Adapun penyusunan Laporan Praktik Perkembangan Hewam ini berdasarkan
data-data yang Praktikan peroleh selama melakukan Praktek Hewam Ikan Nila, buku
buku pedoman, serta data-data dan keterangan dari pembimbing.
Praktikan menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih
banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik
dan saran yang membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan
Laporan Praktik ini.
Peraktikan

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Latar belakang diadakannya Praktikum Pengamatan Alat kelamin dan organ dalam
pada ikan Nila ini adalah untuk menunjang mata kuliah Perkembangan Hewan. Dengan
diadakannya praktikum ini, maka diharapkan praktikan dapat lebih memahami tentang
materi yang diajarkan. Dalam praktikum kali ini akan dibahas mengenai perbedaan
antara ikan nila jantan dan ikan nila betina khusunya pada saluran kelaminnya sehingga
praktikan dapat melihat secara langsung anatomi eksternal dan internal dari ikan nila.
B.
Rumusan Masalah
Bagaimanakah anatomi dari ikan nila baik dilihat secara internal?
C.
Tujuan
Tujuan diadakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui, mempelajari dan
memahami bentuk, struktur, fungsi serta susunan oragan dalam ikan nila.
D.
Manfaat
Manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat mengetahui, mempelajari, dan
memahami tentang struktur organ dalam ikan Nila secara langsung, sehingga para
praktikan dapat terbantu dalam hal memahami organ dalam dari ikan nbila secara
keseluruhan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Ikan
Ikan adalah organisme vertebrata yang hidup atau habitatnya berada di air, baik
air tawar, air payau, maupun air laut (air asin).
Tubuh ikan terdiri atas caput, truncus, dan cauda, diantara mana tidak ada
batas yang nyata sebagai batas antara caput dan truncus dipandang tepi caudal
operculum dan sebagai batas antara truncus dan ekor dipandang anus. Ikan-ikan yang
dapat berenang cepat berbentuk seperti torpedo. Tetapi Cyprinus lebih pendek, lebih
pipih kearah bilateral dan lebih lebar ka arah dorsoventral (Radiopoetra, 1996).
Pada bagian kepala ikan mas terdapat lubang mulut (moncong) yang dapat
ditarik ke belekeng. Pada moncong terdapat tulang premaksila yang letaknya paling
depan, maksila yang letaknya pada bagian belakang moncong, adimaksila yang
letaknya pada bagian dorsal dan dentale yang merupakan tulang yang menyokong
rahang bawah. Terdapat pula lekuk hidung yang letaknya disebelah atas di belakang
mulut yang berfungsi sebagai indra penciuman. Mata yang terletak disebelah belakang
lekuk hidung agak ke atas dan tidak mempunyai kelopak mata. Tutup insang yang
tersusun dari empat potongan tulang yaitu operkulum (berupa tulang yang paling besar
dan letaknya paling dorsal), preoperkulum (berupa tulang sempit yang melengkung
seperti sabit dan terletak di bagian depan), interoperkulum (merupakan tulang sempit
yang terletak diantara operkulum dan preoperkulum), serta tulang keempat yang
dinamakan suboperkulum. Terdapat pula membrana brankhiostegi yaitu berupa selaput
tipis yang melekat pada pinggiran tulang tutup insang sebelah belakang (Djunanda,
1982).

gambar 2.2 anatomi internal ikan (Campbell,2005)

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum Pengamatan ikannila ini dilakukan pada hari sabtu, tanggal Nopember
2011, pada pukul 13.00 WIB dan bertempat di laboratorium biologi STKIP Hamzanwadi
Selong.
B. Alat dan Bahan
Pada praktikum kali ini alat-alat yang digunakan antara lain papan bedah,
gunting, jarum, lembar pengamatan, alat tulis dan pinset. Sedangkan bahan yang
digunakan yaitu ikan nila.

BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
A. Kelasifikasi Ikan Nila
Kerajaan:

Animalia

Filum:

Chordata

Kelas:

Osteichtyes

Ordo:

Perciformes

Famili:

Cichlidae

Genus:

Oreochromis

Spesies:

Oreochromis
niloticus

B. Ciri Umum Ikan Nila


1. Morfologi Ikan Nila
Ikan Nila memiliki ciri fisik badan dengan perbandingan antara panjang dan tinggi
dua dibanding satu. Sirip punggung dengan 16 17 dari tajam dan 11 15 dari lunak
dan dubur dengan tiga dari 8 11 jari jari. Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan,
dengan beberapa pita hitam belang yang makin mengabur pada ikan nila dewasa. Ekor
bergaris garis tegak, 7 12 buah. sirip punggung, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip
punggung, dengan warna kemerahan atau kekuningan saat musim biak. ada garis linea
literalis pada bagian truncus fungsinya adalah untuk alat keseimbangan ikan pada saat
berenang (Daniswara, 2009)
Ikan nila yang masih kecil belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Setelah berat
badannya mencapai 50 gram, dapat diketahui perbedaan antara jantan dan betina.
Perbedaan antara ikan jantan dan betina dapat dilihat pada lubanggenitalnya dan juga
ciri-ciri kelamin sekundernya. Pada ikan jantan, di samping lubang anus terdapat lubang
genital yang berupa tonjolan kecil meruncing sebagai saluran
pengeluaran kencing dan sperma. Tubuh ikan jantan juga berwarna lebih gelap,
dengan tulang rahangmelebar ke belakang yang memberi kesan kokoh.sedangkan yang
betina biasanya pada bagian perutnya besar.

2.

Anatomi Ikan Nila


Menurut Fanda Daniswara (2009), ada 10 sistem Anatomi pada tubuh Ikan,

Sistem Penutup (kulit) sisik


: kelenjar lendir dan sumber sumber
pewarnaan

Sistem otot (Urat daging)


: penggerak tubuh, sirip, insang, organ listrik

Sistem rangka (tulang)


: tempat melekatnya otot, pelindung organ
dalamdan penggerak tubuh, tulang tenggkorak, tulamg punggung, tulang rusuk,
Appendicular, tulang penutup insang.

Sistem ekskresi dan osporegular : Organ tubuh ginjal

Sistem respirasi
: Mengambil Oksigen dari perairan yang
dibutuhkan untuk metrabolisme

Sistem pencernaan
: Mulut, Osefagus, lambung, usus dan organ
tambahan

Sistem peredaran darah


: Jantung dan sel sel darah

Sistem hormon
: Hormon pertumbuhan, reproduksi, ekskresi,
osmoregulasi

Sistem reproduksi organ


: Spermatozoa (gonad jantan), ovum (gonad
betina)

Sistem saraf
: Otot dan saraf tepi
Sistem Pencernaan
Pencernaan pada ikan berlangsung secara fifik dan kimiawi, pencernaan fisik
dimulai dari bagian rongga mulut yaitu berpeannya gigi sebagai pemotong dan
penggerus makanan. Pencernaan mekanik berlangsung disegmen lambung dan usus
yaitu melalui konstruksi otot pada segmen tersebut (Daniswara, 2009)
Sistem Ekskresi
Sistematika eksresi berupa ginjal dari suatu lubang urogenitical yaitu tempat
bermuaranya saluran ginjal yang berada di belakang arus (Daniswara, 2009)
Sistematika Reproduksi
Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina, dan ikan jantan memiliki alat
kelamin luar. Ikan betina mengeluarkan ovum yang tidak berkembang lebih lanjut
apabila tidakbuahi oleh sperma. Ovum dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan
dikeluarkan melaui kloaka (Guru ngeblog, 2008)
Jenis sisik dan fungsi
1. Sisik koloid
Hanya dijumpai pada ikan bangsa crossopterygi yang telah punah sisik ini berlapis
lapis dimana lapisan terdalam terbangun dari tulang yang memipih
2. Sisik gonoid
Sisik ini serupa dengan sisik kosmoid dengan sebuah lapisan gemoid terlatak
diantara lapisan kasmin dan enamed

3. Sisik plakoid
Dimiliki oleh ikan hiu dan ikan tertulang belakang lainnya
4. Sisik leptoid
Didapati oleh ikan bertulang belakang keras dan memiliki, dua bentuk yaitu sisik
sikoloid dan sisik klenoid

C. Membedakan Alat kelamin Jantan dan Betina pada Ikan Nila

Gambar 1. Sisi Ventral Tubuh Ikan Nila (Bocek & Gray, 2000)
Alat kelamin ikan nila jantan berupa satu lubang di papilla yang berfungsi sebagai muara
urine dan sperma (urogenital pore) yang terletak setelah lubang anus. Sedangkan alat
kelamin betina terdiri dari 2 lubang di papilla. Lubang yang satu untuk muara urine
(ureter) dan yang lain untuk pengeluaran telur (oviduct), terletak setelah anus. Jadi pada
ikan nila jantan terdapat dua lubang yaitu anus dan urogenital sedangkan betina
terdapat 3 lubang yaitu anus, oviduct dan ureter.

D. Sistem pertulangan ikan nila

E. Hasil Pengamatan Ikan Nila

Ginjal
Ginjal merupakan organ yang berfungsi untuk menyaring darah dan mengambil
sampah sisa metabolisme dari darah tersebut. Sampah metabolisme ini akan
dikeluarkan dalam bentuk urine. Bentuk ginjal pada ikan pada umumnya pipih,
berbentuk memanjang, berwarna merah gelap dan terletak di bagian dorsal dari rongga
perut, tepat di bagian ventral dari vertebrae. Secara histologi, ginjal tersusun dari tubula
ginjal atau nephron. Ada 2 macam bentuk dari tubula ini dan dikenal dengan istilah
renal corpuscle yang berbentuk seperti corong dan convoluted corpuscle yang
merupakan saluran yang bergulung-gulung. Renal corpuscle tersusun dari kapsula
Bowman dan glomerulus. Pada ikan sakit/ kondisi yang tidak menguntungkan, sel-sel
pada kapsula Bowman dan glomerulus ini akan mengalami degenerasi/ kerusakan.
Saluran pencernaan ikan (esofagus, lambung dan usus)
Pada dasarnya sistem penceranaan makanan pada ikan dimulai dari mulut,
kemudian dilanjutkan dengan esofagus/ kerongkongan, lambung, usus dan
anus. Dinding kerongkongan, lambung dan usus ini tersusun dari lapisan otot
memanjang dan melingkar. Pada beberapa jenis ikan , selain di usus, di bagian dalam
dari dinding lambung terdapat tonjolan/ vili-vili yang berfungsi untuk mensekresikan
enzim pencernaan dan menyerap makanan. Pada keadaan yang abnormal, pada
saluran pencernaan tersebut dapat dijumpai beberapa perubahan seperti odema,
pembengkakan, nekrosis serta kerusakan/ hancurnya vili.
Hati
Hati pada ikan merupakan organ yang berukuran relatif besar. Organ ini terletak di
sekeliling lambung. Hati berfungsi untuk mensekresikan cairan empedu dan merupakan
tempat penyimpanan glikogen. Selain itu hati berfungsi penting untuk melakukan
berbagai proses biokimia seperti menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh ikan.
Karena fungsinya inilah, hati merupakan organ yang rentan terhadap bahaya polutan
ataupun materi beracun dari lingkungan. Kerusakan yang dijumpai pada hati antara lain
berupa hemoragi/ pendarahan, kongesti dan degenerasi sel. Degenerasi sel ini dapat
berupa degenerasi melemak, di mana pada jaringan hati yang rusak terisi lemak,
sehingga pada waktu diwarnai dalam proses histologi, bagian yang terisi lemak tersebut
nampak kosong dengan batas yang jelas. Selain itu sering pula dijumpai degenerasi
hidrophyl (cloudy swelling), di mana ruang yang kosong terisi air. Pada waktu diwarnai,
bagian yang terisi air tersebut terwarna pucat/ kusam dan tidak ada batas yang jelas,
seolah-olah ada awan yang menutupi sehingga disebut dengan cloudy swelling.

Jantung
Jantung merupakan organ yang sangat penting dalam sistem sirkulasi pada ikan.
Jantung ikan ini terdiri dari 2 ruangan utama, yaitu atrium dan ventrikel. Atrium
berfungsi untuk memompa darah ke dalam ventrikel, sedangkan ventrikel berfungsi
untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jaringan dinding atrium tersusun dari jaringan
otot jantung yang longgar, sedangkan ventrikel tersusun dari jaringan otot jantung yang
kompak/ padat. Abnormalitas yang sering dijumpai pada otot jantung adalah kongesti
dan hemoragi.

Organ-organ
a.

Vesica natatoria (gelembung renang), ada 2 bagian anterior dan posterior, warna putih
mengkilap, letaknya berdekatan dan sejajar dengan cavum vertebralis, berguna untuk
timbul tenggelamnya ikan. Saluran untuk memasukkan dan mengeluarkan udara yang
terentang dari oesophagus(batang tenggorok) ke vesica natatoria bagian posterior
disebut ductus pneumaticus (pneumatocysticus).

b. Mesonephros (ginjal ren), terletak antara 2 bagian gelembung renang atau menempel
vertebrae.
c.

Pronephros (ginjal ren), di depan dari vesica natatoria

d. Cor (jantung) terletak di bagian ventral, perhatikan bagian sinus venosus, atrium,
ventrikel, bulbus arteriosus dan truncus arteriosus
e.

Gonad, warna kuning atau putih. Pada yang betina berisi telur, pada yang jantan berisi
sperma. Letak gonad biasanya di sebelah ventral daripneumatocyst.

f.

Intestinum (usus), tampak berbelit-belit.

g. Hepar (hati liver), warna kemerahan. Vesica fellea (kantung empedu) berwarna hijau
tua terletak di sebelah ventral dari lobus dekster hepar.

BAB V
PENUTUP
KESIMPULAN
Alat kelamin ikan nila jantan berupa satu lubang di papilla yang berfungsi sebagai
muara urine dan sperma (urogenital pore) yang terletak setelah lubang anus.
Sedangkan alat kelamin betina terdiri dari 2 lubang di papilla. Lubang yang satu untuk
muara urine (ureter) dan yang lain untuk pengeluaran telur (oviduct), terletak setelah
anus. Jadi pada ikan nila jantan terdapat dua lubang yaitu anus dan urogenital
sedangkan betina terdapat 3 lubang yaitu anus, oviduct dan ureter.
DAFTAR PUSTAKA
Djunanda,Tatang,1982,Anatomi dari 4 Spesies Hewan Vertebrata,Bandung,Armico
www.wikepedia.com
www.scribd.com
www.biologistudy.blogspot.com